Monday, 6 December 2010

"Clue" Nabi Adam 'Alaihi Salam

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta’ala yang telah menciptakan manusia dengan sebagus-bagusnya rupa. Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan pada Baginda Rasulullah SAW .

MAKNA “khalifah”
Insyaallah kita jumpai dalam Firman Allah Azza Wa Jalla pada :

QS. Al Baqarah : 30  خَلِيفَةً (khaliifatan) => khalifah pada diri Nabi Adam a.s
QS. An-Naml : 62    خُلَـفَآءَ  (khulafaa a)  =>  khalifah pada manusia secara umum
QS. Al-Faathir : 39  خَلَــٓـٕفَ (khalaaifa)  => khalifah-khalifah  pada manusia secara umum
QS. Al A’raf : 129    وَيَسْــتَخْلِـفَكُمْ (wayastakhlifakum)  => menjadikan kamu khalifah (do’a Nabi Musa a.s bagi kaumnya)
QS. Shaad : 26    خَلِـيفَةً (khaliifatan)  => khalifah  pada diri Nabi Daud a.s

ANTARA “khalaqa” DAN “ja’ala”
Perbedaannya Insyaallah kita jumpai dalam Firman Allah Azza Wa Jalla pada :

QS. Al A’raf : 11  =>  خَلَقْنَـكُم (khalaqnakum)
QS. Al A’raf : 12  =>   خَلَقْتَنِي مِن  نَّارٍ  (khalaqtani minan naar) 
                     d-a-n  وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ   (wa khalaqtahu min thiin)
QS. Al A’raf : 54  =>   خَلَقَ السَمَـوَتِ وَالاٌّرْضَ  (khalaqas samawati wal ardho)

QS. Al Baqarah : 30   =>   إِنِّى جَاعِلٌ فِى الأَرْضِ (inni ja’ilun fil ardhi)
QS. Al Baqarah : 124  => إِنِّى جَـعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا (inni ja’iluka linnasi imama)

Perbedaannya akan semakin jelas dalam QS Al A’raf : 189, dalam kalimah ;
خَلَقَكُمْ مِّن نَّفْسٍ وَحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا

Khalaqakum min nafsiw wahidah Wa ja’ala minha zaujahaa  (Menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya)
Walaupun antara khalaqa dan ja’ala mempunyai makna sama (menciptakan/ menjadikan) namun akan terlihat beda pada penggunaan dalam kalimat. “Khalaqa” digunakan pada penciptaan benda (perhatikan ayat-ayat berkenaan dengan penciptaan adam, manusia, langit-bumi, syaithon), “Ja’ala” digunakan pada penciptaan sifat (perhatikan pada ayat-ayat berkenaan dengan penciptaan khalifah, imam, istri)

PERBEDAAN PENDAPAT BERAWAL DARI SINI
A’udzubillahi minasy syaithoonirrajiim. Bismillahirrahmaanirrahiim. Firman Allah Azza Wa Jalla insyaallah kurang lebih artinya :

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah : 30)

Mengapa Para Malaikat a.s “Protes” ?
ataj’alu fiiha ma(n)yufsidu fiiha  wayasfikud dimaa…’ "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah…”
Ada 2 asumsi mayoritas terkait “protes” tersebut :
  1. Para Malaikat a.s sudah me”ramalkan” (tanpa contoh kasus sebelumnya) bahwa Nabi Adam a.s –yang dijadikan khalifah (pertama?) - dan keturunannya akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah. => Mungkinkah ???
  2. Para Malaikat a.s menarik pelajaran (dari contoh kasus sebelumnya) bahwa khalifah-khalifah sebelum Nabi Adam a.s yang sudah berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah. => Mungkin !!!

Asumsi Pertama sangat mungkin menjadi alasan munculnya anggapan bahwa Nabi Adam a.s bukan manusia pertama melainkan “khalifah pertama”, namun mungkinkah para Malaikat a.s melakukan “protes” tanpa ada contoh kasus sebelumnya ?

Asumsi Kedua tidak dapat dijadikan argumen bahwa Nabi Adam a.s adalah khalifah pertama, dan jika khalifah – khalifah sebelumnya juga berasal dari jenis makhluk yang tercipta dari tanah maka Nabi Adam a.s pun bukan manusia pertama. Lalu “siapa khalifah sebelum Nabi Adam a.s ?” : (a) Dari golongan manusia (yang tercipta “dari” tanah),  atau ; (b)Dari golongan makhluk lain ?


DARI SEORANG DIRI (?)
Firman Allah Subhanahu Tabaroka Wa TA’ala, A’udzubillahi minasy syaithoonirrajiim. Bismillahirrahmaanirrahiim insyaallah kurang lebih artinya : 

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[*] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[**], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa’ : 1)

[*]. Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.
[**]. Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

>>> Jika yang dimaksud “seorang diri” adalah Nabi Adam a.s maka benarlah pendapat yang mengatakan Nabi Adam a.s manusia pertama. Namun jika yang dimaksud “seorang diri” adalah setiap manusia (laki-laki) hal inipun tidak lantas menggugurkan pendapat Nabi  Adam a.s adalah manusia pertama.


MELEBIHI SEGALA UMAT 
Firman Allah Azza Wa Jalla, A’udzubillahi minasy syaithoonirrajiim. Bismillahirrahmaanirrahiim insyaallah kurang lebih artinya : Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (QS. Ali Imran : 33)

>>> Benarkah makna lafadz  al ‘alamin = segala umat (di masa mereka masing-masing) ???. Jika benar, maka pada masa Nabi Adam a.s sudah ada “umat lain” sehingga  menurut ayat QS Ali Imran : 33 tersebut Nabi Adam a.s terpilih melebihi segala umat di masanya. Jika Tidak, lalu makna lafadz  al ‘alamin apa ?

