Sunday, 9 September 2012

PR Dari Anonym : 3 & 4

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Sekedar mau ngerjain PR dari Anonym yang sebelumnya sempat saya pending untuk menanggapinya.  PR sebelumnya ada .::di sini::. Silahkan bagi teman2 yang ingin menanggapinya balik, enggak papa koq. Saya berusaha untuk open mind.

3. PR dari Anonym : Arabisasi Islam
Beberapa orang dari kalangan muslim menuduh bahwa hal semacam ini adalah salah satu siasat para misionaris dalam menjalankan proses kristenisasi. Saya tidak setuju. Ada banyak penduduk di negara2 timur tengah yg beragama kristen, dan menggunakan bahasa arab sebagai bahasa resmi, dan saya rasa mungkin doa di atas hanyalah salah satu bentuk doa yg biasa mereka panjatkan, tanpa ada niatan lain. Namun sekali lagi, banyak orang yg mengkait-kaitkan hal semacam ini dengan kristenisasi terstruktur. Saya rasa itu adalah bentuk demonisasi beberapa oknum dari pihak muslim terhadap kekristenan. Mengingat anda mencantumkan posting ini dalam tag konspirasi, saya berasumsi bahwa anda juga memiliki pendapat yg sama(atau tidak?).

Kalo di Arab sono udah pada paham lah kalo orang kristen juga pake bahasa 'Arab, contoh mudahnya di Mesir dan Lebanon, kan? Kalo di Indonesia yaa jelas saja saya anggap konspirasi karena masih banyak masyarakat kita yang belum tahu, kan? Bahwa segala sesuatu yang berbau 'Arab belum tentu ajaran Islam. Umumnya masyarakat islam kita menganggap bahwa orang yang berwajah/ berpenampilan 'Arab itu pemahaman Islamnya lebih josss... padahal belum tentu. Kenal Ayu Azhari? kenal Dhawiya anaknya Elvi Sukeisi? mereka juga turunan Arab loh... :D.

Namun saya menghargai upaya anda untuk memisahkan agama islam dari tradisi dan budaya arab, bahwa islam adalah agama yg seharusnya berdiri sendiri dan melepaskan keidetikannya dengan budaya arab.
 
Saya juga menghargai upaya anda untuk memahami postingan saya. Bahwa Islam itu ajaran universal, bahasa Al Qur'an adalah bahasa awal ummat manusia, tapi kita menganggapnya sebagai bahasa 'Arab. Tanpa Al Qur'an bahasa 'Arab sudah musnah, bahasa Al Qur'an bukan bahasa 'Arab pasaran, bukan Bahasa Arab Gaool :D. Buktinya para penafsir generasi awal saja masih belajar memahami beberapa kata dalam Al Qur'an yang tidak ditemukan dalam bahasa Arab keseharian. Hal ini sangat urgent, karena kristen/ yahudi ortodok pun tidak mengenal kata "Yesus" mereka menamakan "Isa Al Masih", tapi teteup menganggapnya sebagai Putra Allah...  :( Coba cek ndiri deh di lapangan, ada koq Gereja Isa Al Masih.

4. PR dari Anonym : Atheis Abal-abal
pada : Mengapa Ada Atheis ?
Bung Samaranji, anda juga seorang atheis. Atheis terhadap Zeus, Odin, Thor, dsb. Jika secara kasar disebutkan bahwa ada sekitar 4000 Dewa berbeda sepanjang peradaban umat manusia, maka seorang atheis tidak percaya pada 4000 Dewa, sedangkan anda tidak percaya pada 3999 Dewa. Perbedaan yg amat tidak signifikan, bukan? Jika anda merasa bingung terhadap alasan seseorang menjadi atheis, maka anda dapat bertanya pada diri anda sendiri, mengapa anda tidak percaya pada Zeus.


Haha... kalo gitu Tuhannya Atheis siapa dooong? Pingin nyiptain Tuhan sendiri yah? Kan berulangkali saya sampaikan, bahwa pada mulanya awal peradaban manusia itu sudah mengenal Tuhan Yang Satu. Dalam perjalananya, orang2 yang beriman pada Tuhan Yang Satu itu menghadapi berbagai serangan pemikiran oleh para pengingkar Tuhan,  antara lain : konsep Tuhan punya keluarga; Tuhan punya saingan; Tuhan menjelma; dsb. Pemahaman ini tentu berangkat dari rasa ingin tahu manusia dalam memahami Tuhan, dan keingin tahuan ini akan selalu ada di setiap zaman. Kitab suci yang diturunkan oleh para "utusan Tuhan" tidak memuaskan rasa dahaga manusia untuk memahamin-Nya. Tapi ada benang merah dari semua kitab suci yang sekarang ada, yakni "monotheis" mutlak, tanpa embel2 penitisan, penjelmaan, ataupun semua bagian dari pancaran Tuhan. Siapa Nama Tuhan itu? .::BACA NDIRI::. Maka anda dapat bertanya pada diri sendiri, mengapa anda tak percaya Tuhan (baca : Alloh Subhanahu Wa Ta'ala)?

