Tuesday, 9 November 2010

Cara Mencetak "Teroris"

Laporan intelijen bisa benar dan bisa salah. Tapi, hampir mustahil media melakukan verifikasi terhadap banyak data intelijen. Hanya ada dua kemungkinan: percaya utuh atau meragukan utuh. Dan kebenaran baru datang umumnya bertahun-tahun kemudian, atau bisa jadi misteri akan tetap jadi misteri sampai kapanpun, meski kepercayaan utuh pada data intelijen telah terlanjur menyebabkan konsekuensi yang sangat merusak.

Kini, delapan tahun setelah Teror 911, dan setelah Rezim George Bush lengser, beberapa media Amerika mulai membicarakan kemungkinan pengadilan terhadap Dick Cheney, wakil presiden, yang dituding merestui cara kotor CIA menangani tersangka teroris dan meminta badan intelijen itu membohongi Kongres.Pada edisi 20 Juli 2009, majalah Newsweek melansir berita ini (http://www.newsweek.com/id/206300). Jaksa Agung Eric Holder telah menunjuk 10 jaksa untuk kemungkinan menyeret pejabat tinggi di era Bush dengan tuduhan kejahatan melanggar undang-undang domestik maupun hukum internasional.


Diduga atas restu Cheney, CIA menerapkan metode brutal interogasi tersangka teroris (dan pembentukan Guantanamo yang ngawur itu), penangkapan tanpa dasar, penyadapan dan pengintaian yang melanggar prosedur, merencanakan pembunuhan terhadap pemimpin politik asing, serta berbohong kepada Kongres tentang data intelijen yang menjustifikasi serangan ke Irak. Pengadilan terhadap Cheney ini bisa berlanjut dan bisa pula tidak. Presiden Obama khawatir pengungkapan masalah ini akan membuka kedok kebobrokan sistemik pemerintahan Amerika pada era Bush. Dan akan menjadi pertarungan Demokrat-Republik yang bisa merembet ke mana-mana tanpa kontrol.

Pelajaran penting bagi media: skeptisisme perlu ditegakkan, lebih awal lebih baik, untuk menanyakan hal-hal sederhana: bagaimana menetapkan sebuah ledakan sebagai teror bunuh diri, bagaimana tersangka diidentifikasi? Tumpulnya daya kritis menguntungkan kaum demagog dan mereka yang pintar mengail di air keruh.

Berikut adalah cara mudah mencuci otak "teroris"

Cuci Otak atau brain washing merupakan teknik wajib bagi organisasi-organisasi fanatik yang ingin mengendalikan sepenuhnya hidup dari para pengikutnya. Kali ini saya (the noock) akan menjelaskan tentang bagaimana cara untuk mencuci otak yang biasa dilakukan. Untuk menguasai sepenuhnya kehidupan para pengikut, sekalian membuat setiap doktirin yang diberikan menjadi paradigma hidup dari si korban.

Perlu diketahui jika cara ini bukan berasal dari saya (the noock) atau hasil browsing di Google. Pengetahuan ini, saya dapatkan dari mantan penguasa ilmu hitam dan ilmu putih tingkatan tertinggi di Indonesia sekaligus penguasa spiritual-psikologi yang keren. Beliau adalah murid tunggal dari pasangan Atmo-Gejek.setan

1. Pelumpuhan
Yang pertama harus dilakukan dalam melakukan praktik cuci otak adalah melumpuhkan korban. Biasanya para pengikut baru suatu organisasi fanatik dikurung dalam suatu ruangan gelap selama satu hari penuh tanpa makan dan minum. Ruangan yang dipakai harus benar-benar gelap, tidak boleh ada satupun titik cahaya. Ini bertujuan untuk membuat korban akan mulai setengah sadar, atau dalam bahasa psikologi, dinamakan memasuki alam bawah sadar.

2. Pembentukan Karakter
Setelah dikurung 24 jam tanpa cahaya, makan dan minum korban akan memasuki alam bawah sadarnya. Setelah itu para korban akan didengarkan musik. Para pakar psikologi pun mengakui jika musik memiliki pengaruh bagi karakteristik seseorang. Dalam spiritual pun para pakar mengakui jika musik memiliki roh.

Nah! Jika ingin korban mempunyai karakter yang keras, maka yang diperdengarkan adalah musik keras. Jika korban ingin dijadikan seseorang yang berkarakter lembut, maka yang diperdengarkan adalah aliran musik yang lembut. Ini akan berlangsung selama 3-6 jam sampai korban benar-benar hilang kesadarannya setelah tahap Pelumpuhan.

