Senin, 16 Januari 2012

Skizofrenia : Nabi Gila ?, dan Kita...

Berharap menerima "wahyu"
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan pada Rasulullah Muhammad SAW.

Bahasa sederhana dari skizofrenia adalah gila, edan, majnun dll. Namun mbah wiki mendefinisikannya sebagai "penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra)".

Lalu apa hubungannya dengan Para Nabi a.s atau orang2 religius lainnya ? Orang2 atheis dan para pengingkar Tuhan pada umumnya menganggap orang2 yang beriman hanya mengalami delusi dimana pengidap skizofrenia mengalami gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kekacauan proses berpikir dan reaksi emosional. Gejala yang umumnya dialami penderita adalah halusinasi, pikiran paranoid atau aneh dan kekacauan dalam pembicaraan.

Koq Bisa Sih Para Nabi a.s dituduh Gila ? 

Yeah,,, itulah usaha2 para pengingkar Tuhan, yang gak percaya adanya hidup sesudah kematian. Yang gak percaya adanya hari pertanggung jawaban kelak. Mereka menganggap kampung akhirat hanyalah khayalan para pemuka Agama, impian kosong para pecundang yang terpuruk atas persaingan dan perjuangan kelas sosial. Orang2 atheis pada umumnya menganggap kehidupan sesudah mati hanyalah bentuk usaha para pemimpin Agama agar manusia2 awam takut dengan "hukuman" Tuhan, dan hal itu tak berlaku bagi manusia bebas yang sudah memiliki kedewasan berpikir untuk menentukan sendiri akibat2 dari perbuatannya.  
Bagi orang2 atheis, jika manusia baik maka masyarakat dan lingkungan sekitar akan menerima dengan baik, jika manusia jahat maka lingkungan dan masyarakatnya akan menolaknya, itulah hukum alam, tak ada "hukum" Tuhan, katanyaa sih. So,,, mereka kaum atheis beranggapan Tuhan dan hukuman2 yang diterapkan hanyalah imajinasi para pemimpin Agama agar manusia hidup lebih bermoral, tidak lebih. 

Firman Allah Ta'ala, kurang lebih artinya :
Dan temanmu (Muhammad SAW) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (QS. At Takwir, 81:22). 

Jadi gak perlu heran jika masih ada yang menganggap Nabi Muhammad SAW itu pengidap skizofrenia/ gila. Atheis menganggap Agama itu candu, Tuhan itu fiktif, Tuhan hanya alat para Nabi a.s dan pemimpin Agama pada umumnya untuk mendapat pengakuan masyarakat, agar dihormati masyarakat, agar dipatuhi masyarakat. Ini seperti persaingan antara para penguasa dan agamawan. Dengan "diciptakannya" Tuhan diharapkan seorang Nabi a.s / pemuka Agama memiliki bargaining position terhadap para Raja/ Penguasa.  

Pemuka Agama Yang Hypokrit 

Ironisnya, terkadang pemuka Agama dan Penguasa berkolaborasi untuk menipu ummat manusia. Jangan kaget, karena Al Qur'an telah memberitahu kita tentang hal ini agar kita ummat Islam bisa mengambil pelajaran, yang kurang lebih artinya : 

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (QS At Taubah, 9:34) 

Pemuka Agama yang demikianlah yang menyebabkan manusia menjadi muak dan menjauhi agama. Karakter pemimpin Agama seperti itulah yang  membuat manusia menjadikan paham atheis sebagai pelarian.

Gila-kah Kita ? 

