Saturday, 11 February 2012

Keabadian Tiada

Introduce :

Ambrosia (Rose), gadis kriwil berkacamata, cerdas mempesona, kali aja orang tuanya pernah ngidam rebung (tunas bambu) makanya ni anak kadang gak tau malu, istilah Jawanya rai gedhek (dinding yang terbuat dari anyaman kulit/irisan bambu).
Dandelion (Adell), gadis berjilbab, jenius tapi pemalu, anak piatu sebab ibunya meninggal dunia setahun yang lalu karena kanker panu. Walaupun anak bungsu,  dia tetap tegar menjalani kehidupannya yang kelabu, soalnya kedua kakaknya enggak pernah mau tahu.
Oxymoron (Qosym), pemuda cool en smart lulusan Harvard *halagh..* berpengetahuan luas seluas semesta *huweek..*, ambisius dan angkuh namun mudah terenyuh, bercita-cita merubah dunia sekehendak hatinya. Idealis namun tetap realistis, suka yang praktis-praktis, apalagi yang gratis. (maunya sih masuk Syurga gratis... :P)

*********************



"Dell, kamu tahu enggak setelah mati kita tuh ke mana dan bagaimana ?" tanya Ambrosia pada Dandelion ,temannya. Tanpa menunggu jawaban temannya itu Ambrosia meneruskan, "Akhirat, kaaaaaaaan ?". Sambil menunggu jawaban, kacamatanya yang sering melorot itu ia betulkan, yeaaah mungkin aja merk murahan.

Dandelion melonggarkan jilbab pashminanya yang serasa mulai mencekik leher, heran, ni anak kesambet apaan sih koq pertanyaannya berat gitu, pikirnya saat itu. "Ehem,,, begini ya Ross...", hening~~~ karena Dandelion mencoba menjelaskan dengan bahasa yang sesimpel mungkin, bingung memilih kata yang mudah dicerna, ternyata sulit juga pikirnya, ia tahu temannya yang satu itu tak mudah percaya isi kitab suci sebelum melakukan dialektika,,,heniiing~

"Woooiiii... sori sori, gue telaaaaat" Oxymoron dateng sedikit berlari, jika saja gak pake sepatu tipe running boots sport, waaah udah nubruk kedua temannya yang sudah duduk menunggu tuh anak. "Sori sori, barusan abis disuruh angkat jemuran, Emak sih pake sok-sokan jadi ketua arisan, akhirnya gue nih yang handle tuh kerjaan."

Hermes Cafe, desain interiornya yang art-deco membuat ketiga sahabat itu seringkali betah berlama-lama nongkrong disini, nyaman, hangat, membuat persahabatan mereka makin erat. Nuansa Greek hampir memenuhi semua sudut ruangan, apalagi tampak patung Hermes berdiri tanpa ekspresi di tengahnya. "Gimana Dell, pertanyaanku tadiii..." Ambrosia mengejar Dandelion dengan pertanyaan yang sama, lagi-lagi gadis ini membetulkan kacamataaa...(m.u.r.a.h.a.n)nya.

"Aduuuh, kamu nayanya koq gitu sih. Mbok tanya gosipnya Kim Hyun Joong, Lee Min Ho ato apalah yang ringan aja. Bosen ah ngebahas yang berat-berat. Tanya aja tuh Qosym !"

"Dell...", Ambrosia menatap sobatnya itu dengan mata melas, mengharap jawaban yang membuatnya puas. "Dell... kamu lagi 'dapet', yaa ?" *gubraak* "Enggak biasanya dey, kamu jutek gituuu"

Dandelion kikuk, secangkir kopi arabicanya yang tinggal ampas itupun terpaksa diaduk-aduk, tatapan kosong sekosong batinnya yang tak siap menjawab, "Hidup sesudah mati ituuuu, kalo menurut para saintis sih, enggak ada. Masing-masing jiwa akan ter-recycle, terlahir kembali, eksistensinya abadi, tubuh hanyalah kuil, sesudah matipun jiwa itu akan menempati kuil yang lain." ia langsung mengalihkan pandangannya pada Oxymoron, "...Bagaimana, Sym ?"

"Eh...." Oxymoron kaget karena begitu datang ia langsung sibuk mencet keypad menulis status facebooknya yang satu jam ini belum update, kampret, bisiknya lirih. Dia memandangi kedua sahabatnya, Dandelion yang sedang mengetuk-ngetuk sendok dalam cangkir, dan Ambrosia yang memilin-milin rambut yang sebenarnya tanpa dipilinpun sudah kriting. "Huuuufthh.... Serius amat sih kalian"

Ambrosia membetulkan kacamatanya (lagiii *mati gaya nih penulisnya*), "Ah.... lama-lama koq aku gak percaya Tuhan yang didefinisikan para agamawan sih. Aku pikir kehidupan ini hanyalah sebuah sistem, masing-masing manusia hanya sekedar menjalani perannya. Itulah mengapa ada yang mengannggap Tuhan itu tidak ada, kosong namun isi, tidak ada namun harus ada, diperhalus dengan istilah impersonal, acintya, diperhalus lagi menjadi Tuhan itu berwujud namun tak terdefiniskan wujudnya".

"Bentar bentar...." Oxymoron menyahut, "Aku barusan gugling nih, dan menemukan sebuah blog, namanya Debu Semesta. Keknya ini nih yang bisa menjawab pertanyaanmu, Ross !". Oxymoron langsung membacakan quote temuannya itu, "Irasional hanyalah ungkapan dari sesuatu yang belum bisa dicapai dengan rasional. Kekosongan hanyalah ungkapan ketidakberdayaan untuk menggambarkan isi yang belum pernah terbayangkan. Impersonal hanyalah keterbatasan bahasa manusia untuk menggambarkan personal Tuhan yang tak terjangkau akal".