>>> Bagi yang menolak Nabi Adam a.s manusia pertama tentu akan mengartikan “melebihi segala umat” adalah melebihi manusia-manusia lain di jamannya. Bagi yang pro Nabi Adam a.s manusia pertama  akan lebih mengartikan bahwa “umat lain” pada masa Nabi Adam a.s  tersebut bukanlah manusia namun makhluk lain selain manusia.


MAKHLUK LAIN ITU SIAPA ?
Firman Allah Azza Wa Jalla, A’udzubillahi minasy syaithoonirrajiim. Bismillahirrahmaanirrahiim insyaallah kurang lebih artinya : Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[*], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Qs. Al Isra’ : 70)
[*]. Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.

>>> Konsekwensi logis bagi yang percaya Nabi Adam a.s bukan manusia pertama, manusia-manusia lain diluar keturunan Nabi Adam a.s hanya dianggap sebagai “kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”


Site Yang Senang Pada Pendapat Nabi Adam a.s Bukan Manusia Pertama,
JIL : Islam Liberal
Hindu : http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/07/adam-bukan-manusia-pertama/
Hindu : http://vedasastra.com/?p=836
Budha : http://wirajhana-eka.blogspot.com/2007/08/adam-bukan-manusia-pertama-banyak-adam.html

Perbedaan pendapat ini bukanlah sebuah misteri, saya yakin bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah menjelaskannya dalam Al Qur’an Al Karim, hanya keterbatasan kitalah yang menganggap ini masih misteri. Dan bagi musuh-musuh Islam tentu akan memanfaatkan hal ini untuk terus mengobok-obok agar perbedaan tersebut terus meruncing, yang pada gilirannya berpotensi menjauhkan umat Islam dari Aqidah Islam yang utama yakni meng-Esa-kan Allah Subhanahu tabaroka Wa Ta’ala. Setelah berusaha, selanjutnya saya hanya pantas berdo’a : 

A’udzubillahi minasy syaithoonirrojiim. Bismillahirrahmaanirrahiim
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Amin.


Semoga bermanfa’at.

33 comments :

  1. assalamu alaikum
    ##bermanfaat...##
    singkat dan butuh waktu buat saya utk merenung graaak!!!

    wassalam
    Abu Hanan

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum Kang....
    Saya udah beberapa kali mempostingkan mengenai Nabi Adam, khususnya dari cara pandang untuk bertesa mengenai penciptaan Nabi Adam dalam beragam sumber, dengan fokus memahami dari sudut pandang informasi AQ, lalu pandangan Ust. Agus Mustofa bahwa Nabi Adam dilahirkan. Namun, memang dari keseluruhan diskusi yang terjadi, tidak atau belum berhasil ditemukan konklusi yang tegas dan bisa diterima. Beberapa tema yang terdiskusikan adalah :
    1. Dimana Nabi Adam diciptakan di bumi ini lalu di bawa ke surga, lalu berbuat salah, lalu dikirimkan lagi ke bumi?.
    2. Nabi Adam dilahirkan dengan memahami bahwa penciptaan Nabi Adam seperti penciptaan Nabi Isa. Lalu siapa ibunya Nabi Adam?. Ataukah Nabi Adam langsung dibuat dari saripati tanah dan bleg jadi Adam (seperti film terminator). Ini jelas tidak sesuai dengan penjelasan bahwa penciptaan Nabi Isa seperti Nabi Adam.
    3. Hawa, apakah dari tulang rusuk Adam (ini kisah israilyat). Ataukah seperti yang diuraikan dari AQ dari diri yang satu itu dipahami kemudian sebagai "lahir kembar identik". Ini artinya Adam dibesarkan dalam rahim (kasih sayang). Ini menjelaskan atau mengartikan Nabi Adam dilahirkan. Pertanyaannya dari rahim yang mana (ini tidak ada penjelasan di AQ), tapi jika merujuk penciptaan Nabi Isa, maka Nabi Isa diciptakan melalui penitipan pada rahim Mariam.
    4. Dari telusuran pengetahuan tentang genetika bahwa memang Nabi Adam adalah manusia pertama dan semua manusia di bagian manapun di dunia, membawa karakteritisk genetis yang sama sehingga disimpulkan ada satu Adam sebagai manusia pertama.
    5. Diskusi lanjutan mengenai Nabi Adam di Surga, namun di surga itu juga terjadi diskusi dan pembohongan oleh Iblis, jadi apakah ini surga yang ditetapkan oleh Allah untuk kelak atau surga yang lain. Pembahasan ini juga sebuah diskusi panjang dan tidak sedikit yang menyimpulkan Surga yang dimaksud adalah bumi ini juga.

    Wassalam, agor

    ReplyDelete
  3. @Samaranji

    Ass...

    mengenai Adam manusia pertama sekali yang hidup di dunia ini memang tidak di jelaskan di Al Quran, akan tetapi kalau Adam adalah nenek moyang manusia yang generasinya masih terus berlangsung sampai saat ini, saya percaya.

    terlalu panjang untuk di uraikan.

    SALAM

    ReplyDelete
  4. Wassalamu'alaikum...

    @anonim
    makasih kunjungannya,,,,
    =========================

    @abu hanan
    Makasih berkenan lagi silaturrahmi ke sini
    =========================

    @kang agor
    yang saya pahami selama ini :
    1. Nabi Adam a.s tercipta di surga (surga yg sama yang dah dijelaskan dlm Al Qur'an). Karena khilaf maka "diturun"kan (prosesnya entah sprti apa) ke bumi. Dlm kitab tafsir Jalalain, diturunkan di "hindi masiyan" (hindia dng/yg berjalan : bisa jadi adalah atlantis yg membentang dari paparan sunda hingga india sekarang). di diilah mulai ada peradaban manusia.
    2. Kemiripan penciptaan Nabi Adam a.s dengan Nabi Isa a.s BUKAN "sama dalam proses", namun lebih pada "sama dalam ke-gharib-an (kenylenehan/pengecualian)".
    3. Penciptaan Ibu Hawa, itu sudah menyangkut teknis sebagaimana Nabi Adam as juga. Sebagaimana lafadz "kun" yang bukan lantas seperti "jreng!!!", maka itu lebih pada makna proses.
    4. Setuju.
    5. Sebagaimana no. 1. Surga itu surga yang sama hingga sekarang.

