Friday, 7 September 2012

PR dari Anonym : 1 & 2

Bismillahirrohmaanirrohiiim. 

Awal awal Romadhon kemaren, alhamdulillah kedatangan seorang tamu istimewa, karena beliau mengajukan beberapa pertanyaan dan gugatan yang wowww panjangnya di beberapa artikel saya. Saat itu tentu saya saya enggan menanggapi karena beberapa alasan dan pertimbangan, pertanyaan beliau saya simpan dalam draft dan tentu saja saya jadikan pe-er. Ya... PR dari Anonym. Jadi untuk Anonym, maaf baru bisa saya tanggapi, itupun tidak bisa semuanya, dan saya rasa masih ala kadarnya. Untuk teman2 yang menyimak, siapapun anda, beragama apapun anda, silahkan memberikan kritikan, gugatan atau apalah yang bisa menjadikan kita manusia yang berserah diri pada Tuhan (baca : Alloh Subhanahu Wa Ta'ala).


1. PR dari Anonym : Tak boleh menghubungkan monyet.
pada : Kaum Monyet Yang Ingin Diakui Eksistensinya

Saya bukan Judhianto, dan saya tidak mengenalnya secara pribadi, meski saya pernah berkunjung ke blognya.(Dan jangan panggil saya om, saya masih muda, kok) 

Mengenai poin yg saya sampaikan, anda cenderung mengkaitkan kisah mitologi dari berbagai peradaban dengan kaum yahudi yg dalam tulisan di atas anda sebut babi dan kera. Saya kira tidak ada keterkaitan di antara keduanya, dan anda terkesan mengkaitkan keduanya semata mata hanya karena ada tokoh babi dan kera dalam mitologi tersebut. Anda seolah olah mengarahkan pembaca pada kesimpulan sesuai dengan persepsi & interpretasi anda pribadi. 

Yaps... betul, saya emang mengaitkan sesuai persepsi dan interpretasi pribadi. Bukankah demikian juga yang ditempuh orang orang yang mengajukan thesis?. Jika anda tak mengakui adanya kitab suci dari Tuhan (Baca : Allah Ta'ala), anda berhak koq menganggap Al Qur'an dan kitab2 suci Agama lain sebagai literatur, dan cobalah mengorelasikan beberapa "literatur" tersebut. Lah wong para pro evolusi ajah menghubung2kan monyet-gorila-beruk-siamang-orangutan-simpanse. Tentu saja saya boleh dooong menarik benang merah "babi" dan "kera" pada beberapa "literatur" tersebut.

Sains memang tidak pernah mengklaim suatu teori sebagai kebenaran absolut, namun teori evolusi telah teruji dan dapat disebut sebagai fakta karena dapat difalsifikasi. Teori evolusi bisa saja runtuh jika ada teori yg dapat menjelaskan mekanisme spesiasi lebih baik, namun hingga saat ini teori pengganti tersebut tak kunjung ada. Dari tulisan anda yg membubuhkan tanda kutip pada kata teori, saya berasumsi bahwa anda tidak menganggap evolusi tidak benar. Tapi itu hanya sekedar asumsi saya, lho. 

Sayangnya kalian enggak prefere terhadap "kreasionis" seeeh. Padahal banyak juga koq para ilmuwan yang membantah validasi en akurasi dari bukti-bukti empiris pendukung teori evolusi. Mau dijelasin kek gimana tentang adanya penciptaan ya tetap aja dianggap gak ilmiah, kan?  Jadinya ya... jaka sembung makan combro... gak nyambung brooo! :D

Semoga meluruskan.
Makasih...


2. PR dari Anonym : Isa (a.s) atau Yesus, pengucapan yang benar?
pada : Nabi Isa ‘Alaihis Salam = Yesus ? Jebakan Aqidah !!!

Kata Iesous merupakan bentuk hellenisasi dari Yesua, lalu dalam perkembangannya lebih populer ditulis sebagai Jesus, dengan pengucapan yg sama

Tuh kaan, sapa suruh nama "Isa" (alaihissalam) dilogatkan ke bahasa helenis Yunani? Dari logat Yunani dilogatkan Indonesia, dari i menjadi je menjadi ye. Capee yeeeh deeeh...

