Tuesday, 16 August 2011

Cara Membaca Al Qur’an Yang Dilarang

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menganugerahkan kita ummat Islam sebuah pusaka, Al Qur'an. Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan pada Kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alahi Wa Sallama.

Syekh Muhammadl Makkiy Nashr telah memerinci beberapa bacaan atau tingkah lakusaat membaca yang dianggap menyimpang dan tidak sesuai dengan tujuan membaca Al-Qur'an, antara lain:


1.  At Tarqish  ( اَلتَرْقِيْصُ )
Yaitu: Qori' sengaja berhenti pada huruf mati namun kemudian dihentikannya secara tiba-tiba, seakan-akan ia sedang melompat atau berjalan cepat (meliuk-liuk seperti penari)

2.  At Tahzin   ( اَلتَّحْزِيْنُ )
Yaitu: Qori'membaca dengan mimik atau gaya yang dibuat sedih atau hampir menangis yang bertujuan semata-mata sebagai daya tarik bagi pendengar.

3.  At Tar’id  ( اَلتَّرْعِيْدُ )
Yaitu: Qori' mengalunkan suara yang terlalu bergetar sehingga suara orang yang kedinginan atau kesakitan.

4.  At Tathrib   ( اَلتَّطْرِيْبُ )
Yaitu: Qori' mendendangkan dan melagukan Al-Qur'an sehingga membaca panjang (mad) bukan pada tempatnya atau menambahnya bila kebetulan pada tempatnya (menyanyi).

5.  At Tarji’   ( اَلتَّرْجِيْعُ )
Yaitu: Qari' membaca dengan nada rendah kemudian tinggi dengan nada rendah lagi dan tinggi lagi dalam satu mad.

6.  At Tahrif   ( اَلتَّحْرِيْفُ )
Yaitu: Qori' membaca bersamaan beberapa orang (koor) suatu ayat yang panjang dengan bergantian berhenti untuk bernafas, sehingga jadilah ayat yang panjang itu bacaan yang tak terputus-putus.

Selain dari keenam cara (model) membaca Al-Qur'an diatas, masih ada beberapa cara (model) yang lain yang dilarang, antara lain:

a)     Qori' membaca dengan tempo yang amat lambat hingga huruf keluar  menjadi tidak jelas dan terseret seperti orang yang malas berjalan.
b)     Qori, membaca dengan sentakan-sentakan atau kejutan pada tempat- tempat tertentu dan biasanya hanya untuk menarik perhati'an pendengar.
c)     Qori' membaca dengan memutus-mutuskan suara pada tempat tertentu seperti saktah dengan tujuan untuk memberi penekanan pada tempat tersebut.
d)     Qori' membaca dengan tempo yang amat cepat terutama pengucapan huruf pertama bacaan (Ibtida') hingga tidak terdengar dengan jelas.
e)    Qori' membaca dengan terlalu ringan atau lemah pengucapan sifat qalqalah hingga  membentuk bunyi harakat baru.
f)    Qori' membaca dengan menebalkan huruf yang seharusnya tipis atau sebaliknya.
g)    Qori' membaca dengan melebihkan ukuran Mad Ashliy hingga melewati tiga harokat atau terlalu pendek hingga kurang dari dua harokat.

Untuk lebih jelas dan lengkapnya bahasan mengenai cara membaca yang dilarang itu, pembaca dapat membaca kitab Nihayatul Qoulil Mufid dan Haqqul Tilawah.

Semoga bermanfa'at.

5 comments :

  1. Kalau misal berhenti bukan pada tanda waqaf karena kehabisan nafas,gak termasuk yang At Tarqish kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibtida'nya (mulai baca) dari tengah (tidak harus mengulang dari awal) harus diperhatikan pada kata yang mana.

      Delete
  2. Mohon infonya..maaf keluar dari topik..
    Saya sering mendengar gaya membaca al quran ala imam mekah atau imam madinah..Kalo ke dua imam itu masuk metode pelafalan apa ya?

    ReplyDelete
  3. @ Iin : Kalo masalah tempo bacaaan, gaya bacaan, iramanya, lagunya, tentu masing2 qori' punya style berbeda2. Kita tidak sedang membahas itu, saya juga enggak tahu.

    Yang saya tahu ya hanya istilah "model haromain" "model kuffah" atau "model hijaz" dll. Itupun enggak ada hak cipta juga koq.

    Jadi kalo imam Mekkah dan Madinah, udah tentu "model haromain". Maaf, koreksi jika salah.

    ReplyDelete
  4. Bagaimana hukumnya kalau qiro'ah ditengah tengah bacaan ambil nafas??

    oia salam kenal
    Al Quran Readpen PQ15

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...