Friday, 2 December 2011

Clue Nabi Adam a.s (2) : Untuk Siapapun Yang Tak Percaya Nabi Adam a.s Manusia Pertama

Bismillahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillah Wash sholatu was salamu 'ala Rosulillah SAW.
 
Hare gene... masih ragu bahwa Nabi Adam a.s adalah manusia pertama ???. Seringkali kita ummat Islam tidak pe-de mengatakan bahwa Nabi Adam a.s adalah manusia pertama, hal ini wajar karena para saintis pendukung teori evolusi ingin menanamkan pada alam bawah sadar kita bahwa teori evolusi itu benar, pada gilirannya kaum monyet itu ingin diakui eksistensinya.  Jika ada diantara kita yang berkata "tafsir Adam (a.s) bukan manusia pertama tidaklah menyalahi Al Qur'an !!!", maka dengan alasan yang sama kita juga berhak berkata bahwa tafsir Nabi Adam a.s sebagai manusia pertama juga tidak bertentangan Al Qur'an. Mari buktikan bersama bahwa tafsiran 'Ulama terdahulu itupun tidak mudah untuk diragukan.

Berikut beberapa alasan yang biasa disampaikan orang2 yang tidak percaya bahwa Nabi Adam a.s adalah manusia pertama. Dan ijinkan saya untuk menolaknya !!!

SATU :: Penciptaan Nabi Isa a.s "seperti" penciptaan Nabi Adam a.s.
Maka dengan alasan ini dianggap menghasilkan konsklusi bahwa penciptaan Nabi Adam a.s pun seperti penciptaan Nabi Isa a.s yaitu dari rahiim seorang wanita dimana waktu itupun sudah ada suatu peradaban. Argumen ini didukung dari surat Ali Imran ayat 59, kurang lebih artinya :

QS 3:59. Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. [Lihat tafsir]

Kita perhatikan kalimatnya "penciptaan Isa seperti penciptaan Adam". Mari kita aplikasikan pada contoh sederhana :
1. Neng,,,wajahmu seperti bulan.
2. Hey,,, koq onde2(jenis makanan)mu kecil kayak upil, sih.
Masihkah bermakna sama jika kalimat di atas kita balik  :
1. Neng,,, tahu nggak kalo bulan itu seperti wajahmu
2. Hey,,, liat, upilmu koq kecil besar2 kayak onde2 sih.
Soo,,, masihkah kita berkesimpulan bahwa ayat di atas bisa kita balik seenaknya untuk menghasilkan tafsiran bahwa  Nabi Adam a.s dilahirkan dari seorang perawan ?

DUA :: Manusia sudah bersuku-suku dan berbangsa-bangsa sejak awal penciptaan.
Hal inilah yang kemudian menciptakan tafsiran bahwa banyak Adam  yang sebenarnya diciptakan oleh Tuhan, katanya seehhh.... Argument-nya bisa kita simak ayat berikut, insya-Allah kurang lebih artinya :

QS 49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dari ayat di atas, orang2 yang menolak Nabi Adam a.s adalah manusia pertama, menganggap bahwa Manusia pertama itu sudah bersuku2 dan berbangsa2 sejak diciptakan pertama. Masak seh ? perhatikan dunk, kata "DAN" pada ayat tsb.... kata ini sebagai penghubung untuk menunjukkan urutan. Kata itu akan menghasilkan kesimpulan nyleneh jika diganti dengan kata "dengan" atau bahkan "yang".

Dan ternyata emang dalam Al Qur'an, kata penghubungnya adalah "wa" (dan) bukannya "bi" (dengan). Soo,,, masihkah kita ragu bahwa Nabi Adam a.s adalah manusia pertama ? masihkah kita percaya tafsiran2 aneh dari mereka2 yang hendak menyalah2kan para Mufassirin terdahulu.

TIGA ::  Nabi Adam diturunkan ke bumi tidak sampai 8000 tahun yang lalu (sekitar tahun 5872 SM)
Hahh.... ??? Kata siapa ini ? Apakah para 'Ulama Islam menafsirkan demikian ? Tafsiran ini hanya dimiliki para Pendeta Yahudi dan Nashrani. Para Pendeta mereka menafsirkan bahwa
silsilah Adam hingga Yesus dijelaskan dalam Kitab Injil (Perjanjian Lama) berikut konteks waktunya, bahkan beberapa di antaranya lengkap dengan nominal tahunnya. Akhirnya menghasilkan kesimpulan bahwa, berdasarkan keterangan dari Kitab Injil, rentang waktu dari Adam hingga Yesus adalah 4.168 tahun. Dengan demikian, rentang waktu dari Nabi Adam hingga saat ini hanya 6.177 tahun.  Hal ini tentu ditentang oleh para pro-evolusi darwin yang menciptakan manusia homo-homo an itu.

Tafsiran versi ahli kitab inilah yang melanda dunia Islam kini, sehingga banyak diantara kita yang terkecoh bahwa Nabi Adam a.s benar2 turun ke bumi 6.177 tahun yang lalu. Para 'Ulama tentu sepakat bahwa tafsiran apapun bentuknya harus dikembalikan pada teks asli Al Qur'an. Dan bisakah kita menunjukkan kapan Nabi Adam a.s di turunkan ke dunia ?  Kritisi para saintis barat tidak dapat ditujukan untuk Al Qur'an Kariim. Mereka bisa saja mengkritisi Al Kitab yang sudah banyak dirubah2 oleh pemuka agamanya. Namun kita,,, Alhamdulillah Al Qur'an masih terjaga kesuciannya hingga huruf per-hurufnya.

