Monday, 31 October 2011

Cara Mudah Melihat "Tuyul"

Setelah sekian lama "terjebak" dalam blog para Master, dimana konten postingan - agama; filsafat; sejarah; sains; misteri; scifi - selalu bikin dahi berkernyit dan berkerut (namun saya menikmati tantangannya juga sie...), tak jarang karena aksi sok-sokan bergaul dengan para Master itu membuat saya seringkali tertatih-tatih mengikuti alurnya, gak nyangka ternyata udah satu tahun saya bikin blog ini. Dan suatu ketika, lupa kapan, saya koq nyasar di Blogcamp (blognya Pakde "ngeblog sing kepenak tapi ora sak kepenak'e), disitu saya mulai mengenal diam-diam karakter2 yang akan membuat kita memaknai hidup secara sederhana namun penuh makna, hidup terasa b3Rw4rNa Wa12nI kata Pakde. Pengunjung setia Blogcamp yang pertamakali singgah kesini adalah Mbak Una (Sitti Rasuna), seneng rasanya kedatangan tamu cewek untuk kedua kalinya setelah Mbak Fanya.




Ikutan Giveaway Ah....

Setelah liat blognya Mbak Una, woww,,,, lagi ngadain giveaway rupanya. Kesempatan nih,,, setelah pernah melewatkan kontesnya Pakde tentang book review, inilah saatnya pertamakali mencoba ikut kontes-kontesan. Apalagi tema yang diusung Mbak Una keknya "sesuatu banget yah", mengajak kita have-fun aja. Wuaduhhh,,, prolognya kepanjangan neh... Okey, kita mulai. Pengalaman pertama melihat "tuyul", jreee..eeeng !!!

*****&&&&&*****

Tentu kita percaya adanya "dimensi lain" dihuni makhluk lain yang berdampingan secara paralel dengan dimensi kita, bukan ? Yups,,, dalam Al Qur'an kita mengenal adanya Jin dan Malaikat, namun hanya Jin yang statusnya sebagai mukallaf seperti kita manusia. Namun jujur, saya ga begitu faham dengan makhluk yang bernama Genderuwo, Pocong, Tuyul, Wewe Gombel, Banaspati, Kuntil Anak dsb. itu sebenarnya tergolong Jin atau bukan. Ahh,,, udahlah gak perlu pusing mikirin marga mereka apa kan udah ada para Ustadz untuk mendefinisikannya. Lagian benar tidaknya tetang keberadaan mereka juga masih simpang siur koq. 

Menurut kepercayaan sebagian orang, Tuyul adalah manifestasi dari anak-anak yang masih bocah namun dibunuh oleh orang tuanya sendiri, bocah-bocah itu terjebak dalam dimensi lain itu yang oleh para Dukun, Tuyul tersebut dipelihara dan diperjual-belikan pada manusia yang butuh "pesugihan" (ingin kaya instan). Seseorang yang butuh pesugihan membeli Tuyul dari seorang Dukun, dan Tuyul akan melayani tuannya dengan cara mengambil uang tetangga tetangga dekat maupun jauh. Namun Tuyul juga butuh imbalan atas jasanya itu, ia harus butuh ASI layaknya bayi dari tuannya, ia juga butuh digendong setiap hari, itulah mengapa kita akan melihat Si Pemelihara Tuyul biasanya kalau berjalan tangan selalu dianyam dibelakang (kayak menggendong sesuatu) dan jalannya begitu berat dan perlahan. Itu disebabkan karena ia sebenarnya menggendong tuyul dan masih banyak tuyul yang bergelantungan di badannya. Namun lebanyakan kita tidak bisa melihatnya.

Jika anda ingin mencoba melihat tuyul (dengan begitu anda bisa tahu siapa sih yang punya pesugihan), berikut ada cara mudah untuk mengintip aktifitas mereka. Ini  legal, tidak berbahaya namun perlu kehati-hatian agar anda tidak terjebak didalamnya. Lakukan pada malam hari, anda harus dalam keadaan bersuci (wudhu). Ambil air putih satu gelas, siapkan diri anda dengan bertelanjang namun pakai sarung (yang cewek mohon jangan ikutan, aora cewek agak lemah untuk beradaptasi di dimensi mereka). Bertelanjang ? Yaa, tapi jangan bulat-bulat pakailah CD untuk menutupi "torpedo" anda, kawan. 