Yuuuk kita intip dari pengakuan ummat Kristen sendiri, cekidot : [http://www.sarapanpagi.org/nama-yesus-dalam-bahasa-aram-keakuratan-nama-isa-vt2214.html]. Harap diperhatikan eeeaa, kalimat yang saya kasih garis bawah merah :D
 
klik ajah, biyar jelas :D
Dalam site tersebut ada paragraf sbb : 
Kalau begitu, bagaimana mengucapkan nama Sang Juru Selamat yang sah? YESYUA, IESOUS atau IESUS/ YESUS? Jawabnya, semua sah-sah saja, karena semua bahasa itu hidup pada zaman-Nya. Jadi, dalam bahasa Aram inilah Yesus berbicara sehari-hari dan mengajar murid-muridnya, begitu juga ketika dikatakan bahwa Yesus bebicara dengan Paulus dalam bahasa Ibrani (Kisah 26:14), kemungkinan besar dalam bahasa Ibrani tutur Galilea atau Aram. Tetapi ketika membaca Taurat dan Kitab Nabi-nabi di sinagoge, pasti Yesus mengucapkannya dalam bahasa Ibrani (Lukas 4:18-20). Tetapi Yesus juga berbicara dalam bahasa Yunani, misalnya dalam percakapannya dengan seorang perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10).

Kalo bisa dikatakan, saat itu ada beberapa bahasa yang digunakan, bahasa keseharian adalah bahasa Aram, bahasa Yunani dan latin adalah bahasa penjajah, sedangkan bahasa kitab suci yang dipakai ummat yahudi waktu itu adalah bahasa Ibrani Purba, hampir mirip dengan Bahasa Arab. Sebagai Gambaran, Ibrani diibaratkan bhasa melayu kuno, bahasa Aram diibaratkan bahasa Indonesia sekarang, dan bahasa Yunani-Romawi-Latin diibaratkan bahasa Inggris dan Belanda atau Jepang. Berikut adalah skrinsot pengakuan mereka, walaupun dibumbui sedikit ejekan.

klik lagih deh :D
Pengucapan bahasa Ibrani Purba mirip dengan bahasa Arab :D, mengucapkan suatu kata seperti mau membersihkan tenggorokan. :(

Sooo, jika yang benar adalah kata Yesus, maka ummat Kristen harusnya konsisten menghapus kata Allah dan ikuti saja terjemahanya dengan God (plesetan dari Ghost), atau Tuhan (plesetan dari Hantu),,, gak heran kan sekarang jadi marak kalimat, "O my Ghost" :(

Masalah penyimpangan akidah, ditinjau dari sudut mana? Dalam tulisan anda di atas, anda mengkaitkannya dengan figur Zeus karena kemiripan bunyi, namun saya kira tidak demikian. Kata Iesous atau Jesus adalah ekspresi murni orang yunani dan sekitarnya dan kemudian romawi pada sosok yg diidentifikasi oleh umat muslim sebagai Isa. Meski kemudian pada kekristenan terjadi sinkretisme hellenistik yg berpengaruh pada ikon dan simbolisme yg dapat kita jumpai hingga saat ini. Sebagai contoh, sosok Tuhan Bapa seringkali mengambil image Zeus dalam karya seni pada masa renaisans, sebagai contoh lukisan "Creation of Adam"nya Michaelangelo. Sosok Yesus yg berambut sebahu, berjanggut, dan ekpersi umum yg ikonik tentang sosoknya saya kira mengadopsi penggambaran wajah Serapis, dewa hasil sinkretisme hellenis. Meski demikian, saya rasa penyebutan Jesus pada sosok Isa tidak ada kaitannya dengan penyelewengan akidah, apalagi penyelewengan terstruktur.

SATU : SECARA HISTORI nama "Isa" (a.s) lebih akurat daripada "Yesus". Bukti pada Bilangan 24:17, yaitu :

אֶרְאֶנּוּ וְלֹא עַתָּה אֲשׁוּרֶנּוּ וְלֹא קָרוֺב דָּרַךְ כּוֺכָב מִיַּעֲקֹב וְקָם שֵׁבֶט מִיִּשְׂרָאֵל וּמָחַץ פַּאֲתֵי מוֺאָב וְקַרְקַר כָּל-בְּנֵי-שֵׁת:
 
