Thursday, 4 November 2010

Mengapa Ada Atheis ?

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla yang telah menganugerahkan Iman, Islam dan Ihsan kita. Shalawat serta salam mari kita haturkan atas Baginda Rasulullah SAW.

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik. (QS.Al Baqarah : 99)


Di suatu pagi seorang gila berlari ke pasar lalu berteriak:"Aku mencari Tuhan ! Aku mencari Tuhan". Orang lalu berkerumun menontonnya. "Memangnya, Tuhan pergi ke mana, Dia lari atau pindah rumah?" Tanya seorang penonton di pasar itu sinis. Orang gila itu menatap tajam semua orang yang monontonya di pasar itu lalu bertanya "Coba [terka] kemana Tuhan pergi? Tak ada jawaban. Orang gila itu menjawab sendiri "Aku mau mengatakan kepada kalian. Kita telah membunuhnya. Ya kita semua telah membunuhnya!"



Kisah diatas hanyalah metaforika Nietszche (1844-1900), filosof proklamator kematian Tuhan di Barat. Metafora ini tentu menjengkelkan. Jangankan membunuh Tuhan, membunuh makhluk saja dianggap jahat. Tapi Nietszche juga jengkel pada sesuatu yang disebut Tuhan. Tuhan baginya hanya ada dalam pikiran. Tuhan tidak wujud diluar sana. Ia memang ateis tulen. Lho, kalau begitu Tuhan yang mana yang ia bunuh? Sebentar!!

Ateisme a la Nietszche bukan tanpa preseden. Orang Barat nampaknya sudah lama gerah dengan agama. "Siapapun yang beragama pasti tidak bebas", kata Nietszche. Agama dianggap mengebiri kebebasan. Dulu menjadi sekuler pun susah, apalagi ateis. Sedikit-sedikit dituduh ateis. Ateis bahkan hampir seperti plesetan dan penghinaan. "Kamu ateis!" sama maksudnya dengan "Kamu anarkis! Kamu komunis!" Ateis malah bisa berarti sifat orang tidak saleh. Munafik, pendosa yang merasa suci, berani dan bangga,  bagi John Wingfield adalah ateis. Bagi dramawan Inggeris, Thomas Nashe (1567-1601), ambisius, tamak, rakus, sombong dan pezina termasuk ateis. Lebih menggelikan lagi standar Penyair William Vaughan (1577-1641), tandanya ateis yang nyata adalah menaikkan sewa rumah. Pendek kata semua yang buruk adalah ateis.

Ateis yang agak akademis adalah yang kritis pada teologi Kristen dan institusi gereja. Giordano Bruno (1548-1600), tokoh rasionalis Italia, Pierre Carvin, Pendeta Robinson, pengarang Honest to God, Paul Tillich, pengarang Sytematic Theology, Schleirmacher (1768-1834) tokoh hermenutika adalah pengkritik teologi Kristen dan dianggap ateis.

Ateis yang lebih canggih adalah yang berani menggugat Tuhan. Inkar saja tidak cukup jadi hero. Inkar harus dibumbui caci-maki, jadilah blasphemy. ”Tuhan Yahudi dan Kristen adalah tiran” kata Hegel (1770-1831) dan Kant (1724-1804), karena minta ketaatan penuh. Schoopenhuer (1788-1860) mendahului Nietszche menegaskan tuhan tidak ada. Sesudah Nietszche membunuh tuhan, Rudolf Bultmann, (1884-1976) penulis New Testament and Mythology, memastikan "Tuhan dalam Bible telah mati, kalau tidak sekarat". Tuhan bagi mereka adalah tirani jiwa "the stodgy old tyrant of the soul".  Bukan Tuhan agama-agama, karena Ia dianggap sudah tidak ada. Inilah Tuhan yang dibunuh Nietszche itu.

ِMengapa orang Barat bangga dan bernafsu menjadi ateis? Michael Buckley menjawab dengan buku ilmiyah yang ia beri judul At the Origins of Modern Atheism - 1987 - (Asal Usul Kekafiran Modern). Meskipun kafir tapi modern, meskipun modern tapi kafir, mungkin begitu plesetannya. Buckley membahasnya secara analitis, serius dan komprehensif. James E Force memuji buku ini sebagai “big, bold [and] highly readable book”.

Ateisme muncul di awal era modern, kata Michael karena teologi Kristen tunduk pada filsafat (Christian theology becomes subservient to philosophical reason). Biang keladinya adalah pemikir dan filosof yang ia juluki  new rationalistic defender of faith atau rationalistic philosophers,  seperti Lessius, Mersenne, Descartes (1596-16500, Malebranche, Newton (1642-1727) dan Clarke. Mereka bicara tentang Tuhan tanpa bicara tentang Yesus.
 