Dan Maaf... untuk sementara link2 yang sy jadikan bukti tidak bisa sy tampilkan sore ini.

Clue berikutnya, akan membuat kita tercengang jika masih ngeyel bahwa Nabi Adam a.s bukan manusia pertama.  Semoga kita senantiasa dalam jalan lurus yang diridhoi Allah Azza Wa Jalla....
(bersambung lagiii. dah soree...)

38 comments :

  1. Hehehe aku termasuk yang gak percaya Adam itu manusia pertama. Tapi gak bisa ngasih tanggepan kritis hihi~ :D :D

    ReplyDelete
  2. Saya percaya Adam adalah manusia pertama, Gan. :)
    Mengenai adanya Al Basyar seperti yang tertulis di blog saya, itu bisa disimpulkan sebagai hewan darat paling pintar yang pernah ada, karena proses awal penciptaannya sama dengan hewan.
    Tapi saya tidak akan mengganti judul tulisan saya, Gan, karena saat ini orang mengenal Al Basyar dengan sebutan 'Manusia Purba', sedangkan Nabi Adam dan keturunannya sebagai 'Manusia Modern'.

    ReplyDelete
  3. @ Una @ Nandobase : Halo gerombolan BO'IM (kribo imut) ***PLAK... Maaf b'canda ^_^; V

    @ Una : Met Ultah cah ayuuu....

    @ Nando : Sayapun menghormati koq jika ada ummat Islam yang gak percaya Nabi Adam a.s manusia pertama. Namun ijinkan saya menolaknya, dan tetap berpegang pada prinsip. Ketika dwuuluuu sy membaca2 referensi di dunia maya, banayak yang aneh dan janggal...

    Btw, setahu saya "basyar" itu sifat. Sedangkan "insan" itu jasad yang ada dalam diri manusia. Mudahnya "basyar" itu jiwa, sedangkan "insan" itu raga. Wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  4. @ Mas Nando : Duhh,,, koq keknya jadi gak nyaman gini ya... namun saya udah berusaha mengkonfirmasi di Blognya Mas Nando, koq. Semoga berkenan yah menerima permintaan maaf saya. Keep fighting kawan....



    Btw, soal "al basyar" dan "al insan" yang saya sampaikan di atas, kebalik tuh keknya. Jadi maluu....Namun jawaban "Wallahu a'lam" adalah yang paling aman dan nyaman, hanya saja tentu bukan jawaban memuaskan untuk memenuhi rasa keingin tahuan kita sebagai manusia biasa.

    ReplyDelete
  5. Mas Haris... aku coba tenan lho. *manut meneh*
    Ga cetho :p Yang cetho kaosmu :p
    Btw, njenengan ternyata udah tua ya mas? :P :P

    ReplyDelete
  6. @ Una : Sy juga habis nyoba Na, coz sy ndiri belum pernah nyoba usulku itu. Dan hasilnya.... #marai kepingkel-pingkel, wetengku loro puwoolll, rupane ra cetho blas, lambene nyonyor koyo bar dijotosi maling, koyo alien tho#

    Aku dah tua ??? #ngenyeek# cuci muka dulu sana #lodok ning motomu diilangi sek# mungkin juga monitor LCDmu tuh yg gak pernah dibersihin, berdebuuu.
    *jadi pingin ngaca***
    *jadi mikirr***
    Mungkin benar ding, Na. Sy dah tua. Dah mulai mikir biaya hidup...He.

    ReplyDelete
  7. Jiahhh kirain seriusan usulnya -,-
    Emanggg ga ceto blas... akhirnya tau sendiri rupamu nek brightnessnya dinaikin :p PLUS keliatan tuaaa amat.

    Mencling yo LCDku wlekkk... Sabar ya mas... kalau sudah tua...

    ReplyDelete
  8. Wis benn,,,,
    Wis ah... bobo'... besuk kerja.
    Jangan lupa besuk mulai puasa 9-10 Muharam...
    ###padahal sy belum tentu kuat,,,He.

    ReplyDelete
  9. Oiitsss.... Udahlah, Gan. Ngga usah dipikirin. Sejujurnya saya juga takut kalo ternyata pendapat saya itu salah. Sementara sudah cukup banyak orang yang percaya kalau saya benar.
    Itu berarti saya sudah menjerumuskan banyak orang ke jalan yang sesat. Naudzubillahi mindzalik.
    Tolong bantu saya ya, Gan, untuk mencari kebenaran yang shahih.
    Secepat mungkin akan saya perbaiki tulisan saya, jika kebenaran itu sudah terungkap. Insya Allah.

    ReplyDelete
  10. Saya percaya kok, kalau Adam manusia pertama. Dan saya salut karena Samaranji tetap menghormati orang-orang yang berpendapat sebaliknya ^___^
    Teruslah mencari, teruslah berbagi, dan saya akan terus membaca, hehehe..