Translit Interlinear, ERWNU {aku melihat}VELO{tetapi bukan } ATA{sekarang} ASHURANU{aku memandang dia} VELO KAROV{tetapi bukan dari dekat} DARAKHH KOKHAV{bintang terbit}MIYAAKOV {dari yakub}VEKAM SHEVET{tongkat kerajaan} MIYISRAEL{dari israel}… I shall see him, but not now: I shall behold him, but not nigh: there shall come a Star out of Jacob, and a Sceptre shall rise out of Israel…” “Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel”

Dan juga pada Matius 2:2 : 
“Saying, Where is he that is born King of the Jews? for we have seen his star in the east, and are come to worship him.” “dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Akar kata Ibrani, yang bermakna “Bintang Timur” adalah ‘Ish, yang sepadan dengan akar kata Arab, yakni ‘Assa, yang merupakan asal dari kata ‘Isa.

DUA : SECARA PELAFALAN 
Yesus dibesarkan pada sebuah bangsa, yang menggunakan bahasa Aram. Bahasa Aram berkembang menjadi satu varian yang disebut bahasa Syriac, yang kemuadian tersebar luas di kalangan umat kristen, yang selanjutnya disebut “Christian Aramaic“. Di dalam bahasa Syriac, nama Yesus disebut sebagai “Eesho M’sheekha”, bermakna ‘Isa sang Mesias. Istilah “Essho M’sheekha” adalah yang paling mendekati bahasa seharian Yesus.
 
“Eesho” (dibaca : ‘Isyo), oleh penduduk Yahudi Palestina Utara mengucapkannya dengan “Essaa” (dibaca : iisa), hal ini dikarenakan huruf “Shin” mereka lafalkan dengan “Sin”. Hal ini bermakna, kata ‘Isa berasal dari kata Essho (dibaca : ‘Isyo), dalam bahasa Aram (yang merupakan bahasa keseharian Yesus), dan oleh penduduk Yahudi Palestina Utara, dilafalkan menjadi Essaa (dibaca : iisa).

Dengan memperhatikan kisah2 Yesus yang sekarang ada  dalam Perjanjian Baru, maka Yesus bukan Nabi Isa a.s walaupun mungkin hidup dalam kurun waktu yang sama.

Yaaa... kalo anda menganggap tak ada hubungannnya dengan penyelewengan aqidah ya anda juga harus menganggap bahwa Yesus tidak mati disalib, dan bukan anak Tuhan apalagi Tuhan. 

Agama agama yang sekarang ada itu pada mulanya sama, monotheis, dalam perjalanannya seringkali mengalami serangan serangan pemikiran oleh orang2 yang tak percaya Tuhan, dan Islam adalah benteng terakhir untuk menyelamatkan aqidah murni tersebut. Dengan demikian musuh Islam adalah juga musuh semua agama dan ummat manusia. Disaat Agama lain kini terlalu toleran terhadap sekulerisme. Islam sangat menentangnya. Inilah yang tak disukai mereka.

Alhamdulillah, baru 2 PR dari Anonym yang sudah kelar, padahal masih ada 4 lagi. Yang ke-tiga, ke-empat, ke-lima, dan ke-enam. Semoga saya dapat menjawabnya, walaupun sebenarnya saya gak begitu tertarik lagi membahasnya, namun semoga saja ada manfa'atnya bagi kita untuk lebih dewasa dalam berIslam, dan menjadi warga negara Indonesia yang bertanggung jawab.  

Firman Allah Ta'ala, kurang lebih artinya... Al Qashash:75. Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah (kebohongan) dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

Maha Benar Allah dengan segala firman-firmanNYA.

19 comments :

  1. Wahahah... agi metu ilmune, postingan ngeneiki sing tak tunggu2 jane Kang. Sip.. sip.. gawe renungan hari Jumat iki.

    Suwun Kang Haris.

    Eh Mas Sob, yang bener itu nulisnya Alloh apa Allah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Petromax... dapet permen :D. Bocah koq gambare gonta ganti :p

      Tulisan yang bener ya "الله" kalo ditransliterasi sebenarnya lebih mendekati ditulis dng Alloh, dengan dobel lam(L), dan lam tsb dibaca taghlidh (tebal), dan pengucapannya bukan dengan "A" tapi diucapkan "O" (seperti tulisan "jawa" tapi dibaca "jowo").

      Hanya saja entah kenapa Terjemahan DEPAG RI sekarang pake Allah, enggak kayak jaman dwuuluuu. mungkin pertimbangannya karena sekarang ummat ISlam udah pada cerdas. Gak kaya jaman Belanda yang al kitab mereka juga menulis Allah namun pengucapan "L"nya tipis dan "A" kedua dibaca A, jadinya kayak "Owalaah... Yaelaah...."

