Monday, 17 September 2012

PR dari Anonym (5) : Inilah Toleransi!

Bismillahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillah, terima kasih pada teman2 yang berkenan menyimak PR sebelumnya. Namun jangan lupa pula untuk mengingatkan saya jika sudah menyimpang dari ketentuan ketentuan ajaran Agama kita, Islam. Selanjutnya, mungkin baru satu dulu yang saya tanggapi, untuk PR dari Anonym yang ini, mohon waktunya.


5. PR dari Anonym : Inilah Toleransi!

Sila pertama dalam pancasila, "Ketuhanan Yang Maha Esa", saya kira tidak menunjuk pada monotheisme. Ketuhanan, dengan imbuhan ke-an, menunjukan sifat, bukan entitas. Maha dalam bahasa sansakerta bermakna keagungan, bukan sangat, ataupun banyak, dan esa tidaklah berarti satu(bilangan), karena sudah ada kata tunggal untuk menunjukannya. Secara keseluruhan, kalimat tersebut berarti kurang lebih "kesakralan atau kesucian (yg berkaitan dengan sifat Tuhan) sebagai landasan dalam kehidupan beragama. Jika berpijak pada asal katanya, dan maknanya pada bahasa sansakerta, maka saya rasa itulah makna yg tepat bagi sila pertama. Namun, mengingat sejarah pancasila, sebagai piagam jakarta, yg menambahkan syariat islam setelah bunyi sila pertama yg kita kenal kini, saya jadi ragu sendiri, apakah saya yg salah, masyarakat umum yg salah mengintepretasikannya, ataukah saya telah menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada Bung Karno, sang perumus pancasila?

Haha... kalo Pancasila dipahami dengan memperhatikan aspek EYD, hadoooh repot dunk. Lah wong standarisasi EYD muncul belakangan setelah beberapa tahun negara kita merdeka. Pancasila dirumuskan antara Juni 1945 - Desember 1949. Sedangkan standarisasi EYD baru mulai disusun 16 Agustus 1972 :D. Bener nggak?!

Ini isu lama loh Mas, sungguh! Di satu sisi, ada pihak2 yang ingin mengkondisikan agar ummat Islam menolak Pancasila sebagai dasar negara, disisi lain untuk memberi pemahaman bahwa ESA (Satu) itu bukan berarti satu absolut, tapi satu kesatuan, dengan demikian maka sah sah saja jika "tri tunggal" maupun "tri murti" juga bisa dikategorikan sebagai YME.

Menurut mereka seeeh. Arti dari ke-Tuhan-an adalah kumpulan dari beberapa Tuhan, jadi semacam kayak ke-pulau-an getooo. Hahaha... kita coba pada contoh imbuhan ke-an lainnya yuuuk : Ketuhanan = Kelurahan (?); Ketuhanan = Kecoklatan (?); Ketuhanan = Kedinginan (?); Ketuhanan = Kesungguhan (?); Ketuhanan = Kebenaran (?) dst.. Kachau, kan?

Masalah sudah jelas, bahwa standarisasi EYD muncul belakangan, jadi menginterpretasi Pancasila dengan sudut bahasa kekinian merupakan kebodohan. Tapi hal ini sungguh bahasan menarik untuk dijadikan bahan guyonan pada suatu hal yang sakral. Betapa bapak bapak pendiri Bangsa sangat gandrung pada imbuhan ke-an untuk Pancasila... :D

Eniwey kita coba buka Pembukaan UUD 1945 ajah yuuk, pada paragraf ke-3 :
"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."  

Kalo Mas menginterpretasi sila pertama Pancasila begitu ya silahkan, bagi saya sih... Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sikap berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia yang religius, selalu mengingat Tuhan YME dalam setiap langkah kehidupan. Sekuler? ke laut ajah :D

Di sisi lain, dengan memakai logika yg sama, maka saya dapat mempertanyakan hal ini : Semboyan “bhinneka tungga ika” yg tercantum pada pancasila berasal dari kakawin sutasoma karangan Mpu Tantular pada masa kerajaan Majapahit. Bentuk lengkap dari puisi tersebut :

Rwâneka dhâtu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Dalam bahasa Indonesia berarti :
Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Makna dari keseluruhan puisi tersebut menggambarkan pruralisme agama. Nah, apakah berarti tiap agama di Indonesia dengan segala dogma dan ekslusifitasnya dilarang di Indonesia kecuali setuju dengan paham pluralisme karena pruralisme secara tidak langsung tercantum dalam pancasila?