    >>> saya hanya ingin tahu sejauh mana implikasi pemahaman ini terhadap aqidah islam, itu aja koq kang. Selebihnya terimakasih atas masukannya.
    ==========================================================


    @ Filar biru.
    Bwetul...terlalu panjang, dan sy bukanlah ahlinya. Saya hanya ingin share aja apa" yg sy ketahui dan mohon koreksi jika sy salah.

    Mas masih sering debat ama umat kresten ? Kalo boleh saran, jika hendak mengkaunter fitnah" mereka, gak perlu kasih tahu lik mereka (keenakan donk meeka dpt promosi gratis). Tulis aja gini : Mereka para kafirun-munafikun menfitnah demikian "bla..bla..bla" , Sungguh fitnah keji yang kejadian sebenarnya begini "..........."
    (he..he..., koq jadi sy sih yg kasih saran, maap loh mas).

    Thank's all

    ReplyDelete
  5. Kalau Makhluk pertama ya jelas bukan Adam, karena sebelum adam ada Malaikat dan Jin

    Kalau manusia pertama itu bisa Adam

    http://vilaputih.wordpress.com/2010/12/09/tafsir-penciptaan-adam-hawa/

    ReplyDelete
  6. @Samaranji

    makasih atas nasehatnya, tapi saya lebih suka terbuka, jadi tidak ada yang ditutup tutupi.

    salam

    ReplyDelete
  7. @ mas wedhul

    Postingan sy tidak mempermasalahkan MAKHLUK pertama ato MANUSIA pertama, jadi dah jelas nabi adam a.s bukan makhluk pertama.

    Yang masih terjadi perbedaan pendapat adalah.... : Adam a.s tuh MANUSIA pertama ato KHALIFAH (ato NABI) pertama ???

    Dan setelah sy liat http://vilaputih.wordpress.com/2010/12/09/tafsir-penciptaan-adam-hawa/ jenengan mengatakan,,,,,,"Dari 2 penafsiran diatas maka aku ada penafsiran lain tanpa mempedulikan hakekat Huruf atau bahasa Arab-nya . Jadi aku memahaminya sebagai berikut :...."
    >>> Maaf mas, jika demikian yg mas wedhul katakan maka sy menganggap jenengan baru sebatas MENAFSIRKAN TERJEMAHAN dari Al Qur'an Al Karim (dan sy sangat menghargai usaha itu, sy pun juga berusaha memahami Al Qur'an dari beberapa sumber termasuk apa2 yg sudah DITERJEMAHKAN oleh DEPAG RI)
    >>> Untuk itulah sy mencoba untuk tidak sekedar MENAFSIRKAN TERJEMAHAN, dan jujur sy tidak punya kapasitas untuk menafsirkan Al Qur'an. Sy sebatas memahami tafsir Al Qur'an dari 'ulama- 'ulama terdahulu yang saya yakin juga memahami huruf2 'ARABIYUN MUBIIN.

    ==============


    @ Mas Filar

    He he, iya juga sih mas. Terkadang kita juga perlu menyertakan link para pemfitnah itu sebagai BUKTI dan tidak dianggap sebatas self proclaim semata. Thank's.

    ReplyDelete
  8. @Samaranji

    Saya sebenarnya tidak suka berdebat, apalagi masalah agama, sebab sudah terang disisi Allah, bahwa agama islam adalah rahmat bagi semesta alam. hanya saja umat kristen selalu menjelek2 agama islam baik melalui cara2 yang tidak fair maupun dengan mengatakan fitnah di sana sini. Hati siapa yang tidak terluka karenanya?.

    Itulah sebabnya saya membuat blog untuk mengcaounter semua yang mereka katakan, Alhamdulillah semoga Allah selalu memberikan petunjukNya bagaimana cara mengcounter serangan2 tersebut. Segala Puji Bagi Allah Rabb Semesta Alam.

    SALAM

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaikum Kang Samaraji,
    mengenai :
    2. Kemiripan penciptaan Nabi Adam a.s dengan Nabi Isa a.s BUKAN "sama dalam proses", namun lebih pada "sama dalam ke-gharib-an (kenylenehan/pengecualian)".
    Ini memang buat agor juga rumit dalam memahami, termasuk pemahaman atau tafsir dari para pendahulu kita. Karena memang itu gaib, kita belum cukup untuk memahami sejauh pemahaman kita dari AQ tentang "kemiripan" atau kesamaan" dengan penciptaan Isa. Satu pertanyaan yang belum terjawab (secara memuaskan, setidaknya dari agor) : Apakah kesimpulan BUKAN "sama dalam proses" adalah pesan yang disampaikan Allah kepada manusia, ataukah baru sampai di sini kita memahami hal ini. Apakah "dibenarkan" kita menguci pemahaman pada pengertian ini ataukah masih terbuka pemahaman yang saling melengkapi. Meskpun hal itu tidak dirujuk oleh mufassirin terdahulu.

    Apa akang punya tambahan infomasi?
    Wassalam, agor

    ReplyDelete
  10. @ master agorsiloku
    (mohon ijin manggil master, sbg bentuk penghormatan sy thdp keluasan ilmu master agor dlm setiap postingan di blognya)

    Wa'alaikum salam warohmatullah....