Gak perlu heran dengan tuduhan2 semacam itu, karena dari definisi aja sebenarnya masing2 kita penderita skizofrenia, loh... Hahh masak ? Beneran,,, cuman levelnya aja yang beda2, mungkin kita masih tergolong "easy" yang masih berinteraksi dng linkungan sosial dan masih normal membedakan khayalan dan kenyataan. Masing2 kita kadang pada suatu waktu bersikap kekanak2kan, kadang bersikap ancur2an. Atau mungkin juga kita tergolong "medium" dimana kita menikmati khayalan2, imajinasi spektakuler tentang masa depan diri maupun dunia namun kita menutup diri dari lingkungan sekitar, ga perduli dan ga respek terhadap apapun, namun masih ada kesadaran bahwa hal itu hanya bersifat imaginatif. Yang lebih parah jika kita sudah pada level "hard", yang menikmati khayalannya sendiri tanpa respect sedikitpun pada lingkungan sekitar dan menganggapnya sebagai suatu kenyataan, menganggap paham2 dan ide2nya adalah benar dan tak terbantahkan.

Beruntung kita sebagai ummat Islam, lebih2 santri yang didik selalu membaca Surat Al Ashr setiap kali selesai mengaji, mengkaji, berdiskusi, bantah2an, sampai eyel-eyelan. Firman Allah Ta'ala kurang lebih artinya : 

(1) Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS Al Ashr : 1-3) 

Itulah indahnya Islam, ajarannya mampu mencegah diri dari penyakit skizofrenia yang membuat manusia menutup diri, berhalusinasi dan hidup dalam khayalannya sendiri.  Kita harus terbuka dengan  pendapat orang lain, dan do'a adalah jalan agar hidayah-Nya mengalir.

Semoga bermanfa'at. 

Inspired :
Al Qur'an Al Kariim
http://haniifa.wordpress.com/2008/04/02/secangkir-kopi-buat-schizophrenia/
http://nontondunia.com/2011/11/20/skizofrenia-penyakit-religius/

5 komentar :

  1. Bukannya skizofrenia itu dikasih sama Tuhan? Bagaimana bisa cegahnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin sih,,,
      Artikel ini cuman menkounter penghinaan pada Nabi kita Muhammad SAW, yang dituduh pengidap skizofrenia.
      Check >>> http://indonesia.faithfreedom.org/forum/muhammad-john-forbes-nash-jr-paranoid-schizophrenia-t27962/
      Atau yang lebih halus >>> http://nontondunia.com/2011/11/20/skizofrenia-penyakit-religius/

      Intinya ada sebagian yg berpendapat bahwa pengidap scizofrenia itu mendengar suara2 aneh, berhalusinasi, paranoid. Padahal bukankah kita semua juga mengalaminya, dimana suara2 yang bersliweran di otak kita itu terkadang hanyalah memori2. Bisa jadi gelombang2 radio, gelombang2 ponsel yang merekam percakapan orang itu, "melayang2 dan mengembara" dan sewaktu2 nempel di otak kita. Space disekitar kita sebenarnya penuh banget dng gelombang2 suara bergentayangan itu. Hehehe...

      Mencegah : bersosialisasi
      Mengobati : Terapi wudhu (usap sebagian kepala), Trus cukur rambut saat Hajji itu loh. Jika dikorelasikan dng nomor ayat diatas (Nabi SAW dituduh gila) kita akan sampai pada surat 22. Al Hajj.(Haji)

      Hapus
  2. assamulaikum wr wb
    salam kesejateraan buat kita semua

    apa kabar mas samaranji?
    saya selalu ngikutin blog ini dan saya bisa mendapat pengetahuan lebih dari sini..

    oia mas,
    tolong dong ulasanya tentang blog ini http://trulyislam.blogspot.com/

    terinakasih
    wassalamualikum wr wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam warohmatulloh...

      Alhamdulillah kabarnya baik, luar biasa baik :D Terimakasih atas kebersamaannya selama ini.

      Ooow... blog itu kan kepanjangannya dari FFI, terus dari Murtadin Kafirun juga... sudah banyak koq temen2 blogger yang menjawabnya, paling mereka cuman mengulang2 wacana.

      Santai sajaaa... kita jwab bersama namun jangan mengalihkan perhatian kita utk tetap berkarya bagi rahmat semesta.

      Makasih...

      Hapus
  3. saya suka baca ini, bahasanya sederhana dan mudah dipahami.. :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...