Bukan hanya itu, kata James. Ateisme, wujud juga gara-gara merebaknya gerakan kritik terhadap Bible. Dari sejarah penulisannya, konsepnya tentang Tuhan dan akhirnya eksistensi Tuhan itu sendiri. Pengkritik Bible biasanya berlindung dibawah paham Deisme. Deist percaya pada Tuhan dengan akal, bukan lewat Bible. Tokoh-tookoh Deis Inggeris adalah Spinoza, Bruno, Thomas Hobbes, Richard Simon dan lain-lain. Semuanya adalah tokoh-tokoh rasionalis. David Berman dalam bukunya A History of Atheism in Britain: From Hobbes to Russel, setuju dengan James. Deisme adalah biang keladi ateisme. Ateisme modern lahir karena akarnya diremehkan, dicurigai dan terkadang dianggap sepi oleh para teolog yang merasa terancam.

Ateisme dipicu oleh kebencian terhadap dan kebebasan (liberalisme) dari agama.  "Now hatred is by far the greatest pleasure", kata Don Juan. Karena itu banyak cara menjadi kafir. Ada yang inkar Tuhan saja (atheis), ada yang inkar agama saja (infidel) dan ada yang menolak pengetahuan tentang Tuhan dan eksistensiNya sekaligus (agnostic). Ada yang meragukan wahyu Tuhan (skeptic), dan ada yang menolak Bible sebagai wahyu Tuhan (deist). Tapi ada juga yang menolak wahyu secara intelektual, yaitu disbeliever. Untuk yang minat inkar Tuhan dengan akal dan hatinya, ia bisa memilih cara unbeliever. (lihat The New International Webster Comprehensive Dictionary.hal. 1177).

Masih kata James :

Dalam Islam kakufuran itu satu paket. Kufur pada rukun yang manapun tepat kafir. Sebab satu rukun berkaitan dengan rukun yang lain. Dalam al-Qur'an inkar Allah (al-Nahl 106-107), inkar pada ayat-ayat Allah (Israil  98; Maryam 73), atau menolak wahyu yang diturunkan (Muhammad 9; al-Hajj 72), adalah kafir. Malah beriman pada Allah tapi kufur pada Nabi (al-Nisa' 150-151), sama saja, tetap kafir.


Lucunya Muslim juga terigiur shopping menu ateisme. Fovoritnya adalah menu skeptic, disbeliever dan agnostic. Iman pada al-Qur'an di Lauh Mahfuz, tapi skeptik pada al-Qur’an yang diturunkan. Mensucikan maknanya tapi melecehkan huruf dan mushafnya. Ngaku beriman tapi ragu apakah bisa memahami Allah, mirip doktrin credo et intelegam. Jika mahasiswanya berani bertanya ”mana epistemologi Tuhan?” dosennya malah dengan arogan menulis tesis ”Menggugat Wahyu Tuhan”. Jika di Barat memprotes gereja melahirkan ateisme, disini malah ada yang memprovokasi, ”agar maju tirulah Protestan!” Maksudnya agar maju hujatlah tradisi agama (sunnah). Supaya bisa menapaki thesis Weber dari Protestan menjadi kapitalis.


Ini adalah fenomena intelektual modern (modern intellectual phenomenon), bukan keagamaan atau sosial. Problemnya ada pada cendekiawan. Intelektualitas diadu dengan religiusitas, filsafat dengan teologi dan agama dengan sains. Mestinya kompromistis, integratif alias tawhidi. Tapi masalahnya, konsep tawhid tidak built in dalam teologi agama itu. Dalam buku Dialog between Theology and Philosophy, kalimat pertama yang ditulis adalah keraguan Tertulian ”Apa ya yang bisa dikongsi antara Athena dan Jerussalem, antara Akademi dan Gereja? Jawabnya tidak ada dan karena itu dialog antara teologi dan filsafat berbahaya.

Memang para teolog tidak siap dialog, kata Karen Armstrong dalam A History of God. Tapi filosof dan saintis terus menggugat dan memberangus agama. Motonya mudah ”Bicaralah ilmu apa saja asal jangan membawa-bawa Tuhan”. Kalau bicara Tuhan dalam sains anda salah kamar. Sorry sir, this is a science not theology! Teori-teori Ludwig Feurbach, Karl Marx, Charles Darwin, Friedrich Nietszche dan Sigmund Freud pun tidak memberi ruang untuk Tuhan. Arnold E Loen lalu menulis buku Secularization, Science Without God. Dunia ini bagi saintis adalah godless (tanpa tuhan). Sains yang bicara Tuhan ia tidak obyektif lagi. Here we must disagree, tulis Arnold tegas. Baru sekuler saja sudah menyingkirkan Tuhan, apalagi ateis. Tapi karena teolog terpojok, maka stigma "kamu ateis!" bisa berimplikasi "kamu saintis!" Itulah modern atheism.

