Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillah, Wash-sholatu wassalamu 'ala Rosulillah SAW.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia, definisi profesi adalah, pro·fe·si /profési/ n bidang pekerjaan yg dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu; ber·pro·fe·si v mempunyai profes. Sedangkan pekerjaan, definisi yang relevan dalam hal ini yg nomor 2, pe·ker·ja·an n 2 pencaharian; yg dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yg dilakukan untuk mendapat nafkah.
Sedangkan menurut "Oxford Advanced American Dictionary" : 2 the profession [singular] all the people who work in a particular type of professionThe legal profession has always resisted change. 3 the professions [plural] (old-fashioned) the traditional jobs that need a high level of education and training, such as being a doctor or a lawyeremployment in industry and the professions. ***cieee... b'gaya pake bahasa Linggis :D
Jelas menurut kamus di atas profesi adalah pekerjaan, pekerjaan yang dijadikan pokok penghidupan. Lalu... lalu... mengapa... mengapa...? ^.^a *mulai puyeng* So... so... at last... *halagh* bingung juga mo ngungkapin, entar dianggap su'udzon lagi, hufth... v^.^;
Kita pelajari yuk sejarah para Nabi 'alaihimussalam dalam berda'wah, dan satu2nya sumber sejarah yang paling amaziiiing, obyektif, kredibel, valid, rasional, aktual, faktual, fenomenal, dan tak terbantahkan sepanjang jaman adalah Al Qur'an \^.^; cekidot...
Sedangkan menurut "Oxford Advanced American Dictionary" : 2 the profession [singular] all the people who work in a particular type of professionThe legal profession has always resisted change. 3 the professions [plural] (old-fashioned) the traditional jobs that need a high level of education and training, such as being a doctor or a lawyeremployment in industry and the professions. ***cieee... b'gaya pake bahasa Linggis :D
Jelas menurut kamus di atas profesi adalah pekerjaan, pekerjaan yang dijadikan pokok penghidupan. Lalu... lalu... mengapa... mengapa...? ^.^a *mulai puyeng* So... so... at last... *halagh* bingung juga mo ngungkapin, entar dianggap su'udzon lagi, hufth... v^.^;
Kita pelajari yuk sejarah para Nabi 'alaihimussalam dalam berda'wah, dan satu2nya sumber sejarah yang paling amaziiiing, obyektif, kredibel, valid, rasional, aktual, faktual, fenomenal, dan tak terbantahkan sepanjang jaman adalah Al Qur'an \^.^; cekidot...
Da'wah dan Perjuangan Para Nabi a.s
(Terkhusus dalam QS As Syua'roo)
Nabi Syu'aib a.s --- QS As Syua'roo, 26 : 176-191
Nabi Muusa a.s --- QS As Syu'aroo, 26 : 10-68
Melawan Imperalisme, kolonialisme, dan kediktatoran pemerintahan Fir'aun.
Nabi Ibrohiim a.s --- QS As Syua'roo, 26 : 69-104
Mengingatkan kembali monotheis (satu Tuhan), dimana para agamawan saat itu mulai menyimpang dengan politheis (banyak Tuhan) dan pantheis (semua adalah Tuhan/ masing2 makhluq adalah bagian dari pancaran Tuhan).
Nabi Nuuh a.s --- QS As Syua'roo, 26 : 105-122
Mengingatkan ummat akan pentingnya taqwa (menta'ati perintah AllahTa'ala, meninggalkan larangan-Nya), ummat manusia saat itu beriman kepada Allah Ta'ala, namun tidak bertaqwa.
Nabi Huud a.s --- QS As Syua'roo, 26 : 123-140
Mengingatkan ketaqwaan kepada Allah Ta'ala karena ummat saat itu mulai terbuai oleh kehidupan hedonis, maju dalam peradaban seni arsitektur dan seni peperangan namun melupakan perintah dan larangan Tuhan.
Nabi Sholiih a.s --- QS As Syua'roo, 26 : 141-159
Ummat yang mendapat anugerah kesuburan tanah maka tak heran jika menguasai teknik agrokultur dan agrobisnis, namun sekali lagi sayang, mereka tidak bertaqwa pada Dzat yang memberikan anugerah keni'matan luar biasa, Allah Azza wa Jalla. Dan Nabi Sholiih a.s diutus untuk mengingatkan kembali ke jalan-Nya.
