Monday, 24 September 2012

PR 6 dari Anonym : Tuhan, Antara Ada dan Tiada

Bismillahirrohmanirrohiim

Alhamdulillah, awal Romadhon kemaren dapat PR 6 dari Mbah Google eh dari Anonym, akhirnya sudah semua saya tanggapi walaupun yang ke-enam ini agak lama sih, soalnya menyangkut cara pandang manusia umumnya dan Agama2 yang ada terhadap entitas Tuhan. Yang bikin lama juga karena saya berusaha agar tak ada lagi komentar, "Mbuh... gak mudeng, gak paham!!!" ataupun "Wis pokoke tak dukung, Kang... Merdeka!" :D Haha, enggak enggak, dalam hal ini kita memiliki kesamaan koq, sama sama belajar.


Siapa Anonym? Yiee.... meneketehe. Tapi setidaknya dari keenam pertanyaan/ pernyataan beliau adalah orang yang sama. Melihat dari jam komentar yang hampir berurutan, dari yang pertama (22/07/12 23:24); ke-dua (22/07/12 23:49); ke-tiga (23/07/12 00:02); ke-empat (23/07/12 00:29); ke-lima (23/07/12 00:43); dan ke-enam (23/07/12 00:58)

6. PR dari Anonym : Tuhan, antara ada dan tiada.
pada : Mengapa masih bertanya, Benarkah TUHAN ada ?

Alam semesta terjadi secara kebetulan? Siapa pihak yg mengklaim hal itu?
Orang2 Atheis laah, koq malah belagu. Pendapat gitu kan emang doktrin Atheis ato orang beragama yang mengidolakan pemikiran Atheis, dengan dalih lebih saintis katanyaaa... :D. Mau bukti? Nih udah tak skrinsot koq, sumbernya dari blognya Om Judhianto [http://nontondunia.com/2012/05/04/kacamata-google-agama/], udah sering ke sana tho?

Silahkan pelototin yang saya kasih kotak merah :D
Di sisi lain, apa dengan mengatakan bahwa probabilitas kemunculan sesuatu sangat kecil, lantas menjadikan bahwa sesuatu tersebut diciptakan Tuhan? Itu argumen khas God of the gaps. Argumen God of the gaps secara kasar mengisi jawaban atas pertanyaan yg tidak terjawab.
Yaaa... begitulah, hanya saja kita mungkin beda sudut pandang tentang "semua karena Tuhan". Kaum Atheis biasanya menuduh "karena Tuhan" adalah jawaban katrox dalam menjawab misteri semesta, jawaban primitif yang mematikan kreatifitas manusia untuk lebih menggali 'ilmu yang bermanfa'at bagi peradaban kita. Namun... bagi ummat Islam, "kehendak Tuhan" adalah tadzkir (warning) agar kita tidak sombong dalam menggali 'ilmu-Nya. Mudahnya, penggalian 'ilmu (scince) dan ayat/tanda-tanda (sign) kekuasaan-Nya harus tetap dilakukan untuk menjalankan fungsi sebagai khalifatulfil 'ardh, namun itu semua harus kembali pada basic bahwa kita hanyalah pemain dalam mega-game yang fana ini.

Misal, mengapa alam ini ada? Karena Tuhan menghendaki. Mengapa saya menulis komentar di blog anda ini? Karena Tuhan menghendaki.
Ya iyalah... masak ya iya dong. Karena Tuhan menghendaki, anda menulis komentar ini malah bisa jadi sarana belajar saya dan teman2 lainnya, kan? Alhamdulillah Ya Allah, atas kehendak-Mu ini... makasih juga kawan Anonym atas komentarmu yang tentu saja kehendakmu itu ada dalam genggaman kehendak-Nya :D

Trus mungkin ada yang bilang, "Gueh kafir kan atas kehedak Tuhan. Koq dimasukin neraka seeeh?!" haha,,, kita pemain kawan, kita diberi kebebasan untuk memilih. Tuhan (baca: Allah Ta'ala) menghendaki agar kita bijak menjalankan kehendak kita.