    Wallahu a'lam, itu jawaban paling aman. Namun tentu mempunyai konsekwensi tidak bisa memuaskan akal, akal perlu sesuatu yang rasional (tapi serasional apakah akal dan ilmu kita ?)

    Setidaknya, sy hanya mencoba memahaminya begini (ini sekedar bocoran utk postingan sy selanjutnya, insyaallah):
    Sy hanya mencoba melihat latar belakang masing2 pendapat "Manusia Pertama" Vs "Khalifah Pertama" hasilnya ini,
    1. Umat islam yg percaya Nabi Adam a.s "manusia pertama" dianggap terinfiltrasi kisah isra'iliyat.
    2. Umat Islam yg percaya Nabi Adam a.s "khalifah pertama" dianggap lebih ilmiah dan lebih saintific.

    Pendapat pertama, menjadi KETAKUTAN umat islam ketika TERBUKTI bahwa JARAK Nabi Adam a.s dengan Nabi Isa a.s (1 masehi) dalam kitab INJIL (Perjanjian Lama) HANYA BERSELISIH 4168 tahun. Angka ini adalah valid, karena Perjanjian Lama menulis kisah mulai dari Adam sampai kedatangan Yesus dengan teliti dan cermat (disebutkan angka tahunnya), berapa usia saat melahirkan dan saat wafat direntang generasi Adam hingga Yesus, dicatat dengan cermat (???) oleh kitab Perjanjian Lama. Karena terbukti TIDAK ILMIAH inilah kemudian muncul kritik terhadap injil di dunia barat (terutama kaum atheis dan saintis).

    Pendapat Kedua, sy hanya melihat adanya usaha usaha para saintis Islam yg tidak menginginkan PEMBUKTIAN ILMIAH tsb diatas mengganggu pemahaman "NAbi ADam a.s Manusia Pertama".

    Kemudian sy berkesimpulan, bhw KETIDAK PEDEan umat ISlam mengatakan "NAbi Adam a.s adalah manusia pertama" diakibatkan kritik para saintis terhadap - penulisan angka tahun dlm setiap peristiwa besar, entah itu firman Allah SWT ato penambahan dari pendeta2 mereka- yg ada dlm INJIL.
    Dan,,, ketika saya mengingat posisi Al Qur'an sebagai penyempurna (mengembalikan kemurnian) terhadap kitab2 sebelumnya, maka sy anggap kritik para saintis tersebut TIDAK BISA ditujukan kepada Al Qur'an.

    Jika ada yg berkata tafsir "NAbi Adam a.s bukan manusia pertama" TIDAK BERTENTANGAN dng Al Qur'an,,,,
    maka dengan ALASAN YANG SAMA sy juga berhak berkata bahwa tafsir "NAbi Adam a.s adalah manusia pertama" JUGA TIDAK BERTENTANGAN dng Al QUr'an Al KAriim.

    Kurang lebihnya, sy hanya kembalikan kepada Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta'ala,

    Wassalamu'alaikum, master... (he,,he,, boleh ya manggil gitu ?)

    Wassalamu'alaikum.

    ReplyDelete
  11. Wassalamu'alaikum Kang,
    Kalau tentang manusia pertama, bukankah Al Qur'an sudah jelas menyatakan bahwa Allah menyampaikan kepada malaikat :".. Aku hendak menciptakan....". Jadi jelas bahwa induk manusia yang menjadi khalifah di bumi ini adalah satu. Termasuk isterinya hawa, dari "diri yang satu". Semua pembuktian ilmiah dan penelusuran genetika justru membuktikan ke arah itu.
    Demikian juga Nabi Isa, "diproses" dengan cara yang sama. Bahwa Beliau berada pada rahim Maryam secara logis adalah "penitipan" dalam rahim bernama Maryam, seorang wanita yang dimuliakan Allah.

    Bilapun ada pertanyaan, dirahim mana Adam dibesarkan?. Tidak ada memang penjelasan di Al Qur'an dan manapun juga. Memang jawaban yang paling tepat wallahu'alam. Namun, tetap itu tidak mengartikan bahwa ada manusia lain sebelum Adam. Karena jelas yang membedakan manusia dengan mahluk lain, adalah akal budi dan ruh.
    Jadi, menurut pemahaman agor, kalau dikatakan, Adam bukan manusia pertama, jelas menyalahi term dalam Al Qur'an dan menyalahi informasi dari Allah : Hendak menciptakan Adam.

    Kalau dipahami, bukan manusia pertama, jelas artinya berpikir Allah melakukan seperti ahli genetika : membuat perkawinan silang.... Ini absurd. Astagfirullah.

    Pertanyaan malalikat, jelas pula bukan menunjuk pada "orang" sebagai subjek "insan=manusia".

    Oh ya, menurut agor, Akang yang sesungguhnya master lho.
    agorsiloku = anak goreng si loba kutu (anak jelek yang banyak kutunya).
    Jadi, master memang tidak cocok tuh kang. Kalau jadi master, berarti magorsiloku.
    Wassalam, agor

    ReplyDelete
  12. @ Mas(ter) Agorsiloku

    Wa'alaikum salam warahmatullah....

    sy master ???, he,he, becandanya menakutkan. Kuliah aja kagak, cuman S3 (sd, smp, smu) dan yg membuat sy bersyukur adalah orang tua sy yg memasukkan sy di pesantren sejak smu (mungkin aja biar ga terbawa arus lingkungan yg super duper penuh kema'siyatan). Walaupun pesantren kecil mungil, namun disini sy bisa menggali ilmu apapun dari rekan2 santri senior yg terpelajar.

    jujur ketika sy ter"sesat" di blognya master haniifa, kirain tempat "segerombolan" anak kuliahan yg lagi cari jati diri dan kebenaran, eh ga taunya semua kontributor komentar adalah para master, kadang malu ndiri jadinya. Membaca koment2 sy pasti ketahuan deh ndeso dan katroknya sy, yg sok2an bicara agama lah, sains lah, filsafat lah, dan entahlah. yg pasti sy bersyukur bisa mengenal para master, dan suatu kebanggaan tersendiri selalu mendapat kunjungan silaturrahmi.

