Tuesday, 15 March 2011

Karakteristik Tasawuf Oportunis

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan atas Baginda Rasulullah SAW.

Perkataan tasawuf dan ahli sufi sering kita dengar di masyarakat, akan tetapi bagaimana mengenal ahli taswauf/sufi yang sebenarnya? Kita tidak tahu. Oleh sebab itu kita lihat banyak orang terjebak dengan ajaran sesat yang berlindung dibalik nama tasawuf atau ahli sufi.

Ajaran sesat yang berlindung dibalik nama tasawuf ini telah timbul sebelum Imam Al-Ghazali. Sejak agama Islam tersebar luas keseluruh pelosok dunia dan bukan saja disekitar negara arab tapi mencakupi disekitar Roma dan Persia. berbagai budaya telah menyerap masuk kedalam Islam. Hasilnya juga faham yang berasal dari budaya lain telah menyerap masuk kedalam masyarakat Islam. Kesempatan inilah yang telah diambil oleh musuh Islam untuk merusak Islam dengan orang Islam sendiri.Dalam kitab “Tuhfah Al-Raghibin Fi Bayan Haqiqatu Iman Al-Mu’minin” oleh ‘Alim Al-Fadhil Muhmammad Arshad telah menyatakan terdapat tiga belas golongan faham sesat yang berlindung dibalik nama sufi atau ahli tasawuf. Golongan ini layak digelar sebagai kafir atau fasiq. Kerana ajaran-ajaran mereka bertentangan dengan ajaran Islam yang berpandukan Al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w. Golongan tersebut ialah:

13 Golongan faham sesat beratas nama tasawuf dikutip dari kitab “Tuhfah Al-Raghibin Fi Bayan Haqiqatu Iman Al-Mu’minin” oleh ‘Alim Al-Fadhil Muhmammad Arshad

Pertama: Habibiyyah, :1. Apabila seseorang itu telah sampai kepada martabat kasih kepada Allah, maka terlepas dari taklif syara’. Segala yang haram menjadi halal . Sholat fardu, puasa dan sebagainya adalah tidak harus bagi mereka untuk mengerjakannya .2. Golongan mereka tidak perlu menutup aurat.3. Apabila samapi ketahap yang paling tinggi sekali kasih kepada Allah segala dosa besar seperti zina, minum arak dan sebagainya boleh dilakukan dan tidak mendapat azab daripada Allah.4. Segala ibadat zahir tidak perlu dilakukan dan mereka hanya perlu bertafakkur saja untuk beribadat.5. Harus bagi mereka untuk bersetubuh dengan segala perempuan.6. Segala harta didunia ini adalah milik anak Adam. Dan kita semua adalah dari keturunan anak Adam, jadi kita berhak segala harta yang berada di muka bumi ini.

Kedua: Auliyaiyyah, :Apabila seseorang itu sampai kepada darjat wilayah, mereka bebas dari segala perintah dan larangan dan martabat wali lebih mulia dari martabat nabi.

Ketiga: Thamrakhiyyah.Golongan ini antara lain, bahwa tidak lagi terikat dengan perintah dan larangan Allah. Golongan ini mengharuskan menyanyi dan segala alat musik. Mereka diharuskan untuk berzina dan sebagainya. Golongan ini diasaskan oleh Abdullah Thamrakhiyyah.

Keempat: Ibahiyyah, :1. Kita tidak perlu melakukan kerja-kerja mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran kerana kita sendiri tidak mampu melakukan kerja-kerja tersebut apalagi untuk mengajak orang lain.2. Golongan ini mengharuskan zina dan tidak berdosa.

Kelima: Haliyah.1. Diharuskan menari dan bertepuk tangan sambil menyanyi sehingga pingsan.2. Kata mereka bahwa “Sheikh kami berada dalam suatu hal”.

Keenam: Huriyyah.Iktiqad golongan ini hampir sama dengan iktiqad golongan Haliyah, cuma mereka menambah waktu pingsan ketika menyanyi, ketika itu seolah merasa didatangi oleh bidadari daripada syurga lalu kami jima’ dengan mereka dan setelah sadar kami mandi junub.

Ketujuh: Waqi’iyyah.Iktiqad golongan ini ialah bahwa kita tidak perlu kenal Allah Taala. Ini karena kita ini lemah sebagai seorang hamba. Jadi kita tidak perlu mengenal Allah.

Kelapan: Mutajahiliyyah/Mutahalliyyah.Golongan ini memakai pakaian-pakaian yang bagus dan melakukan pekerjaan fasiq. Antara kata mereka bahawa: Kami tidak dapat lari dari melakukan zina.

Kesembilan: Mutakasilah.Golongan ini malas bekerja. Kerja mereka hanyalah meminta-minta atas nama zakat atau sedekah.

