Wednesday, 25 September 2013

Hoax Fosil Nabi Adam. a.s.

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Lama juga gak ngurus ni blog, punya akun baru di pesbuk malah blognya terlantar. Hehe...
Oiya, temen2 pasti tahulah foto fenomenal berikut. Blogger pecinta kisah2 misteri pasti dah tahu koq kalo foto di samping cuman hoax. Ini berita basi sih... Tapi herannya koq ya masih aja netter yang pada nipu kalo foto tsb merupakan fosil Nabi Adam lah, ada juga yg mengatakan fosilnyanya Sri Rama lah, dan entahlah apalagi.


Bagi netter pecinta misteri ini bukan hal baru, udah jadul. Foto tsb murni rekayasa sotoshop (yummyy..). Foto gabungan, yg pertama adalah foto ekskavasi tulang Mastodon di Hyde Park, New York, pada tahun 2000 (inipun masih meragukan), yang kedua juga gak jelas. Keren kan hasil sotoshopnya ???



Foto tersebut pernah di aplod ama situs :
1. http://www.worth1000.com/galleries
2. http://theorionconspiracy.com/html/giants.html

Mungkin jika mendengar namanya, orang akan menyimpulkan situs yang ke-2 sebagai situs misteri dan konspirasi. Namun jika kita masuk ke websitenya, maka kita akan menemukan bahwa theorionconspiracy sebenarnya adalah sebuah situs yang mempromosikan film dokumenter fiksi yang disutradarai oleh seorang seniman grafis Perancis bernama Seb Janiak. Ia membuat foto-foto palsu untuk membuat filmnya terlihat lebih meyakinkan.

Yup... lagi2 cuman viral marketing, promosi sebuah film atau produk.


Renungan bagi rekan2 muslimin muslimah, mu'minin mu'minah :
Mengorelasikan penciptaan Nabi Adam a.s dengan temuan sains akan menjebak kita pada diskontinuitas. Ada banyak keterserakan, sebagaimana yang dideskripsikan Michel Foucault, diskontinuitas dipahami sebagai terserak dan berkecambahnya sejarah ide-ide dan munculnya periode-periode yang begitu panjang dalam sejarah itu sendiri. Dalam pengertian tradisional, sejarah semata-mata selalu tertuju pada keinginan untuk menentukan relasi-relasi kausalitas, determinasi sirkular, antagonisme dan relasi ekspresi antara berbagai fakta dan kejadian yang terekam oleh manusia (The Archeology of Knowledge, hlm. 10).

Penemuan2 arkeologis, fosil dsb yang menggunakan uji karbon untuk mengukur usia peradaban pun masih menuai pro kontra atas akurasinya. Saya percaya perdebatan ini akan terus berlanjut, ambil hikmahnya saja, Al-Qur’an—justru—hendak menggerakkan agar kita selalu terus menerus berpikir dan menggunakan daya nalar manusia di bawah bimbingan hukum Allah Ta'ala sebagaimana Adam a.s meletakkan dasar-dasar budaya dan peradaban di bawah bimbingan-Nya.

Sekali lagi,,, mari kita pelajari Al Qur'an secara menyeluruhm baik tekstual, kontekstual rasional dan relasional. Semoga kita tetap di jalan lurus yang diridhoi Allah Ta'ala. Semoga bermanfa'at. Salam :)

* Dari berbagai sumber

18 comments :

  1. sebaiknya kita tidak mudah percaya begitu saja ya sobat...

    ReplyDelete
  2. Thanks, Sob shared-nya....membuat say berpikir kembali!

    ReplyDelete
  3. Matur nuwun untuk pencerahannya Sob

    #ikutan manggil sob

    ReplyDelete
  4. welcome back to dumay, kakak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... makasih Enha.
      Sukses selalu eeaaa. :)

      Delete
  5. semua dipengaruhi oleh komunikasi yang salah

    ReplyDelete
  6. Lhah, ngunu! Nek gak di itik2 kupinge kok gak gelem update! Mampir wekku, tak ke'i award buat menyambut kebangkitan sampeyan! Bhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoo... wis tak buatin postingan tuh. Maturnuwun yo, Kang. :D

      Delete
  7. sebagai ciptaan alloh yang baik seharusnya lebih memegang pada al-quran dan hadist

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. to admin...kita perlu percaya al quran yang mana...??? al quran versi said bin tsasbih apa versi usman..!!! nanti tambah koplak..!!! wong al quran sekarang tidak bisa menentukan adam sebagai kafilah apa manusia pertama..!!??? monggo..!!!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...