Friday, 24 December 2010

Masihkah Ada Surga Di Bawah Telapak Kaki Bunda ?

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta'ala, yang telah megajarkan kita untuk meghormati kedua orangtua, sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan atas "khataman anbiya" Baginda Rasulullah SAW.

Bismillahirrahmaanirrahiim.
اَلْجَنّـة تَحْتَ اَقْـدَامِ الاُمَّهــاَتْ   رواه انس﴿عن قضاعي وخاطيب  

“Surga berada di bawah telapak kaki ibu”
(Menghormati dan berkhidmah/berbakti kepada ibu,
menjadi perantara masuk surga)
(HR. Qudho’iy dan Khothib dari sohabat Annas)
Sumber : Hadits Nabawi; Hadits ke-83, sohifah 34


Kasih Ibu….   Kepada Beta……
Tak Terhingga …..  Sepanjang Masa….
Hanya Memberi….  Tak Harap Kembali…..
Bagai Sang Surya…..    Menyinari Dunia...
Bila kita bertanya pada generasi nenek-nenek sekarang tentang gambaran seorang ibu, maka jawabnya adalah sosok yang selalu memberikan ketenangan batin, selalu siap ketika anak memerlukan perlindungan, nasehat dan menyediakan pangkuannya sebagai rebahan kepala buah hatinya. Akan berbeda bila pertanyaan itu kita ajukan kepada generasi ibu-ibu sekarang maka gambaran seorang ibu di mata mereka adalah seorang wanita aktif di luar rumah baik untuk urusan organisasi sosial kemasyarakatan, disamping mengurus rumah tangga. Maka akan semakin berbeda bila pertanyaan itu ditanyakan kepada generasi kakak perempuan kita yg baru saja menjadi “ibu muda”. Di benak mereka gambaran seorang ibu adalah sosok wanita yang mandiri dalam segala hal, baik secara material maupun non material. Mempunyai jadwal kegiatan tetap setiap keluar rumah dengan membawa atribut kebanggaan tersendiri, serta bersikap cepat, tegas dan lugas dalam bertindak walaupun terhadap buah hatinya. Ibu yang baik dalam pandangan mereka adalah ibu yang siap memberikan segala kesenangan-kesenangan yang muaranya hanya bersifat materiil semata.

Satu hal yang ingin disoroti penulis adalah tercabutnya naluri keibuan dari wanita Muslim. Mungkin timbul suatu pertanyaan, “Bukankah naluri keibuan selalu melekat pada seorang wanita ?”. Memang benar bila ada pendapat bahwa naluri keibuan itu melekat pada diri seorang wanita, tetapi permasalahannya apakah naluri itu dipelihara dan dipupuk dalam batinnya sehingga tumbuh subur, berbunga dan berbuah bagi dirinya dan bermanfaat terhadap lingkungan rumah tangga, atau malah dibiarkan mati merana. Bukan suatu jaminan bahwa seorang wanita apabila telah melahirkan, dan menjadi ibu akan mempunyai naluri keibuan yang berkembang dengan baik, dan bukan pula suatu jaminan bahwa wanita yang belum pernah melahirkan maka naluri keibuan tidak berkembang baik. Banyak sekali kita temui berbagai peristiwa tentang kekerasan seorang ibu menghadapi putra-putrinya dalam rumah tangga, ketidakpedulian sikap ibu terhadap perkembangan buah hatinya.

Dari banyak kasus yang ditemui pada anak bermasalah, baik yang berkaitan dengan bidang akademik, pergaulan sosial, kenakalan yang menjurus pada tindak kriminal, bahkan sampai yang menyangkut gangguan psikologis, mayoritas penyebabnya adalah permasalahan dalam keluarga. Bila berbagai masalah keluarga ini dipilah-pilah lagi, maka sebagian besar penyebabnya adalah peran orang tua yang tidak pada porsinya. Bapak tidak berperan sebagai bapak sebagaimana mestinya, dan ibu tidak berperan sebagai ibu sebagaimana ketentuannya. Maka bukanlah hal yang mengejutkan apabila dalam dasawarsa akhir ini angka pada statistik gangguan kesehatan mental meningkat tajam.