    ReplyDelete
  11. @ Della : Makasih,,, Mbak... Supportmu mampu mebuatku tetap berdiri tegak kokoh tak tertandingi ***halagh melu2 Pakde. Moga sukses ikutan kontesnya ya...

    ReplyDelete
  12. Aku nggak ikutan kontes, kok. Itu cuma pe-er berantai dari Pu ^_^

    ReplyDelete
  13. Cieee cieee ganti foto~
    Massss, itu fotomu mas? Kok rodo nggantheng?
    Foto berapa tahun lalu mas? 7 atau 8?
    Wkwkwk, alisnya kok bisa gitu mas kebelah?
    *banyak nanya amat akuuu*

    ReplyDelete
  14. @ Mas Nando : Saling mengingatkan ajah ya Mas. Wa tawasaw bil haq wa tawasaw bish shobr...

    @ Mbak Della : He em, maaf,,, tertanya PR ya,,, malu aq jadinya ***gak konsen nyimak

    @ Unaaa : Koq tau sih tuh pohto 7 tahun SM #asemik, konangan @,@;#. Yang penting kan ga keliatan tua, week :P #ndadakan ono "rodho"ne barang, ra enaki#. Tuh alis bekas jatuh waktu keciiil, dijahit #mbuh jahitane piro, lali#. Malah kek bekas pake tindik ya ?

    ReplyDelete
  15. Kirain dikerok alise... keren tau mas alisnya ahaha. Alisnya lho bukan njenengan :p
    Jiahhh foto pas SMP dipajanggg. Foto paling baru dong :p
    Yaiyalah ada 'rodo'-nya, kalau enggak ada ya aku boong namanya~ :p

    ReplyDelete
  16. wakakakak... neh postingan serius si una ma haris malah ngeyel2an =P
    jadi sebenarnya si haris kelahiran taon berapa?? padahal mukanya una di poto juga beda jauh ma umurnya =))

    tengkyu sharingnya yaaa...:)

    ReplyDelete
  17. @ Untje (?) Una Tjempluk, pas tuh haha... ^_^;V
    Tuh bukan waktu SMP, tapi 7 SM (sebelum masehi) hi,,hi... Tapi heran, koq bisa nebak 7 tahun yang lalu gituh. Penerusnya Mama Lorent ya. Naa,,, pertama kali liat fotomu kirain kamyu anaknya Pak Wimar Witoelar loh...

    @ Miss 'U : He,,he,,, yang jelas sy udah nikah dengan bidadariku tersayang. Resepsi yg sederhana, yang penting udah sah secara Agama dan Negara. Cuman belum punya momongan, do'akan kali ini jadi ya Mbak. Yeaahhh, kadang sy emang kekanak-kanakkan jadi jangan kaget kalo masih suka cengengesan. Dan inilah yg mungkin jadi masalah, "bikin"nya juga sambil cengengesan kali... Yang pasti, mohon do'anya dari Mbak ya. Makasih,,, My Pren...
    http://debu-semesta.blogspot.com/2011/01/menikah-siapa-takut.html

    ReplyDelete
  18. @ Mbak Uchi : Iya,,,ya,,, postingannya kemana, komentnya dimana. Sampe lupa nerusin sambungannya. Berat juga sih temanya,,, sy sendiri sebisa mungkin berhati2 mengumpulkan referensi. Karena pasti dan pasti hal ini akan dimintai pertanggung jawaban kelak.... Makasih telah menyimak, Mbak...

    ReplyDelete
  19. Una Tjemplukkk siall... Bukan anaknya wimar kok mas tapi kick andy wkwk podo kriwile...
    Wah cepat dapet momongan ya mas... Semoga anake nggantheng2 po ayu koyo akyuu wkwk.
    Mas, aku rikues postingan dong beib *plak*, ngebahas mengenai raudhah. Sengit aku liat orang-orang nangis di situ trus maksain shalat di sana padahal jelas jelas desek-desekan pada keinjek. Hueee,,, yang bener sakjane piye -,-

    ReplyDelete
  20. Assalamualaikum..
    Mas Samaranji, numpang lewat dan salam kenal..
    Saya doakan semoga panjenengan selalu tetap dijalan yang lurus dan diridhoi Allah..

    Senang baca artikel Anda ttg Adam dan saya juga berpendapat bahwa Adam adalah "Manusia" yang pertama, tetapi bukanlah "Khalifah" yang pertama.

    Sekadar ikut menambahkan, bahwa kata "Adam" untuk nabi Adam dan "Adam" untuk sifat muhal Allah kemungkinan masih ada korelasinya dimana dalam hal ini Allah ingin menunjukkan bahwa Nabi Adam diciptakan dari "ketiadaan" ibu dan bapak, dalam hal ini Nabi Adam langsung diciptakan dari tanah.

    Membuat kesimpulan bahwa penciptaan Nabi Adam serupa dengan Nabi Isa (saya setuju dengan Anda) adalah salah karena hal tsb dapat menghilangkan fakta kebenaran mengenai Nabi Adam (bahwa beliau diciptakan dari tanah).
    Pendapat bahwa Nabi Adam lahir dari rahim wanita adalah pendapat orang yg bingung memikirkan mana yg duluan "telur atau ayam" hasilnya muter-muter terus kaya tumimbal lahirnya orang budha...
    Pemikiran fean (yg pernah diskusi di pojokan wirajhana) ttg awal penciptaan manusia cukup logis dan ada jawaban mengapa Hawa diciptakan dari diri Adam dan bukan dari tanah lagi ditulisannya mengenai 5 milyar in one manusia.

