Wednesday, 30 March 2011

Bisakah Orang Yang Sudah Meninggal Berinteraksi Dengan Yang Masih Hidup ?

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta'ala. Shalawat serta salam senantiasa mari kita haturkan pada junjunga kita Nabi Agung Muhammad SAW.

Saya tak berani menafsirkan sebuah ayat, dan saya percaya anda semua pasti juga merasa demikian. Dibutuhkan ilmu yang mendukung untuk memahami sebuah teks Al Qur'an Al-Kariim, dibutuhkan kerendahan hati dan ketulusan untuk mencari sebuah kebenaran. Semoga ayat berikut menjadi bahan pertimbangan untuk sebuah pertayaan pada "judul" postingan saya, karena mungkin berkaitan dengan postingan sebelumnya.



أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلآئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلاً مَّا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ إِلاَّ أَن يَشَاءَ اللّهُ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ

Insyaallah,kurang lebih artinya :
"Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka , niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Al An'am, 6 : 111)

Maha benar Allah dengan segala firman-firman Nya. 

Semoga bermanfa'at.

29 comments :

  1. Assalamu alaikum
    Tentu saja bisa jika ALLAH berkehendak.
    tapi sebenarnya bisa kok...cuma manusia aja yang tak mengerti bahasa orang mati.contoh :

    Saya dimakan cacing...
    Tak berguna harta disini...dll

    Semoga bermanfaat
    Wassalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. assalamualaikum waroh matullohi wabarokatu
      coba baca surat almu'minun ayat 99 dan 100 maka akan dijelaskan bahwa ada dinding pembatas antara alam kubur dan alam fana......

      Tafsir:
      99. [1](Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka[2], Dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)[3],

      100. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan[4]. Sekali-kali tidak[5]! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja[6]. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding)[7] sampal pada hari mereka dibangkitkan.

      [1] Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang keadaan orang yang didatangi maut di antara mereka yang meremehkan lagi zalim, bahwa ia akan menyesal saat itu, yaitu apabila dia melihat tempat kembalinya dan menyaksikan keburukan amalnya, ia pun meminta kembali ke dunia, bukan untuk bersenang-senang dengan kelezatannya dan menikmati syahwatnya, tetapi untuk hal yang dia ucapkan, “Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan.”

      [2] Dan dia melihat tempatnya di neraka, atau di surga jika dia beriman.

      [3] Maksudnya, bahwa orang-orang kafir saat menghadapi sakaratul maut, meminta agar umur mereka diperpanjang, supaya mereka dapat beriman.

      [4] Seperti beriman (masuk Islam) dan beramal saleh.

      [5] Yakni ia tidak mungkin kembali dan diberi penangguhan.

      [6] Maksudnya, hanya sebatas di lisan dan tidak ada faedahnya selain kerugian dan penyesalan, dan kalimat itu pun tidak jujur. Karena jika ia dikembalikan ke dunia, ia akan melakukan hal yang sama.

      [7] Yang menghalangi mereka kembali ke dunia. Barzakh (alam kubur) merupakan penghalang antara dunia dan akhirat. Di barzakh ini, orang-orang yang taat merasakan kenikmatan, sedangkan orang-orang yang bermaksiat merasakan penderitaan dan azab dari sejak mereka mati sampai mereka dibangkitkan.


      jadi intinya tidak ada manusia yang bisa kembali kebumi ini kecuali jin pendamping nya atau qorinnya

      Delete
  2. assalamulaikum
    perlu dikaji lebih mendalam dan yang mengkhawatirkan adalah bersinggungan dengan "wilayah" samar.
    salam ukhuwah

    ReplyDelete
    Replies
    1. assalamualaikum waroh matullohi wabarokatu
      coba baca surat almu'minun ayat 99 dan 100 maka akan dijelaskan bahwa ada dinding pembatas antara alam kubur dan alam fana......

      Tafsir:
      99. [1](Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka[2], Dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)[3],

      100. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan[4]. Sekali-kali tidak[5]! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja[6]. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding)[7] sampal pada hari mereka dibangkitkan.