”Tuhan” di Barat ternyata tidak hanya dihabisi di gereja-gereja, tapi juga di kampus-kampus. Mungkin karena tidak ada ilmu dalam teologi akhirnya tidak ada tuhan dalam ilmu (godless). Jadi ateis  dizaman modern adalah ateis epistemologi. Orang menjadi ateis bukan hanya karena lemah iman, tapi juga salah ilmu. Ilmunya tidak menambah imannya. Epistemologinya tidak teologis dan teologinya tidak epistemologis. Dalam Islam, hati yang tak berzikir adalah mati, dan otak yang tidak bertafakkur akan kufur. Jika beriman pada Tuhan adalah fitrah semua insan, maka ketika Nietszche membunuh Tuhan - dalam hati dan pikirannya – sejatinya ia telah membunuh fitrahnya sendiri. Jadi Nietszche benar-benar telah melakukan bunuh diri spiritual, spiritual suicide. Subhanallah.

Takhtimah :
Pada dasarnya, atheis lahir karena mulai tumbuhnya sebagian kaum agamawan yang dengan arogan mengatas namakan Tuhan. Sudah saatnya bagi yang mengenal existensi Tuhan menggandeng mereka kembali untuk kembali pada jalan-Nya. Keter"sesat"an mereka bukanlah ansich salah mereka, mereka lari karena arogansi sebagian pemeluk agama. "Sesat" bukanlah kesalahan, namun hanya kurangnya pengetahuan mereka dan kurangnya perhatian kita.

Wallahu A'lam. Semoga bermanfa'at.
Inspired :
Al-Qur'an Al Karim
http://www.insistnet.com/

39 comments :

  1. Kalau aku sih jadi ateis selain muak melihat perilaku kejam umat beragama yg selalu mengatasnamakan Tuhan, juga karena belum ada bukti keberadaan Tuhan.

    Sudah dari dulu aku 'berkeliling' di dunia maya utk menanyakan dan berdiskusi dgn orang teis ttng hal tsb, namun jawaban yg aku dapatkan sama saja ===> "Tuhan tidak dapat dijangkau oleh akal manusia". Yeah,,, ini sama saja dengan seseorang yg mengatakan Gajah Polkadot itu benar ada, tetapi Ia tidak dapat dijangkau oleh akal manusia.

    Tetapi pada dasarnya, aku selalu berusaha utk skeptis. Aku tidak percaya orang yg mengklaim bahwa Tuhan itu benar ada atau tidak ada, tanpa memiliki bukti apapun.
    .
    .
    Salam ;)

    ReplyDelete
  2. @ witzschen
    pertama ketemu di answeringffi, kamu ngaku hindu, setelah aq konfirm di vedasastra kamu jd ngaku hindu-atheis, di ngarayana kamu ngaku humanis-panteist, sekarang ngaku skeptis (smoga masih humanis).
    Yeeah,,, ini akan seperti menceritakan kenikmatan makan bakso kepada orang yg sakit gigi dan sariawan. Orang sakit sulit merasakan kenikmatan2 yg dirasakan org sehat.

    ReplyDelete
  3. Sayapun juga ga percaya pada klaim para atheis yg bisa "membunuh Tuhan" sebelum mereka bisa membuktikan dimana mayat tuhan yg dibunuhnya.

    ReplyDelete
  4. putratridharma05/11/2010, 07:22

    @ Samaranji

    Orang2 menjadi atheis karena merasa "akal" adalah sempurna dan menganggap semua bisa diakalkan dan dibuktikan keberadaannya secara empiris. Padahal untuk menjawab hal yang sederhana semisal: mengapa manusia bisa punya kesadaran, bisa menikmati kebahagiaan, dan bisa mengalami suka&duka, sementara robot tidak bisa seperti itu saja mereka tidak bisa menjawabnya.

    Tapi mengaku atau tidak, mereka para atheis yang masih menanam pohon kelapa di umurnya yang sudah 70 tahun sebenarnya mengakui ada hidup sesudah mati. Begitu juga Witschen yang membenci kekerasan, yang ingin melihat orang lain pintar dan tidak dimakan dogma, ia juga sebenarnya tidak atheis. Ada harapan akan masa depan yang ingin dicapainya. Masa depan.... dalam hidup ini dan setelah hidup ini tentunya.

    ReplyDelete
  5. Iman adalah pertaruhan. Membuktikan keberadaan Tuhan sama mustahilnya dengan membuktikan ketidakberadaan Tuhan. Memilih beriman konsekuensi kecil dengan keuntungan tidak terbatas; Memilih ingkar keuntungan kecil dan konsekuensi neraka jahannam. Sekeping uang logam ditoss, sisi mana yang akan muncul?


    Wa Allaahu A'lam, Jangan korbankan iman Anda hanya karena keragu-raguan! Sah-sah saja berganti keyakinan, namun hanya setelah Anda yakin akan kebenaran keyakinan yang baru.