    Mengenai Nabi Adam bukan Khalifah pertama walaupun Al-Quran tidak menunjuk secara jelas namun dapat disimpulkan bahwa bangsa Jin adalah Khalifah (wakil Allah) dimuka bumi sebelum Adam (manusia).

    Demikian mohon maaf apabila tidak berkenan..

    Minta info juga apa ada yang tahu si wirajhana lagi dimana? kirain lagi belajar arab lagi ke Mas Samaranji.. koq ga muncul2 dia jawab pertanyaan gue ya di pojokannya... (mudah-mudahan bener udah tobat dia)

    Salam......

    ReplyDelete
  21. @ Una : Makasih do'anya cah ayuuu,,,, amin. Tapi enggak ah kalo mirip Una, anaknya siapa coba, enak aja... Eh Na kalo mo nikah nih tak kasih KADO PENGANTIN, semoga aja bermanfaat.

    Bener yah dugaan saya, bahwa Una sebenernya care dengan masalah Agama, sy masih inget kok pertama kali kamyu koment di postingan mana. Masalah di Roudhoh ? wah Una sudah pernah kesana ya ***ngiri sy* pernah umroh ya ? ato malah udah hajji ?. Kan sya sudah ngepost masalah ZIARAH QUBUR, kalo di Roudhoh kan ziarah ke makam Rasulullah SAW gitu ya. Tapi kalo sampe berlebihan ya gak baiklah. Firman Allah, QS Ali Imran : 147, insyaallah kurang lebih artinya : Tidak ada do'a mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami [] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

    Apapun itu jika berlebihan jadinya enggak baik, kaannn....

    ReplyDelete
  22. @ Naldi.Amera : Wa'alaikum salam warohmatulloh,,, Maksih do'anya Mas... Amin.

    Salam kenal juga, makasih dah mampir di gubug derita ini.

    1. Biasanya yang menolak Nabi Adam as Manusia Pertama (NAMP) memahami "diciptakan dari tanah" itu ya seperti kita ini yang tercipta dari sari pati tanah (tanah-menghasilkan makanan-jadi sperma dan sel telur- ketemuan- jadilah kita). Sedangkan yang pro-NAMP, ya memahaminya Nabi Adam a.s dicipta dari tanah beneran, dan generasi selanjutnya barulah dari "saripati" tanah.

    2. Iya,,, saya juga memahaminya gitu. Bahwa Nabi Adam a.s manusia pertama, juga khalifah pertama dari golongan manusia. "Protesnya" para Malaikat atas penciptaan Adam a.s mengindikasikan adanya khalifah2 sebelumnya bukan golongan manusia. Keknya sulit memahami jika Malaikat "protes" berdasarkan buruk sangka ajah, kan.

    3. Pak Wirajhana ? enggak tahu saya,,, dah lama banget koq saya gak pernah berinteraksi dengan beliaunyah. Emang sih,,, akan banyak kita jumpai site2 yang menghujat Islam baik dengan terang2an ataupun dengan samar (memberi pemahaman yang salah ttg Islam). Site itu biasanya juga membuat sotware "Al Qur'an" palsu utk mendukung faham mereka. Slah satunya sy direkomendasi Pak Wira ini (http://quran.bblm.go.id/?id=600). Nyengit tho ?

    4. Kita juga akan menjumpai software hadits2 yang berjibun di dunia maya ini. Biasanya kita langsung percaya. Kalo Al Qur'an kita langsung bisa ngecek, karena insya-Allah masing2 kita punya Al Qur'an. Lah kalo hadits...? gimana ngeceknya coba, Lha emangnya kita semua punya kitab "Hadits Bukhari Muslim" gituh. Anehnya kebanyakan software hadits Bukhari Muslim itu ujung2nya merujuk pada translate bahasa Linggis. Jargon "ini hadits shohih" berpotensi pada pendistorsian ajaran Islam itu sendiri. jika kita tidak perduli untuk mengecek kebenaran dan keasliannya.

    5. Namun,,, kita gak perlu pusing memikirkannya. Karena akan menyita banyak waktu kita untuk berkarya bagi semesta. Lebih mudahnya, laksanakan "rukun islam" dan "rukun iman" sesuai kemampuan. Semoga kita tetap di jalan lurus yang diridhoi Allah Ta'ala. Amin

    ReplyDelete
  23. Aku masyih muda kok Beib, belum mikir nikah.
    Wah tenane isih kelingan aku komen di mana? Emang di mana? Wahhh saking ngefansnya sama aku sampe inget gitu.

    Kok bisa ngira aku care gitu mas? o_o
    Pernahhh, dua kali, umroh thok tapi. Yang pertama gak kelingan hehe.
    Iya ya yang berlebihan itu pasti gak baik, duh tapi kalo liat tuh ngenesss -,-

    ReplyDelete
  24. @Samaranji
    Bener Mas.. makanya kl debat sama orang kaya wira pake logika aja ga perlu pake dalil soale source sitenya banyak yg ga kredible puyeng kita kl harus verifikasi satu-satu disamping itu kl kita beli kitab "Hadits Bukhari Muslim" juga kaga ada yang murah harganya...