    (eh, ko jadi curhatan gene ya ???)

    Btw,,, yg sy pahami dari komentar Pak Agor (mau panggil pak, canggung jadinya), "Nabi Adam a.s adalah manusia pertama" jus it.

    ReplyDelete
  13. Kalau boleh ditegasi kembali :
    Jika ada yg berkata tafsir "NAbi Adam a.s bukan manusia pertama" TIDAK BERTENTANGAN dng Al Qur'an,,,,
    maka dengan ALASAN YANG SAMA sy juga berhak berkata bahwa tafsir "NAbi Adam a.s adalah manusia pertama" JUGA TIDAK BERTENTANGAN dng Al QUr'an Al KAriim.
    -------------
    Jika ada tafsir Nabi Adam a.s bukan manusia pertama --> dalam pemahaman agor, ini bertentangan dengan Al Qur'an. Manusia pertama adalah khalifah pertama.
    Penciptaan Nabi Isa a.s. = Nabi Adam, menjelaskan bahwa penciptaan mahluk hidup ini dari kuasaNya secara langsung, bukan melalui proses perkawinan genetis (ovum dan sperma) sebagaimana seorang ibu menikah dan anak lahir dari proses perkawinan genetik. Ini tidak terjadi, pada Nabi Adam a.s dan juga Nabi Isa a.s.
    ----
    Dari sisi ilmu pengetahuan, yang tidak dijelaskan oleh Allah antara lain : Bagaimana Nabi Adam dibesarkan, bagaimana Siti Hawa diciptakan?, dimana Nabi adam disimpan dalam "rahim"?. Namun, merujuk pada contoh kejadian Nabi Isa meniupkan burung tanah untuk menjadi burung yang hidup (QS 3:49), maka tidak ada hal khusus yang mengharuskan Nabi Adam "harus" lahir dari "rahim ibu" yang kemudian menjadi alat untuk menyimpulkan bahwa Nabi Adam bukan manusia pertama.
    Menurut pemahaman Agor, saintis yang berpikir : "Bukan manusia pertama sekaligus khalifah pertama" harus mengelaborasi kembali pendekatannya....

    ReplyDelete
  14. Kang @ Agorsiloku
    Yg sy pahami selama ini adalah, Nabi Adam adalah Manusia Pertama yg diangkat sbg Khalifah Pertama Dari golongan manusia.
    Terima kasih penegasannya kang,,,

    Wassalamu'alaikum.

    ReplyDelete
  15. Jika berkenan, mohon hasil diskusi kang agor dengan para master itu, dirangkum dunk. Terima kasih...

    ReplyDelete
  16. Kang Samaranji, assalamu'alaikum.
    Mohon perkenan menambahkan lagi, yang agor pahami (koreksi bila salah ya), Khalifah Pertama di alam semesta ini adalah golongan manusia dan hanya satu-satunya ummat yang mendapatkan tugas sebagai khalifah,yaitu manusia. QS 33:73 menegasi hal ini amanat ini. Karena dipikulnya amanat ini, maka azab sebagai sebuah resiko harus diterima manusia (33:74)

    Kita tidak tahu, berapa banyak universe diciptakan Allah, karena tidak ada informasi sedikitpun mengenai hal ini, jadi apakah ada golongan mahluk ciptaan lain yang menerima amanat ini atau tidak. Namun, dari ayat ini, di alam semesta yang kita kenali, manusia menjadi satu-satunya khalifah di alam semesta ini.

    Pada terjemahan depag, ada catatan kaki 1223) Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.
    Agor kurang paham mengapa dibatasi pada tugas-tugas keagamaan, karena di ayat tersebut ditawarkan kepada langit dan bumi, seperti penjelasan pada sejumlah tafsir. Apakah tidak tertutup kemungkinan bahwa ini juga bagian dari pemahaman "amanat" kepada seorang khalifah yang bersedia memikul amanat?.
    Wallahu'alam
    wassalam, agor

    ReplyDelete
  17. Wa'alaikum salam...

    Jika Nabi Adam Khalifah pertama, mengapa para malaikat "menggugat" dengan : ..."Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"... (sebagaimana tersurat dalam QS Al-Baqarah : 30) Kang ?

    >>> Pertanyaan tsb, mungkin sudah dijawab para master di blog kang haniifa dan di blognya kang agor,cuman terus terang sy punya keterbatasan waktu utk membacanya scr keseluruhan (baik postingan dan komentar).

    Truss,,, Kita tidak tahu, berapa banyak universe diciptakan Allah, karena tidak ada informasi sedikitpun mengenai hal ini, ....
    >>> apakah dunia ini paralel, apakah ada hubungannya dng teori bahwa alam semesta ini hologram ?
    >>> ini bagian yg kusuka, sebuah pengembaraan logika yang menuntut kita utk terus memikirkan "ayat2"nya, tentu saja harus diakhiri dengan penyerahan diri kepadaNya, bahwa hanya Allah Yang Maha Tahu. Namun hal ini tidak jadi penghalang utk terus menghasilkan karya bagi rahmat semesta.. Trim's kang.

    ReplyDelete
  18. Assalamu'alaikum.
    ...Jika Nabi Adam Khalifah pertama, mengapa para malaikat "menggugat"....
    ---
    Dalam pemahaman agor : karena sebqselumnya malaikat diberi tahu oleh Allah : ...Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah" (QS 38:71)
    Sedangkan, mahluk melata di permukaan bumi disebarkan Allah di antara langit dan bumi (dabbah) sejak virus pertama sampai dinosaurus sampai kemunculan pithecantropus yang memperlihatkan sifat-sifat yang di antaranya saling berbunuhan dan sebagian bersifat merusak (tanpa dibarengi kemampuan akal budi) memadai. Dengan dasar pengetahuan terhadap perilaku ciptaan yang dibuat dari mahluk yang berbahan dasar sama dengan manusia tersebut, wajarlah pertanyaan malaikat kepada Sang Pencipta.