    ReplyDelete
  6. @ anonim
    maaf, jika itu ditujukan pada saya... terimakasih. emang artikel di atas masih instan untuk mengkaunter "tamu" kita yg atheis.
    komentar anda sy pahami ketika membaca paragrap yg dimulai dng "Dalam Islam kakufuran itu satu paket. Kufur pada rukun yang manapun tepat kafir. Sebab satu rukun berkaitan dengan rukun yang lain..." akan segera sy edit. Terima kasih...

    ReplyDelete
  7. @ Samaranji

    Hehehe,,, iya dulu aku mantan Hindu taat dan sering debat dgn temen2 teis yg lain (khususnya yg Muslim). Tapi lama-kelamaan aku merasa aneh dengan tulisanku sendiri yg tidak didukung bukti yg kuat. Yeah, aku tertarik menjadi ateis, tetapi melihat situasi saat itu, mungkin lebih baik aku jadi panteis yg adalah pertengahan antara Hindu dan ateis. Setelah cukup berhasil menghapus "Tuhan" dalam pikiranku, aku kemudian memilih menjadi ateis. Pada akhirnya aku sadar bahwa semua 'nama' itu hanya mengkotak-kotakkan alias membatasi manusia. Aku lebih senang menjadi diriku sendiri. Tetapi dalam pergaulan, aku lebih sering mengaku sbg skeptis-ateistik humanis... ^^

    Salam ;)

    ReplyDelete
  8. @ putratridharma

    Silakan baca komenku sebelumnya di sini:
    http://debu-semesta.blogspot.com/2010/10/kota-mekkah-menjadi-pusat-bumi-broo.html?showComment=1288787973664#c9198195737586065697

    ReplyDelete
  9. Iman adalah pertaruhan. Membuktikan keberadaan Tuhan sama mustahilnya dengan membuktikan ketidakberadaan Tuhan.
    _________________________
    Membuktikan Tuhan yg katanya ada tanpa bukti itu benar ada atau tidak seperti membuktikan klaim seseorang yg mengatakan Paijo itu pembunuh. Orang itu berkata, "Paijo adalah pembunuh, maka mayat kucing itu ada!!!" ===> Seperti klaim orang teis yg berkata, "Tuhan adalah pencipta alam semesta, maka alam semesta itu ada!!!" Yeah,,, ini hanyalah klaim tanpa bukti. Ketika dipertanyakan lebih lanjut, maka si pengklaim ini akan menakut-nakuti bahwa Paijo akan membunuhmu karena kamu tidak percaya bahwa dia adalah pembunuh atau; Tuhan akan menghukum-mu karena kamu tidak percaya bahwa Dia adalah pencipta alam semesta!!!

    Bagaimana membuktikan klaim yg dinyatakan tanpa bukti itu keliru??? Tentu tidak bisa karena tidak ada bukti yg bisa diselidiki lebih lanjut. Namun kita dapat menganggap semua itu tidak ada atau tidak penting. Ateis adalah ketidakpercayaan akan adanya Tuhan, bukan kebenaran bahwa Tuhan itu tidak ada.
    .
    .
    ||Memilih beriman konsekuensi kecil dengan keuntungan tidak terbatas; Memilih ingkar keuntungan kecil dan konsekuensi neraka jahannam. Sekeping uang logam ditoss, sisi mana yang akan muncul?||
    ___________________
    Mempercayai eksistensi Tuhan hanya karena takut dgn ancaman dan ingin mencapai kebahagiaan kekal??? Ohh,,, sungguh kekanak-kanakan sekali. Btw, apakah kamu percaya keberadaan Gajah Berkepala Semut??? Jika tidak, kamu juga akan dihukum di neraka yg lebih kejam daripada neraka2 yg pernah ada....!!! LOL

    Ahh,,, aku juga bisa mengklaim kalau seandainya Tuhan itu benar ada, Ia akan memasukkan orang ateis ke dalam kebahagiaan kekal karena Tuhan sendiri juga ateis... LOL,,, ^^
    .
    .
    Salam ;)

    ReplyDelete
  10. Klaim tanpa bukti tidak perlu diperdebatkan karena tidak membawa manfaat sama sekali. Perdebatan tsb pada akhirnya akan menjadi debat kusir dimana kedua belah pihak akan saling klaim-mengklaim tanpa didukung bukti apapun,,,