    Mas Samaranji ttg artikel Anda Isa A.S. = Yesus, jebakan aqidah!!! maaf saya mau nanya nih karena saya masih bingung dg pernyataan Anda yg saya anggap "nyeleneh" tsb (mohon maaf sy taruh pertanyaannya disini karena buka link tsb berat banget bikin hang PC-ku) :
    Kesimpulan Anda sebenarnya ada di nomor berapa Mas?
    1. Orang yg diceritakan sbg Nabi Isa di Al-Quran dan orang yang diceritakan sbg Yesus di injil-nya kristen merupakan 2 orang/pribadi yang memang berbeda yg kedua-duanya memang pernah ada. (kalo yg orang/pribadi 1 ada dan yg 1 lg cuma dongengan berarti itu masuk yg nomor 2)
    2. Orang yg diceritakan sbg Nabi Isa di Al-Quran dan orang yang diceritakan sbg Yesus di injil-nya kristen merupakan 1 orang/pribadi yg sama cuma versi ceritanya saya yg berbeda.

    Karena kalo saya sih cenderung milih yang nomor 2, mengapa?

    Karena kl milih nomor 1 berarti kita juga harus ngakui (tidak boleh tidak) kalo :
    1. Allah di Al-Quran = Allah di Injil (jebakan aqidah) = ada 2 Tuhan/oknum Allah yg berbeda
    2. Ibrahim di Al-Quran = Abraham di Injil (jebakan aqidah jg) = ada 2 orang/pribadi yg berbeda
    3. Musa di Al-Quran = Moses di Injil (jebakan aqidah jg) = ada 2 orang/pribadi yg berbeda
    4. Sulaiman di Al-Quran = Solomon di Injil (jebakan aqidah jg) = ada 2 orang/pribadi yg berbeda
    5. Yusuf di Al-Quran = Yosef di Injil (jebakan aqidah jg) = ada 2 orang/pribadi yg berbeda
    6. Jibril = Gabriel (jebakan aqidah jg)
    7. dst....
    HASILNYA :
    MENGAKUI ADA TUHAN LAIN SELAIN ALLAH = SYIRIK...
    KESIMPULAN 1 HANYA MENGHASILKAN KEDUA CERITA ISA DAN YESUS VERSI QURAN DAN INJIL-KRISTEN BISA MERUPAKAN KEBENARAN MUTLAK DAN BISA JUGA KEBOHONGAN MUTLAK.

    JIKA KESIMPULAN KE 2 YANG DIAMBIL MAKA HASILNYA :
    ISA/YESUS YG DICERITAKAN DI AL-QURAN DAN DI INJIL TIDAK BISA KEDUA-DUANYA MERUPAKAN KEBENARAN MUTLAK, SALAH SATU HARUS SEBAGAI KEBENARAN MUTLAK DAN SATUNYA MERUPAKAN KEBOHONGAN ATAU BISA KEDUA-DUANYA MERUPAKAN KEBOHONGAN.
    DAN SAYA HAQQUL YAQIN CERITA VERSI AL-QURAN ADALAH KEBENARAN MUTLAK.

    Mohon disampaikan juga apabila memang ada kesimpulan yang lain (ke-3) dari Mas Samaranji.

    Terima kasih, semoga ALLAH selalu memberi petunjuk kepada kita semua.

    Amin....

    ReplyDelete
  25. assalamu'alaikum Kang,
    wah kajiannya mendalam nih, saya tidak bisa berargumen panjang karena pemahaman saya tidak sejauh komentator lainnya. Hanya saja saya sependapat dengan nadi almera (Kang ato Mbak ya ? salam silaturrahim ya), bahwa Adam adalah manusia pertama dan khalifah pertama, sedangkan yang sebelumnya adalah jin. Wallahu a`lam bish-shawab
    Saya pernah membaca tentang penciptaan Adam dan Nabi Isa as, tapi terus terang saya lupa penjelasannya

    ReplyDelete
  26. @ Una : Enak lagi, nikah muda... Udah 2x umroh ? Wuihh,,,senenge. Mosowk ngeness sie yang di Roudhoh ***sy belum tau ding, belum ke sana***. Lha terus mo gimana ? Apa gak boleh yang mo ziarah ? Apa harus diratakan tanah makamnya Rosulullah SAW, itu ? gimana kalo makamnya neneknya/ kakeknya Una diratain tanah ? Ato makamnya para pahlawan Indonesia diratain tanah lalu dibuat Mall ajah ?

    Bagaimanapun ummat Islam harus tau makam Rasulullah itu, sebagai bukti sejarah. Jika tidak maka ummat Islam bisa jadi akan tergelincir sebagaimana ummat lain yang tidak tahu dimana makam Nabi Isa a.s, dimana makam Budha, dimana makam Krishna. Akhirnya mereka membuat gambar, patung untuk mengenangnya. Apakah kita juga mau seperti itu....

    Tapi jika berlebihan juga akan menjerumuskan kita menjadi penyembah thagut, penyembah kuburan. Maka jalan terbaik adalah pertengahan. Islam ummatan wasathon.

    He...koq jadi panjang.

