Monday, 11 March 2013

Bid'ah Hasanah, Ada Gak Seh?

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Untuk teman teman yang masih getol berkata bid'ah bid'ah dan bid'ah terhadap tahlilan, dziba'an, mujahadah, istighosah, dll. Saya tak akan membantah, mengkaunter, menjelaskan panjang lebar maupun melakukan serangan balikan, karena itu bukan kapasitas saya. Saya hanya pegawai pom bensin, suerr... :D Silahkan baca saja ayat berikut. Karena kita semua pasti setuju bahwa Al Qur'an True Wake Up Project, maka segala dalil yang bersumber dari hadits, atsar, maupun fatwa 'Ulama pun harus dikembalikan pada Al QUr'an.


أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
 
   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

QS Al Hadid. 57: 27. Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.


Mari baca dengan tartil, mari mengaji dan mengkaji Al Qur'an baik secara tekstual (tersurat), kontekstual (tersirat), rasional (gak lebay) serta relasional (komprehensif, menyeluruh). 

Sebagai bahan introspeksi, mari kita hayati pada akhir ayat, "Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik." Laksana pedang bermata dua bukan? Bagi mereka yang "mengada adakan untuk mencari keridhoan Allah Ta'ala" ada yang mendapat pahala, namun banyaaaak yang fasik karena tidak melakukan "pemeliharaan yang semestinya".

Semoga bermanfa'at.

40 comments :

  1. Blognya bagus...... salam dari nganjuk

    ReplyDelete
  2. Yah, aku susah sih ngomongin bid'ah gitu. Itu masalah kemantapan hati. Cuman kok ya kalo ditelusuri tradisi Hindu kok ya mirip-mirip ya cuman versi Islam

    ReplyDelete
    Replies
    1. maap, ea... Apa ami udah bener2 menulusuri? Atau cuma telusur gugel?

      Delete
    2. Jika tahlilan dianggap mirip ibadah hindu, maka kitapun harus mau mengakui bahwa "kuliah ahad pagi" mirip misa dalam kristen :)

      Delete
  3. pernah denger ungkapan tersebut mas..tapi ya tergantung kemantapan aja mas...soalnya kalau dikembalikan pada pengertiannya sendiri, maka banyak orang Islam Indonesia melakukan bid'ah..hehhehehhe itu menurutku mas...bagi saya tahlil, dziba'an, mujahadah, itigosah ataupun ziarah kubur dll, merupakan salah satu sarana doa kepada Allah, mas, masak orang berdo'a bid;ah, bukannya malah dianjurkan oleh agama betul gak...???hehhehe

    ReplyDelete
  4. jawaban dari judul apa donk? Ada gak istilah khasanah pada bid'ah? Mbok yo sing komplit, kang. Ben aku tambah mudeng...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wis gede loh.... :p
      Secara tersurat : Gak ada bid'ah hasanah
      Secara tersirat : Ada tuh dalam ayat di atas.

      Tapi... harus dilakukan dengan "pemeliharaan yg semestinya" (sesuai ayat di atas). Maksude piye, yo mbuh... Sy juga kurang paham maksud dari "pemeliharaan yg semestinya".

      Delete
  5. lha trus iku pie? yen mitoni kui bid'ah po dudu kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ".... kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah..."

      Kalo kita berharap ridho Allah semata, mengapa tidak?. Insya-Allah ya gak papa lah mbakyu. Bismillah aja, tho :D

      Delete
    2. artinya hal2 yg berbau bid'ah hasanah itu meskipun baik niatnya, namun kebanyakan pelakuknya malah masuk golongan yang fasik....
      jadi lebih baik g usah pake bid'ah2n.....
      bid'ah itu cenderung ke neraka, meskipun statusnya katanya "hasanah"...
      karena bagi *banyak* pelakunya, justru menjadikan hal2 bid'ah hasanah itu membawa mereka kepada kefasikan...

      Allahu'alam...