      [1] Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang keadaan orang yang didatangi maut di antara mereka yang meremehkan lagi zalim, bahwa ia akan menyesal saat itu, yaitu apabila dia melihat tempat kembalinya dan menyaksikan keburukan amalnya, ia pun meminta kembali ke dunia, bukan untuk bersenang-senang dengan kelezatannya dan menikmati syahwatnya, tetapi untuk hal yang dia ucapkan, “Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan.”

      [2] Dan dia melihat tempatnya di neraka, atau di surga jika dia beriman.

      [3] Maksudnya, bahwa orang-orang kafir saat menghadapi sakaratul maut, meminta agar umur mereka diperpanjang, supaya mereka dapat beriman.

      [4] Seperti beriman (masuk Islam) dan beramal saleh.

      [5] Yakni ia tidak mungkin kembali dan diberi penangguhan.

      [6] Maksudnya, hanya sebatas di lisan dan tidak ada faedahnya selain kerugian dan penyesalan, dan kalimat itu pun tidak jujur. Karena jika ia dikembalikan ke dunia, ia akan melakukan hal yang sama.

      [7] Yang menghalangi mereka kembali ke dunia. Barzakh (alam kubur) merupakan penghalang antara dunia dan akhirat. Di barzakh ini, orang-orang yang taat merasakan kenikmatan, sedangkan orang-orang yang bermaksiat merasakan penderitaan dan azab dari sejak mereka mati sampai mereka dibangkitkan.


      jadi intinya tidak ada manusia yang bisa kembali kebumi ini kecuali jin pendamping nya atau qorinnya

      Delete
  3. @ MAs Ayruel
    Wa'alaikum salam warahmatullah,,,
    Kira2 "bahasa" orang mati ada yg gini ga :

    Tolong do'akan saya agar terhindar dari adzab kubur ini dong...
    =====================


    @ Mas Abu Hanan
    sebenarnya ga samar2 amat jika kita melihat konteksnya, cermati deh ayat sebelumnya.

    ReplyDelete
  4. assalamulaikum
    maksud saya "wilayah samar" adalah batas/pembeda yang mana kabar dari alam barzah dan yang mana pula sekedar suara jin lewat.

    Kalo dari AQ tidak disebutkan apakah semua org mati dapat berkomunikasi,tetapi Al Hadits "hanya" orang beriman (koreksi kalo keliru yah).
    Maka dari itu dianjurkan baca salam jika lewat/masuk ke areal 51 (pemakaman).

    ehm,ada tambahan?
    salam ukhuwah

    ReplyDelete
    Replies
    1. assalamualaikum waroh matullohi wabarokatu
      coba baca surat almu'minun ayat 99 dan 100 maka akan dijelaskan bahwa ada dinding pembatas antara alam kubur dan alam fana......

      Tafsir:
      99. [1](Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka[2], Dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)[3],

      100. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan[4]. Sekali-kali tidak[5]! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja[6]. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding)[7] sampal pada hari mereka dibangkitkan.

      [1] Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang keadaan orang yang didatangi maut di antara mereka yang meremehkan lagi zalim, bahwa ia akan menyesal saat itu, yaitu apabila dia melihat tempat kembalinya dan menyaksikan keburukan amalnya, ia pun meminta kembali ke dunia, bukan untuk bersenang-senang dengan kelezatannya dan menikmati syahwatnya, tetapi untuk hal yang dia ucapkan, “Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan.”

      [2] Dan dia melihat tempatnya di neraka, atau di surga jika dia beriman.

      [3] Maksudnya, bahwa orang-orang kafir saat menghadapi sakaratul maut, meminta agar umur mereka diperpanjang, supaya mereka dapat beriman.

      [4] Seperti beriman (masuk Islam) dan beramal saleh.

      [5] Yakni ia tidak mungkin kembali dan diberi penangguhan.