    ReplyDelete
  27. Intinya... Injil yang sekarang sudah BANYAK PERUBAHAN. Baik dari segi bahasa dan segi makna. Just it.

    Jika kita masih beriman pada Al Qur'an. Maka sebutlah Nabi dengan pelafalan sesuai Al Qur'an. Ibrohiim as (bukan Abraham). Musa a.s (bukan Mouses), Daud a.s (bukan David). Sulaiman a.s (bukan Solomon). Isa a.s (bukan Yesus).

    Jika kita masih percaya kebenaran Al Qur'an, yakinlah bahwa Daud a.s, Sulaiman a.s adalah Nabi dan Raja (dimana para Ahli Kitab sekarang hanya mengakui sebgai Raja saja). Nabi Isa a.s hanyalah Nabi dan Rasul, bukan titisan Tuhan.

    Injil yang sekarang mengacu pada Injil versi Yunani. Silahkan cari Injil yang masih berbahasa Ibrani/ Hebrew, disitu tertulis Eshau (pengucapan dalam lidah kita Isa a.s). Namun tiba2 dirubah menjadi Yesus dalam bahasa Yunani en Romawi. Udah namanya dirubah, kisahnyapun ditafsirkan berubah juga.

    ======================================
    Hari ini mungkin kita beranggapan Nabi Isa 'alaihissalam sama dengan Yesus cuman SEKEDAR NAMA...

    Esok hari kita akan digiring untuk mengakui KESAMAAN KISAHNYA...

    Selanjutnya..., Al Qur'an DITUDUH PLAGIATOR karena mencatut nama Yesus, DAN SALAH DALAM MENGISAHKANNYA...

    =======================================

    >>> Silahkan tentukan pilihan, masa depan Islam ada dalam pilihan kita sekarang.

    ReplyDelete
  28. @Samaranji
    Alhamdulillah..

    Memang kita harus berhati-hati dalam masalah penyebutan nama tersebut, Al-Quran tetaplah harus menjadi rujukan utama dalam segala hal.

    Terima kasih atas penjelasannya, mohon maaf atas kedangkalan pemahaman/ilmu saya sehingga harus meminta konfirmasi dari Anda, hal ini sy lakukan agar sy tidak mempunyai prasangka buruk kepada Anda, karena masa depan Islam tidak akan hancur oleh kekuatan/umat dari luar tetapi Islam akan hancur karena umat Islam sendiri saling menghancurkan satu sama lain.

    Salam..

    ReplyDelete
  29. assalamualaikum

    saya juga tdk mempercayai manusia dari evolisi kera,, gen manusia ya tetep jadi manusia gen kera ya tetep jadi kera,, , tapi saya mempercayai bahwa ras manusia purba yg primitip yg tdk mengenal tuhan sdh ada makanya adam di turunkan sebagai ras manusia modern yg pintar dan sempurna tuk memimpin2 ras manusia2 purba yang primitip..bahkan sampai saat ini saja masih byk ras manuisa primitip yg masih ada di hutan2 sumatera yaitu ras manusia kerdil,yang gen nya tetep kerdil di mongolia ras manusia jangkung yg terisolasi..kenapa saya percaya ini juga ya dari kitab yg mengatakan bahwa adam sebagai sosok yg sudah pintar bercocok tanam dan mengunakan alat pertanian ini menunjukkan bahwa adam adalah ras yg berbeda,,nah sementara itu ras manusia purba masa sebelum adam meraka ras yg tdk pernah mengenal pertanian dan menggunakan alat2 pertanian..manusia2 purba dari ras yg rendah masih tinggal di hutan2 berburu binatang sbg makanannya dan perusak tatanan kehidupan.(tdk memperbarui kembali) dan tdk mengenal tuhan..maka di utuslah adam sebagai pemimpin umat manusia pertama yg menyelamatkan tatanan kehidupan dimuka bumi dan mengajarkan adanya Tuhan..

    tapi maaf sebelumnya apapun itu hal ini jgn di salah artikan tuk memperpecah umat islam..hal ini hanya landasan saja bahwa manusia di beri akal dan pemikiran untuk semata2 menggali dan terus menggali akan ilmu pengetahuan, bahkan rosul sendiri mengatakan belajarlah sampai ke negri(ras) cina..

    dan saya juga meyakini "Sesungguhnya banyak dari para kisah nabi dan rosul serta orang-orang terdahulu yang tidak dikisahkan dalam kitab Allah”. <--saya lupa ini ayat berapa, tapi pernah sy baca di alquran.

    oh iya maaf nih mas baru bisa hadir hari ini sdh hampir 2 minggu saya offline..

    wassalam

    ReplyDelete
  30. saya percaya manusia pertama dibumi adalah nabi Adam a.s
    keep sharing bro!

    ReplyDelete
  31. @ Mas Amri : Wa'alaikumsalam warohmatulloh...
    Baru kali ini mendapati koment Mas yang panjang, makasih Mas. Selamat ngeblog kembali.