    Si A: "Kamu akan mati karena tidak percaya eksitensi Sinterklas!!!"
    Si B: "Kamu akan menderita karena percaya eksistensi Alien!!!"
    .
    .
    dst.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Witschen:
      Saya setuju jika selama anda masih humanis. Saya kagum dengan Hindu yg dapat mengoptimalkan sesuatu di dalam diri Manusia agar dapat Sesuai dengan keadaan Alam sekitarnya. Bahkan jika dikaji dari Ilmu Sains, Hindu itu lebih mengena karena Hindu memang Berasal dari pencarian manusia akan seluk beluk Identitas diri terhadap dunia ini .
      Tetapi TuhanNya Abraham itu berbeda, ada suatu hal yg misterius membuat Tuhan Samawi/Semitic Sungguh terlihat Agung dan Besar. Lihat Saja dan kaji dari kitab2 Lama(kitab para Nabi) apakah janji dan Nubuatan si Tuhan, Mengagumkan sekali satu per satu terwujud dan dapat kita lihat kebenarannya saat ini dan utk esok hari. Utk ini saya Sarankan baca Alkitab karena disana lah jelas ada Nubuatan2, janji2 si Tuhan utk hal2 Ajaib yg Akan dibuatnya di Masa2 Yang Akan dtang.
      Lihat bangsa ISRAEL yg sekarang ini hanya didominasi 2 Suku YEHUDA dan BENJAMIN yg sering disebut Kaum YAHUDI. Sangat Luar Biasa tdak bisa dinalarkan Bahwa hal2 yg terjadi pada Mereka sebenarnya sudah dinubuatkan dan Janji Tuhan tsb Sungguh Nyata. Sampai skrg mreka masih mencari 10 Suku yang hilang saudara2 Mereka.
      Belum lagi Hal2 yg terjadi pada raja Salomo/Sulaiman yg sungguh Gaib tdak bisa dinalar manusia, Malaikat Pelindungnya MICHAEL dan Tetragammaton Tuhan YHVH yg sungguh Tidak bisa dinalar manusia.
      Saya seorang Kristen yg juga mencari KEBENARAN, bukan Asal IMANI SAJA apa kata Pemuka n Kitab2. Saya lebih nyaman karena Yeshua Ha-Mashiach/Yeshu Al-Masih mengajarkan MENGASIHI Sesama Manusia tanpa Syarat tanpa embel2 Agama, Suku, Ras, Genser, Usia atau apapun itu. Lebih HUMANIS.
      Salam Damai ^_^

      Delete
  11. Assalamu'alaikum,
    Maaf baru bisa balas berkunjung.

    ReplyDelete
  12. Makasih Atas kunjungan anda ke

    http://filarbiru.wordpress.com/2010/10/30/bukti-al-quran-bukan-karangan-nabi-muhammad-saw/#comment-1032

    ReplyDelete
  13. @ hanifa
    wa'alaikum salam warohmatullah...
    Duh, suatu kehormatan mas berkenan mampir ke gubug kecil yg baru dibangun ini. Hatur tengkyuh (he,,he,, pinjem istilahna mas).

    @ filarbiru
    makasih juga kunjungan baliknya, ga nyangka pd berkenan mampir ke sini.

    To keluarga besar mas @ hanifa, mas @ filarbiru, @ mas usup supriyadi dkk.
    Makasih. Dari panjenengan semua sy belajar banyak, termasuk menjaga tali silaturrahmi.

    ReplyDelete
  14. putratridharma06/11/2010, 10:16

    @Witschen

    Anda mengatakan:

    Keterbatasan kemampuan indera manusia bukanlah bukti keberadaan sesuatu yg bersifat rohani. Hhmmm, bukankah Tuhan itu Maha Kuasa dan Maha Baik hati, mengapa hingga kini Ia tidak membuktikan atau menampakkan diri-Nya kepada manusia? Bukankah itu berarti Tuhan sebenarnya Makhluk yg lemah dan/atau berhati dengki... ^^

    Komentar saya:

    Tuhan akan menampakkan dirinya kepada penyembah2 murninya yang hidupnya total untuk Krishna. Dalam Hindu, banyak kok kisah tentang penyembah2 murni yang sudah melihat Tuhan.

    JIka mata seseorang sudah diolesi "salep cinta bhakti" maka orang tersebut akan melihat Tuhan. Akan tetapi, Tuhan maha penyayang. Untuk orang-orang yang tidak berkualifikasi seperti kita, beliau mengijinkan diriNya dibuatkan arca sehingga orang-orang bisa darshan dengan Tuhan dalam wujud Arca (arcanam).

    Pertanyaan saya: Mengapa Anda mengaku menjadi humanis?

    ReplyDelete
  15. @ Putratridharma

    ==Tuhan akan menampakkan dirinya kepada penyembah2 murninya yang hidupnya total untuk Krishna. Dalam Hindu, banyak kok kisah tentang penyembah2 murni yang sudah melihat Tuhan. ==
    ________________________
    Yeah,,, cuman kisah atau kesaksian tanpa bukti yg tidak ilmiah sama sekali... Aku juga bisa membuat kisah ttng 'pemakan rumput murni' yg sudah melihat 'Kelinci bertelinga seribu',,, ^^
    .
    .
    ==JIka mata seseorang sudah diolesi "salep cinta bhakti" maka orang tersebut akan melihat Tuhan. Akan tetapi, Tuhan maha penyayang. Untuk orang-orang yang tidak berkualifikasi seperti kita, beliau mengijinkan diriNya dibuatkan arca sehingga orang-orang bisa darshan dengan Tuhan dalam wujud Arca (arcanam).==
    _________________________
    Ahh,,, terlalu banyak alasan. Presiden yg seorang manusia saja mau dan mampu membuktikan keberadaannya kepada orang yg baik maupun yg buruk, masa' Tuhan gak mau dan/atau tak mampu??? Ohhh,,, tak kusangka kalau Tuhan adalah Makhluk yg senang bersembunyi, gemar membuat alasan, serta selalu menyuruh manusia utk mempercayai keberadaan-Nya yg tanpa bukti. Sekalian aja percaya akan semua hal yg dinyatakan tanpa bukti... Benar-benar pembodohan,,,!!!
    .
    .
    ==Pertanyaan saya: Mengapa Anda mengaku menjadi humanis?==
    _________________________
    Karena saya ingin menjadi seorang yg humanis seperti orang2 ateis-modern... ^^