    Mahluk melata semua yang ada di langit dan bumi (dabbah-daabbatin), malaikat (QS 16:49) mendefinisikan secara umum tentang mahluk ciptaan Allah.

    Lebih sederhananya, ketika Ibu saya mengeluarkan dua telor, saya bertanya : mau buat telor dadar lagi. Bukankah kita sudah berhari-hari makan dengan telor dadar... Lalu ibu menjawab : bukan, yang sekarang saya akan membuat martabak..... :D

    ----
    Dunia holografis bukan dunia paralel, dunia hologram dipahami oleh Pilbram sebagai kesatuan yang tak terpisahkan antara dunia semu (alam semesta ini) dengan dunia spiritual. Seperti juga kita memahami bahwa ruh adalah komponen yang memahami dunia ini melalui media tubuh. Dunia spiritual dan dunia material sesungguhnya jalin menjalin menjadi kesatuan yang bertasbih kepada Sang Maha Kuasa.
    Sedangkan dunia paralel menjadi dunia alternatif dari arah peristiwa yang lebih dari satu (jadi bukan singularitas). Gagasan multiunivers kejadian dimunculkan oleh gagasan, apakah singularitas kejadian awal yang menimbulkan terciptanya alam semesta (teori bigbang) juga "boleh jadi" pada saat itu ada singularitas lain yang melahirkan alam semesta lain. Pemahaman sufistik tentang alam kembaran juga terjadi (saudara di alam lain), yang dipahami dan kerap dikisahkan oleh suku Jawa (entah di suku lain).
    Agor juga belum menangkap esensi keseluruhan dari topik yang merangsang imaji ini.
    Wallahu'alam
    Wassalam, agor.

    ReplyDelete
  19. Dear Pak,
    Sebagai salah satu yang senang dengan pendapat Adam bukan manusia pertama, saya mau tanya ttg kalimat terakhir pada AQ 2:35,

    waqulnaa yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa minhaa raghadan haytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina

    [2:35] Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini37. yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

    Kalimat terakhir [alzhzhaalimiina = الْظَّالِمِينَ] mengindikasikan kata jamak para pelaku yg terindikasi dhalim..sementara kondisi di ayat itu Adam dan Hawa belumlah Zalim dan belum berketurunan

    syaitan yg membangkang jelas tidak termasuk golongan Nnaas andaikata ada yg berpendapat bahwa karena SETAN membangkang maka ia juga udah masuk golongan zalim, kalo pendapat itu digunakan maka populasi zhalim baru berjumah 1 sehingga masih tidak cocok di pakai secara jamak..atau dengan kata lain pendapat itu kuranglah tepat

    Karena kata itu adalah jamak maka ayat itu juga mengindikasikan ada nnaas lain di tempat lain selain tempat adam/hawa saat ini..atau dengan kata lain Adam bukanlah nnaas pertama..

    demikian pak..salam

    ReplyDelete
  20. @ Kang Agor
    1. Entah kenapa, sy ko ga terlalu "ngeh" dng teori evolusinya darwin.
    2. "khalifah" sy pahami sbg bentuk kata sifat, dng demikian Allah hendak menjadikan sifat khalifah pada Manusia Pertama bernama Adam a.s itu.
    3. Jadi analogi hendak membuat martabak, sy rasa kurang tepat. Lebih tepatnya mungkin gini :
    khalifah = rasa telur
    makanan = makhluk (dalam hal ini nabi Adam a.s)
    "saya hendak menjadikan rasa telur pada makanan kali ini"
    dimana "rasa telur" tsb sudah pernah dibuat pada makanan2 sebelumnya.

    (ini sebatas analisa aja, kang. Mohon koreksinya)

    ==================

    @ Pak Wirajhana
    Pak Wirajhana Eka yg master analisa itu ? Wow.. suatu kehormatan panjenengan mengunjungi blog "nyubi" ini. Subahanallah...

    eh, ko manggil sy pak sih ? (tapi ga papa deh, besuk juga calon bapak)
    Ttg "adz dzalimiiina"
    >>> benar itu adalah bentuk jamak
    >>> "adz dzalimiina" ini termasuk "isim" ko pak (isim :Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut tidak terikat dengan waktu.) Salah satu ciri isim yg ada pada kata ini terletak pada "diawali alif lam" (yaitu AL dzhalimiina = di idhgomkan jadi adzh dzhalimiina)
    >>> ciri isim selain "al" tadi adalah : "diakhiri tanwin" "diawali huruf khofadz" "disisipi huruf jer"
    >>> Jadi "ADZH DZHALIMIINA" tidak terikat dengan waktu.

    Selengkapnya bisa dipelajari di sini :http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-3-kalimah.html
    saya pun masih "grothal grathul" (meraba-raba) ko pak. mari sama sama belajar, dan sy kagum dng analisa2 di blognya Bapak, sy sering baca tapi ga berani komentar.

    Ngomong2, ko bisa nyempe sini. ???
    Makasih...

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Salam juga Pak [ngga masalahkan walau belom jadi bapak juga]

    Terima kasih atas penjelasan ttg jamaknya dan juga tambahan ilmu ttg isim dari bapak [calon bapak nantinya] yg dikatakan tidak terikat dengan waktu..

    Wah, kebetulan saya temukan pembahasan 2:35 ttg الْظَّالِمِينَ di situs ini:

    http://quran.bblm.go.id/?id=600 [mohon di periksa..]