      Sekali lagi,,, Mungkin saja, DEPAG RI mengnggap kita sekarang ummat ISlam yg cerdas, jadi gak masalah ditulis Allah.

      Ki padune nyindir akyu yooo, kadang nulis Allah Ta'ala, kadang nulis Alloh Ta'ala. Yoyoyo... tak edit secepatnya deeh. TApi yang paling urgent, Al QUr'an tuh bacaan, bukan tulisan, apalagi pajangan, entar kita jadi gak tahu tuh bagaimana mengucapkan "الله" yang benar :D

      MAkasih juga, atas pertanyaannya.

      Delete
  2. Menurutku memang sejarah itu banyak dikaburkan, injil diganti dan yang asli dimusnahkan. Coba baca injil jaman sekarang dari depan sampe akhir rasanya gak jelas banget deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya diganti ato dimusnahkan, Mbak Ami. Hanya saja dirubah tafsirannya karena banyak dari PB(perjanjian baru) yang kontradiksi dengan PL (perjanjian lama), Menurut sya siih itu.

      Begitupun kita, dari sekarang harus menjaga Al Qur'an dengan cara dibaca, tidak hanya mengandalkan teksnya saja untuk disimpan/ dipajang, takutnya generasi selanjutnya udah gak bisa ngucapin "الله" yang benar. :)

      Delete
  3. waduh artikele abot.. saya nyimak aja gan sambil ngopi

    ReplyDelete
  4. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    jujur dalam segala hal tidak akan mengubah duniamu menjadi buruk ,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih... selalu hadir dan berbagi motivasi, Mas.
      Insya-Allah.

      Delete
  5. Wah, saya tidak menyangka anda akan menjawab argumen saya secara khusus. Terima kasih sebelumnya atas itikad baik anda membahas sanggahan saya. Sepertinya saya telah merepotkan anda.

    Btw, sepertinya anda masih curiga bahwa saya adalah Judhianto, atau bli Sutha? Maaf sebelumnya, saya tidak memperkenalkan diri, namun seperti kata anda itu tidak terlalu penting bukan? Nama saya Tio, saya hanya seorang yang mencoba mengeksplorasi berbagai pemikiran dan sudut pandang, karena saya berprinsip bahwa tidak sepatutnya saya menilai sebelum mempelajari dan tidak sepatutnya pula saya menghakimi sebelum mencoba untuk memahami. Saya hanyalah seorang web lurker, seperti kebanyakan orang lainnya.

    Mengenai pertanyaan 1, sekali lagi, tidak ada kaitan antara mitologi peradaban lain yang kebetulan menyangkut tokoh berbentuk kera dan babi, seperti Hanuman, Sun wukong, Thoth, Zhu bajie, dll, dengan kaum yahudi. Tidak ada "benang merah" diantara kisah tersebut selain penggunaan hewan babi dan kera. Kisah2 tersebut tidak terkait sama sekali, seperti tidak terkaitnya mitologi yunani tentang tatapan Medusa yg dapat merubah seseorang menjadi batu dengan kutukan terhadap Malin kundang. Dalam mengintrepetasikan kisah2 mitologis, kita perlu melakukan pengkajian komparatif, historis dan sosio-kultural, karena mitologi berkaitan erat dengan kondisi masyarakat pada peradaban tertentu pada era tertentu. Tidak bisa kita menganggap enteng dan mengartikanya semaunya. Atas dasar itu, tuduhan anda tentang adanya "blow-up", menjadi tidak berdasar.

    Mengenai teori evolusi, tidak banyak yg dapat dibahas, kareana saya menyimpulkan bahwa anda tidak terlalu paham apa itu evolusi beserta mekanismenya. Saya sarankan bagi anda untuk mempelajari evolusi, bisa lewat media internet, misalnya wikipedia, jika anda tertarik lebih jauh. Jika anda merasa telah mantap, silahkan kemukakan teori ilmiah dan disiplin ilmu yg mana yg menyanggah evolusi.


    Untuk pertanyaan 2, masalahnya saya rasa cukup simpel. Seperti halnya orang Jepang melafalkan nama "Ali" menjadi "Ari", karena tidak ada padanan huruf L di jepang.