      Delete
  6. kang.. ngeblog bid'ah pora? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ogak ! Gak ada hubungannya. :)

      Delete
  7. kalo didalam ibadah, jelas tidak ada bid'ah hasanah, krn ibadah itu hars jelas perintahnya baik berupa ayat atau hadits. jd,,kalo ada org yg ngelakuin sesuatu dg maksud beribadah namun tdk ada perintahnya maka itulah bid'ah.

    namun kalo dlm urusan2 keduniaan 'mungkin' _ini munkin ya_ bid'ah hasanah memg berlaku semisal tv _jaman Rosul kan ga da tuh_ atau hp, termasuk juga lepi yg sdang ku pke ngetik ini. prinsipnya adalah maslahah mursalah, selama ada manfaat yg bs dirasakan olh manusia, kenapa tdk.
    #ini menurut aku lho ya... hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cukup bodoh jika kita anggap ibadah tuh cuman sholat, bahkan belajar kita, kerja kita, aktifitas kita sebaiknya diniatkan ibadah. Iya, kan?

      # ini menurut saya loh.... :)

      Delete
    2. hu'umh... dn maksud ibadah dlm komenku diats ialh ibadah yg mahdoh :)

      Delete
    3. Jadi... selama ini... pengamal tahlilan, mujahadah, dziba'an dituduh memasukkan amalan tsb sebagai ibadah mahdhoh?! *tepok jidat*

      # Makasih... :)

      Delete
  8. sori, kang! Thread-mu via hp gak maen... :)
    gue kira rahbaniyyah tu amalan yg diada-adain di jaman nabi isa. Yg artinya kerahiban atau gak beristri dan gak bersuami serta ngurung diri dalam biara kayak yg dilakuin ama para pendeta ampe skrang.

    Nah! Gak melihara dg semestinya pada kalimat famaa ro'auhaa haqqo ri'aayatina adalah pemeliharaan berupa kewajiban demi ridhwanillah, knp mrk kok malah ngadain yg gak diwajibin?

    Trus pada kalimat terakhir dmn ada yg dpt pahala, ada yg malah jadi fasiq, ngerujuk pada kalam rohmat di atas.

    Yups! Emg ada yg tersirat di situ, pada kata kewajiban (ibadah yg ada nash-nya) dan rahmat (bentuk kasih sayang Allah buat kita explor dg wasilah yg ttp bermaqoshid pada kewajiban yg ber-nash).

    Ayo, kang! Buka kitab tafsire, mustine jawabanku gak genah babar blas to? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah nyimak komente sampeyan, Kang. Nyambi sinau.... Maturnuwun yo.

      Delete
    2. malah nyimak thok ki pie to?

      Delete
  9. hanya membaca, menyimak dan memperhatikan komen yang ada..

    semoga empunya blog tak curiga saya tak membaca :p

    ReplyDelete
  10. wow iki postingan pendek tapi abot Cak,,bid'ah itu jelas gak ada yang baik, tapi kalau masalah tahlilan dan yang lainnya, itu kan semua budaya Cak, sedangkan budaya itu sendiri bagus, .

    Al Qur'an bisa ditafsirkan dengan Al Qur'an itu sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Budaya juga ada yang jelek lah, Kang.

      Gak perlu mikir mumeth2 kang. Penting persiapan nungguin soyyan junior ajah :) Alhamdulillah.... selamat eeeaaa :D

      Delete
  11. Budaya ada yang baik dan tidak, bid'ah itu sudah pasti sesat.

    “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

    Bagaimana seharusnya kita menyikapi sesuatu yang masih meragukan?

    Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma telah berkata: “Aku telah menghafal (sabda) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu“.
    (HR. Tirmidzi dan dia berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)

    jika ada yang masih ragu sesuatu itu bi'ah atau tidak sebaiknya di tinggalkan. Bukankah lebih amannya begitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagaimana saya lebih aman meninggalkan "anonym" yang ragu dengan identitasnya sendiri. :)

      TAHLILAN = rangkaian kalimat thoyyibah yang diambil dari ayat2 Al Qur'an, utamanya LAA ILAHA ILLALLOH.
      So... tentu saja musuh2 Islam gak suka dengan kalimat tauhid tersebut, bagaimanapun caranya ;)

      Kata Mbah Kyai di ndeso saya... dulu di jaman Penjajahan kafir, 'Ulama2 Islam berda'wah lewat tahlilan, dalam majlis ini selesai tahlilan tentu ada wejangan2 dan motivasi utk mengusir penjajah di bumi pertiwi. Inilah yang tak disukai oleh penjajah tsb, sampai detik ini.

      Delete
    2. Sebagaimana saya lebih aman meninggalkan "anonym" yang ragu dengan identitasnya sendiri. :)

      Maksudnya ragu dengan identitasnya sendiri apa ya, Om? Gak ngerti saya. :D

      Tahlilal itu Bid'ah apa Budaya, Om? Gak ngerti juga saya. :D

      Oya, Om. Tujuannya diadakan acara Tahlilan itu untuk apa ya?

      Delete
    3. Ralat:

      Tahlilal = Tahlilan

      Delete
    4. 1. Kamyu pake "anonym" artinya kamyu ragu dengan siapa dirimu. Milikilah identitas yang jelas, buat akun. Jangan jadi akun syubhat yang bergentayangan ;)

      2. Tahlilan itu budaya, sebuah usaha mengislamkan budaya setempat. Sebagaimana menulis novel/ cerpen itu budaya teruss di"islamkan" maka terbentuklah FLP (forum lingkar pena). Ngeblog/ pesbukan itu budaya, maka kita punya kewajiban utk meng"islamkan"nya.

      3. Tujuan tahlilan mengingat Allah !

      “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar/jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bershadaqah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzaab:35)

      =======================================
      MARI KEMBALI PADA AL QUR'AN
      Berikut ayat tentang mengingat Allah yang berurutan dengan ayat tentang kematian :

      Bismillahirrohmaanirrohiim,
      fi Al Qur'anul 'Adhim, kurang lebih artinya :

      QS Al Anbiya, 21: 35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

      QS Al Anbiya, 21:36. Dan apahila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.

      ===================================
      Saya lebih suka mengembalikannya pada firman Allah Ta'ala.

      QS Asy Syuro, 42 :10. Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.

      Maha Benar Allah dengan segala firman firman-Nya.

      Delete
    5. 1. Kamyu pake "anonym" artinya kamyu ragu dengan siapa dirimu.

      O, gitu ya Om. Kini saya tau gimana caranya nulis nama :D

      Maksud "Milikilah identitas yang jelas, buat akun. Jangan jadi akun syubhat yang bergentayangan?" itu apa, Om? Gak ngerti saya. :D

      O ya, Om. Denger-denger kalo orang meninggal gak di tahlilin, sama juga ama kebo. Bener gak tuh Om?

      Delete
    6. @ Tante KK (Kepala Koreng?) : Diawal koment anda kan mengemukakan hadits ttg lebih baik meninggalkan sesuatu yg syubhat (meragukan). Sementara anda sendiri pake identitas yang syubhat. Gitu loh, Tant :D

      Soal kebo, menurut anda sendiri gimana?

      Yang saya tahu sih, orang2 kafir sangat membenci kalimah tahlil (LAA ILAHA ILLALLAH). ;)

      Delete
    7. @ Tante KK (Kepala Koreng?) : Diawal koment anda kan mengemukakan hadits ttg lebih baik meninggalkan sesuatu yg syubhat (meragukan). Sementara anda sendiri pake identitas yang syubhat. Gitu loh, Tant :D

      Lah Samaranji itu apa?

      Soal kebo, menurut anda sendiri gimana?

      Saya kira anda paham soal Tahlilan.