    ReplyDelete
  16. putratridharma06/11/2010, 23:08

    @Witschen

    Apakah sains mampu menciptakan mahluk hidup sekecil semut? Kalau bisa buktikanlah! Atau mungkin itu terlalu sulit? Hidupkanlah seekor semut yang sudah mati. Bisa kan?

    ReplyDelete
  17. Saran saya sebaiknya anda menggunakan Wordpress kalo mau membuka artikel2. sebab koment lebih pro ada link untuk membalas koment untuk orang lain. di situlah kelebihan wordpress. Ah aku hanya saran aja.

    Nanti kalau buka kasih tahu namanya ya?!

    Salam hangat selalu

    ReplyDelete
  18. @witschen..
    ruwet jika anda ingin lihat wujud tuhan.pada hindu mereka punya,tetapi islam tidak ada.tetapi umat hindu dan islam semuanya (kalo anda saya tidak yakin) jika ditanya apa bisa lihat dinding rahim bagian dalam wanita yang mengandungnya?pasti.hindu dan islam akan menjawab tidak bisa.bagaimana anda?saya gak bicara masalah tuhan.seperti anda bilang bahwa tuhan adalah atheis seperti mata yang tidak bermata.ungkapan yang sia-sia.

    ReplyDelete
  19. @ Putratridharma

    Yeah,,, teknologi kloning dan kultur jaringan terbukti benar mampu menciptakan makhluk hidup. Tidak seperti Tuhan yg hanya bisa mengklaim bahwa Ia yg menciptakan alam semesta namun tak memiliki bukti apapun yg mendukung klaimNya itu. Tidak hanya Tuhan, Aku-pun juga bisa mengklaim tanpa bukti bahwa Aku yg menciptakan bumi, namun karena Aku buruk hati maka Aku tidak akan pernah membuktikan atau mendemonstrasikan ulang penciptaan bumi kepada kalian...!!! ^^

    Salam ;)

    ReplyDelete
  20. @ Osamah

    ==ruwet jika anda ingin lihat wujud tuhan.pada hindu mereka punya,tetapi islam tidak ada==
    __________________
    Bukti keberadaan tidak harus bisa dilihat wujudnya. Seperti utk membuktikan gula itu manis, kita harus merasakannya, bukan dengan melihatnya. Yeah, gula tidak hidup dan bukan Maha Kuasa,,, jadi wajar bila ia (gula) tidak mampu membuktikan dirinya itu manis.
    .
    .
    ==jika ditanya apa bisa lihat dinding rahim bagian dalam wanita yang mengandungnya?pasti.hindu dan islam akan menjawab tidak bisa.bagaimana anda?==
    _____________________
    bisa saja yakni dengan pembedahan atau operasi,,,
    .
    .
    ==seperti anda bilang bahwa tuhan adalah atheis seperti mata yang tidak bermata.ungkapan yang sia-sia.==
    _____________________
    btw, maksudnya sia-sia gimana??? ungkapan itu hanya sindiran, dan aku sendiri juga tidak tau apakah tuhan itu ateis atau tidak... ^^
    .
    .
    Salam ;)

    ReplyDelete
  21. putratridharma07/11/2010, 21:51

    @ Witschen

    Yeah,,, teknologi kloning dan kultur jaringan terbukti benar mampu menciptakan makhluk hidup.

    Sains menciptakan mahluk hidup? Jangan membual bung! He he he....Kalau hanya mengubah bentuk dari alami menjadi tidak alami dan jelek, itu mah bukan menciptakan namanya. Campurkanlah zat kimia dengan kehebatan sains untuk menciptakan mahluk sekecil semut. Bisa kan?

    Oh iya apa Anda sudah baca artikel yang di sini? http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/03/apa-yang-bisa-veda-ajarkan-tentang-teknologi-modern dan baca juga ini http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/03/veda-adalah-mitologi

    ReplyDelete
  22. memang sih, kalo bicara teologi memang ga akan nyambung dengan sains dan filsafat. Meskipun ada juga beberapa pendeta yang berlatar belakan akademisi filsafat sehingga berupaya "menerima" keganjilan berita-berita dalam alkitab yang sangat bertentangan dengan sains.

    lain halnya dengan AQ yang mendukung sains dan setelah di teliti lebih dalam justru mengandung ilmu-ilmu dasar pengetahuan dan sains.