Agama Islam telah mengajarkan pada kita semua tentang kehormatan seorang wanita, khususnya ibu. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa orang yang sangat patut kita hormati adalah ibu. Juga telah diajarkan bahwa “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”. Surga adalah lambang kedamaian, keteduhan, ketenangan, ketenteraman sekaligus kehangatan kasih sayang. Dari semua itu, ‘surga’ adalah perlambang rasa kebahagiaaan bathiniah. Dari seorang ibu diharapkan perasaan ini didapatkan putra-putrinya. Betapa mulia kedudukan seorang  ibu. Bagi seorang anak, ibu adalah muara untuk bercanda, bermanja dan berkeluh kesah yang pada intinya berperan sebagai pensuplai kebutuhan bathiniah dalam keluarga, karena pemenuhan kebutuhan lahiriah merupakan salah satu tanggung jawab bapak. Diharapkan dari ibu, anak akan menemukan ketenangan dikala merasa ada ancaman, anak akan mendapatkan kesejukan dan kehangatan bathin dikala jiwanya tergoncang.

Sifat keibuan wanita muslimah, tampak dalam bentuk dan gambaran paling indah. Dalam berbagai segi kehidupan, sifat keibuan terlihat dengan jelas. Ia merupakan mata air keibuan yang deras meliputi keseluruhan, ia cinta yang sebenar-benarnya cinta. Ibu adalah keseluruhan dari kelembutan, ia adalah kasih sayang dan sifat mengalah. Ia adalah pencurahan tenaga dan pengorbanan, ibu adalah lambang kesabaran. Naluri keibuan seorang wanita muslimah senantiasa nampak dalam kedamaian, naluri yang mampu menahan kantuk semalaman demi menjaga keselamatan buah hatinya.

Dalam suatu hadits riwayat Abu Daud dan Imam Hakim dengan sanad yang shahih bersumber dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, diriwayatkan seorang wanita menghadap Rasulullah SAW dan berkata, “Yaa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Alihi Wa Sallama, perutku telah menjadi wadah anakku, asiku menjadi sumber minumannya dan pangkuanku menjadi rumahnya.” (A. Firdaus Al-Halwani, Wanita-wanita Pendamping Rasulullah SAW, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1996).

Tetapi kini kesejukan di dalam rumah, masakan lezat lagi hangat, manisnya tegur sapa ibu ketika sang anak pulang ke rumah seolah menjadi hal yang asing. Usapan di kepala, elusan di punggung ketika anak mencurahkan keluh kesah, tinggal cerita dalam novel atau sinetron belaka. Perhatian dan pelukan ketika anak merasa kurang sehat seakan menjadi barang langka. Tanpa disadari ibu telah menghilangkan ‘surga’ bagi putra-putrinya. Tegasnya, Ibu telah kehilangan ‘surga’ dari telapak kakinya.

Wanita dapat dijadikan tolok ukur bagi maju dan mundurnya suatu bangsa. Apabila wanitanya berakhlak mulia maka bangsa itu akan berjaya, sebaliknya bila wanitanya berakhlak rendah maka bangsa itu tunggulah kehancurannya. Inilah salah satu peluang yang telah diintai oleh musuh-musuh Islam untuk melancarkan strateginya yang bertujuan menghancurkan agama mulia ini.

Ana Meljan (seorang missionries wanita) secara tegas menyatakan, “Tidak ada jalan lebih tepat menghancurkan Islam selain mendidik wanita Muslimah dalam sekolah missionarisme.” Sekolah yang didirikan untuk merubah warna wanita Muslimah yang berbalut kata ‘haram’, ‘malu’ dan ‘utama’ dengan warna-warana pola hidup barat. Bahkan lebih jauh dikatakan, “tidak ada yang lebih tepat untuk menghancurkan Islam kecuali mengajak wanita Muslimah keluar rumah dengan menampakkkan auratnya”. (A.Wadud Syalabi, dalam Mulhaq Majalah Al-Azhar, di sadur dari wanita-wanita Pendamping Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Alihi Wa Sallama, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1996).