Disisi lain, bagaimana dengan atheis humanis yg menjunjung tinggi etika dan moralitas? Alasan mereka keluar dari agama adalah ketidaksetujuan mereka terhadap konsep dari agama yg cenderung mendiskriminasi sesama manusia, suatu hal yg bertentangan dengan nilai yg mereka anut.

Sudah saya jelaskan dalam artikel tersebut, kan?. Pemeluk/ Pemuka Agama abal abal-lah yang menjadikan seseorang jadi atheis abal abal. Just it.

Sebagai ilustrasi, menurut islam, Bunda Teresa, Gandhi, Martin Luther King, Jr, Einstein, dll akan masuk neraka, karena walaupun mereka memiliki jasa terhadap kemanusiaan, namun perbuatan mereka tidak berlandaskan "karena Allah semata", dan mereka bahkan tidak mempercayai Allah. Sebaliknya, Osama, Imam Samudra, Amrozi, akan masuk surga karena perbuatannya membela islam secara nyata dan didasari semangat menegakan ajaran islam, walaupun dengan cara "by any means necessary", tapi "Utopia justifies the means". Dan hal ini tidak berlaku secara ekslusif bagi islam saja, melainkan mayoritas agama.

Tahu dari mana anda mengira Bunda Teresa, Gandhi, Martin Luther King, Jr, Einstein tidak mempercayai Alloh Ta'ala? Banyak koq orang2 yang kita sangka tidak beriman berislam tapi mereka sebenarnya beriman dan berislam. Salah satunya terekam dalam Al Qur'an, kurang lebih artinya :

QS Al Mu'min, 40:28. Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir´aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. 
 
Banyak orang yang tidak Islam, tapi tidak mengingkari apa apa yang ada dalam ajaran Islam. Sedangkan mengenai bagaimana nasib mereka di akherat kelak, Allah Ta'ala lebih tahu koq. Islam agama bagi orang2 yang mau berfikir, berucap dan bertindak sesuai dengan koridor-Nya, sedangkan hasilnya tentu saja pasrahkan pada Allah Azza Wa Jalla.

QS Al Baqoroh, 2:62. Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dan sebaliknya, yang kita sangka berislam beriman malah menyembunyikan kekafirannya, menutupi keingkarannya. Dalam Al Qur'an disebut sebagai orang Munafiq... Ada yang sengaja menjadi Munafiq ada pula yang karena kebodohan dan kelailaian menjadi Munafiq, tentu saja bertaubat menjadi lebih baik.
 
Bahkan dalam Al Mudatsir, 74 : 42 - 47, ada hukuman bagi orang Islam tapi yang melupakan hal hal berikut, kurang lebih artinya.
(42). "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" ; (43). Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, (44). dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (45). dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, (46). dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, (47). hingga datang kepada kami kematian."
 
Percuma dooong jadi orang Islam tapi tak ada jaminan masuk surga? Haha tentu ada yang bertanya gitu yah?, itu hanya pola pikir orang orang berharap pamrih dalam beragama, maka jangan heran jika banyak yang menjalankan agama untuk dijadikan ladang bisnis semata. Islam adalah agama bagi mereka yang mau berserah diri. Sebisa mungkin menjalankan rukun Islam, dan rukun Iman sesuai kemampuan. Adapun untuk orang orang yang anda sebut di atas. Tuhan (baca : Allah Ta'ala) lebih tahu masing masing isi hati kita.

Saya harap tulisan saya ini dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua, demi dunia yg lebih baik. Terima kasih.
Sama sama Om Judhiantho, eh, Mas... :D

Bersambung untuk nomor 5 dan 6. Insya-Allah... Tak lupa mohon masukan dari temant eman jika ada kalimat yang salah dan tidak sesuai ddien Islam. Semoga kita senantiasa dalam lindungan, rahmat dan hidayah Allah Azza Wa Jalla. Semoga kita sensantiasa dalam jalan lurus yang diridhoi-Nya. Amiin.
 
QS At Tahrim, 66:8. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".
 
QS Ali Imran, 3:53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".

Maha Benar Allah atas segala firman-Nya

42 comments :

  1. Kita memiliki perspektif pribadi mengenai perbedaan agama dan siapnya ...
    kalau aku bersikap, seluruh umat sedang menjalankan imannya masing-masing. Tetapi untuk urusan akhirat, hanya Allah Ta'ala lah yang tahu.