    Maha Benar Allah dengan segala Firman-NYA..

    Salam kenal...

    ReplyDelete
  23. Sory mas samaranji saya jarang mampir, ga nyangka blog mas sudah berkembang sejauh ini. Sampai bisa mengundang Witzchen untuk berkomentar! Lama saya menunggu kesempatan untuk sekedar bertanya2 pada beliau.

    @WITSHCEN

    Maaf bro saya telat ikut berkomentar, tetapi ada hal yang dari dulu ingiin sekali saya tanyakan pada bro ini, bro domisilinya dimana? Bali? Jawa? Sulawesi? please kasi tau, dan apakah lingkungan sana memang banyak yg jadi atheis? trims!

    ReplyDelete
  24. @Samaranji
    Kalau saya HINDU HUMANIS "plus" HUMORIS
    kadang sedikit FANTASTIS
    tapi saya bukan MENTALIS
    apalagi MASINIS
    maniess....

    ReplyDelete
  25. putratridharma08/11/2010, 15:58

    @Sutha

    Ikutan....

    Mungkin lebih baik Witschen jadi Atheis yang humanis daripada teroris yang sadis he he he. Gak usah jauh2, semua pemeluk agama Budha itu atheis kok.

    ReplyDelete
  26. http://vilaputih.wordpress.com/2009/07/31/adakah-sejarah-tuhan/#comment-7088

    ReplyDelete
  27. http://vilaputih.wordpress.com/2009/07/31/adakah-sejarah-tuhan/#comment-7088

    ReplyDelete
  28. lebih aman jadi orang beriman. Ibarat ilmu peluang, maka selalu ada 1 peluang antara ada Tuhan dan tidak ada Tuhan.

    (1). Ada Tuhan==>yang tidak mengakui Tuhan akan masuk neraka yang mengakui masuk surga
    (2). Tidak ada Tuhan==>Tidak mengakui Tuhan tak berpengaruh apa2.

    http://vilaputih.wordpress.com/2009/08/07/mencari-tuhan-dengan-judi/

    Jika kita pilih 1 dan ternyata memang yang benar itu 2 maka kita tak rugi apa2. Tetapi jika kita pilih 2 dan ternyata yang benar itu 1 maka kita rugi selamanya :)

    ReplyDelete
  29. @witschen
    Bukti keberadaan tidak harus bisa dilihat wujudnya. Seperti utk membuktikan gula itu manis, kita harus merasakannya, bukan dengan melihatnya. Yeah, gula tidak hidup dan bukan Maha Kuasa,,, jadi wajar bila ia (gula) tidak mampu membuktikan dirinya itu manis.

    ==persamaan yang aneh jika membandingkan gula dengan tuhan.komputer pun tidak bisa disamakan dengan pena karena masing2 punya manfaat yang berbeda bro...

    ___________________
    bisa saja yakni dengan pembedahan atau operasi,,,

    ==yang saya maksudkan adalah penglihatan anda pada saat dalam kandungan bukan kondisi pada saat anda sudah mampu berpikir seperti sekarang bro..
    _____________________
    btw, maksudnya sia-sia gimana??? ungkapan itu hanya sindiran, dan aku sendiri juga tidak tau apakah tuhan itu ateis atau tidak... ^

    =baiklah,jika itu hanya sindiran tetapi setidaknya anda punya alasan kuat dengan kalimat sindiran seperti itu.

    salam

    ReplyDelete
  30. @ AbuRazik
    makasih kunjungannya mas, ditunggu nasehat2 berikutnya. Maha Benar Allah yang telah menjaga kemurnian dan kesucian Al-Qur'an.

    @ villaputih
    mas wedhul ?,,, makasih mas, artikel yg selama ini sy buat terisnpirasi dari blog sampeyan. Semoga Allah SWT tetap menjaga kita dalam anugerah islam, iman dan ihsan.

    @ sutha
    Kalo saya sih, ISLAM FANATIS (dan kita perlu me-redefinisi apa itu fanatis). Justru dng fanatis sy benar2 menemukan kemuliaan, keagungan, dan kedamaian dalam Islam.
    ...eh mas,,,alamat email yg sampeyan kasih link di ngaryana koq sy belum menemukannya ya ?.

    @ putratridharma
    Alhamdulillah, fenomena "teroris" membuka mata dunia untuk lebih mengenal Islam yg sebenarnya, dilain sisi justru semakin memotifasi umat islam sendiri untuk memperdalam agamanya. Nanti sy postingan salah satu metode "mencetak" teroris, insyaallah.

    ReplyDelete
  31. @Samaranji
    @Putratridharma

    Witschen nya mana?

    email
    http://vedasastra.com/?p=2535#comment-7871
    cek dgn teliti komen saya tgl 20 oktober 2010 1:57pm
    maaf ngerepotin soalnya kata temen2 nulis2 email di banyak blog tar emailnya bisa diblokir/hack.
    ditunggu..