    Diterangkan bahwa ini termasuk isim mafxul dan diterangkan dengan jelas bahwa ini merupakan:

    1. jamak laki2,
    2. pelaku aktif dari suatu perbuatan dan
    3. kata sandang al ( اَل ). yang melekat pada kata benda الظَّالِمِينَ ini memberikan arti bahwa kata benda yang ditunjuk telah jelas, atau paling tidak bahwa kata benda ini pernah dibahas atau diketahui dengan jelas.

    Dari gelagat2nya..malah yg diajak bicara udah mengetahui dengan jelas maksud pembicaraan dan siapa2 [nnaas] berjenis laki2 sebagai pelaku2 aktif perbuatan dhalim!

    ini mengindikasikan bhw adam memang bukan manusia pertama.

    Btw, sy nyampe sini ngga sengaja..karena ada blog sy di sebut..jadi ingin tau aja..

    salam pak.

    ReplyDelete
  23. @ pak wirajhana eka

    "karena ada blog sy di sebut..jadi ingin tau aja.."
    >>> mohon maaf, jika menyertakan link anda tanpa sepengetahuan pemiliknya, soalnya akses di web anda loadingnya jd lelet sih (mungkin setingannya perlu disederhanakan aja pak, sekedar usul)

    isim mafxul ???
    >>> terus terang ga ada istilah isim mafxul, yang ada "isim maf'ul". Dan ttg link http://quran.bblm.go.id/?id=600 tsb. terus terang sy masih ragu kredibilitasnya (sebagaimana saat ini marak penulisan TERJEMAHAN HADITS BUKHARI MUSLIM yg selalu dan selalu berbahasa linggis itu)

    Mungkin biar mudah dicerna sy ajukan "pemahaman" sy aja :
    QS 2:35 insyaallah kurang lebih artinya ;
    Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini [37], yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."
    >>> karena yg diajak dialog Nabi Adam a.s (manusia), jadi lafadz "alzhzhaalimiina" emang terpaksa diartikan "orang2 yg dholim", jika diartikan orang2 dholim harusnya pake kata "mudzhlimiin" (sebagaimana muslimiin, atau mu'miniin) ; lain halnya seandainya yg diajak dialog jin maka maknanya akan menjadi "jin2 yg dholim". Makna yg lebih tepat mungkin "yang senang kedholiman".
    >>> hal tsb menjadikan TIDAK TEPAT diartikan bhw "sudah ada" manusia, Soalnya kan baru sebatas "ancaman"NYA, bahwa jika Nabi Adam mendekati pohon itu maka AKAN menyebabkan beliau BESOK DI HARI AKHIR akan termasuk golongan YG DHOLIM.

    Insyaallah demikian, selebihnya wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  24. Dear Pak,
    Mmmhhh...bagian yang menarik dari kajian kata arab itu adalah "pelaku aktif" dan "jamak" pula..seharusnya itu lebih dari cukup untuk menjelaskan..

    Jadi, yg penting itu isinya..apakah mempunyai bernilai utk membuka tabir kebenaran/tidak.

    Oke deh pak itu aja..sampe ketemu lagi..dan selamat belajar.

    Salam.

    ReplyDelete
  25. @ Pak Wirajhana

    "Mmmhhh...bagian yang menarik dari kajian kata arab itu adalah "pelaku aktif" dan "jamak" pula..seharusnya itu lebih dari cukup untuk menjelaskan.."

    >>> Jika kita (sedikit saja) mau memperhatikan konteks kalimat keseluruhan pd QS 2:35, pelaku aktifnya adalah "Kami" BUKAN "adzh dzhalimiina".

    >>> Adapun kata "kami" sendiri ada yg beranggapan itu pasti bentuk jamak (Jika anda termasuk salah satunya, sy sarankan membuka KBBI. online : http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php ATAU JUGA INI http://kamusbahasaindonesia.org/kami)

    >>> Akan sulit meng"konversi" tata bahasa arab (baca : alqur'an) ke dalam bahasa indonesia, bila dalam bhs indonesia bagian dari kalimat ada subyek-predikat-obyek sedangkan bhs arab ada "Isim" (kata bermakna namun tak menunjukkan waktu), "Fi'il" (kata bermakna dan menunjukkan waktu, misal : sudah/sedang menulis, atau hendak menulis), dan "huruf" (akan bermakana jika dihubungkan dng kata lain). Sekali lagi kita tentu kesulitan mengkonversinya, namun setidaknya para 'ulama dah berusaha menerjemahkannya lewat DEPAG RI bukan ? JIka demikian mari kita perhatikan SPO (subyek, predikat, obyek) pada terjemahan QS 2:35 diatas,,
    SUBYEK : Kami
    PREDIKAT : berfirman
    OBYEK : "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini [], yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."

    Jadi jelas bahwa "pelaku aktif"nya adalah : KAMI
    Adapun "orang-orang yang zalim" hanyalah bagian2 dari "obyek" (pelaku pasif)nya. (itupun tidak mengindikasikan sudah adanya manusia2 dzalim sebelum Nabi Adam, karena kata sebelumnya diawali dng FI'IL AMR (kata perintah) "janganlah kamu dekati...." dengan demikian berlaku hukum JIKA..MAKA...

    Alhamdulillah, melalui koment anda sy kembali menemukan betapa Allah akan selalu menjaga kemurniannya (salah satunya terjaga dari segi bacaan dan huruf per hurufnya), sesuai janjiNYA insyaallah kurang lebih artinya :
    "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS. Al-Hijr : 9 )"

    Dan jika pak wira tertarik terjaganya kemurnian Al Qur'an dari sisi matematis, anda bisa menengok ini :
    http://haniifa.wordpress.com/2009/01/08/saya-tidak-sepintar-dr-rashad-khalifa-tapi-tidak-bodoh/

    ReplyDelete
  26. Assalamualaikum wr.wb,
    kang samaranji yg mulia,
    kesalahan cara kita berfikir sbb,
    kita beranggapan bahwa malaikat mengetahui bakal yg terjadi padahal tugas malaikat hanya bertasbih dan memujinNYA.Allah pun sebenarnya sudah memberikan signal kepada kita yaitu firmanNYA;"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah : 30)
    signal ini diberikan Allah agar kita tidak bingung mengartikan seluruh ayatNYA ini.
    makna khalifahpun malaikat tidak mengetahuinya.

    jika kang ada pertanyaan saya sudi menjawabnya.