Ada dua cabang 'ilmu yang mulai melupakan induknya, filsafat dan sains. Filsafat berbicara "mengapa semesta ini ada?" sedangkan sains berbicara "bagaimana semesta ini ada?" Dan tentu saja induk keduanya adalah Agama. So... bagaimana dan mengapa semesta ini ada? tentu saja sudah terjawab dalam Agama (baca: Islam)

Singkatnya, Tuhan dalam God of the gaps hanyalah dummy variable, yg dapat digantikan dengan apapun juga, misalkan Flying Spagheti Monster, Zeus, dan "insert name here".
Ya silahkan... isi saja "insert name here" dengan "tuhan Gugel" misalnya, anda berkomentar di gubug derita saya ini hanyalah kehendak tuhan Gugel,,, Tuhan koq kalah sama listrik padam, sinyal lemot juga menghambat kinerja tuhan Gugel tuh. :D

Di lain hal, argumen di atas (intelligent design) juga hanya berlaku pada Tuhan dari sudut pandang Deisme, Tuhan pasif yg menciptakan alam semesta lalu meninggalkannya begitu saja, bukan Tuhan antropis agama abrahamik, yg terlibat aktif dalam segala aspek kehidupan, bahkan mengizinkan pelanggaran hukum alam dalam bentuk mukzizat, karena pelanggaran hukum alam sekecil apapun, akan berakibat pada kekacauan seluruh sistem semesta itu sendiri, sesuai dengan law of unintended consequences. Jadi, Tuhan yg mana yg menciptakan alam sesuai dengan argumen anda.

Agama Abrahamik? Hehe... ketahuan nih anda beragama Budha ya? Selama saya berinteraksi dengan teman2 Agama lain sih, ummat Hindu-Budha sangat sensitif dengan dikotomi "Agama Samawi - Agama Ardhi" (Agama langit : Islam, Kristen, Yahudi <<>> Agama bumi : Budha, Hindu)... biasanya kalian lebih suka dengan dikotomi "Agama Abrahamik - Agama Vedic" atau "Agama Rumpun Semitik - Agama Dharma" gitu kan ya?

Okey okey... gak perlu kita permasalahkan apa keyakinan kita. Kita fokus saja dengan konsep pemahaman Tuhan dalam term pandangan manusia. Bagaimana Agama agama besar dunia saat ini memahami entitas Tuhan. Untuk sementara bagaimana jika kita memaknai Tuhan sebagai "Sang Pencipta Semesta", kita abaikan dulu nama-Nya.

Sebelum menjawab pertanyaan, Tuhan yg mana yg menciptakan alam sesuai dengan argumen anda? ada baiknya kita mengulas pandangan umum beberapa Agama dalam memahami "Sang Pencipta Semesta".

Tuhan dalam Agama Hindu
Saya percaya koq ummat Hindu relatif lebih bisa mentolerir perbedaan, lebih bisa mengakomodasi konsep ketuhanan dari siapapun, itulah mengapa pluralisme dalam Hindu sangat subur. Jadi dalam ajaran Hindu, semua bebas mendefinisikan Tuhan, semua bebas menyembah Tuhan dengan cara apapun, dengan sarana apapun. Sikap ini disebut dengan Tat twam asi (koreksi jika salah ya).

Berikut saya kasih link dimana dulu sebelum punya blog saya rajin berdebat eh berdiskusi dengan teman2 sanathana dharma. http://narayanasmrti.com/2010/09/02/apakah-penuhanan-sri-krishna-dan-sri-rama-adalah-hal-baru/comment-page-4/#comment-5385

Jadi menurut Bhagavad Ghita,Bab 12 disebutkan bahwa Tuhan memiliki 3 aspek utama :
1. Paramatman (yang ada dimana-mana dan meresapi ciptaan-Nya)
2. Bhagavan (Tuhan yang berujud pribadi)
3. Brahman (Tuhan yang tidak berujud/ nirguna)

Perhatikan aspek yang ke-tiga (Brahman), itulah Islam. Bahwa Tuhan laisa kamitslihi syai'un (QS, 42:11). Sedangkan ummat Agama lain tergelincir pada aspek satu (Paramatman) dan aspek dua (Bhagavan). 