    Semoga meluruskan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak papa merepotkan, sudah biasa direpotin. Kan kita makhluk sosial, wajar dong saling merepotkan :D

      Ini baru tesis mentah, siapa tahu kan ada seorang profesor yang menyempurnakan :D menghubung2kan berbagai literatur literatur di dunia ini sebagaimana Prof Ariyo Santos yang bertanya "Mengapa di semua peradaban di dunia mengenal Banjir Besar?"

      Teori Evolusi = Dongeng dengan citarasa ilmiah :D
      ''Imagination is more important than science''

      Misalnya begini :
      ===============================
      ''Long long long long time ago, pada saat bumi msh muda, bumi berlimpah dgn zat2 kimia organik sup purba (hmm, yummy). Pd suatu ketika karena 'dimatangkan' oleh petir, sinar ultraviolet, suhu lingkungan, dan berbgai bumbu eh, faktor lain, dgn suatu cara dlm sup purba ini tercipta kehidupan pertama berupa proto sel.

      Nah, singkat cerita, melalui sekian waktu, sel ini berevolusi jd makhluk lain. Nah, setelah sekian lama, makhluk2 ini terus berevolusi bercabang2 menjadi makhluk2 baru. Nah, singkat cerita, setelah jutaan tahun, muncul deh manusia yg berasal dari evolusi primata. Kita sodaraan loh sama monyet, krn kita berasal dr nenek moyang yg sama. Bedanya manusia dgn suatu cara lbh beruntung, otakna terus berkembang, jadilah dia makhluk plg cerdas dimuka bumi. Gituloh.

      Nah, kata om Darwin dkk, makhluk hdup berevolusi krn 2 mekanisme, perubahan2 genetika melalui mutasi yg dlm sekian lama berakumulasi shg muncul spesies baru. Nah yg kedua seleksi alam, yg cocok dgn lgkungan bertahan, yg gak cocok mati. Kwekwekwek. Tapi pd masa om darwin, konsep sel belum ada, apalagi DNA. Pd masa itu atau mgkn stlh itu, stlh ditemukan mikroskop sederhana, barulah tau org2 bhwa dlm irisan bawang ada ruang2 kosong yg dikasih nama 'sel'. Tapi ya, siapa sangka ruang kosong itu ternyata sngt kompleks dan kerjana rumit.

      Nah sel pertama yg katana hidup itu, yg brasal dari sup purba, cuma dijelasin dgn enteng, dgn kata2 sejenis: ''dgn suatu cara'', ''hasil reaksi acak, chaos, yg menghasilkan keteraturan'', ''dgn cara alam tersendiri'' atau bisa jg dsebut ''dgn suatu cara yg unik'', ''dgn suatu cara yg alam belum mau berbagi'', ''dgn suatu cara yg amazing'', ''dgn suatu cara yg blm terungkap'', ''dgn suatu cara yg nantinya pasti akan ketahuan juga'', ''dgn suatu cara yg merangsang penelitian lbh lanjut'', atau lebih singkatnya ''dgn suatu cara yg ajaib, amazing'', ''sim salabim, abrakadabra''. . .dan lain sebagainya :-)
      ===========================

      Apa itu namanya kalo bukan dongeng yang dikemas dengan cita rasa ilmiah ? :D

      Delete
    2. Saya kira alam sudah berkenan berbagi kok, tinggal menumbuhkan rasa keingintahuan untuk belajar saja yg belum ada pada kebanyakan orang.

      Delete
    3. Dijelasin dengan enteng? Jika anda mempelajari lebih dalam, tidak ada keentengan yg anda sebut. Untuk reaksi biokimia sederhana asam amino saja udah ruwet, belum ke struktur protein, folding, dan selanjutnya. Itu adalah dasar2 penjelasan bagaimana gabungan senyawa asam amino dapat menjadi basis awal kehidupan. Namun anda menyepelekannya sebagai dongeng.

      Saya sering mendengar dari kalangan dari latar belakang agama seringkali mengklaim teori sains sebagai imajinasi, dan menganggap bahwa ilmuwan adalah orang2 arogan dan sombong. Saya kira, merekalah yg lebih arogan, karena walaupun belum mempelajari, apalagi memahami, namun sudah sangat cepat menyimpulkan bahwa sesuatu hal adalah salah, hanya berdasarkan asumsi dan praduga semata.