    Kita tidak bisa menilai mereka masuk neraka atau tidak. Mereka hanya manusia, bukan WAKIL ALLAH...

    Salam ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ummat Islam >>> dijamin masuk Surga
      Kaum Kafir >>> dijamin masuk Neraka

      Sedangkan siapa2 yang masuk golongan Islam dan Kafir kelak di akherat, itu udah urusan Allah Ta'ala. Kita manusia tentu diwajibkan berusaha.

      Salam juga, Mas. Makasih eeea udah nyimak :D

      Delete
  2. Saya memilih duduk manis, mencoba mengambil hikmah dan pelajaran dari sebuah perbedaan pandangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hik's...
      Saya jadi takut jika apa yang saya tulis tidak sesuai Ddiin islam. Mohon masukannya, Kang Abii.

      Delete
  3. Surga dan neraka, hanya Allah yang menentukan ya Kang :)
    Ikut menyimak dan memahami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cup cup cuup, jangan nagis... :p
      Kita harus optimis sebagai ahlul jannah. Amiin. :D

      Delete
    2. Hahahha... sik durung di update tho Kang Sob?

      Delete
    3. Koseeek... wingi isih konsen dadi "penulis tamu" di tempatnya Kak Maya. Kalo bisa online 72jam sehari sih langsung tak jawab deh keenam2nya. Sampeyan yo melu nanggepi tow. :D

      Delete
  4. waduh tambah abot artikele.. cuma nyimak lagi dan sedikit omong sekarang. hmm nurutku jangan berpikir Arab itu pemahaman tentang Islam jago, mau contohe datang ke tempat saya.. Tuh juragan saya orang Mesir tulen, tapi yo kalah alim dengan guru ngajiku di langgar kecil.

    Islam itu bukan Arab dan Arab belum tentu Islam. Bahasa Al Qur'an itu bukan bahasa Arab kebanyakan, makanya gak semua orang yang lahir mbrojol Arab bisa menerjemahkan Al Qur'an.

    Islam itu wis jelas Rahmatan Lil Alamin. Siapa saja yang mengakui keEsaan Gusti Allah. ora ngurus negro, jowo, chino dan lain sebagainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yen abot diselehke ae, Kang :D Nggak perlu digotong :p

      Itu baru dari sisi manusianya... Di belantara virtual inipun banyak site yang pake Bahasa Arab, tapi belum tentu bernilai Islami, kan? :D

      Delete
  5. PR seko sopo kok anonim, kang!! endi sing rung dijawab, tak rewangi....

    bahaha, dapet debat lagi?? gak usah undang gue yo kang!! aku wong pekok!~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang belum ditanggapi ::ini:: dan ::itu::. Awas yen gak melu jawab!

      Tanya tanya tapi gak mau di undang, wuuu :(

      Delete
    2. lha wong pekok kok diundang mbarang?? tiwas ngisin-ngisini!! bhahahaha

      Delete
    3. Haha... lah wis melu naggepi ngunuw koq. :D Siiip, tak melu nyimak disik wis.

      Delete
  6. Do the best...semoga diridhoi sehingga kita termasuk dalam golongan yg mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin. Makasih... Mbak Rie.

      Btw, ini koment via apa yak? koq tumben pict.profilnya gak muncul? ^^a

      Delete
  7. Pr yang mantap...
    salam kenal

    komentarin artikel ini ya...

    http://www.timkomte.com/2012/09/traffic-pengunjung-rumahku-turun.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, Mas.
      gimana nih Riau? rame dooong jadi tuan rumah PON :D

      Delete
  8. berat nih bahasannya ;D pa kabar bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah,,, baik Zy. Kamu sendiri baik kan? ya iyalah bisa apdet terus gituh kan.. :D

      Delete
  9. Mas, kenapa si Anonym itu nggak pakai nama aslinya saja ya?
    Btw, saya nggak setuju sama anonym yang ini:

    Sebaliknya, Osama, Imam Samudra, Amrozi, akan masuk surga karena perbuatannya membela islam secara nyata dan didasari semangat menegakan ajaran islam, walaupun dengan cara "by any means necessary"

    Wow ... kata siapa mereka dijamin masuk surga? Tidak semua orang Islam sepakat lho. Semua orang tetap akan dihisab. Dan kelakuan mereka tidak menjamin mereka masuk surga ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak tahu tuh, Mbak. Mungkin beliaunya gak punya akun blog kale, cuma punya imel. Tapi setidaknya beliau mengaku sering singgah di : http://nontondunia.com/

      Setuju... kata siapa ya Osama (kembaran Obama), Imam Samudra, Amrozi dijamin masuk syurga? ^^a

      Jihad Fisik itu kondisional, menurut yang saya tahu dan pelajari. Itupun ada larangan melukai warga sipil, Dan sesuai yang dicontohkan Rosululloh SAW pun dilakukan dengan gentle/ kesatria. Bukan cara2 pengecut sebagaimana bom bunuh diri.