    ReplyDelete
  32. anonim diatas itu saya

    ReplyDelete
  33. @ sutha
    mas witschen dawkint herwitz akan lebih tertarik jika pembahasannya ttg "pembuktian" Tuhan.
    Ttng email, maaf belum bisa konfirm. Sy main ke warnet kalo pas mo posting artikel baru.

    ReplyDelete
  34. apa bukti adanya Tuhan?
    saya bingung sendiri dengan buktinya...

    seperti kurang ada bukti yang meyakinkan dengan adanya Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanyakan pada diri, dari mana kita berasal, akan ke mana kita kemudian. Simple kan? ;)

      Delete
  35. Bung Samaranji, anda juga seorang atheis. Atheis terhadap Zeus, Odin, Thor, dsb. Jika secara kasar disebutkan bahwa ada sekitar 4000 Dewa berbeda sepanjang peradaban umat manusia, maka seorang atheis tidak percaya pada 4000 Dewa, sedangkan anda tidak percaya pada 3999 Dewa. Perbedaan yg amat tidak signifikan, bukan? Jika anda merasa bingung terhadap alasan seseorang menjadi atheis, maka anda dapat bertanya pada diri anda sendiri, mengapa anda tidak percaya pada Zeus.

    Disisi lain, bagaimana dengan atheis humanis yg menjunjung tinggi etika dan moralitas? Alasan mereka keluar dari agama adalah ketidaksetujuan mereka terhadap konsep dari agama yg cenderung mendiskriminasi sesama manusia, suatu hal yg bertentangan dengan nilai yg mereka anut.

    Sebagai ilustrasi, menurut islam, Bunda Teresa, Gandhi, Martin Luther King, Jr, Einstein, dll akan masuk neraka, karena walaupun mereka memiliki jasa terhadap kemanusiaan, namun perbuatan mereka tidak berlandaskan "karena Allah semata", dan mereka bahkan tidak mempercayai Allah. Sebaliknya, Osama, Imam Samudra, Amrozi, akan masuk surga karena perbuatannya membela islam secara nyata dan didasari semangat menegakan ajaran islam, walaupun dengan cara "by any means necessary", tapi "Utopia justifies the means". Dan hal ini tidak berlaku secara ekslusif bagi islam saja, melainkan mayoritas agama.

    Saya harap tulisan saya ini dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua, demi dunia yg lebih baik. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya tanggapi. Silahkan baca ::DI SINI::. Makasihhh. :D

      Delete
  36. @Witschen:
    Saya setuju jika selama anda masih humanis. Saya kagum dengan Hindu yg dapat mengoptimalkan sesuatu di dalam diri Manusia agar dapat Sesuai dengan keadaan Alam sekitarnya. Bahkan jika dikaji dari Ilmu Sains, Hindu itu lebih mengena karena Hindu memang Berasal dari pencarian manusia akan seluk beluk Identitas diri terhadap dunia ini .
    Tetapi TuhanNya Abraham itu berbeda, ada suatu hal yg misterius membuat Tuhan Samawi/Semitic Sungguh terlihat Agung dan Besar. Lihat Saja dan kaji dari kitab2 Lama(kitab para Nabi) apakah janji dan Nubuatan si Tuhan, Mengagumkan sekali satu per satu terwujud dan dapat kita lihat kebenarannya saat ini dan utk esok hari. Utk ini saya Sarankan baca Alkitab karena disana lah jelas ada Nubuatan2, janji2 si Tuhan utk hal2 Ajaib yg Akan dibuatnya di Masa2 Yang Akan dtang.
    Lihat bangsa ISRAEL yg sekarang ini hanya didominasi 2 Suku YEHUDA dan BENJAMIN yg sering disebut Kaum YAHUDI. Sangat Luar Biasa tdak bisa dinalarkan Bahwa hal2 yg terjadi pada Mereka sebenarnya sudah dinubuatkan dan Janji Tuhan tsb Sungguh Nyata. Sampai skrg mreka masih mencari 10 Suku yang hilang saudara2 Mereka.
    Belum lagi Hal2 yg terjadi pada raja Salomo/Sulaiman yg sungguh Gaib tdak bisa dinalar manusia, Malaikat Pelindungnya MICHAEL dan Tetragammaton Tuhan YHVH yg sungguh Tidak bisa dinalar manusia.
    Saya seorang Kristen yg juga mencari KEBENARAN, bukan Asal IMANI SAJA apa kata Pemuka n Kitab2. Saya lebih nyaman karena Yeshua Ha-Mashiach/Yeshu Al-Masih mengajarkan MENGASIHI Sesama Manusia tanpa Syarat tanpa embel2 Agama, Suku, Ras, Genser, Usia atau apapun itu. Lebih HUMANIS.
    Salam Damai ^_^

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...