Trusss... gueh harus bilang wow, gitu? Haha... kawan, tentu kita setuju bahwa genius local yang dirintis leluhur kita selama banyak manfa'atnya sah sah saja kita ambil. Dan saya percaya koq, bahwa konsep "Bhineka tunggal ika" saat itu bukan berarti peleburan Agama Hindu dan Budha. Buktinya saat ini pun ummat Hindu dan Budha enggak mau ajarannya dianggap sama, kan? Maka, pluralisme hanyalah omong kosong dari keputus asaan manusia mengelola keberagaman.

Islam sungguh indah memanage keberagaman, sebisa mungkin menyampaikan apa yang kita yakini benar dengan ucapan (bi mauidhoh hasanah), maupun dengan keteladanan (bi uswatun haanah), jika tak diterima ya sudah... bagimu agamamu bagiku agamaku (QS Al Kafirun, 109:6) , bagiku amalanku/dharmaku bagimu amalanmu/dharmamu (QS Al Baqoroh, 2:139).

Tapi jangan ngiri jika mayoritas orang Islam dan kaum beriman punya semangat juang tinggi untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik dan benar (QS An Nahl:125). Jika anda masih belum terbuka untuk menerimanya, maka mohon baca firman Tuhan (baca: Allah Ta'ala) yang kurang lebih artinya :

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah, 2:148)

Maha Benar Allah dengan segala firman firman-Nya.

Inilah toleransi dalam Islam yang saya tahu, tak ada yang namanya semua Agama sama, tak ada yang namanya semua Agama Benar, memanage perbedaan bukan lantas melegalkan pluralisme kacangan, atau bahkan meleburkan beberapa keyakinan. Jika cara da'wah Islam dianggap pemaksaan itu hanya prasangka anda saja dalam memahami rasa cinta ummat Islam pada ummat lain untuk diajak menuju dalam jalan lurus-Nya.

Koq saya jadi inget lagunya Bondan ya,,,
Saya : Apapun yang terjadi~ ku kan slalu menyembah pada-Mu
Allah Ta'ala : Janganlah kau bersedih~ Coz everything gonna be oke.
Hik's... So silahkan tentukan jalanmu, kawan. Silahkan menelusuri dari mana kamu berasal dan akan ke mana kamu kemudian. Semoga bermanfa'at.

41 comments :

  1. ikutan nyanyi lagunya bondan juga ah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekek... yuk nyanyi...

      Apapun yang terjadi~ ku kan slalu menyembah pada-Mu
      Janganlah kau bersedih~ Coz everything gonna be oke.

      Delete
  2. waduh abot maneh isine..

    saya komen... Merdeka aja deh kang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halagh... padune males moco, thooo.

      Delete
  3. Tak melu menyimak sik Mas Sob.
    Jadi kesimpulannya ketuhanan di pancasila ki maksute opo Kang? Sori, sik durung dong aku Kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Versi Mas Anonym :
      "...kalimat tersebut berarti kurang lebih "kesakralan atau kesucian (yg berkaitan dengan sifat Tuhan) sebagai landasan dalam kehidupan beragama...."

      Dalam kalimat2 selanjutnya beliau menggiring kita pada Makna Bhineka Tunggal Ika tuh sama dengan Pluralisme, semua Agama benar, semua Agama satu adanya.

      Versi Denmas Samaranji :D
      "...adalah sikap berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia yang religius, selalu mengingat Tuhan YME dalam setiap langkah kehidupan...."

      Yang memenuhi kriteria Tuhan YME dalam Pancasila hanya Allah Ta'ala. Inilah cara da'wah para 'Ulama pendiri Bangsa yang eyleikhan.

      Untuk pluralisme, sekulerisme? ke laut ajah :D

      Delete
  4. waaa.. masih apal sejarah banget neh, masih ingat EYD kapan muncul dan kapan Pancasila lahir.

    TApi saya kok gak familiar dengan lagungan Bondan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... kan ingatan2 sy yang dulu sy chek lagi ama ingatannya Mbah Gugel... ketemu deh.

