Thursday, 31 January 2013

Maulid Nabi, Bid'ah ? Emang Gue Pikirin.

Bismillahirrohmaanirrohiim...
QS. Hud 11.120. Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.


Gending Sholawat Nabi Muhammad SAW 1434 H,
di tempat saya menuntut 'ilmu.


Saya tak ingin mengajak berdebat, saya hanya ingin mengajak utk berfikir, bukankah Islam untuk orang2 yang berakal dan mau berfikir? Silahkan anda membid'ahkan sana sini, dikit dikit bid'ah dikit dikit bid'ah, bid'ah koq dikiiit. Yang saya tahu kata "bid'ah" sendiri tak ada dalam al qur'an, bahkan kata tersebut sangat populer dikalangan umat kristen yang diperuntukkan bagi mereka yang menolak Konsili Nicea (yang mengesahkan bahwa Yesus adalah Trinitas, Yesus adalah Tuhan). Bagi Nashrani yang tidak sejalan dengan Vatikan maka disebut sebagai "ahli bidat" (ahli bid'ah). Jika demikian, apakah yang suka membid'ahkan itu mirip dengan yang suka membidatkan ?! Silahkan gugling dengan kata kunci "bidat kristen" dan tarik benang merah dengan sejarah Islam dimana mulai ada saling membid'ahkan.


Adalah benar bahwa Nabi Muhammad SAW juga manusia biasa, beliau (SAW) hanya seorang Rasulullah (QS Ali Imron, 3:144), namun hal tersbut bukan lantas kita seenaknya memanggil, menyebut, menulis nama beliau (SAW) hanya nama saja "Muhammad" tanpa diawali kata "Nabiyulloh/ Rosululloh" dan diakhiri sholawat (SAW). Jika tidak, maka kita akan bingung membedakan nama beliau SAW dengan si Muhammad (Ripangi) tukang insinyur, si Muhammad Budhi tukang ternak ayam, dll.

Bujukan Wahabi dan Syi'ah

Mayoritas Wahabi sangat anti dengan peringatan Maulid, sementara Syi'ah sangat mengagungkannya samapai sampai mengaku keturunan beliau SAW. Padahal dalam hukum Islam berlaku patrenalis (jalur ayah). Dalam Al Qur'an Al Kariim kurang lebih artinya :

QS. Al Ahzab, 33: 40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

So, jika ada orang yang mengaku sebagai dzurriyah, keturunan Nabi Muhammad SAW langsung (dalam arti Fulan bin... bin... bin.... bin.... s/d Rosululloh Muhammad SAW) maka itu suatu kebohongan, karena putra Nabi Muhammad SAW sendiri meninggal diwaktu masih kecil, namanya Ibrohim.

Kita butuh figur yang bisa dijadikan suri tauladan, kita butuh figur untuk selalu diingat. Mungkin benar bahwa kita ingat Rosulullah setiap membaca sholawat dalam sholat, tapi apa benar setiap sholat kita mampu mengingat keteladanan beliau SAW, tidak semuanya. Untuk itulah orang2 awam seperti saya butuh diingatkan. Jika ada kaum yang anti Maulid Nabi Muhammad SAW, silahkan suruh baca ayat berikut yang kurang lebih artinya :

QS At Taubah, 9:101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

Maka yang pantas kita lakukan adalah tidak berlebih lebihan dalam beragama (QS Ali Imron, 3:147). Tidak berlebihan anti sholawatan dan tentu saja tidak berlebihan melakukan dendang sholawatan hingga menyerupai "siulan dan tepukan tangan" yang dibenci Allah Ta'ala (QS. Al Anfal, 8:35). Eh... koq jadi gak sesuai judul yak?, kayaknya saya jadi terlalu mikir. Ah... emang gue pikirin :D Hehe. 

Tentu saja saran, kritik, cacian dan hujatan sekalipun saya terima jika hal tersebut bisa menambah kadar ilmu dan iman saya. terima kasih.

26 comments :

  1. saya nyimak aja ya sob, saya sendiri masih jauh pemahaman tentang sejarah itu... tapi terima kasih infonya, bisa membuat saya berfikir juga jadinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama belajar, Mas... Thank's kunjungannya. :D

      Delete
  2. Hm, jadi ada yang membidaahkan Maulud Nabi ya Kang? Terima kasih atas tulisannya..Dapat pemahaman baru saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... ada koq, Mbak... Terimakasih juga kunjungan dan berkenan membaca. :D

      Delete
  3. Yupz.. secara nasab sebenarnya keturunan Rasul sudah habis di Ibrahim.. Meski secara darah masih ada putri Beliau, tapi nasab itu dihitung berdasarkan bapak, jadi cucu beliau nasabnya Ali bin Abu Tholib..

    Nah, yang jadi pertanyaan apa benar saya nasabnya si Raja Dangdut ya hahaha.. salam dangdut Pak Ustadz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Ustadz ?! Gedubrak.... ustadz potokopi kale, Bang. :D

      Jadi... sampeyan Ridho Rhoma dooong.

      Delete
  4. kalau tidak diperingati maulid nabi, generasi berikutnya malah tidak mengetahui ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak... Lagian juga "memperingati" bukan "merayakan". Biasanya diisi dengan majlis ta'lim, menambah wawasan dan iman juga. :D

      Delete
  5. Mampir dan cuma balas salam doang..biar gak dibilang somse :p

    Waalaikumsalam Warahmatullahiwabarakatuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... sedulur lanangku. Akhirnyaaaa... koq kudu dikoment bola bali sik yo, nembe jedul. :D MAkasih KAng. :D

      Delete
  6. sejujurnya kang saya ini orang yang cetek ilmu agamanya.
    tapi setelah membaca uraian diatas perlahan saya memahami,lah wong saya juga memperingati maulid nabi.
    malah saya gak peduli dibilang bid'ah....moso berbuat baik kok salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada karo inyong, ngelmuku yo cethek, Kang.
      Maturnuwun, silaturrahminya :D

      Delete
  7. Daripada bikin bid'ah baru, maka saya juga menyimak saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak mau bid'ah... maunya ibadah... :D
      Wuaduh.... makasih ikut menyimak, Pak. Abaikan saja, daripada mumet.

      Delete
  8. mampir maneh ah.. nyari sisa-sisa bancakan maulidan.. ben ora dianggap somse :p

    ReplyDelete
  9. Menyimak ...
    Iya sih, memperingati saja sebenarnya, tidak usah merayakan.
    Eh, sudah saya follow ya mas :)

    ReplyDelete
  10. Iyalah, gak usah dipikirin... direungin aja, hehe (sampai gak bisa mikir mau komen apa) :p

    Salam hijau aja khy :)

    ReplyDelete
  11. Salam kenal ....
    www.kajianummat.blogspot.com

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...