      [6] Maksudnya, hanya sebatas di lisan dan tidak ada faedahnya selain kerugian dan penyesalan, dan kalimat itu pun tidak jujur. Karena jika ia dikembalikan ke dunia, ia akan melakukan hal yang sama.

      [7] Yang menghalangi mereka kembali ke dunia. Barzakh (alam kubur) merupakan penghalang antara dunia dan akhirat. Di barzakh ini, orang-orang yang taat merasakan kenikmatan, sedangkan orang-orang yang bermaksiat merasakan penderitaan dan azab dari sejak mereka mati sampai mereka dibangkitkan.


      jadi intinya tidak ada manusia yang bisa kembali kebumi ini kecuali jin pendamping nya atau qorinnya

      Delete
  5. Assalamu'alaikum

    Diayat itu ada kalimat "kalau sekiranya kami..." berarti ya gak bisa, kecuali Allah berkehendak.
    Mereka (yang dialam kubur) kan sibuk mempertanggungjawabkan segala apa yang dilakukan selama hidupnya.

    Tapi kalau suara dalam kubur pernah juga terekam oleh seorang peneliti dari Soviet bernama Dr. Azzacove (seorang komunis).

    Wallahua'lam

    SALAM semuanya.

    ReplyDelete
  6. @ Kang Abu HAnan
    Wa'alaikum salam warahmatullah,,, (maap, koment yg pertama sy tidak menjawab salam kg Abu)
    Waktu mengucap salam di area kubur, saya anggap sama halnya kita mengucap salam ketika memasuki rumah sendiri atau org lain baik berpenghuni maupun "suwung" (kosong). Kan bukan manusia saja yg hidup di dunia ini.

    ehmmm sayapun menanti tambahan dan bimbingan dari yang temen lain yg lebih ber'ilmu.
    ==============================

    @ Mas Kaisnet
    Wa'alaikum salam warahmatullah,,,,
    kalo masalah suara dalam kubur yg direkam oleh seorang peneliti dari Soviet bernama Dr. Azzacove (seorang komunis), mungkin Mas Kaisnet tertarik dng penjelasan ini http://vilaputih.wordpress.com/2010/12/22/suara-siksa-kubur-dari-perut-bumi-indonesia/
    =======================

    ReplyDelete
  7. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh !

    sy setuju dgn pendapatnya mas kaisnet, dgn

    **"kalau sekiranya kami..." menyiratkan ya gak bisa, karena alam kita sdh berbeda dgn alam yang sdh meninggal,kecuali Allah berkehendak.

    ReplyDelete
  8. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh !
    Nimbrung kang, kalau setahu saya ketika mengaji dulu, perkara itu sangat dimungkinkan terjadi, hanya saja Allah SWT menghendaki orang2 tertentu (manusia pilihan) untuk bisa berinteraksi dengan alam arwah maupun alam malakut...! Salam kenal!
    Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh !
    ^_^

    ReplyDelete
  9. @ Admint
    orang yang meninggal itu hanya fisiknya saja yg terpisah dg ruh. sedangkan jiwanya masih ada. karena jiwa sifatnya non materi maka tdk terlihat oleh kasat mata, kecuali orang-orang yg dibukakan ghoib oleh Allah.
    saya sendiri tidak bisa melihat dunia ghoib, tapi sering didatangi oleh orang-orang yg telah mati, mereka kebingungan dan mintak pertolongan dosa.
    alkisah, suatu saat ketika saya lg kemping di Hutang sendirian selama 40 hari, setelah sholat subuh saya didatangi oleh tetagga yg telah meninggal dunia.
    ketika hidupya dia tdk pernah ibadah dan ahli minum, menjelang matinya-pun minta minuman keras.
    saat "jiwanya" datang dlm kondisi compang-camping tidak memakai baju, dan kulitnya kering rusak. dia bertanya: "Cak jalan menuju Allah dimana?" sayapun menjawab: "skrg bingung cari Allah, waktu hidup bermaksiat, rasain!" saat itu juga saya baru sadar bahwa ternyata yg datang adalah tetangga yg telah meningga, perasaan mrinding campur takut, sayapun akhirnya mendoakan dia, lalu sayapun langsung kembali tersadar.
    peristiwa yg saya alami tsb bukan dalam mimpi tetapi terjadi setelah sholat subuh saya lg enak-enak duduk.
    pengalaman lain saya sering mendoakan org-org yg katanya " gentayangan", biasanya jiwanya saya kirim bacaan fatehah, al-ikhlas, al-falak, al-naas dan bacaan syahadat.
    wallahu'alam bis sowab.

