Monday, 31 January 2011

Rasulullah SAW Manusia Juga !!! (Nabi Juga Manusia,,,!)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan atas suri tauladan manusia, sosok yang telah berhasil mengembalikan kembali ketauhidan murni, yakni Baginda Rasulullah SAW.

 Firman Allah Subhanahu TAbaroka Wa Ta'ala, insyaallah kurang lebih artinya :

“Muhammad (SAW) itu tidak lain hanyalah seorang Rosul, yang sebelumnya telah berlalu Rosul-Rosul yang lain ; Apakah jika dia meninggal atau terbunuh, kamu akan berputar kembali dari kebenaran  ? Barangsiapa berputar kembali dari kebenaran maka dia tidak akan sedikitpun merugikan Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta’ala, dan Allah Azza Wa Jalla akan memberi balasan kepada hamba-hamba yang bersyukur.” (QS. Ali Imron ; 144)


Ayat inilah yang dibaca sohabat Abu Bakar ra. dan berhasil meluluhkan hati  sohabat Umar ra. yang saat itu marah besar hingga menghunus pedang dan akan merobek perut siapa saja yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah wafat. Sohabat Abu Bakar ra. tahu bahwa sikap sohabat Umar ra terlalu berlebihan dan tidak sejalan dengan penegasan tentang hakikat Rosulullah SAW dalam kitab suci sendiri.
Bahkan Sohabat Abu Bakar ra. pun berkata pada umat Islam semuanya, 
“Barangsiapa mau menyembah Muhammad (SAW), maka ketahuilah bahwa Muhammad telah mati. Dan barangsiapa mau menyembah Allah Ta’ala, maka Allah Maha Hidup dan tak akan mati.”
 Penegasan bahwa Rosulullah SAW itu seorang manusia juga, diberitakan pula dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, insyaallah kurang lebih artinya :

“Katakan olehmu (wahai Muhammad –SAW- ), ‘Sesungguhnya aku adalah seorang manusia seperti kamu semua ; (hanya saja) diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu sekalian adalah Tuhan Yang Maha Esa” (QS. Al-Kahfi : 110).

Penegasan-penegasan itulah yang menanamkan sikap kaum Muslimin  tidak memitoskan Nabi mereka, namun sikap demikian bukan berarti mengurangi rasa hormat dan mahabbah (cinta) pada Sang Penyelamat Aqidah umat manusia. Umat Islam tentu saja sangat menghormati Nabi Muhammad SAW, tetapi penghormatan yang demikian tidak sampai menjerumuskan dalam sikap mendudukkannya lebih dari seorang manusia, dari antara makhluq Allah Azza Wa Jalla. Dan hal ini pula yang menjadi keberhasilan misi Nabi Muhammad SAW dalam membina umat manusia untuk hanya menyembah kepada Allah Ta’ala saja, tidak terjebak dalam pengkultusan atau bahkan penyembahan pada Nabi/ Rasul-Nya.

Misi suci semua Nabi dan Rasul ialah menyeru kepada umat manusia agar beribadat hanya kepada Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta’ala. Jadi sikap yang sangat proporsional orang-orang Muslim terhadap Nabi itu merupakan satu wujud pelaksanaan misi  Nabi Muhammad SAW sendiri, yakni mengajarkan Tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa.Tauhid membebaskan manusia dari mitologi, takhayul, dan berbagai kepercayaan menyesatkan lainnya. 

Semoga bermanfa'at.

2 comments :

  1. assalamualaikum
    teruskan mas,,,,
    jgn berhenti kecuali anda sudah tak bernyawa lagi
    salam
    Abu Hanan

    ReplyDelete
  2. @ Mas Abu Hanan,,,
    Wa'alaikum salam warohmatullah,,,

    Sungguh,,, pd saat tertentu kata2 panjenengan bikin sy terenyuh. Orang2 mukhlis dalam beribadah seringkali sedikit bicara, sekali bicara langsung mengena. Sesuatu yg keluar dr hati tentu akan sampai ke hati jua.
    Makasih mas, suportnya selama ini.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...