      Masak gak familiar ama lagunya Bondan Prakoso yang itu, sy suka karya2nya loh. waktu masih gabung ama Funky Kopral juga sy suka. :)

      Delete
  5. saya selalu percaya bahwa saya berasal dari tempat yang akan saya tuju dalam hidup ini ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupzz... harus diingat selalu ya, Mas. Sebisa mungkin, semampu kita dalam setiap tarikan dan hembusan nafas *tsaaah* nggaya temen ki akyu :D

      Delete
  6. lanjut, kang!~ tak surung seko mburi, jo lali surungane! bhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Surung nggo pulsa kene! endi? :p

      Delete
  7. cieeee rajin kerja Pe-eR nih yeee ^^ mantap!
    iyaa emailnya sudah saya terima :) hehehe iya dah email itu top secret. terus sebenarnya ada rencana membukukan tulisan penulis tamu loh. Haris keberatan nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Howaaa... beneran mau dibukukan??? asyeeek, numpang beken nih. Makasih Kak May, sangat tidak keberatan dunkz :D

      Delete
    2. hohoho :D
      nantikan saja Insya Allah

      Delete
    3. Semoga cepat terealisir... amiin. :D

      Delete
  8. Lihatlah postingku sekarang ..
    Aku juga bercerita mengenai Pluralisme ....


    Salam .. ^ ^

    ReplyDelete
  9. aq mau bilang wowow mas..
    kok tulisanmu bisa bgus beralur yow???

    Tuhan ntu satu, satu satunya tempat terkhir jika nggak punya duit :D
    kalo di pondok gituan di bahas po?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wowow gombel? :p
      Bagus beralur? Yaaah begitulah, Boy... setelah beberapa kali kamyu koment "Mbuh... aku gak mudeng, aku gak paham!", jadinya ya saya buat semudah mungkin utk dipahami.

      Haha... betul, kalo gak punya duit jangan minta tolon dukun ya!

      Yo mesthi diajarkan. 'Ilmu Islam kan cakupannya luas tho Ngger... :p

      Delete
  10. pr satu aja penjabarannya puanjang gini, tp tq mas buat infonya,jd tambah tau ttg sjarah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank's juga atas kunjungannya Jiaaah. Udah ngumpulin semangat utk ngeblog lagi, kyaaan?

      Delete
  11. pr satu aja penjabarannya puanjang gini, tp tq mas buat infonya,jd tambah tau ttg sjarah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank's juga atas kunjungannya Jiaaah. Udah ngumpulin semangat utk ngeblog lagi, kyaaan?
      *edisi dobel*

      Delete
  12. Kang Haris boleh saya tahu nomer celana sampeyan.. #berharap besok akan dibahas melalui postingan :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayo tebak saya siapa?

      Delete
    2. Wkwkwk... cah edyaan! Celana yang di luar apa di dalam neeeh?

      Halagh... mosok ya tak tulis kamyu tuh siapa? :p

      Delete
    3. Hayo tebak saya siapa. kalau bisa sampeyan saya izinin nikah lagi :P

      Delete
    4. Clue : Kang, saya, nikah, dan jam koment di blog unyuku ini yang bersamaan dengan koment di blognya sendiri.

      So... paswordnya, janganlupa eeeaaa! :D :p

      Delete
    5. hahahaha

      Delete
    6. Haha.. selamat ulang tahun untuk blognya ya, Kang.
      Sukses selalu, berbagi inspirasi dan kemanfa'atan.

      Delete
  13. Kunjungan sore hari yang mendung....

    komentarin artikel ini ya...
    salam kenal

    http://www.timkomte.com/2012/09/traffic-pengunjung-rumahku-turun.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh... maaf. Iya iya... kemaren belum tak komentarin ya?

      Delete
  14. bagi saya pribadi, bila telah yakin dengan apa yang diyakini, maka tetaplah berada pada jalur iman-mu masing-masing, dan sempurnakanlah ibadahmu sambil berjalan menuju hari-hari indah yang dijanjikan-NYA :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. MAkasih... Pak.
      semoga tetap istiqomah dalam jalan lurus Allah Ta'ala. amiin.