    ReplyDelete
  10. @ Kang Otong Darsa
    Wa'alaykum salam warahmatullahi wabarakatuh,,,
    wuih, nama blognya keren loh kang, "musafir ilmu". Iya sy juga setuju, kuncinya "Jika Allah Ta'ala berkehendak" selebihya semuanya sudah tunduk pada Sunatullah.

    Apakah "putra pajajaran" itu Kang Temennya Darno
    =======================

    @ Anonim (09042011)
    Wa'alaykum salam warahmatullahi wabarakatuh,,,
    (Iki mesti kang Mujahid, tow ???)

    "ketika mengaji dulu..."
    >>> sekarang dah ga ngaji tow kang ? Harus tetep ngaji lah, dimanapun dan kapanpun, jika sudah jauh secara fisik dng "guru" bukan berarti juga jauh secara emosi dan hati kan ? Muroja'ah, mari mengulang/ mengulas/ menganalisa kembali ilmu yang sudah pernah kita terima.
    =======================

    @ Mas Xarel X
    Kalo berkenan jangan pake "admin", bukankah kita sudah saling kenal, bukankan mas xarel yg gigih meluruskan pandangan umat Hindu ttg Islam saat di ngarayana dulu ? panggil aja Kang Samaranji, saya tak ingin ada jarak diantara kita, walaupun mungkin masih ada perbedaan dalam sudut pandang diantara kita.

    Sekedar catatan untuk kisah Mas Xarel :
    Ketika ada sesuatu mendatangi dan menanyakan jalan menuju Allah, mas berkata "skrg bingung cari Allah, WAKTU HIDUP bermaksiat, rasain!" saat itu juga saya baru sadar bahwa ternyata yg datang adalah tetangga yg telah meninggal,,,
    >>> bagaimana mas xarel baru sadar org tsb adalah tetangga yg sudah meninggal, sedangkan mas berkata "...WAKTU HIDUP bermaksiat, rasain!"

    ReplyDelete
  11. Assalamualaikum wr.wb,
    mas samaranji yg mulia,
    firman Allah : "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka , niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Al An'am, 6 : 111)

    artinya insyaAllah kata MEREKA yg tertera diatas adalah orang-orang yg hatinya sama sekali ditutup oleh Allah sehingga tidak percaya.jika Allah menurunkan malaikat atau orang mati yg dapat berbicara dll kepada mereka dan juga mereka tidak percaya sudah tentu Allah akan membinasakan mereka semua.

    jadi, bagaimana pula dengan MEREKA yg percaya ,jawab saya sudah tentu tidak mustahil buktinya rasulAllah s.a.w dan para sahabatnya telah dikunjungi oleh malaikat jibril a,s seketika menceritakan mengenai hal islam,iman dan ihsan.

    bagi saya orang yg sudah meninggal pun dpt berbicara dengan orang yg masih hidup.sudah tentu bukan dengan orang sembarangan.

    semoga sedikit lebih cerah .
    salaam,
    wass.wr.wb,
    sayyid.

    ReplyDelete
  12. Wa'alaikum salam Warohmatulloh,,,Mr. Sayyid.

    "yang mulia" ??? (amiin, saya berharap itu hanya do'a). Semoga kita semua mulia di dunia dan akhirat, semoga kita senantiasa dalam rahmat Allah Ta'ala.

