Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta'ala. Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan atas Baginda Rasulullah SAW, sahabat, keluarga, serta para pengikutnya.
Namun, sadarkah kita bahwa berdo'a adalah perintah-Nya ?, bahkan dalam shalatpun sesungguhnya kita sedang berdo'a. Berdo’a (mengharap pada Tuhan) bukan penghapus ketulusan, justru dng berdo’a kita dilatih mengakui segala keterbatasan. Sejatinya,,, beribadah kepada Allah Ta'ala terlepas tulus ato terpaksa, pandanglah itu sbg pelatihan utk mencintai-Nya, bila kecintaan pada Sang Pencipta udah tertanam maka kecintaan pd makhluq akan tumbuh dng sendirinya.
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ
دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS Ghafir, 40 : 60)
Teruslah berkarya bagi kemaslahatan umat manusia kawan, teruslah berusaha dan jangan pernah lupakan do'a. Jangan lupakan juga bahwa maqam (penempatan) do'a hanyalah untuk mengiringi segala usaha.
Semoga bermanfa'at.
Semoga bermanfa'at.