Sunday, 31 March 2013

Mikrokosmos Makrokosmos

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Sebagai khalifatul fil 'ardh, manusia bukan diharuskan menundukan alam tapi mengelola dan melestarikannya, rahmatan lil 'alamin. Jadi amat konyol jika ummat Islam menjadi perusak alam, amat konyol jika kita cuek dengan kebersihan diri dan lingkungan, amat konyol jika sayapun cuman bisa berteori doang. :D Setidaknya saya ingin mengajak diri sendiri khususnya untuk memperhatikan alam semesta dengan dimulai dengan memperhatikan diri sendiri, ibda' binnafsi (memulai dari diri sendiri). 



Saya tak akan mengemukakan panjang lebar. Cukup ayat2 berikut saja yang menjadi alasan saya berpendapat bahwa para pemikir, filsuf, ilmuwan pun sejatinya mengetahui rahasia semesta. Namun diperlukan bahasa2 praktis agar orang2 awam mudah memahaminya. Sebagai misal ada "Hipotesis Gaia" dalam masyarakat Yunani, bahwa bumi itu hidup, tumbuh dan berkembang layaknya makhluk hidup, bisa sedih marah dan sebagainya. Itulah mengapa ada istilah Dewi Bumi. Bahasa2 praktis itulah yang pada gilirannya mendistorsi makna yang seharusnya, disadari ato tidak. "Hidup"nya bumi bukan berarti layaknya hidupnya kita, manusia. Jadi "menyembah" bumi seharusnya bukan dimaknai menyembah sebenarnya, tapi menghargai eksistensi bumi.

QS Adz Dzariyyat, 51:20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.

Ayat tentang Mikrokosmos
QS Adz Dzariyyat, 51:21. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Ayat tentang Makrokosmos
QS Adz Dzariyyat, 51:22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.

Tak heran jika ada sebuah kata hikmah, yang bisa mengetahu jati dirinya akan mengetahui kesejatian Tuhannya.

Semoga bermanfa'at.

34 comments :

  1. Tulisan yang menarik dan sangat mudah untuk dipahami. Terimakasih telah mau berbagi. Sukses selalu buat anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih... sukses selalu juga untuk mamase. :)

      Delete
  2. Mari kita ramaikan bumi dengan musik dangdut #loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. dangdut is the music of my coutry... my coutry... ooh my country #nyanyi :D

      Delete
  3. Replies
    1. hehe... itu sticker hadiah snack koq. :P

      Delete
    2. tangan siapa yg jadi model tuh? #Eh..ikutan nglantur

      Delete
  4. Wow, makasih mas share nyaaa :D

    ReplyDelete
  5. bila bumi sudah muak dengan segala tingkah laku manusia, lalu apakah yang bisa diperbuat manusia saat menghadapi angkara murka dari kemarahan sang alam ..salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi inget ayat "dhoharo fasadu fil barri wal bahri... " ya Pak. :)

      Delete
  6. kalimat terakhirnya bener banget tuh mas...
    tatonya serem ih

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan tato, tp sticker hadiah ermen karet. :P

      Delete
  7. Replies
    1. makasih maturnuwun... makasih kunjugannya. :)

      Delete
  8. kunjungan bayi nih gan. maklum newbie baru 22 hari umurnya.
    mohon bantuan dan tips tips menariknya. sukses selalu ya gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih... makasih kunjungannya. sukses selalu juga dng blog barunya. salam kenal :)

      Delete
  9. rasa ingin tau dan pengembangan yang bisa menguak apa pun...
    gimana kabarnya temen2 atheis, Kang?? hehehe

    ReplyDelete
  10. assalamu'alaikum om... balik nge blog yuk...
    ngejar2 GA gitu :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalaam warohmatullohi wabarokatuh, budheee. :P

      Delete
  11. Pak ustadz iki nang endi? opo sibuk dengan tambak udangnya tah, kok gak pernah posting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau tau ajah, apa mau tau bangets ? :P

      Delete
  12. kenapa pake gambar tato yah hehe

    ReplyDelete
  13. Wit mbiyen kok tulisane iki terus, ra maleh2 ! Huft

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...