Aspek Paramatman menyebabkan manusia menganggap semua bagian dari Tuhan, itulah mengapa diantara saudara2 kita ada yang menganggap pohon itu Tuhan, gunung itu Tuhan, sampai sampai manusia "suci"pun dianggap Tuhan. Bahkan banyak manusia yang lebay mengucilkan diri dari keduniawian dengan harapan bisa memiliki sifat2 Tuhan atau bahkan ingin menjadi yang diper-Tuhan-kan.

Aspek Bhagavan menyebabkan manusia beranggapan Tuhan bisa menjelma, menitis menjadi manusia dengan berbagai dalih semisal penebusan dosa (Yesus dalam Kristen), menyelamatkan angkara murka (Krishna dll dalam Hindu). Begitupun juga dengan Uzair dalam Yahudi, Sidharta dalam Budha, dsb.

Aspek Brahman, jika tak dipahami dengan benar akan menjadikan manusia beranggapan bahwa Tuhan tidak ada, fiktif semata, itulah yang dipahami sebagian ummat Budha, kosong tapi isi, isi tapi kosong. Sebagian ummat Budha mengganggap Tuhan tak ada karena tidak/ belum bisa menerima eksistensinya. Kawan, jika anda menyadari bahwa sebenarnya kosong bukanlah karena tanpa isi, kosong karena kita belum menyadari bagaimana cara melihatnya. Contoh : di sini.

Jadi, Tuhan yg mana yg menciptakan alam sesuai dengan argumen anda. Tuhan yang pasif setelah menciptakan semesta, atau yang aktif?
Bersambung dulu yah... :D udah panjang keknya.

15 comments :

  1. nyimak aja deh sobat, agak bingung bacanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih telah menyimak,,, insya-Allah sy perbaiki susunan kalimatnya. Makasih eea. :D

      Delete
  2. sdh bukan saatnya lgi mempertanyakan tuhan ada atw tidak, krn keberadaan kita, itulah bukti adanya tuhan...
    #ini jawban yg paling simpl...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya, orang Atheis mengganggap Tuhan ISlam itu bukan Tuhan Hindu Budha Kristen Yahudi. Mereka anggap masih terlalu banyak Tuhan yang diakui manusia. :D

      Delete
    2. sepakat dan sependapat, Mbak Sun.

      Delete
  3. Assalamu'alaikum...Bro Samaranji.

    Sungguh pembahasan yang menarik. Dan ternyata eh ternyata... pilihan takdir saya selanjutnya di blok ini adalah ikut berbagi dengan cara menyantumkan link berikut ini. :D

    http://bangbois.blogspot.com/2012/09/memahami-hakikat-sejatinya-kita_8.html

    Inilah permainan yang harus kita mainkan, mainkanlah dengan penuh kesungguhan dan tidak boleh main-maian!

    Wassalamu'alaikum...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum salam warohmatulloh...

      Alhamdulillah udah meluncur ke sana, walaupun belum baca semuanya, namun saya koq langsung menangkap ada yang aneh yah? Maap loh, tolong dipertimbangkan lagi masalah2 berikut :

      1. Penulisan yang benar keknya Ruh deh, bukan Roh, apalagi Roh gentayangan.

      2. Nur Muhammad?
      HAha... setahu saya ini konsep orang2 Musyrik yang berusaha menyekutukan Allah Ta'ala dengan cara2 halus. Tentu anda pernah mendengar bahwa katanya seeeh, Nabi Muhammad saw pernah bersabda loh
      Ana 'Arab bi laa 'ain
      Saya 'Arab tanpa huruf 'ain (jadinya Rabb = Tuhan)
      Ana Ahmad bi laa mim
      Saya Ahmad tanpa huruf mim (jadinya Ahad = Maha Esa)

      Hufth.... ini sih akulturasi dengan kepercayaan2 lain.