      Delete
    8. Samaranji = Cah Semarang, setidaknya saya punya blog untuk menuangkan pemikiran, identitas asli saya tidak saya publikasikan karena saya merasa "siapalah saya?". Tapi temen2 blog banyak yang tahu koq nama asli, alamat dan nope saya, terutama yang pernah ngirimin saya hadiah buku :D # Lah anda? mau kenalan nggak?

      Iya, sedikit2 saya tahu ttg tahlilan, lalu kenapa? Ada yang salah? Ada yang bertentangan dng Al Qur'an ? Kita fokus aja pada QS Al Hadid. 57: 27 sebagaimana di atas.

      Delete
    9. Saya gak mau dikenal karena saya "pemalu"

      Mau kenalan nggak? Udah kenal kok, kamu Samaranji kan. Sebenarnya tidak penting buat saya identitas kamu itu, soalnya saya memang belum ada keperluan dengan identias kamu itu (misalnya buat ngasih kamu hadiah buku). Terus terang, yang penting buat saya cuma kebenaran yang kamu sampaikan.

      Sebetulnya saya mau tau lebih jauh soal Tahlilan dari kamu, tapi kamunya sudah berprasangka duluan. Ya sudahlah... Bye...

      Delete
    10. Owww... kan sudah jelas... tahlilan = dzikir

      Bye juga Mbak/Mas/Om/Tante....
      kirain mau ngucapin "wassalamu'alaikum...." :D

      Delete
    11. Kamu itu ngegemesin banget sih. Jadi mo komen lagi.

      tahlil=zikir kalo tahlilan seharusnya zikiran.

      maksudku urut-urutannya dari awal sampai akhir, Say.

      kirain mau ngucapin "wassalamu'alaikum...." :D

      Wah, kenapa sama saya hal itu sipermasalahkan. Tapi kok saman yang lain tidak ya. Hmm... pasti kamu menyangka aku kafir yang lagi nyaru. Iya kan? Mohon maaf loh kalau aku salah, abis kamunya agak gimanaaa gitu :D

      "Bye..." ups! "Wassalamu'alaikum..." tar jadi masalah lagi :D



      Delete
    12. Huwehehe... ayankku juga bilang kalo saya ngegemesin, cute and innocent :p

      Saya hanya ingin mengenal lebih jauh stiap tamu2 di blog saya ini koq. Bukankah kita diajarkan utk menyambung silaturrahmi ;)

      Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh.
      Jangan kapok eeaaa :D Makasih

      Delete
  12. Di pucuk sebuah bukit nun jauh di sana, sekira satu mil, ada tumbuh sebatang pohon rindang dengan daun lebat, cabang-cabang ke berbagai arah dan tumbuh tegak menjulang. Kita pikir, mungkin, mungkin itu pohon beringin tua. Orang yang ada satu mil di belakang kita bilang "saya pikir itu pohon durian", kemudian orang di sebelah kita bilang "itu pohon mahoni". Lain lagi kata orang yang sedang melintas dengan pesawat terbang di atasnya. Katanya "ah, itu kan pohon jengkol". Masing-masing pribadi saling meyakinkan bahwa pendapatnya-lah yang lebih akurat. Padahal, apa kata orang yang sedang duduk bersandar di bawah pohon-rindang-di-pucuk-bukit itu?

    "Aah, betapa rindangnya pohon kelengkeng ini."

    Saya merasa beruntung karena memiliki beragam teman dari banyak yang dinamakan harokah atau juga kalau boleh disebut golongan. Menambah wawasan sehingga timbul ke-toleransi-an. Jika kau yakin yang kau lakukan (dengan dalilnya tentu)baik, ya lakukan saja. Jika kau yakin yang kau lakukan (dengan dalil juga tentu) tidak baik, ya jangan lakukan. Tidak usah mengusik...

    Salam menjelang sore kang... numpang lewat sajah sayah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam..., mbak. Makasih kunjungan sorenya.

      Betapa indah ya Mbak, jika masing2 kita fastabiqul khoirot.

      Delete
  13. wah keren ini..
    saya nanti mau baca aah..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...