      Delete
  10. islam g mengajarkan kekerasan mas broo...?? jd teroris tu g bener bgt perbuatan nya...??

    nice post..sekalian follow....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keras bukan berarti kasar. Kekerasan bagaimana maksud Mas? Seringkali kita menilai ketegasan dalam berucap dan bersikap dianggap keras, dan sebaliknya seringkali pula kita memahami ketegasan untuk melegalisasi tindakan kasar.

      Islam bukan teroris, dan tentu saja teroris bukan ISlam

      Makasih follownya. :)

      Delete
  11. pertama saya membaca bahwa PR ini dari anonim, sebenarnya bagi saya tidak perlu ditanggapi, karena perwujudannya tidak jelas, kepada siapa sebenarnya kita berdiskusi, dan anonim ini bagi saya mahluk yang tidak pernah mau bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan....
    saya setuju banget bahwa ALLAH MAHA MENGETAHUI TENTANG ISI HATI HAMBA-NYA, masuk neraka atau surga adalah urusan ALLAH, urusan kita sebagai hamba-NYA, adalah berusaha beribadah sebaik mungkin sesuai tuntunan yang telah diturunkan-NYA,...
    itu saja..mohon izin kembali duduk manis menyimak dalam-dalam postingan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... Saya kan tuan rumah yang baik, Pak *naikin alis* jadi semua pengunjung sebisa mungkin saya respon, koq. Insya-Allah. Tak masalah jika pake "Anonym", yang pake identitas palsu aja ya silahkan. Itulah mengapa saya pernah posting ::About Me, Pentingkah?::

      Makasih, Pak, maukannya yang melengkapi. Mohon jangan sungkan mengingatkan saya jika menyimpang. Wa tawasaw bil haq wa tawasaw bis shobr. Makasih. :)

      Delete
  12. Ini PR apaan to pakdhe??

    kok ane nggak paham ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. PR = Page Rank dari Mbah Gugel :D
      Gak paham karepmu...! weeek :p

      Delete
    2. wo asemb, tak dongake cepet tuwo kapok
      dungo q mujarab

      Delete
  13. Replies
    1. sy harus bilang weewww, gituh? :D

      Delete
  14. Semoga anda tidak merasa bosan atau terbebani atas tulisan saya.

    Mengenai pertanyaan 3, pendapat saya kurang lebih sama dengan anda, bahwa banyak orang cenderung menyamakan agama dengan religious fetishism.

    Mengenai pertanyaan 4, tentu saja orang2 atheis tidak mengakui keberadaan Tuhan. Btw, saya bukan atheis, meski pandangan pribadi saya tentang Tuhan memiliki banyak perbedaan dengan orang lain.

    Mengenai tanggapan anda bahwa tokoh2 yg saya sebut, seperti Mother Teresa, Gandhi, Einstein, dll, anda menyiratkan bahwa mereka tidak menampik Allah SWT. Bagaimana anda dapat berasumsi demikian? Sebagai contoh, Mother Teresa adalah seorang penganut katolik, dan konsep ketuhanan milik agama katolik tentu saja berbeda dengan islam. Einstein, meski namanya sering dicatut dalam banyak kisah fiksi yang membela agama, namun faktanya Einstein adalah seorang agnostik, yg menganggap konsep Tuhan personal adalah konsep yg kekanak-kanakan.

    Mengenai identitas saya, bukannya saya mau sok2 misterius, tapi memang saya tidak memiliki alamat blog untuk dikunjungi, seperti dugaan anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan anda yang membebani, tapi keterbatasan waktu yang membebani saya koq :)

      3. Case Closed

      4. Saya menggiring gitu soalnya andapun menyiratkan seolah2 tokoh2 tersebut menolak Allah SWT. Tidak memeluk Islam bukan berarti menolak konsep ketuhanan dalam Islam bukan?

      # Irasional hanyalah ungkapan dari sesuatu yang belum bisa dicapai dengan rasional.
      # Kekosongan hanyalah ungkapan ketidakberdayaan untuk menggambarkan isi yang belum pernah terbayangkan.
      # Impersonal hanyalah keterbatasan bahasa manusia untuk menggambarkan personal Tuhan yang tak terjangkau akal

      Saya lebih suka anonym yang jujur daripada pake dientitas palsu ;)

      Delete
  15. Terimakash banyak atas informaisnya

    ReplyDelete
  16. Bermanfaat atas informasi yang telah disampaikannya

    ReplyDelete
  17. islam g mengajarkan kekerasan mas broo...?? jd teroris tu g bener bgt perbuatan nya...??

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...