      3. Imam Mahdi?
      Dalam Al Qur'an tidak ada keharusan ummat Islam menunggu Imam Mahdi. Mohon jangan mengikuti jejak Yahudi yang selalu membuat anagram. Jadi Imam Mahdi yang ditunggu2 kaum Yahudi itu ya Nabi Muhammad, tapi mereka mengingkarinya, jadinya yaaa menyusupkan konsep Imam Mahdi geto deh.

      Waaah tidak nyunnah ya kamu? mungkin ada yang mengatakan saya begitu karena tak percaya kedatangan Imam MAhdi. Setahu saya rukun iman dalam Islam, tidak mewajibkan kita utk beriman pada hadits.

      Yup, mari bermain dengan sungguh sungguh, jangan coba permainkan Islam, kawan. Yuuuk belajar. :D

      Delete
    2. Assalamu'alaikum...Bro Samaranji.

      walaupun belum baca semuanya, namun saya koq langsung menangkap ada yang aneh yah?

      Silakan dibaca kembali dengan santai Bro ^_^

      Yup, mari bermain dengan sungguh sungguh, jangan coba permainkan Islam, kawan. Yuuuk belajar. :D

      Setuju Bro ^_^

      Wassalamu'alaikum...

      Delete
    3. sssttt,,, hidup bukan permainan, kawann!~ pastinya ada juga gak pengen dibuat mainan ama sebagian kalangan yang nyesatin, kan???

      slow down...!

      Delete
  4. yepzz... cuma urun rembug, kang! ^_^

    Gue mathuk tuh ama telaah ente ttg filsafat. Bahkan kita juga punya Aristoteles-nya Islam: Ibnu Rusyd! Yg kondang dengan Filsafat Keabadian Dunia-nya. :)Tapi, jangan ikut2an Beliau deh kalo gak mau dicap murtad! Beliau aja dicap begitu!

    Cuma yang pasti beda pemahaman keabadian dunia ala Ibnu Rusyd dan para atheis itu. Terhadap doktrin keabadian dunia, Beliau gak nolak prinsip penciptaan (creation), tapi cuma nawarin satu penjelasan yang berbeda dari penjelasan para theolog apalagi para atheis. Ibnu Rusyd bilang kalo dunia itu abadi, tapi pada saat yang sama, Beliau bikin kata kunci pembeda yang penting banget antara keabadian Tuhan dengan keabadian dunia.

    Menurut Beliau ada 2 macam keabadian:
    1. keabadian dengan sebab
    2. keabadian tanpa sebab.

    Dunia bersifat abadi karna adanya satu Dzat kreatif yang ngebikin dia abadi. Sementara, Tuhan (baca: Allah!) abadi tanpa sebab. Lebih dulunya keberadaan Tuhan atas manusia gak ada hubungannya ama waktu, karna Tuhan ada dalam keabadian yang gak bisa diitung pake skala waktu apalagi skala ritcher. Dzat Qadim-nya Tuhan atas dunia ada dalam keberadaan-Nya sebagai sebab yang dari diri-Nya lah muncul semua keabadian.

    Trus ada nama Bhagavadgita di atas! Gue jadi inget ama puisinya yang terkenal, yang sering gue baca pas dulu rumah gue di Salatiga ada di lingkungan Wihara dan Klenteng. (ini bukan Hoax!!)

    Akulah diri yang penuh daya cipta
    yang tinggal di dalam hati
    setiap makhluk yang fana
    Akulah awal,
    jangka kehidupan
    dan akhir dari segala kehidupan

    Apa pun di dunia ini,
    yang perkasa,
    elok ataupun mulia,
    yang mungkin kamu kenal,
    semuanya berasal dari
    sebagian kekuatan dan kemuliaanku.