    Sy dulu juga memahaminya gitu. Nabi Adam a.s "khalifah pertama" bukan manusia pertama, ada manusia "primitif" sebelum Nabi Adam a.s. Namun saya tidak bisa memahaminya (baca : menolaknya) karena... :

    1. Ini hanya akan menimbulkan superioritas kaum yang menamakan diri "anak turun Adam". Mindset ini mendapat dukungan penuh oleh NAZI yang mengunggulkan Bangsa Aria dibanding lainnya. Dan saya sedikit kecewa ketika menyimak kalimat Mas, "manuisa primitip yg masih ada di hutan2 sumatera ..." seolah mereka BUKAN MANUSIA, sebagaimana kita. Sy sedih menyimak ini....

    2. Jika Mas memahami ada Nabi2 lain SEBELUM Nabi Adam a.s yang tidak disebutkan dalam Al Qur'an. Apakah Nabi2 tersebut masih tergolong primitif ?

    3. Saya tetap percaya manusia sudah cerdas dan diberi bekal pengetahuan sejak awal diciptakan, yaitu Nabi Adam a.s. Dijumpainya manusia2 dengan peradaban (yg kita anggap) "primitif" itu dikarenakan adanya bencana alam dahsyat yg menyebabkan peradaban awal Nabi Adam a.s tercerai berai sehingga ada yang terisolasi dari manusia2 lainnya.

    KEMUDIAN TIMBUL PERTANYAAN :
    Apakah putra putri Adam a.s melakukan Incest (pernikahan sedarah) ? Bukankah ini dilarang Islam ? TIDAK,,, karena
    a. Pernikahan Incest putra putri Nabi Adam hanyalah tafsiran dari para Ahli Kitab atas Bible.
    b. Sebagian 'Ulama Islam mengikuti tafsiran tsb. NAMUN sebagian lainnya tidak berani menafsirkan tsb. Karena secara implisit tidak disebutkan dalam Al Qur'an.
    Yang lebih logis adalah Allah Ta'ala "menciptakan" lagi masing2 pasangannya. Dan ini tidak lantas menafikkan Adam a.s sebagai manusia pertama sekaligus khalifah pertama.

    Terimakasih sharenya Mas.
    Sayapun akan tetap menghargai ummat Islam yang menolak Nabi Adam a.s manusia pertama. Dan terimalah kenyataan....bahwa masing2 Ras akan mengaku sebagai Bani Adam dan berhak untuk menguasai dunia karena menganggap diri sebagai Ras unggulan.

    Salam.

    ReplyDelete
  32. @ Pelancong nekad : Welcome my bro.... Duh yang barusan jalan2 ke Singapore, Malaysia en Thailand. Mana neh oleh2nya... Bikin Give-away dong.... haha *ngarep***

    ReplyDelete
  33. mudah2an cepat dapat momongan :D
    mudah2an ga mirip ma unce.. ya iyalaah.. emak bukan, bapak bukan ngapain bisa mirip si unce? :D :D

    Ditunggu postingan terbarunyaaaa ^^

    ReplyDelete
  34. Amin... makasih do'anya, Mbak.
    Iya tuh dasar Una, Ayank-qyu gak kriwil koq... enak aja...

    Wokey Mbak,,, makasih supportnya....

    ReplyDelete
  35. 1. Ya ayyuhannaasuttaquu Robbakumul ladzii kholaqokum min nafsin waahidatin wa kholaqo minhaa zaujahaa wabats-tsa minhumaa rijaalan katsiiron wa nisaa-an (Q.S.4, An-Nisa' :1). Artinya : Wahai seluruh manusia, takutlah kamu semua kepada Tuhan mu yang menciptakan kamu semua dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita) dan dari wanita yang satu itu Alloh menjadikan suaminya kemudian dari wanita dan laki-laki kedua-nya itu Alloh mengembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak.
    2. Huwalladzii Kholaqokum Min nafsin Waahidatin, wa ja'ala minha zaujaha liyaskuna ilaiha. (Q.S.7, Al-A'rof :189). Artinya : Dialah yang telah menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(wanita) dan dari pada wanita itu dijadikannya suaminya.
    3. Huwalladzii ansya-akum min nafsin waahidatin….. (Q.S.6, Al-An'am : 98). Artinya : Dan Dialah yang menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita).
    4. Kholaqokum min nafsin waahidatin tsumma ja'ala minha zaujahaa.. (Q.S.39, Az Zumar :6). Artinya : Dia menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU (wanita) kemudian dijadikan dari wanita yang satu itu suaminya.
    Dalam ayat-ayat tersebut di atas ada kalimat "…Nafsin Waahidatin.." yang artinya "…diri yang satu..". Waahidun artinya satu dan Waahidatun artinya juga satu.
    Tetapi di ayat Qur'an itu dipilih oleh Alloh adalah kalimat (kata) Waahidatun yakni ada huruf " TA" marbuthoh-nya, yakni SEBAGAI TANDA WANITA.

    Jadi ini menurut Al-Qur'an surat An Nisa', Surat Al-Arof, Surat Az-Zumar dan Surat Al-An'am bahwa MANUSIA PERTAMA ITU BERJENIS WANITA bukan laki-laki. Dan kalau begitu manusia pertama bukan lah Adam karena Adam itu seorang laki-laki. Tentang nama manusia pertama yang berjenis wanita ini tidak ada keterangan dalam Qur'an.
    Setelah manusia pertama yang berjenis wanita/perempuan itu kemudian Alloh menciptakan manusia yang ke dua. Adapun manusia yang kedua adalah berjenis laki-laki yang namanya juga tidak diterangkan dalam Al-Qur'an.