      Delete
  15. Wah.. tambah keren n muantab's tenan ... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah... semoga bermanfa'at. :D

      Delete
  16. Izinkan saya untuk balas menanggapi.

    Saya tidak bertujuan untuk meleburkan berbagai agama. Saya hanya menyampaikan pandangan saya mengenai sila pertama pancasila. Menurut saya, sila pertama pancasila bertujuan untuk merangkul penganut agama2 yang ada di Indonesia. Dalam konsep awal yg diajukan Sukarno, sila ketuhanan (bukan sila pertama), berbunyi: ketuhanan yang berkebudayaan. Sehingga saya menyimpulkan bahwa sila ketuhanan bukanlah dasar bagi monotheisme, melainkan menjadikan spriritualisme sebagai dasar bernegara.

    Saya setuju dalam hal pengelolaan perbedaan berdasarkan tolenransi, namun faktanya, penerapannya tidak sejalan dengan teori. Sangat banyak kasus diskriminasi terhadap golongan tertentu di di negeri ini. Sebagai contoh, mengapa hanya ada 5 agama yg diakui di Indonesia, sedangkan agama dunia itu jumlahnya puluhan, bahkan ratusan. Saya ingat salah satu kasus, dimana tetangga saya, seorang tionghoa, terpaksa mengisi kolom agamanya dengan buddha, sedangkan ia adalah penganut kong hu chu (pada saat itu kong hu chu belum diakui). Bukankah itu bentuk pemaksaan dalam beragama?

    Di sisi lain, ini hanya pengandaian, tanpa ada maksud lain. Jika sila pertama pancasila mengharuskan setiap penduduk Indonesia memiliki Tuhan, apapun agamanya asal Tuhan tersebut tunggal (seperti pendapat anda bahwa sila pertama mendukung monotheisme), maka saya rasa satanisme theistik mendapat justifikasi legal untuk berada di negeri ini, karena agama tersebut mempercayai Tuhan, walaupun sosok Tuhan yg mereka sembah dianggap sebagai setan di agama lain. Yang penting bertuhan, kan?


    ReplyDelete
    Replies
    1. Konsep awal dari Soekarno sudah gak laku, bukankah begitu?. So... kita kembali aja pada Pancasila yang sudah bukan rumusan Soekarno seorang :D

      Jika anda menganggap penerapannya tidak sejalan dengan teori, itu justru pe-er bagi kita bersama sebagai generasi penerus bangsa.

      Mohon bedakan antara Agama dng Aliran kepercayaan. ;)

      Setahu saya, para pemuja setan, masonic atau whateverlah itu, "setan" bukanlah sebuah sosok personal, tapi sekedar simbol utk melakukan perlawanan terhadap para agamawan yang semena2 mengatasnamakan Tuhan. Ini menurut mereka yang udah gede loh :D yang masih abal abal ya paling teteeup pake menyan, pake ritual2 aneh, baphomet lah, persembahan darah lah...., iya kan?

      Delete
  17. 1. Konsep Sukarno bukannya tidak laku, tapi digabungkan dengan konsep yg dibawa tokoh lain, seperti Muh. Yamin, sehingga melahirkan pancasila yg kita kenal sekarang.

    2. Saya setuju dengan anda

    3. Saya tahu dengan jelas perbedaan agama dan aliran kepercayaan. Yg jadi pertanyaan saya adalah, mengapa Indonesia mewajibkan penduduknya untuk mengisi kolom agama di KTP, namun hanya menyediakan 5 opsi?

    4. Yang anda sebutkan itu atheistic satanism. Satanisme ada yg teistik juga, lho. Btw, mengenai baphomet, tahukah anda bahwa baphomet adalah sebutan yg awalnya ditujukan pada Muhammad? Sejarahnya panjang, tapi cukup menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Okey... bukannya tidak laku ya ;) Tapi udah gak relevan utk qt bahas kan?

      2. Siiip

      3. Keknya Konghucu udah diakui deh. Lagian itu bukan kapasitas saya utk menjawabnya, tanya aja pada pemerintah. Mungkin ada syarat2 tertentu kali, seperti harus berapa pengikutnya, harus jelas gimana ajarannya, punya kitab suci, dsb dsb. Kalo semua diakui, entar anda bikin "agama" Gugel doong. :D

      4. Menarik, bisa share link nya ?

      Makasih...

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...