Bismillahirrohmaanirrohiim...
QS. Hud 11.120. Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
Adalah benar bahwa Nabi Muhammad SAW juga manusia biasa, beliau (SAW) hanya seorang Rasulullah (QS Ali Imron, 3:144), namun hal tersbut bukan lantas kita seenaknya memanggil, menyebut, menulis nama beliau (SAW) hanya nama saja "Muhammad" tanpa diawali kata "Nabiyulloh/ Rosululloh" dan diakhiri sholawat (SAW). Jika tidak, maka kita akan bingung membedakan nama beliau SAW dengan si Muhammad (Ripangi) tukang insinyur, si Muhammad Budhi tukang ternak ayam, dll.
Bujukan Wahabi dan Syi'ah
Mayoritas Wahabi sangat anti dengan peringatan Maulid, sementara Syi'ah sangat mengagungkannya samapai sampai mengaku keturunan beliau SAW. Padahal dalam hukum Islam berlaku patrenalis (jalur ayah). Dalam Al Qur'an Al Kariim kurang lebih artinya :
QS. Al Ahzab, 33: 40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
So, jika ada orang yang mengaku sebagai dzurriyah, keturunan Nabi Muhammad SAW langsung (dalam arti Fulan bin... bin... bin.... bin.... s/d Rosululloh Muhammad SAW) maka itu suatu kebohongan, karena putra Nabi Muhammad SAW sendiri meninggal diwaktu masih kecil, namanya Ibrohim.
Kita butuh figur yang bisa dijadikan suri tauladan, kita butuh figur untuk selalu diingat. Mungkin benar bahwa kita ingat Rosulullah setiap membaca sholawat dalam sholat, tapi apa benar setiap sholat kita mampu mengingat keteladanan beliau SAW, tidak semuanya. Untuk itulah orang2 awam seperti saya butuh diingatkan. Jika ada kaum yang anti Maulid Nabi Muhammad SAW, silahkan suruh baca ayat berikut yang kurang lebih artinya :
QS At Taubah, 9:101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
Maka yang pantas kita lakukan adalah tidak berlebih lebihan dalam beragama (QS Ali Imron, 3:147). Tidak berlebihan anti sholawatan dan tentu saja tidak berlebihan melakukan dendang sholawatan hingga menyerupai "siulan dan tepukan tangan" yang dibenci Allah Ta'ala (QS. Al Anfal, 8:35). Eh... koq jadi gak sesuai judul yak?, kayaknya saya jadi terlalu mikir. Ah... emang gue pikirin :D Hehe.
Tentu saja saran, kritik, cacian dan hujatan sekalipun saya terima jika hal tersebut bisa menambah kadar ilmu dan iman saya. terima kasih.
Maka yang pantas kita lakukan adalah tidak berlebih lebihan dalam beragama (QS Ali Imron, 3:147). Tidak berlebihan anti sholawatan dan tentu saja tidak berlebihan melakukan dendang sholawatan hingga menyerupai "siulan dan tepukan tangan" yang dibenci Allah Ta'ala (QS. Al Anfal, 8:35). Eh... koq jadi gak sesuai judul yak?, kayaknya saya jadi terlalu mikir. Ah... emang gue pikirin :D Hehe.
Tentu saja saran, kritik, cacian dan hujatan sekalipun saya terima jika hal tersebut bisa menambah kadar ilmu dan iman saya. terima kasih.