Tanpa disadari, secara perlahan wanita Muslimah telah termakan strategi musuh-musuh Islam, mulai tergiur untuk terjun mencari pemenuhan materiil, mulai bergaya hidup hedonisme (mencari kesenangan semata). Wanita yang aktif di luar rumah beresiko tinggi kehilangan naluri keibuannya, karena aktivitas di luar rumah menuntut persaingan keras, gesekan-gesekan sosial dan budaya berpotensi melunturkan ‘ruh’ keibuan, semangat untuk tetap ‘fight’ (siap tempur) yang sebenarnya itu semua merupakan porsi bagi kaum pria. Sehingga sedikit demi sedikit menyebabkan wanita tersebut telah kehilangan ‘surga’nya. Surga yang seharusnya dipersembahkan bagi generasi muda Islam. Generasi yang butuh bimbingan dan pengarahan seorang ibu untuk selalu memegang teguh aqidahnya, syari’ah dan akhlaq, generasi yang senantiasa siap berjuang menegakkan agama Allah Azza Wajalla dengan tetap berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. 

Walaupun dapat dikatakan terlambat, alangkah baiknya segera bangun dari keterlenaan dan berbenah diri, membangun benteng yang kokoh menumbuh-kembangkan naluri keibuan bagi para wanita Muslimah, agar kita tidak kehilangan ‘surga’ kita. Jangan biarkan musuh-musuh Islam memerosokkan kita ke jurang kerendahan moral, karena celah inilah yang dapat dimanfaatkan untuk memporak-porandakan Islam. Karena mereka tahu persis bahwa cara paling efektif adalah merusak moral wanita Muslimah. Akankah kita biarkan ini terjadi ? Jangan biarkan anak cucu kita kelak bertanya : “Masihkah ada Surga di Bawah Telapak Kaki Bunda ?” (Mujaddid’s Crew)
Semoga bermanfa'at.
Inspired :Artikel hadiah dari rekan santriwati.

23 comments :

  1. Assalamu'alaikum.

    menurut saya kasih bunda masih ada,
    namun saya sendiri khawatir dengan gaya hidup kaum hawa sekarang, banyak yang menyimpang dari ajaran agama, terutama dari yang paling sederhana yaitu pakaian, aduuuh berpakaian tapi aurotnya belum tertutup semuanya.
    saya sependapat jika : "Tanpa disadari, secara perlahan wanita Muslimah telah termakan strategi musuh-musuh Islam, mulai tergiur untuk terjun mencari pemenuhan materiil, mulai bergaya hidup hedonisme (mencari kesenangan semata)".

    salam....

    ReplyDelete
  2. @ kaisnet

    Wa'alaikum salam warahmatullah,,,,
    Betul Master, kasih bunda masih ada, semoga.

    Mas kaisnet ternyata seorang dosen yah ?
    Sungguh, ternyata saya "terjebak" dalam dunia para master ilmu, yg pd akhirnya membuat sy tertatih2 utk mengikuti alurnya. Namun saya patut bersyukur utk itu, karena dengan demikian tulisan2 sy pasti bakalan ada yg "mengawal" dengan nasehat2 dan peringatan2nya. Thank's.

    ReplyDelete
  3. (No Offense)Apa mas Samaranji kurang mendapat kasih sayang ibu?
    cuma untuk mengclearkan masalah kalau mas samaranji ini nulis begini bukan karena tidak dapat kasih sayang. bukan begitu mas?

    Satu yang ingin saya tanyakan dari sejak mas ganti template ini, APA YANG TERJADI DENGAN FOTO GURU ANDA?

    apakah anda kini berguru dengan Final fantasy? kok jadi foto Cloud?
    ada makna tersembunyinya kah?