    Salaam.
    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid.

    ReplyDelete
  27. Wa'alaikum salam Warohmatulloh,,,Mr. Sayyid.

    "yang mulia" ??? (amiin, saya berharap itu hanya do'a). Semoga kita semua mulia di dunia dan akhirat, semoga kita senantiasa dalam rahmat Allah Ta'ala. Dan Semoga kita senantiasa dalam taufiq dan hidayah-Nya.

    ***jika kang ada pertanyaan saya sudi menjawabnya.***
    >>> Terimakasih,,, tanyanya enaknya dimana ? bolehkah saya berkunjung di blog panjenengan ?
    >>> Sy hanya ingin bertanya ini dulu : Adakah korelasi nama "adam" ('alaihi salam) dengan "adam" yang merupakan salah satu "sifat muhal" Allah Ta'ala ???

    ReplyDelete
  28. saya jadi lebih tau gan...trims infonya...

    ReplyDelete
  29. Assalamualaikum wr.wb,
    Beginilah penciptaan Adam dan Hawa menurut alquran,
    pendapat saya sbb,
    Allah berfirman pada surat Al Baqarah ayat 30.
    Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” (QS.Al-Baqarah: 30).
    saya ingin memberikan tanggapan sedikit mengenai asal-usul penciptaan manusia melalui firman Allah ini ,ayat demi ayat secara singkat.
    seperti kita ketahui bahawa kata khalifah merujuk kepada kepimpinan.
    Allah hendak menciptakan seorang pemimpin(khalifah) di muka bumi,tetapi para malaikat memperotes dengan mengatakan bahwa khalifah(pemimpin) tersebut akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi.
    apakah yg diketahui oleh para malaikat sehingga mereka memperotes?
    yaitu apabila Allah menciptakan seorang pemimpin di muka bumi, sudah tentu Allah hendak ingin menciptakan seorang makhluk yg nyata, yaitu makhluk yg dapat hidup di bumi dan dapat menikmati hasil usahanya sendiri dari bumi dan semua kebutuhannya dari bumi.
    makhluk ini sudah tentu mempunyai nafsu yaitu nafsu makan ,bekerja dan tentunya berkembang biak.Makhluk nyata ini(khalifah) sudah tentu sangat berbeda dengan para malaikat yg tidak mempunyai nafsu,tugas mereka hanya bertasbih,memuji dan mensucikan Allah saja,tetapi Allah telah mententeramkan kegelisahan mereka dengan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu keteahui”.
    Jadi apakah yg tidak diketahui oleh para malaikat?(lihatlah ayat 33, surat al baqarah dengan hurup besar).
    firman Allah Al Baqarah ayat 31
    Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! ( Surat Al Baqarah Ayat 31)
    dan ayat 32.
    Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Surat Al Baqarah Ayat 32)
    Dengan kedua ayat ini sangat jelas bahwa Allah telah menciptakan seorang khalifah(pemimpin) yg berbentuk manusia yg sangat cerdas.
    Dengan ayat 33 pada surat Al Baqarah, firman Allah,
    Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “BUKANKAH SUDAH KU-KATAKAN KEPADAMU, BAHWA SESUNGGUHNYA AKU MENGETAHUI RAHASIA LANGIT DAN BUMI DAN MENGETAHUI APA YANG KAMU LAHIRKAN DAN APA YANG KAMU SEMBUNYIKAN?” (Surat Al Baqarah Ayat 33).
    Adam adalah khalifah(pemimpin ) seorang manusia pertama yg berakal cerdas.
    sebelum adam hanya ada tumbuhan dan hewan-hewan saja pada zamannya.
    mengenai teori darwin yg mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet adalah tidak benar.
    Sebenarnya yg membuat kegelisahan para malaikat bukanlah perbuatan nabi adam dan siti Hawa yg akan merusak dan menumpahkan darah dimuka bumi Allah ini ,karena Allah menciptakan Adam secara langsung dengan kalimat(kun fayakun),Adam adalah seorang yg suci, tetapi yg membuat para malaikat gelisah adalah perbuatan yg akan di lakukan oleh keturunan adam dan hawa ini,seperti firman Allah pada surat as sajdah ayat 8. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
    buktinya pembunuhan pertama telah dilakukan oleh anak nabi Adam dan Hawa.

    selanjutnya penciptaan siti Hawa.

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid

    ReplyDelete
  30. maaf ralat surat al insaan ayat 2,bukan surat al sajdah ayat 8.

    ReplyDelete
  31. trims to mas samaraji yang telah memvalidasi Alkitab perjajian lama, dengan akurat terperinji alur sejarahnya,GBU

    ReplyDelete
  32. to all islam...wkwkkwkw KATANYA al quran adalah " kitab yang jelas, terperinci, mudah di mengerti, dan sebagai penyempurna dari semua KITAB...!!! TAPI NYATNYA kisah NABI ADAM terjadi kekacauan tafsir..!!!!dan bung samaraji malah memuji KITAB ORANG YAHUDI ( TAURAD) SEBAGAI KITAB RUJUKANNYA AL QURAN.HAYO... pada Murtatlah..!!! kembali pada kitab taurat Yahudi....sadarlah saiton Arab telah menjungkir balikan sejarah penciptaan..sadarlah mas brooo.gbu

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...