    ***bagi saya orang yg sudah meninggal pun dpt berbicara dengan orang yg masih hidup.sudah tentu bukan dengan orang sembarangan.***
    >>> Maaf,,, bagi saya kata kuncinya hanyalah "Kehendak Allah Ta'ala", bukan kehendak manusia walaupun dibungkus dengan "bukan manusia biasa".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

      Kalau yang saya maknai dari ayat di atas, bahwa komunikasi antara roh orang yg sudah meninggal dengan manusia yang masih hidup di alam fana ini adalah tidak mungkin selain dengan izin dan kehendak Allah SWT. Kalimat "kalau sekiranya.." itu muncul dikarenakan begitu bebalnya orang2 musrik itu akan kebenaran yg sudah disampaikan kepada mereka melalui Utusan2 Allah, sampai bila hal yg mustahil pun (dalam skala manusia) ditunjukkan kepada mereka, mereka tidak juga terbuka hatinya akan kebenaran Allah, termasuk jika yg sudah meninggal itu bisa berbicara dengan mereka (yg masih hidup) itu termasuk hal yg mustahil bagi manusia. Karena Allah SWT juga sudah bersabda di dalam Q.S. Al Isra' : 85

      “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah,Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit”

      Demikian lah pendapat saya, jikalau saya salah memaknai ayat tersebut, semata2 karena keterbatasan dan kelemahan saya sebagai manusia, dan jikalau saya benar, itu semata2 karena Allah SWT..

      Terima kasih, wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

      Delete
    2. Wa'alaikumsalaam warohmatullohi wabarokatuh...
      Terimakasih sudah berkenan share ilmunya. :)

      Delete
  13. Assalamualaikum
    sesungguh nya banyak ayat2 Al quran yg dapat menjelaskan pertanyaan tersebut..hanya disini kita hrs lebih memahami apa yg tersirat dari ayat suci al quran. salah satu ayat nya di surat Al baqarah ayat 153 - 157. Alloh SWT berkehendak apapun pada manusia yg terpilih, dan Alloh Juga tdk akan menyengsarakan pada org yg mati dalam keadaan Khusnul Khotimah. Hidup dalam Mati, Mati dalam Hidup. Wslm..Adimas Angga Yudha

    ReplyDelete
  14. @ Adimas Angga Yudha : Wa'alaikum salam warohmatulloh,,,Mas. Mungkin maksud Mas pada QS 2:154 itu ya ? Yang kurang lebih artinya :

    2:154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) MEREKA ITU HIDUP[], tetapi kamu tidak menyadarinya.

    Tapiii,, saya lebih mempercayai tafsiran DEPAG RI :::Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, DAN HANYA ALLAH SAJALAH yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu:::

    >>> So, mohon diperhatikan kata "Hanya Allah Sajalah" itu, kawan.
    >>> Soal manusia terpilih ? Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan, namun tidak merasa menjadi pilihan, tidak merasa menjadi manusia suci, itulah mengapa beliau SAW selalu bersuci min 5 waqtu dalam sehari. Begitu kan...?

    ReplyDelete
  15. @ Mbak epay : Al Qur'an emang tegas... itulah mengapa kita juga menyebutnya sebagai AL-FURQON.

    ReplyDelete
  16. @Samaranji : amin2 hamdalah..kawan, Alif Lam Mim (Hanya Alloh Sajalah...) artian alif sangatlah sukar kalau kita baca kawan..akan tetapi dengan hati yg bersih, kesabaran dan ketelatenan..Insya Alloh... Maka bila manusia yg sudah meninggal bisa berinteraksi dgn org hidup itu mustahil terkecuali cahaya istiqomahnya semasa hidup (MUTMAINAH nya)...
    Sebelum itu bagi saya, lebih baik kita benahi dulu AMAL, AHLAK, AF'AL...JAGA DIRI, JAGA HATI, TAU DIRI...INSYA ALLOH TAU GUSTI...wahai kawan.
    Hakekat bersuci hrs di dasari dgn hati yg bersih...dgn begitu akan terjaga syareatnya..
    seperti yg di contohkan oleh Baginda Rasul SAW yaitu MANUSIA LUHUR DAN JUHUD (MAULUD). Wslm Adimas Angga Yudha.