    ReplyDelete
  4. @ bli sutha adi hanjaya

    Apa mas Samaranji kurang mendapat kasih sayang ibu?
    >>> Alhamdulillah tidak, beliau (ibu saya) memberikan kasih sayang luar biasa pada anak2nya. Itulah mengapa kedua orang tua sy "mengkarantina" sy di tempat belajar sy yg sekarang.

    cuma untuk mengclearkan masalah kalau mas samaranji ini nulis begini bukan karena tidak dapat kasih sayang. bukan begitu mas?
    >>> bli sutha mohon disimak dunk artikelnya,,, kan itu artikel sumbangan dr rekan santriwati. Lagian isi materinya adalah,,, sebuah perenungan dan ajakan kpd kaum wanita agar bisa jadi "ibu" seutuhnya.

    Satu yang ingin saya tanyakan dari sejak mas ganti template ini, APA YANG TERJADI DENGAN FOTO GURU ANDA?
    apakah anda kini berguru dengan Final fantasy? kok jadi foto Cloud?
    ada makna tersembunyinya kah?
    >>> He,,he,,, Terus terang (dulu) waktu masang foto "guru" sy, sy belum ijin. Takut kualat krn belum minta ijin, hanya itu ko.
    >>> Blog ini sifatnya indepeden murni "pengembaraan" saya, jadi tidak ada kaitannya dng lembaga ato sistem pendidikan tmpt sy belajar saat ini. (Hanya ada 3 rekan santri yg mengetahui keberadaan blog sy ini, yg satu masih pelajar smu yg dua masih kuliah unisula dan undip. Merekalah yg mengingatkan sy utk tidak membawa2 nama pesantren. Merekapun tidak tertarik dng apa2 yg sy tulis di blog ini jd pada gak mau berkomentar)
    >>> secara aqidah (konsep ketuhanan), kami tidak ada keragu2an sedikitpun dengan aqidah islam, kami lebih concern pd pembinaan akhlaq (moral), dan mungkin hanya saya sajalah yg kepedean bikin blog2an segala yg materinya amburadul kayak gini.

    Sekali lagi, blog ini hanya "pengembaraan" sy pribadi, sy hanya ingin melihat suasana "luar" yg liar tuh kek gimana, main ke warnet aja nyuri2 waktu. Hanya itu.

    ReplyDelete
  5. Thanx atas kunjungan2nya ke blog saya ya.
    Nih tulisan saya yang terbaru, Ada tokoh muslim Gus Nuril di dalamnya
    http://hanjayas.blogspot.com/2011/01/profil-sri-jaya-sakti.html
    (gus nuril maaf namanya saya sebut)

    @Samaranji
    ooh ya, saya mengerti. saya juga sebenarnya dari dulu, bahkan sebelum kenal vedasastra dan ngarayana udah pengen bikin blog. Niat saya sama seperti mas Sam, cuma nulis petualanga saya sendiri, tetapi kalau saya pikir, saya coba, saya praktekkan, saya tidak bisa menulis apapun tentang saya dan perjalanan saya, tanpa mengikut sertakan guru saya dan pesantren saya di dalamnya. pokoknya saya 40% pribadi, 60% brahmachari.
    makanya saya memilih tidak membuat blog saat itu (malah keduluan sama mas Samaranji) baru2 ini ketika akhirnya saya bisa bertanya pada guru saya, dan beliau menjawab YA, barulah saya GO!

    Mas udah bilang kenapa tidak ada lagi foto guru anda, tapi mas belum jelasin, kenapa Cloud? apa makna tersembunyinya?
    Layaknya blog2 religi kan sedikit aneh ada gambar final fantasy nya.

    trims sebelumnya mas..

    ReplyDelete
  6. @Samaranji

    menarik sekali dialog anda dengan Mas Hanjayas.
    Membuat blog oke2 saja asal ada tata kramanya:

    1. kalau ada artikel yang menarik dari blog orang lain dan kita berminat mengcopy maka cantumkan sumber blog tersebut, agar tidak kusut di kemudian hari.

