Wednesday, 23 March 2011

Berdo'a, Mengubur Rasa Takabbur.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta'ala. Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan atas Baginda Rasulullah SAW, sahabat, keluarga, serta para pengikutnya.

Bagi sebagian penempuh tasawuf, terkadang berdo'a dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Berdo'a hanyalah sebuah tuntutan bahkan bisa membuat seorang hamba mendikte Sang Pencipta, Allah 'Azza Wa Jalla. Adalah benar dalam beribadah emang butuh ketulusan tanpa mengharap pahala, inilah yg disebut beribadah atas dasar cinta. Namun hal ini jangan lantas dijadikan pembenar untuk meninggalkan shalat, berdo'a atau ibadah lainnya. Sebagian umat Islam mungkin sudah ada pandangan sprti ini, “sholat ga penting, yg penting berbuat baik pd sesama dan ikhlas menjalankannya”.

Namun, sadarkah kita bahwa berdo'a adalah perintah-Nya ?, bahkan dalam shalatpun sesungguhnya kita sedang berdo'a. Berdo’a (mengharap pada Tuhan) bukan penghapus ketulusan, justru dng berdo’a kita dilatih mengakui segala keterbatasan. Sejatinya,,, beribadah kepada Allah Ta'ala terlepas tulus ato terpaksa, pandanglah itu sbg pelatihan utk mencintai-Nya, bila kecintaan pada Sang Pencipta udah tertanam maka kecintaan pd makhluq akan tumbuh dng sendirinya.


 أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ       
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS Ghafir, 40 : 60)

Teruslah berkarya bagi kemaslahatan umat manusia kawan, teruslah berusaha dan jangan pernah lupakan do'a. Jangan lupakan juga bahwa maqam (penempatan) do'a hanyalah untuk mengiringi segala usaha.

Semoga bermanfa'at.

8 comments :

  1. Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Membaca postingan diatas, saya langsung teringat dengan IBU saya, waktu hati gundah, kerjaan kurang mapan, Rezki pas-pasan dan hidup dalam kesempitan. saat hal itu melanda, saya selalu tidur dikaki IBU ku yang sedang duduk-duduk sambil mendelujurkan kakinya untuk minta diDOAKAN dan diDOAKAN sambil saya letakan kepala saya dikaki ibuku yang paling bawah. hanya satu kalimat yang selalu keluar dari mulut ibuku saat itu "kamu akan menemukan jalan yang kamu inginkan, jangan putus asa". Alhamdulillah, seiring dengan waktu yang berputar, ucapan sang IBU seakan menjadi kenyataan sampai sekarang.

    terima kasih postingannya, SALAM UKHUWAH SAUDARAKU.

    KAISNET

    ReplyDelete
  2. @ Mas Kaisnet,
    Wa'alaikum salam warahmatullah,,,
    Alhamdulillah,,, indah nian pengalamnnya. Jadi ngiri aku, jadi inget ibuku,,, hiks.. T-T ;
    ==============

    @ Kang Pri
    salam kenal juga boss,,,
    segera meluncur (kunjungan balik).

    ReplyDelete
  3. salamualaikum...
    mas,tanya nih
    1.fii ma'zilin dalam QS huud 42-44 bermakna apa?
    2.mengapa "bagi penempuh tasawauf"? Bukankah Islam adalah tasawuf dan tasawauf adalah Islam?
    salam ukhuwah

    ReplyDelete
  4. @ Kang Abu Hanan
    Wa'alaikum salaam warahmatullah,,,

    1. Pertama, ttg QS Huud, 11: 42 ...

    العزلة (al 'azalah) >>> isolasi
    معزول (ma'zuulun) >>> terisolasi (jamak)
    مَعْزِلٍ (ma'zilin) >>> terisolasi (tunggal)
    Mungkin penggunaan fii (di/dalam) "ma'zilin" untuk menegaskan putra nabi Nuh tsb terisolasi sendirian (mungkin juga ada sebagian yg terisolasinya berjama'ah - 2, 3 orang lebih).
    .
    .
    .
    2. Kedua, tentang "penempuh tasawuf"

    Menurut sy sih, Umat Islam yg kaffah pastilah penempuh tasawuf. Namun tidak semua "penempuh tasawuf" adalah umat Islam.

    Kita tentu setuju, metode ajaran "Islam" yg komplit plit pastilah sudah diajarkan semenjak Nabi Adam, as. Dalam rentang perjalanannya, mungkin saja ada sebagian kaum yang mendirikan sekte yang mengkotak-kotakkan dan mempelajari/ mengembangkan "sebagian kecil" cabang ilmu Islam sesuai seleranya saja. Itulah mengapa muncul agama2 lain itu.

    Dan,,, Islam lahir kembali untuk merangkum cabang2 ilmu yang dikotak2kan dan dicerai beraikan itu. Al Qur'an buktinya.

    ReplyDelete
  5. terima kasih,,,,
    anda=Dan,,, Islam lahir kembali untuk merangkum cabang2 ilmu yang dikotak2kan dan dicerai beraikan itu. Al Qur'an buktinya.

    saya=ralat...
    Dan,,, Rasulullah saw diturunkan untuk merangkum cabang2 ilmu yang dikotak2kan dan dicerai beraikan itu. Al Qur'an dan As Sunnah buktinya.

    salam ukhuwah

    ReplyDelete
  6. @ Kang Abu Hanan
    (manggilnya kang aja njih,,, biar lebih akrab getu)

    Saya juga berterima kasih telah mengoreksi dan menyempurnakan koment sy itu. Esensi yg hendak sy sampaikan adalah "metode tasawuf" itu hanya sebagian kecil ilmu agama Islam, itulah mengapa metode tsb juga ada dalam ajaran agama2 lain (yang notabene hanyalah pendistorsian dari ajaran sesungguhnya, sy percaya bahwa ajaran agama2 lain yang sekarang kita kenal bukanlah ajaran murni lagi yg dibawa oleh penyampainya - Nabi/ Rasul/ Orang Suci). Wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  7. assalamualikum
    bolehlah...
    yang mengherankan adalah seterang apapun kita bicara Islam tetap saja ah gelap
    Jangan berhenti dan tetaplah pada ma'ruf mode on
    salam ukhuwah

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...