Kesepuluh: Ilhamiyyah.Iktiqad golongan ini sama seperti al-Dahriyyah. Golongan ini malas belajar dan membaca Al-Quran. Dalam pandangan mereka, Al-Quran itu hanya merupakan hijab untuk mengenal Allah. Karana itu mereka hanya mempelajari syair-syair dan kata hikmah saja sebagai tarikat mereka.

Kesebelas: Hululiyyah.:1. Bahawa setiap makhluk bersatu dengan Allah Taala.2. Harus kita memandang kepada perempuan yang cantik dan boleh menari dan memeluknya. Kerana sifat cantik itu adalah sifat Allah yang dianugerahkan kepada kita semua.3. Apabila seseorang itu hilang dari hawa nafsu dan ikhlas kepada Allah, maka gugurlah segala amal syariat. Segala ibadah seperti sembahyang, puasa, zakat dan sebagainya.

Keduabelas: Kaum Wujudiyyah.Iktiqad golongan ini berdasarkan kepada tafsir kalimah “La Ilaha IllaLlah” iaitu: Tidak wujud melainkan wujud Allah. Dan pandangan mereka bahwa tidak maujud melainkan dalam kandungan ujud segala makhluk. yaitu setiap makhluk terdapat wujud Allah. Allah dan makhluk adalah dari satu jenis dan sebangsa. Golongan ini juga beriktiqad bahwa tuhan memiliki ruang dan waktu.

Ketigabelas: Mujassimah. Iktiqad golongan ini ialah:1. Allah mempunyai anggota seperti tangan, kaki, berdaging dan sebagainya.2. Allah Taala itu berupa tetapi tidak tahu bagaimana rupanya.3. Allah Taala bergerak naik atau turun. Dan tempat kediaman Allah Taala ialah diatas ‘Arash.

Itulah antara faham-faham yang tersebar dikalangan umat Islam sejak dahulu. Faham-faham ini tersebar dari satu generasi ke satu generasi sehingga sampai kehari ini. Faham ini mendapat pengaruh umat Islam di seluruh dunia. Oleh itu kita harus benar-benar bisa melihat dan menyeleksi faham-faham seperti ini.
Siapa Sih Para Wali Allah ?

Para Wali Allah, disinggung dalam Al Qur'an Al Kariim, insyaallah kurang lebih artinya :
Ketahuilah! Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan mereka pula tidak bersedih hati. Wali-wali Allah itu ialah orang-orang Yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa. (QS. Yunus, 10: 62-63).
Korelasikan dengan ayat berikut, insyaallah kurang lebih artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Al Baqarah, 2 : 277)

Semoga bermanfa'at.

Sumber :
Al-Qur'an Al Kariim.http://sufiroad.blogspot.com/2008/11/pemahaman-tasawuf-palsu-dan-ajaran.html

5 comments :

  1. Assalamu'alaikum

    Sudah nulis lagi nich, Alhamdulillah.

    Saya baca-baca dulu yaa sambil memahaminya.

    SALAM

    ReplyDelete
  2. @ Mas Kaisnet

    Wa'alaikumsalam warahmatullah,,,

    Iya mas, kemaren2 masih ada kesibukkan sih. Ternyata susah juga beristiqomah ya, maunya sih berkontribusi bagi dunia Islam baik di dunia nyata en maya, namun masing2 kita tentu punya keterbatasan kan (keterbatasan waktu dan ilmu).

    Makasih suportnya mas.

    ReplyDelete
  3. @Samaranji

    Kemana aja neh...pada ngilang. Bulan madu ya?

    Kalau benar bulan madu,jangan lupa bulan pahit, kehidupan berumah tangga itu enaknya hanya 3 bulan saja. Akan tetapi apabila seorang istri tidak mendurhakai suami dan lebih banyak bersyukur, maka 3 bulan tidak berlaku.

    Doaku semoga keluarga kalian mendapat ridho Allah SWT, Amin

    Komentarnya ntar ya...

    ReplyDelete
  4. saya pernah memposting tema yang sama
    http://qarrobin.wordpress.com/2010/05/19/shufi-dan-haniifa/

    ReplyDelete
  5. @ Mas Filar
    He,,he,,,
    ada deh......
    yang selalu membuatku senang adalah do'a mas filar. Amin.

    ===================

    @ Kang Qarrobin
    Makasih mas linknya. Salah satu yg bisa sy tarik kesimpulan dari postingan kang Qarrobin tsb adalah :

    Setingkat hadits saja bisa dipalsukan, apalagi yang cuman sekedar yang disandarkan pada sahabat, tabi'in dst. Maka sangat wajar jika banyaknya ajaran yang "mencatut" nama para Al 'Ulama.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...