    2. Apabila artikel mengkupas suatu masalah tertentu gunakan dalil2 yang kuat bila perlu dalil yang tidak mampu di bantah oleh siapapun (Al Quran)

    3. Mentahkan logika lawan debat anda dengan cara masuk kedalam 'otaknya'. Apabila sudah berada di dalam obrak abrik tu otak.

    SALAM

    ReplyDelete
  7. assalamu alaikum
    @samaranji
    bisa dijelaskan arti kata "terbit" dan "terbenam" menurut bahasa arab?
    salam
    Abu Hanan

    ReplyDelete
  8. @ Bli Sutha
    Gus Nuril Arifin ? wow.. sy sedikit mengenal (tp tentu beliau ga kenal sy dunk). Yg sy tahu beliau pendiri dan pengasuh Pesantren An Nuriyah, Soko Tunggal - Semarang, hanya 5 km dr tempat kami. Yg sy tahu lagi beliau pernah bersilaturrahmi pd "guru besar" kami, beliau biasa memanggil "guru besar" kami dng panggilan "Habib" (panggilan utk seorang yg masih dzurriyah -punya garis keturunan- hingga menyambung Baginda Rasulullah SAW), hal ini pernah membuat kaget kami krn "guru besar" kami jarang menceritakan ttg "nasab" (silsilah beliau) hingga pd akhirnya mengungkapkan bhw beliau guru kami masih punya nasab dng syeikh maulanaa 'ainul yaqin (sunan giri)juga masih keturunan raja majapahit brawijaya dan tentu masih ada darah china. Namun percayalah, guru kami selalu mendidik bhw AL ADAB KHOIRU MIN AN NASAB (menunjukkan tata krama lebih baik ketimbang menunjukkan siapa moyangnya), sejarah membuktikan bahwa keluarga Rasulullah SAW sendiri banyak yg menentang risalah beliau SAW. Soo, pesan guru besar kami "Pemuda bukanlah yg menenepuk dada dng inilah moyang saya, melainkan yg berani berkata inilah saya".
    Makasih kunjungannya, bli...
    ============================


    @ Mas Filar
    Makasih perhatian n motifasinya mas, akan sy ingat ke-3 hal tsb. Semoga saja yg mas filar maksudkan dng "apabila sudah berada di dalam obrak abrik tu otak" adalah sesuatu yg konstruktif bukan berniat utk destruktif. Sy sadar bhwa fitrah manusia akan selalu mencari "Dzat Tunggal" itu, dan bagi kita umat Islam wajib mengarahkannya pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
    Thank's mas, sy dah baca koment mas mengkaunter fajar yahuda di blognya mas wedhul. Subhanallah,,, sangat2 membuat sy lebih bersyukur bisa mengenal mas filar.

    ReplyDelete
  9. @ Mas ABu HAnan

    Wa'alaikum salam warahmatullah...
    Duh maaf baru bisa balas, tadi malam tentu nugguin. TAdi malam ada kegiatan membaca maulid diba', lagian malem2 keluyuran ke warnet bisa dipentungin sy ama asykar ponpes, he,,,he,,,

    terbit
    # ظهر dhoharo (utk sesuatu yg abstrak)
    # طَلَعَ thala'a (utk benda, matahari, bulan, bintang, dll)

    terbenam
    غرق ghoriqun (tenggelam, konteksnya utk benda2 yg dekat)
    غرب-يغرب ghoroba-yaghrubu (terbenam, utk benda2 yg jauh di mata : matahari, bulan bintang dll)

    contoh dalam Al Qur'an :

    TERBIT
    QS AL Kahfi 18: 90 hattaa idzaa balagha MATHLI'A (tempat terbit) alsysyamsi wajadahaa TATHLU'U 'alaa qawmin lam naj'al lahum min duunihaa sitraan

    insyaalah kurang lebih artinya : Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari [] itu,

    TERBENAM
    QS AL Kahfi 18: 86 hattaa idzaa balagha MAGHRIBA (tempat terbenam) alsysyamsi wajadahaa taghrubu fii 'aynin hami-atin wa wajada 'indahaa qawman qulnaa yaa dzaa alqarnayni immaa an tu'adzdziba wa-immaa an tattakhidza fiihim husnaan

    Insyaallah kuranglebih artinya : Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam [] di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat []. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan [] terhadap mereka.