Gunakan sarung untuk menyelimuti tubuh anda, anda cukup jongkok dan bersembunyi didalamnya, mirip Harry Potter saat make jubah "invisible" gitu lah.... tangan kiri megang ujung sarung di atas kepala, sementara tangan kanan megang gelas berisi air putih yang udah disiapkan. Baca Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas lalu tiupkan pada air tersebut. kemudian usapkan air tadi dikelopak mata perlahan-perlahan. Dan anda sudah siap untuk masuk kedalam "dimensi lain".

Ingat, jangan lakukan metode ini sendirian. Undang saya untuk mendampingi dan teman-teman lain untuk menemani.

*****&&&&&****** 

Kurang lebih itulah yang saya ucapkan waktu itu pada santri baru bernama Kang Kholiq, dia tentu penasaran namun juga sedikit gusar "Bagaimana kalo saya nanti terjebak di dimensi mereka ?, bagaimana kalau nanti malah gak sembuh2 dan saya bisa melihat mereka tiap harinya ?". "Tenaaang", jawabku sok dewasa, "Itulah sebabnya, jangan kamu lakukan sendirian. saya dan teman2 lain akan menemanimu dan mendampingimu sekedar berjaga jika terjadi apa-apa". Kang Kholiq akhirnya sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan "ritual" itu. Ia jongkok di sudut gota'an (kamar), berselimut "jubah invisible"nya dia terdengar sedang merapal do'a. Dengan perlahan kudekati dirinya, dan SREEETTH...!!! "jubah invisible" yang dipakainya kutarik ke atas dengan cepat. "Jiiaaa...aaaa!!!" terdengar teriakan Kang Kholik membahana memecah angkasa ***lebay.com**** dan kita bisa melihat "tuyul" yang kebingungan dan masih telanjang duduk jongkok didampingi banyak teman. He,,he,,,he...


Pengalaman pertama lihat "tuyul" yang menjijikkan, tapi cukup memuaskan.  Ide awalnya sih sebenarnya dari Kang Fauzan, beliau alumni Pesantren Tebu Ireng. Beliau ketua kamar kami, suatu ketika beliau bercerita tentang pengalamannya waktu mondok di Pesantren Bonafide Tebu Ireng salah satunya ya itu, "cara mudah melihat tuyul", beruntung yang mendengar ceritanya hanya tiga anak, jadi bisa menjadi sebuah rahasia.

Korban pertama kami bernama Kang Kholiq tadi (maaf loh Pakde... namanya sama), korban selanjutnya Kang Ma'ruf, Kang Halimi. Itu dwuuluu sih, anggap aja sebagai "perploncoan ilegal", sebagai cara kami untuk menyambut anak baru. Sebenarny gak ada sih plonco-ploncoan di tempat kami, jikapun ada itu hanya ulah para oknum seperti saya yang udah ngerasa lebih senior,,, he he.Tapi kerennn kan ? Saya gak boong kan ? Kita bisa liat tuyul, kan ? Ingat : Jangan lakukan tanpa pengawasan saya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Pengalaman Pertama yang diadakan oleh Mbak Sitti Rasuna Wibawa.

42 comments :

  1. Halo mas...
    Belum bisa kumasukkan nih, kok kayaknya ga ada menceritakan pengalaman pertama ya? Hmmm~

    ReplyDelete
  2. iiihh...!! kirain tuyul beneran...%$@*&{^?~!!!

    ReplyDelete
  3. @ Mbak Una
    He,,,he,,, iya ya. Koq malah jadi kayak tips. Tapi udah tak edit loh, Mbak.

