Wednesday, 16 November 2011

Si Momon

Bismillahirohmaanirrohiim. Alhamdulillah, wash sholatu wassalamu 'ala Rosulillah SAW.

Tingkahnya lucu, menggemaskan, apalagi saat ia bergelantungan. Terkadang kita dibuat geli melihat tingkahnya. Si Momon ini makhluk primata, katanya sih sepupu manusia. Pernahkah terpikir dalam alam bawah sadar kita, bahwa Si Momom mungkin adalah ibroh dari Allah Azza Wa Jalla  yang patut direnungi bersama. Ada Apa Dengan Si Momon ?  Bisa jadi Si Momon adalah salah satu manifestasi dari sifat ketamakan dan kerakusan manusia, atau mungkin juga salah satu 'sinyal' dicabutnya muru'ah (rasa malu) manusia di dunia ini oleh Allah Azza Wa Jalla. 


Tanpa bermaksud menyudutkan dan meremehkan makhluq lain, tanpa merasa diri paling bersih dan benar, kita setuju bahwa seekor monyet ingin selalu memiliki dan tak pernah mau melepaskan apa yang sudah dimiliki. Ingin selalu meraih tanpa memberikan ungkapan terima kasih. Tangan kanan memegang semangka, sementara tangan kirinya mencengkeram sekeranjang mangga, kaki kiri menggenggam pepaya sedangkan kaki kanan ikut mencengkeram seolah takut kehilangan dan kekurangan. Padahal dimulutnya masih tersisa kulit pisang. Dalam keadaan begitu-pun, si monyet masih juga mengharapkan pemberian.

Tak perlu mengelus dada, tak usah menggelang kepala atas tingkahnya. Cukup dengan monyet, cukup lewat Si Momon kita belajar tentang sifat terpendam - ketamakan dan kerakusan serta hilangnya muru'ah - manusia yang harus diredam. Dalam hal ini mungkin saja Charles Darwin bangga atas teori missing link-nya, atau bahkan tersenyum bila anggapan bahwa monyet "sepupu" manusia hampir mencapai titik kebenaran.

Selanjutnya, tak begitu penting untuk diperjelas secara panjang lebar di sini, karena akibatnya akan membuat kita merasa malu sendiri. Ketamakan dan kerakusan yang sebagian besar diakibatkan kurangnya rasa syukur adalah sifat dasar manusia yang jauh terpendam dalam hati. Ibarat kayu yang mengapung di air, sifat-sifat tersebut harus diusahakan selalu ditekan agar tak pernah muncul lagi. 

Semoga bermanfa'at...

9 comments :

  1. sulit... tapi belum tentu tidak bisa...
    makasih sharenya :)

    ReplyDelete
  2. Btw Mbak Uch Uch kan suka dipanggil Momon~ huehehe...

    ReplyDelete
  3. heh... si una buka rahasia... wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  4. Dalam pelajaran sejarah Indonesia kita sering mendapat informasi adanya fosil-fosil Homo erectus yang ditemukan di beberapa lokasi di Jawa yang oleh para arkeolog diperkirakan berumur mulai dari 1,7 juta tahun (Sangiran) hingga 50.000 tahun yang lalu (Ngandong). Terdapat kategori dua subspesies berbeda yaitu Homo erectus paleojavanicus yang lebih tua daripada Homo erectus soloensis. Disebutkan bahwa mereka hidup sezaman dengan manusia modern Homo sapiens kurang lebih 50.000 tahun lalu.



    Namun demikian hampir semuanya sepakat bahwa nenek manusia bukan manusia model yang fosilnya ditemukan itu. Para ahli pendukung teori evolusi mengatakan bahwa mahluk itu merupakan missing link (mata rantai yang hilang) dari ras manusia. Namun bagi umat Islam dan para ilmuwan modern, keberadaan fosil manusia purba tidak pernah diakui kebenarannya. Para evolusionis (kaum yang menganut paham teori evolusi Darwin) yang memang atheis tidak punya pijakan siapa manusia pertama sehingga berasumsi bahwa manusia yang sekarang ada merupakan perkembangan dari manusia purba.



    Keberadaan manusia purba, termasuk binatang dinosaurus sudah banyak disangkal oleh para ilmuwan modern. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori manusia purba tidak benar alias tidak pernah ada. Selama ini kita mendapatkan pemahaman yang salah yang diberikan pada waktu pendidikan dasar, ditambah dengan rekayasa film ala holywood yang memvisualisasi keberadaan mahluk-mahluk di jaman purba, di antaranya Film Jurasic Park. Keadaan menjadi bertambah parah tatkala teori tentang manusia purba yang dikemukakan oleh para evolusionis ini diberikan tempat di dalam kurikulum pendidikan dasar kita.



    Para ilmuwan Barat yang sebagian besar memang menganut teori evolusi memasukkan Australopithecus atau ras kera yang telah punah sebagai ras ”nenek moyang manusia”. Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia. Perbedaan ini yang tidak bisa dijelaskan oleh mereka selanjutnya disebut dengan mata rantai yang hilang (missing link).



    Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spesies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada periode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.



    Tatkala para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan manipulasi. Contoh yang paling terkenal adalah manusia Piltdown yang dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia. Fosil ini telah membohongi dunia ilmu pengetahuan selama 40 tahun.



    Ilmuwan evolusionis yang tidak mengenal Tuhan tidak mendapatkan informasi siapa manusia pertama yang mendiami bumi ini. Oleh karena itu mereka membuat teori asal usul manusia yang dimulai dari manusia kera, manusia purba dan manusia modern. Apabila kita orang Islam mengemukakan konsep manusia pertama adalah Adam, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran dan Hadits Nabi saw, besar kemungkinan akan ditolak karena bertentangan dengan teori yang mereka buat.



    Karena dunia Barat saat ini tengah menguasai peradaban dunia, maka mereka bisa dengan mudahnya memasukkan teori-teori tersebut ke dalam kurikulum pendidikan, termasuk pendidikan Islam di negeri-negeri muslim. Sampai saat ini teori evolusi dengan keberadaan manusia purbanya masih banyak dipakai dan diajarkan di sekolah-sekolah Islam. Padahal itu semua tidak benar karena berasal dari pemikiran yang sangat spekulatif dan jauh dari unsur wahyu. Ironisnya, banyak orang tua tidak peduli, saat belajar sejarah, anaknya dijejali dengan teori yang menanamkan benih keraguan terhadap iman mereka.

    lebih baik jadi anjing yang setia dibandingkan jadi monyet gila! ha ha ha

    ReplyDelete
  5. @ Mis 'U : Bersama kita bisa ! **iklan partai donk.

    @ Una : Ngonoo, toh...

    @ Usup : Thank's share-nya. Tapi endingnya ogah ah... jijik.

    ReplyDelete
  6. nice artikel, thanks atas sharenya mas, cocok sekali untuk jadi bahan renungan.

    ReplyDelete
  7. @ Alaika Abdullah : Eh,, Embak. Kirain artis hollywood pemeran "Eat Pray n Love",,,he,,,he. Makasih Mbak, sama2. Goodnight...

    ReplyDelete
  8. Samaranji: Ku timpuk PeEr Lagi tuuuhh... :D
    Se.Be.Las

    ReplyDelete
  9. @ Miss 'U : Waahh... bu ustadzah kasih pe-er lagee... Tapek dee... :(

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...