    >>> kita akan mendapati homonim WAJADA (mnemukan sesuatu yg dimaksud) dalam ayat di atas (18:86), hal ini tergantung konteksnya.
    >>> kata "wajada" pertama diartikan : melihat (ro'a),,, "wajada" kedua diartikan : mendapati

    Mempelajari bhs Arab hanya sarana utk mempelajari "Bahasa Al Qur'an" ko mas, bhs arab yg sekarang udah bhs gaul/ prokem jadi sangat berbeda dng Bahasa Al Qur'an yg merupakan lisan 'arab (bahasa ibu) sesubgguhnya.

    ReplyDelete
  10. @Samaranji

    Jangan memuji begitu, sudah tugas kita bersama di dalam meluruskan sesutu yang di bengkokkan.

    Saya juga dalam tahap belajar sama seperti kamu, hanya saja saya kagak sekolah pesantren heheheh.

    Saya hanya bisa membaca dan membaca, itu saja. Memang saya suka buku2 agama, setiap pergi ke gramedia yang saya beli hanya dua jenis kalau tidak buku agama ya buku komputer itu saja. Artinya dunia akhirat saya harus tahu hihihihi.

    Bukankah Allah menyuruh kita mengais Rezeki di akhirat dan tidak melupakan dunia?

    kembali ke laptop!

    Menurut artikelmu di atas Wanita memang selalu di jadikan simbol apapun bentuknya, baik untuk kekafiran, kemuliaan, keibuan, kesopanan, kedurhakaan, kemunafikan, kemesuman, keagungan, dll.

    Itulah sebabnya Nabi Ibrahim memberikan sinyal kepada anaknya Ismail untuk menceraikan istri pertamanya.

    Wanita adalah lambang segala lambang, maju mundur suatu negara karena wanita juga, Rasulullah SAW juga pernah berpesan seperti yang engkau katakan.

    Ada benarnya juga apa yang di katakan missionaris ktristen tersebut untuk menghancurkan umat islam dengan melalui wanita memang lebih mudah, sebab bila menggunakan pedang (kontak fisik) tidak mungkin, umat islam tidak ada yang takut mati dalam berjihad. Sesungguhnya mereka juga tahu kelebihan dan kekurangan kita.

    Jadi menurutku kelebihan itu harus di lebihkan lagi dan kekurangan itu harus di kurangkan. sederhana saja

    Salam

    ReplyDelete
  11. @ Bli Sutha
    Oo ya kelupaan, mas kan bertanya "Mengapa memasang gambar Cloud, final fantasy ?"
    >>> emangnya ada apa dng karakter "cloud" yah ?, apa yg aneh sih, bli ?

    @ Mas Filar
    Itulah mengapa kita harus saling mengisi n mengingatkan, begitu ya mas ?. Hingga hari ini pun sy masih belajar apa dan bagaimana menjadi "umat Islam". Btw, thank's mas atas saran dan masukannya.

    ReplyDelete
  12. Saya cari dibeberapa website dan dapat tipsnya di website ini, terima kasih, mau dicoba oleh saya.

    ReplyDelete
  13. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

    ReplyDelete
  14. Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

    ReplyDelete
  15. Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

    ReplyDelete
  16. aku paling senang dengan semua pengetahuan ini, terima kasih sudah berbagi ilmu

    ReplyDelete
  17. Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

    ReplyDelete
  18. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

    ReplyDelete
  19. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  20. Cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

    ReplyDelete
  21. Artikel yang sangat Innovatif dan banyak Tipsnya. jadi ingin coba. semoga berhasil

    ReplyDelete
  22. Artikel yang sangat Innovatif dan banyak Tipsnya. jadi ingin coba. semoga berhasil

    ReplyDelete
  23. Terimakasih Artikelnya Sangat Bermanfaat Sekali Bagi Saya..

    http://goo.gl/SJ0nj4

    http://wp.me/4D9gg

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...