    Makasih ya Mbak jika berkenan membaca ulang, awas kalo gak masuk kriteria lagi, tak rebonding loh...
    ==========================

    @ Mbak Fanya
    He,,,he,,,
    selama ini saya juga belum pernah liat tuyul beneran, pocong beneran, genderuwo beneran, kunilanak beneran. Soalnya juga belum jelas sih mereka tuh beneran pa enggak.

    Btw, dijamin "tuyul" yang satu ini bikin para cewek lari ketakutan.

    ReplyDelete
  4. Gubrakkk!
    Hahaha gapapa kok sini direbonding gratis aku mau :p

    Okee terimakasih yaaa mas, segera kucatatt :)

    ReplyDelete
  5. masang spanduk *dukung una di rebonding!*

    wew.. liat tuyul.... O.o
    lebih seneng liat kucing berjemur deh ;))

    ReplyDelete
  6. @ Mbak Una
    Ayem Sorri (sing ngisor keri)... he,,he,,,
    ========================

    @ Miss U
    Weww,,, dapet kenalan baru lagi, Anak Samarinda ?
    Ehh,,, bukan sayah loh nyang provokasi pake spanduk s'gala. Pissss ^_^ V;

    ReplyDelete
  7. saya anak makassar njemput rejeki di samarinda v^^

    ReplyDelete
  8. hadeeuuuhh, saya pikir bisa liat tuyul beneran, eh malah tuyul2an..hahhaa..
    mantap lah ;-)

    ReplyDelete
  9. @ Miss U
    Thx's iiaaa, udah follow saia ;-)
    =================================

    @ Pelancongnekad
    Loh, emang tuh tuyul beneran loh Mas. Yang boongan tuh justru yg ga bisa diliat...*tauk ah geyap*
    Jangan diulangi loh,,, pipis di dalam bis http://pardicukup.web.id/2011/10/jangan-pipis-di-bis/
    Wuehe,,he,,he....

    ReplyDelete
  10. [...]Jangan diulangi loh,,, pipis di dalam bis[...]

    ketahuan deh saya...wkwkwkkwkk

    ReplyDelete
  11. Wah emang si Olivia mirip sama aku mas?
    Oya jangan percaya foto di blog saya yah, itu menipu wkwkwk~

    ReplyDelete
  12. Temen aku di kampus ada yang baca postingan ini ngakak berat hahaha, mana di lab komputer kampus lagi~ :)

    ReplyDelete
  13. @ Mbak Una
    emang mirip Mbak, dwuluu di kelas duduknya tepat di depanku, rambutnya suka tak tancepin sedotan, kadang pensil, kadang pulpen,,,, he. Sekarang jadi bidan tuh anak.

    Naluri cowok *sok_tau.com* kalo liat blog peyempuan biasanya ngobrak-abrik galeri pohto dulu. Kalau naluri cewek biasanya liat pria pada "wibawa"nya....
    Wiii...bawa be-be
    Wiii...bawa har-ley
    Wiii...bawa be-em-we
    =========================

    @ Mbak Una (lageee...)
    "salam tuyul" untuk temenya, iiaa...
    Hahh... "lab komputer kampus" ? cari nyang gratisan toh critanya....

    Alamat mo menang neh artikel-kyu
    **narsis detected***

    ReplyDelete
  14. @ Pelancongnekad
    Mungkin di dalam bis gak bakal terulang....
    Namanya aja nekad, pasti dee diulangi dalam pesawat,,, kereta,,, kapal,,, hayoo !
    #Pilih transportasi yang mana ?#

    ReplyDelete
  15. Kasian banget temenmu masss... hahaha untung dulu aku pake kerudung jadi ga ada yang ngisengin kayak gitu LOL LOL.

    Hahaha ngakak baca wibawanya~ :))

    ReplyDelete
  16. Lagi libur ujiannya, besok baru ujian lagi. Doain yaaa :D

    ReplyDelete
  17. huaaaa mainannya jorokkkk

    ReplyDelete
  18. @ Mbak Una
    He,,,he,,, sekolahku di SMU Umum (soalnya Pesantren di tempatku kecil mungil, belum punya Lembaga Pendidikan ndiri).

    Moga2 sukses selalu, kawan. Sukses dunianya juga akheratnya. Amiin.