Peth...!!! *listrik padam*

Ketiga sahabat itu terdiam, mungkin tanpa melihat apa-apa, tanpa mendengar apa-apa ketiganya bisa mulai memahami apa itu keabadian. Tiada yang abadi, bahkan ketiadaan itu sendiri, kecuali Yang Maha Abadi.


Cerita di atas hanya sekedar fiksi belaka, ditulis dalam rangka meramaikan Kontes Flashfiction Ambrosia yang diselenggarakan Dunia Pagi dan Lulabi Penghitam Langit.

26 comments :

  1. kok aku tersinggung ya mas, part kriwil kacamata dan bermuka gedhek, ahahaha...

    itu cerita po narsis sih? tanda bacanya masih banyak salah. mosok koma tiga kali gitu... :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. sumpah iki aku ngakaaaaaaaaak tenan =)) =)) =))

      Ya Allah

      Delete
    2. eamngnya una bermuka gedhek? :lol:

      Delete
    3. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, katakter tokoh, maupun setting lokasi kami mohon maaf sebesar2nya. Harap tidak ada pihak manapun yang erasa ge-er :p :p :p

      Hormat kami, 

      Co. Produser ;) 

      Harris Samaranji :D

      Delete
  2. Belum sempet baca sob, save as dulu ntar koment lagi hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halahhh,,, postingan rak mbejaji ndadak disave.
      Tapi saya seneng juga ding, Makasiiiih Mas Sob...

      Delete
  3. direcycle? emang sampah anorganik kang? hahaha

    Sukses kontesnya yo Kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yo'i Kang... Amin, maturnuwun. ;)

      Delete
  4. Itu tokoh yang dipake buat jadi Rose, ketebak banget deh, hihihihihi..
    Gutlak kontesnya yooo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukaan, bukaaaan, bukan siapa2 ini kan cuman fiktif belaka... :D

      Dandelion (Adell) juga bukan Mbak Della koq, Sebelum bikin FF ini sy investigasi ditempatnya sohibul kontes, yaitu Mas Lulabi. Beliau *halah kesannya koq tua banget ya* sangat suka nama2 Yunani, keliatan dari postingan2 blognya. Dandelion itu nama bunga, bunganya sangat rapuh, mudah gugur jika tertiup angin yg lembut sekalipun, namun batangnya kokoh.

      Jangan2 Bubil (ibu2 labil) yang satu ini juga begitu... ;)

      Delete
  5. Replies
    1. kayak iklan... :D
      like this yooo....

      Delete
  6. halah,
    dibaca bener" eh mati lampu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius bacanya.... ?
      mudeng ra ? :p

      Delete
  7. kalo una kesinggung kriwil
    aku gak terima dandelion deskripsinya kayak gitu~ hiks, jatuh image aja... ahahahahaha lucu
    samaranji~
    dapat award nih dariku :) diterima ya
    --lihat juga pengumuman pemenang giveaway kemilau cahaya emas~
    http://www.nurmayantizain.com/2012/02/pemenang-giveaway.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga papa jatuh image, yang penting gak jatuh iman ;). Jangan takut image kita hancur, yang penting kepribadian kita enggak hancur.... *kumat sok bijaknyaah* :P

      Yaaaaaah, kirain mo ngabarin sy pemenangnya :(. Apa karena postingan "Giveaway" saya itu yah... Btw, ini pertama kali saya terima award, Mbak. Makasih makasih makasih........

      Mbak May, yang baik hatiii. Nama saya di draft penerima award jangan "Debu Semesta" dooong. Itukan nama blog pribadi saya ini, walaupun nama blog sy ini sangat istimewa bagi saya. Karena disinilah saya berpetualang, suka, duka, amarah, tertawa, sebuah pencarian, perdebatan ,dan perjalanan yang penuh tetesan keringat dan air mata. Namun saya sangat bahagia jika nama saya ditulis dengan Haris Samaranji. Saya tak ingin persahabatan ini sekedar basa basi, yang selesai setelah kontes/ giveaway ini usai. Plissss....

      Makasih Mbak, ditunggu giveaway berikutnya yah... ;)

      Delete
    2. ohh boleh :) udah aku ganti ^^

      Delete
  8. haha, saya senyum2 aja baca cerita fiksimu itu sob...
    apalagi endingnya, bener-bener "peth" deh...
    :D

    makasih ucapan selamatnya ya, iya nih aku lg seneng dpt hadiah dari Maya.

    ReplyDelete
  9. Kemana-mana yang dijumpai flash Fiction, btw ceritanya asyik tak nikmati, endingnya pun bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari bikin FF,,, Om Aldie pasti bisa kan yaaa... PD ajaa :D

      Delete
  10. hahaha, kocak.. apalagi pas baca komennya una di paling atas hehe

    ReplyDelete
  11. oh iya, thanks ya atas partisipasinya..
    ditunggu pengumumannya insyaAllah 1 maret

    ReplyDelete
  12. @ Amel : Makasih ya Mel,,, sudah resmi terdaftar akhirnya... 1 Maret ? Masih lama yah ternyata....

    ReplyDelete
  13. Introduce saya kira sebuah drama, ternyata fiksi cerita mini ya. bagus. banyak kosakata jawa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooo, introduce hanya utk drama ya KAng.... Makasih Kang ngasih masukkan ;). Kang Usup bikin dooooong...

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...