    Nah! Dari dulu gue tetep gak tau penjabaran dari puisi itu. Apakah Bhagavadgita lagi ngegambarin sosok Tuhan? Trus puisi ini buat Tuhan yang mana dari ketiga pembagian Tuhan ala Bhagvadgita di atas?? Tapi gue yakin Itu Tuhan yang tanpa wujud! Walao Dia penganut agama bumi, tapi potensi kejiwaannya tetep ngakuin kalo Tuhan sejati ada di langit! (mungkin!!) :

    :)

    ReplyDelete
  5. Yang bakal mengantikan pemerintahan sebenar2 Islam Malaysia dan Dunia dan di gelar DYMM Amerulmukmineen alias Imam Mahdi akhir zaman nasab keturunan terus kepada Rasulullah dan segala raja2 didunia akan diseru supaya berada dibawah pemerintahannya serupa dengan Rasulullah dimasa kegermilangan Islam sebab dia adalah raja bagi segala raja…. Itulah kesudahannya Allah mulai dengan Adam as kemudian Musa as kemudian Isa as dan ditammatkan dengan Junjungan Rasulullah saw dan diakhiri dengan perkabaran gembira melalui Imam Mahdi supaya manusia2 pada sekian kali mengakui kebenaran Islam adalah agama sebenarnya melainkan manusia2 yang masih ingkar/ego menjadi manusia2 rugi di dunia dan di akhirat sebelum datangnya hari kiamat. demikianlah kesudahannya Wallahualam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dongeng syi'ah malingshia... :)

      Delete
  6. Tidak banyak yg dapat saya bahas disini. Saya menghargai anda, kepercayaan anda, dan agama anda. Saya menghargai perbedaan pendapat. Saya hanya menyampaikan sanggahan terhadap argumen anda berdasarkan perspektif saya semata.

    Berhubung saya pernah mengatakan bahwa katakanlah ada sekitar 4000 entitas yg menjadi sembahan umat manusia seiring peradaban manusia. Setiap nama memiliki konsepsi dan kisah masing2. Bahkan satu nama pun dapat diintrepetasikan secara beragam. Ada pula entitas yg berperan sebagai Tuhan di kepercayaan tertentu, namun menjadi setan di kepercayaan lain. Dari sekian banyak ide tentang Tuhan, Tuhan yg mana yg anda sebut pencipta dunia? Sebagai seorang muslim, tentu saja anda akan menjawab bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan lain melainkan Allah. Namun, kepercayaan lain pun dapat menggunakan klaim serupa, tentunya dengan nama entitas yg berbeda.


    Mengenai google, bisa jadi google dianggap sebagai salah satu entitas yg dimaksud, karena google maha tahu. Saya juga pernah mendengar paham googlism, entah agama serius, atau hanya parody religion. Google tidak terpengaruh dengan kecepatan koneksi internet ataupun padamnya listrik, karena google tetap eksis nun jauh disana, hanya hambanya lah yg kehilangan cara dan media untuk berkomunikasi dengan-Nya (hanya sekedar gurauan).

    Anda dapat menganggap saya sebagai salah satu cara Tuhan untuk menguji keimanan anda. Bagaimana pun, Tuhan bekerja dengan cara misterius, bukan?

    Terima kasih anda telah mau menanggapi argumen saya. Semoga paparan yg saya kemukakan berguna bagi anda dan pembaca lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengenai google, gimana kalo anda menjadi "utusan" tuhan Google tersebut... keren loh :D itu sih kalo mampuuuuu :p

      Saya tidak menggangap anda sebagai penguji iman. Kalo ada gadis berbikini.... ntu penguji iman, ditawarin harta melimpah juga penguji iman, ditawarin pangkat dan jabatan tapi dng syarat ninggalin Agama, itu baruuuu penguji iman :D

      Gini saja...
      Konsep Ketuhanan yang bagaimana yang diinginkan Agnostik ?

      Dari semua konsep ketuhanan dalam agama/ aliran kepercayaan yang ada, mana yang lebih disukai Agnostik ?

      Delete
    2. Terimakasih berkenan berkunjung...
      Sangat bermanfa'at, koq :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...