    ***heran,,, nih anak te-o-pe-be-ge-te
    disela-sela ujian sempet2nya bikin kontes dan ikut ngontes.
    ==========================

    @ Niaangga
    Masa sie Mbak ?. Bisa dicoba loh untuk cari korban....

    ReplyDelete
  19. kirain tadi tuyul beneran ;D
    Mbak Una mau direbonding? Jangan ah, lebih imut dengan gayanya yang sekarang ^_^

    ReplyDelete
  20. @ Mama Rani
    Bener mam, ga perlu rebonding dah cakep koq tuh anak. Tapi keknya sekarang kurusan dey, kaciaann, mikirin ujian kalee...

    ReplyDelete
  21. Halah... kirain tuyul beneran. :-) Dulu waktu masih kos di Jogja pernah tuh, pagi2 temen kos tereak kalo ada anak kecil gundul, telanjang, deket tiang listrik. :D Hahaha. Kalo anak kecil beneran, kasian banget tuh.

    ReplyDelete
  22. Artikel ini menang lho.. hihi. klo menang ajak2in tuh Una buat rebonding. hehe..:p

    Salam kenal ^^

    ReplyDelete
  23. *ngakak dulu*

    oalaaaahh... Kalo liat tuyul yang begituan sih aku sering. Di kamar. hahahaha.............

    ReplyDelete
  24. wah ini tah pemenangnya, ckckck...

    ahahahha... lucuuu2 mas, ya ampuuun, pantesan menang :D
    belajar dari sini jadinya ;)

    Salam kenal yooo, sekalian izin follow, klo berminat folback juga ya, hehe :D

    ReplyDelete
  25. hihihi..becandanya sadiss
    salam kenal mas

    ReplyDelete
  26. Selamat ya, Mas... Sudah menang di GAx Mbak Una... :)

    ReplyDelete
  27. Wedew,,, disinggahi para bidadari turun dari metromini neh,,, tapi koq keknya banyak yang udah gak gadis lagi yah **PLAK!!!***...

    Maaf semua,,, baru menyapa, lagi bet-emut, pilek sih soalnya **sstt...keabisan modal utk ngenet***

    @ retma-haripahargio : he,,he,,, salam untuk putra tersayang, Nikki. Tolong cubitin pipinya sekalian ya Mbak.

    @ Illa Rizkinidiana : Hei,,, jangan dunk. Biarkan dia tenang dulu dialamnya, eh maksudnya biar si Una konsen ujian dwulu,,, getcu..

    @ Dewi Fatma : Oalah mbak,,, sy percaya dee tiap malam embak liat tuyul di ranjang, plontos..tos..tos,,, kan. Salam buat Valeska ya mbak, kelas berapa sekarang ?

    @ Shine : Ok,,folback secepatnya. Insya-Allah...

    @ Epay : he,,he.

    @ Ningsyafitri : Makasih Ning...

    ReplyDelete
  28. Aseli beneran bikin saya ngakak... :D :D :D

    ReplyDelete
  29. @ Asop
    Mosooowk sie...
    Ayah Palembang, Ibu Semarang..., Ga pernah ke Semarang Sop ?

    ReplyDelete
  30. gak ada permainan yang lebih penting yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. permainan niup lilin ultah kali yaaa?;)

      Delete
  31. Tak kirain lihat tuyul beneran....okey dech kalo begitu ditunggu kunjungan baliknya,Sob...!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf... baru buka blog. hehe. :)

      Delete
  32. Replies
    1. gak mudeng... :) btw, makasih kunjungannya.

      Delete
  33. hahaha...tuyulnya bingung..!

    ReplyDelete
  34. gak beres web nya ,,,,
    maki aja skalian semua agama

    ReplyDelete
  35. gak beres web nya ,,,,
    maki aja skalian semua agama

    ReplyDelete
  36. Hmm is anyone else encountering problems with the pictures on this blog loading?
    I'm trying to find out if its a problem on my end or if it's the blog.
    Any feed-back would be greatly appreciated.

    my web blog; legal stimulants

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...