    Jadi manusia pertama yang berjenis wanita itu hamil atas kuasa Alloh (tanpa suami) lalu melahirkan seorang anak laki-laki yakni sebagai manusia kedua. Yang kemudian anak laki-laki tersebut setelah dewasa menjadi suami dari manusia pertama.
    Perhatikan kalimat ," wakholaqo minha zaujaha "
    Dalam ayat itu ada kata , " MINHA " artinya dari orang yang satu berjenis wanita. Seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimatnya ialah " MINHU" tetapi di ayat-ayat itu memakai kalimat," MINHA" yang berarti wanita.
    Kemudian kalimat " ZAUJAHAA" artinya Suami nya (wanita).

    Terlihat jelas bahwa manusia pertama adalah wanita kemudian manusia ke dua adalah berjenis laki-laki. Kalau seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimat nya dalam Qur'an bukanlah " Wakholaqo Minhaa Zaujahaa" tetapi berbunyi ," Wakholaqo Minhu Zaujahu ". Sebab "HU" itu dhomir laki-laki dan "HAA" itu dhomirnya wanita.
    Dan dalam AL-QUR'AN tetap memakai " MINHA ZAUJAHAA".
    Setelah tercipta manusia pertama berjenis wanita kemudian melahirkan seorang manusia berjenis laki-laki dan manusia kedua ini menjadi suami manusia pertama kemudian berkembanglah dari dua manusia itu laki-laki dan wanita yang banyak.

    ReplyDelete
  36. @ Anonim : Ada hal menarik dari kesimpulan yang anda paparkan Mas Phantom ? (saya dah baca koq bahwa kutipan koment diatas itu hasil copas dari blog panjenengan DISINI) :) Manusia pertama seorang wanita, dari wanita ini lalu melahirkan manusia kedua, pria. Kemudian mereka menikah dan berkembang biak >>> Jadi inget dongeng Sangkuriang yang ingin menikahi ibunya Dayang Sumbing :))
    Adalah benar untuk mengetahui makna Al Qur'an salah satunya dengan menganalisa nahwu shorofnya. Jujur ilmu nahwu-shorof saya baru sebatas isim-fi'il gitu2 doank, belajar jurumiyah juga baru sebatas "Alkalamu huwalafdhul murokkabul mufidu bil wadh'i" mentog ampe situ thok. Ada banyak firman Allah yang sangat misterius jika ditela'ah dari sisi gramatika Arab, karena... BAHASA AL QUR'AN berbeda dngan bahasa Arab.
    Dhomir/ kata ganti sendiri dibagi dua : Dhomir Rofa'/ Subyek (munfashil, berdiri sendiri) dan Dhomir Nashob/ Obyek (muttashil, terikat dng kata lain). Dan "Haa" pada kalimta Zaujaha  yang anda maksud termasuk Dhomir Nashob, dimana Dhomir Rofa'nya adalah "Hiya" (dia perempuan). BETUL jika itu bisa disimpulkan bahwa Zaujaha diartikan pasanganya (nya = dia perempuan). Namun ya gak bisa untuk mengambil kesimpulan manusia pertama itu perempuan dunk.  K-a-r-e-n-a Al Qur'an harus dipahami secara menyeluruh, tekstual, kontekstual dan relasional (demikan menurut Abah Haniifa). Jika hanya tekstual maka dari Surat Al Ikhlas kita akan berkesimpulan bahwa Allah ternyata Laki-laki, loh... Koq bisa ? Coba perhatikan.
    Qul HUWA Allahu Ahad
    Qul : katakanlah
    HUWA : Dia (laki-laki)
    Allah : Allah Ta'ala
    Ahad : Satu
    Apakah Allah itu Laki-laki ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. surat an niisa,,wanita

      Delete
  37. Mengorelasikan penciptaan Nabi Adam a.s dengan temuan sains akan menjebak kita pada diskontinuitas. Ada banyak keterserakan, sebagaimana yang dideskripsikan Michel Foucault, diskontinuitas dipahami sebagai terserak dan berkecambahnya sejarah ide-ide dan munculnya periode-periode yang begitu panjang dalam sejarah itu sendiri. Dalam pengertian tradisional, sejarah semata-mata selalu tertuju pada keinginan untuk menentukan relasi-relasi kausalitas, determinasi sirkular, antagonisme dan relasi ekspresi antara berbagai fakta dan kejadian yang terekam oleh manusia (The Archeology of Knowledge, hlm. 10).

    Penemuan2 arkeologis, fosil dsb yang menggunakan uji karbon untuk mengukur usia peradaban pun masih menuai pro kontra atas akurasinya. Saya percaya perdebatan ini akan terus berlanjut, ambil hikmahnya saja, Al-Qur’an—justru—hendak menggerakkan agar kita selalu terus menerus berpikir dan menggunakan daya nalar manusia di bawah bimbingan hukum Allah Ta'ala sebagaimana Adam a.s meletakkan dasar-dasar budaya dan peradaban di bawah bimbingan-Nya.

    Sekali lagi,,, mari kita pelajari Al Qur'an secara menyeluruhm baik tekstual, kontekstual rasional dan relasional. Semoga kita tetap di jalan lurus yang diridhoi Allah Ta'ala.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...