    ReplyDelete
  17. @ MAs Adimas Angga Yudha
    Makasih...
    Namun saya tetap berpegang pada kata kunci "Kehendak Allah Ta'ala", bukan kehendak manusia walaupun dibungkus dengan "bukan manusia biasa".

    Btw, setahu saya penulisan yang benar adalah "zuhud" bukan juhud (ja-ha-da = jahad/jahat), daann.. "maulud" artinya kelahiran, entah makna apa yang hendak Mas Angga sampaikan... Maaf jika kurang berkenan.

    ReplyDelete
  18. hehe tdk apa..tinggal di rubah saja huruf j nya wahai kawan..mudah saja..makna yg hamba sampaikan bukanlah utk mencari suatu kebenaran dalam suatu kosa kata, tetapi lebih kepada dasar yaitu MENGENAL DIRI SEBELUM KITA MENGENAL GUSTI, seperti yg di contohkan Nabi Muhammad SAW..Maaf juga jika kurang berkenan dalam penjelasan..Wslm. Adimas Angga Yudha Brawijaya.

    ReplyDelete
  19. kalau sesama orang yang meninggal di alam barzah itu bisa saling berkomunikasi atau tidak ya , mohon yang tau untuk penjelasannya , makasih

    ReplyDelete
  20. assalamualaikum waroh matullohi wabarokatu
    coba baca surat almu'minun ayat 99 dan 100 maka akan dijelaskan bahwa ada dinding pembatas antara alam kubur dan alam fana......

    Tafsir:
    99. [1](Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka[2], Dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)[3],

    100. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan[4]. Sekali-kali tidak[5]! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja[6]. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding)[7] sampal pada hari mereka dibangkitkan.

    [1] Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang keadaan orang yang didatangi maut di antara mereka yang meremehkan lagi zalim, bahwa ia akan menyesal saat itu, yaitu apabila dia melihat tempat kembalinya dan menyaksikan keburukan amalnya, ia pun meminta kembali ke dunia, bukan untuk bersenang-senang dengan kelezatannya dan menikmati syahwatnya, tetapi untuk hal yang dia ucapkan, “Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan.”

    [2] Dan dia melihat tempatnya di neraka, atau di surga jika dia beriman.

    [3] Maksudnya, bahwa orang-orang kafir saat menghadapi sakaratul maut, meminta agar umur mereka diperpanjang, supaya mereka dapat beriman.

    [4] Seperti beriman (masuk Islam) dan beramal saleh.

    [5] Yakni ia tidak mungkin kembali dan diberi penangguhan.

    [6] Maksudnya, hanya sebatas di lisan dan tidak ada faedahnya selain kerugian dan penyesalan, dan kalimat itu pun tidak jujur. Karena jika ia dikembalikan ke dunia, ia akan melakukan hal yang sama.

    [7] Yang menghalangi mereka kembali ke dunia. Barzakh (alam kubur) merupakan penghalang antara dunia dan akhirat. Di barzakh ini, orang-orang yang taat merasakan kenikmatan, sedangkan orang-orang yang bermaksiat merasakan penderitaan dan azab dari sejak mereka mati sampai mereka dibangkitkan.


    jadi intinya tidak ada manusia yang bisa kembali kebumi ini kecuali jin pendamping nya atau qorinnya

    ReplyDelete
  21. Bisakah kt melihat keadaan org yg telah wafat?

    ReplyDelete
  22. @ NETTER..betul yang AL QURAN KATE.. Yesus yang bangkit dari kubur aja " di dustakan" oleh islam, inilah bukti dari " senjata Bumerang " makan tuan-nya sendiri".. meskipun Sejarah Yesus yang mati dan bangkit dari kubur aja tidak di akui oleh islam..!!!! Allah mau ngomong apa lagi. malah mempercayai muhammad yang tidak ada "BUKTI" ARKEOLOGInya di Imani , kebenarannya..!!!!

    wasalam..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...