      Begini deh, jika ada bantahan, pertanyaan, atau hal2 yg tidak anda mengerti mengenai evolusi, silahkan anda tanyakan pada saya. Anda bisa membuat post baru mungkin secara khusus untuk hal ini. Mudah mudahan saya dapat menjawab, sesuai kapasitas saya, karena kebetulan saya adalah mahasiswa biologi.

      Terima kasih

      Delete
    4. Menarik...

      Apakah asam amino saja bisa membentuk bakteri primitif (kononnya)? Dan yg lbh pntg lg, eksperimen tsb tdk menghasilkan DNA/RNA, apalagi rantai genom yg FUNGSIONAL yg dapat melakukan proses REPLIKASI, TRANSKRIPSI, TRANSLASI. Mau blg krn inkubasi waktu dan kejadian acak lagi ? Kejadian yang "alam belum mau berbagi" lagi? :D

      Lalu... Pro Evolusi percaya dengan teori abiogenesis gak sih ?

      Delete
  6. Tambahan untuk no 2. Memang secara historis, bahasa arab memiliki induk bahasa yg sama dengan bahasa ibrani, aramaik, dan bahasa semitik lain. Nama Isa boleh jadi lebih dekat dengan pelafalan Yesua dalam bahasa aslinya. Namun, seperti yg telah saya ungkapkan, kata Yesus hanyalah pelafalan Yesua dalam bahasa yunani-romawi. Kata tersebut tidak mengandung penyimpangan aqidah apapun, apalagi secara disengaja dan terstruktur, seperti tuduhan anda.

    Konsep penganut kristen mengenai Yesus itu beragam, dan tentu saja memiliki perbedaan dengan dengan pandangan islam mengenai Isa, namun saya kira tidak ada bentuk "penyesatan" dan sebagainya secara disengaja oleh pihak2 tertentu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sederhananya gini : Dalam alkitab... banyak sekali person yang bernama "Yoshua", disinilah mulai ada kesalahan persepsi, tepatnya salah orang. Gitu loh maksud saya. :)

      Delete
  7. Mengenai masalah bahasa dan istilah, jika anda menganggap Yesus bukanlah nama yang tepat bagi sosok Isa karena anda anggap terdapat penyimpangan aqidah di baliknya, maka seharusnya anda selaku umat muslim, tidak menggunakan kata surga, neraka, dosa, dan pahala, karena istilah tersebut berasal dari bahasa sansakerta, dan sangat erat kaitannya dengan terminologi agama-agama dharma. Apakah umat muslim Indonesia terjebak dalam aqidah yg menyimpang karena menggunakan istilah2 sansakerta tersebut? Anda seperti menggunakan standar ganda dalam masalah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terjemahan Al Qur'an >> BUKAN << Al Qur'an

      Al QUr'an boleh diterjemahin dalam bahasa dan istilah apapun, tapi semua itu harus dikembalikan pada teks aslinya. Adakah agama lain yang meniru langkah ummat Islam ini ?! :D

      Delete
    2. Adakah agama lain yang meniru langkah ummat Islam ini ?!
      Banyak :). Istilah ikhlas, syukur, berkah, doa, roh kudus (ruhul quddus), isa almasih sampe kalimat alhamdulillah (artinya bagi mereka -> puji tuhan) atau bahkan nama Tuhannya sendiri, Allah (walaupun beda tajwid) dan nama kitabnya (alkitab) itu semua istilah islam dari bahasa arab, dan itu semua GAK jarang dipake sama orang nasrani. Bukannya tadi bilang kalo isa almasih gak diidentikkan dengan satu di antara tiga dalam nasrani ya? Padahal kenyataannya ini temen gw nyebut yesus pake isa almasih. Bahasa ibrani gak ada huruf vokalnya di tulisannya. Dan kalo masnya tahu, ada pattern di mana dhomah+huruf wawu di nama nabi arab jadi huruf 'o' di bahasa ibrani. kenapa gak langsung o aja di bahasa arabnya? secara di bahasa arab gak ada huruf vokal 'o'. coba deh lihat bahasa arabnya "Indonesia" apa? Induunisiya, bukan indonesiya secara di bahasa arab gak ada huruf vokal 'o'. Dan yang masnya perlu tahu, di banyak Quran terjemahan bahasa inggris, nabi isa di-refer as 'jesus'. Harun Yahya nyebut nabi isa pake jesus.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...