3. Teaching
Jika korban telah kehilangan kesadarannya, maka dalam bahasa psikologi dinyatakan telah masuk sepenuhnya ke alam bawah sadar. Dalam keadaan korban kehilangan kesadaran inilah korban dapat diajarkan apapun sesuai keinginan si pencuci otak. Semuanya tinggal diajarkan kepada korban dalam keadaan korban tidak sadar. Misalnya jika kita menginginkan korban untuk membom gedung putih, tinggal bilang saja kalau para manusia yang duduk di gedung putih itu tidak layak untuk hidup, dan merupakan suatu kehormatan jika dia membinasakan mereka yang disana. Setelah itu korban disadarkan, lalu diberi makan (Ingat! Dia belum makan seharian loh!sengihnampakgigi) Maka setelah korban siuman, disuruh bom gedung putih pun dia nurut. Hasilnya,,,,



“KABOOMM!..” rekaman CCTV yang menunjukkan langkahnya yang tegap dan wajahnya yang mantap akan menghiasi media-media elektronik di seluruh penjuru Indonesia.

====================================================
Warning!! "metode cuci otak" ini hanya bertujuan untuk menambah wawasan. 
Segala bentuk musibah yang diakibatkan bukan menjadi tanggung jawab saya sebagai pemilik Blog. Bukankah dengan mengetahui ini menjadi lebih mudah untuk menghindari praktik cuci otak??
=====================================================

Mengapa begitu terlambat media Amerika mendapatkan kesadarannya kembali?
Sistem check-balances demokrasi Amerika yang diagung-agungkan ternyata keropos menyusul Teror 911. Peristiwa dramatis, amarah yang meluap dan prasangka mendalam terhadap Islam, telah menumpulkan daya kritis publik maupun media, sehingga bertahun-tahun kebohongan bisa berjalan. Tumpul daya kritis bahkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana.

Tidak semua kehilangan daya kritis sebenarnya. Sekelompok veteran agen rahasia Amerika yang masih memilki hati nurani sudah sejak 2002 mengingatkan kebusukan praktek intelijen Pemerintahan Bush. VIPS (Veteran Intelligence Professionals for Sanity) telah berteriak dalam memorandum mereka kepada presiden, termasuk mengusulkan pemecatan terhadap Cheney.

Tapi di tengah amarah yang meluap dan prasangka besar pada Islam, peringatan seperti itu terkubur dalam "sampah informasi/disinformasi" tanpa menarik perhatian publik maupun media Amerika.Kebingungan dan kepanikan menguntungkan kaum demagog, bahkan dalam sistem demokratis seperti Amerika. Dan kini, setelah bom meledak lagi di Marriot Jakarta, dan Amerika menawarkan "database teroris", masihkah kita akan percaya begitu saja? 

Amerika tidak perlu menawarkan secara publik (kecuali untuk menunjukkan kemurahan hati CIA). Database Densus Anti-Teror 88 selama ini sudah sama dengan database CIA. Beberapa "gembong teroris" Indonesia telah diserahkan kepada Amerika (Anda tidak melihat kejanggalannya?) dan sampai sekarang Indonesia tidak bisa mendapatkan kejelasan tentang keberadaan mereka. 

Semoga bermanfaat.

Sumber :

6 comments :

  1. putratridharma09/11/2010, 19:32

    Wah kalau benar otak bisa dicuci seperti itu, para Kyai bisa menggunakan metode itu untuk mencetak santri yang benar-benar cinta Allah. Pokoknya santrinya akan menjadi Muslim yang benar-benar taat. Jadi metode tersebut diarahkan ke kanan, jangan ke kiri.

    Salam

    ReplyDelete
  2. Foto diatas siapa mas? boleh dikenalkan?

    ReplyDelete
  3. @ putratridharma
    untuk mengenal dan mencintai Allah SWT, ga perlu dicuci otaknya koq. Itu semua sudah fitrah manusia, bawaan setiap jiwa pasti dah ada memori mengenal Allah SWT. Umat Islam umumnya dan para 'Ulama khususnya sekedar mengingatkan saja. Selanjutnya up to u...

    @ sutha
    ooo...itu "guru" kami mas (entah sy diakui murid ga ya ? semoga saja iya). hanya pada waktu tertentu kami mengaji pd beliau, dalam sehari2nya sy sendiri mengaji pd ustadz senior.

    ReplyDelete
  4. putratridharma11/11/2010, 23:40

    @ Samaranji

    Pada hakikatnya semua roh adalah pelayan Tuhan. Entah kenapa kemudian Ia ingin menikmati sendiri terpisah dari Tuhan. Ia kemudian diberi fasilitas di dunia material. Jadilah Ia seperti seekor kambing yang memilih keluar dari kandangnya yang nyaman dan aman. Di luar kandang ia diburu oleh harimau dan singa. Ia lari tunggang langgang sampai sekujur tubuhnya penuh luka. Ia menderita, Ia rindu pulang.

    ReplyDelete
  5. Sekarang ada yg lebih hebat lagi, pake teknologi canggih. Udah pada tau tuh di indonesia, ga orang bumiputera, ga orang keturunan, masing2 ada nih maenan beginian... ANCURRRR LEBURRRR

    Dari saingan, memperkosa, buat orang bunuh diri, dan invalidasi.

    ReplyDelete
  6. @ Mike Yamada
    Maksudnyaah... ???

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...