Nabi Luth a.s --- QS As Syua'roo, 26 : 160-175
Peradaban saat itu sungguh membuat manusianya jadi gila, kota megapolitan justru berpotensi mencetak manusia2 metroseksual, banyak manusia2 bersikap adonis (terobsesi dan mengagumi diri sebatas bentuk jasmani) yang pada gilirannya membuat orientasi seks mulai menyimpang dari kudratnya. Mereka percaya adanya Tuhan, tetapi mengacuhkan perintah dan larangan, maka tugas Nabi Luth a.s untuk mengingatkan.Nabi Syu'aib a.s --- QS As Syua'roo, 26 : 176-191
Medan da'wah Nabi Syu'aib a.s adalah manusia2 kapitalis, manusia2 serakah yang memperkaya diri sendiri dengan cara2 bathil. Perekonomian saat itu sangat maju namun hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, siapa yang bermodal besar itulah yang berhak kaya, kesenjangan sosial menjadi hal yang biasa. Maka Nabi Syu'aib a.s mengajarkan cara2 berbisnis yang diridhoi Allah Azza wa Jalla.
Itulah yang dicontohkan para Nabi 'alaihimussalam yang terdokumentasi dalam Al Qur'an. Menarik, bukan? Itulah Al Qur'an, dari satu surat ini saja kita bisa tahu medan2 da'wah yang dihadapi para Nabi a.s, dari sini kita juga tahu bahwa begitu kompleksnya 'ilmu Islam yang menyentuh segala sendi kehidupan.
Cek juga dalam
QS Al Mu'minuun 23: 71-72,
QS Saba 34: 47.
QS Shood 38: 86,87,88
QS Furqon 25: 57.
Juga dalam QS Huud 11: 51.
Juga dalam QS Al An'am 6:90 - QS Huud 11: 29 - QS Asy Syu'aro 26:109
So,,,saya lebih salut kepada rekan2 muslim dan muslimah, yang bahkan belum tentu mereka bisa baca Al Qur'an, belum tentu mereka mengerti hadits, tapi mereka begitu tulus menjalankan Islam sesuai kemampuan, yaaah sesuai kemampuan dan pengetahuan. Kita bukanlah manusia sempurna, maka berterimakasihlah pada dosa2 masa lalu yang mengingatkan kita akan adanya hari pembalasan.
Kita semua punya kewajiban berda'wah, kawan. Walaupun kita mungkin tidak hafal dalilnya, sampaikanlah bahwa kita sebagai ummat Islam memiliki kewajiban sholat, zakat, puasa, dan haji. Masing2 kita punya instuisi akan kebaikan dan kebenaran, masing2 kita punya misi untuk menjadi rahmat semesta Alam.
Mmmmph... bagaimana ya ^.^a... mmmmh bagaimana dunk jika demikian adanya? Tauk ah... kita udah pada gede ini... Hihihi...
Bye bye... mo kerja dulu, dapet shift siang sih....
Semoga bermanfa'at...
Itulah yang dicontohkan para Nabi 'alaihimussalam yang terdokumentasi dalam Al Qur'an. Menarik, bukan? Itulah Al Qur'an, dari satu surat ini saja kita bisa tahu medan2 da'wah yang dihadapi para Nabi a.s, dari sini kita juga tahu bahwa begitu kompleksnya 'ilmu Islam yang menyentuh segala sendi kehidupan.
Tidak Meminta Upah Dalam Berda'wah
Rasululloh SAW tidak meminta upah, dalam Al Qur'an kurang lebih artinya :
QS Asy Syuro 42:23. Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri[]Cek juga dalam
QS Al Mu'minuun 23: 71-72,
QS Saba 34: 47.
QS Shood 38: 86,87,88
QS Furqon 25: 57.
Nabi Syu'aib a.s
QS Asy Syu'aro 26:180. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Nabi Luth a.s
QS Asy Syu'aro 26:164. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
Nabi Sholeh a.s
QS Asy Syu'aro 26:145. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Nabi Hud a.s
QS Asy Syu'aro 26:127. Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Juga dalam QS Huud 11: 51.
Nabi Nuh a.s
QS Yunus 10:72. Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)."Juga dalam QS Al An'am 6:90 - QS Huud 11: 29 - QS Asy Syu'aro 26:109
So,,,saya lebih salut kepada rekan2 muslim dan muslimah, yang bahkan belum tentu mereka bisa baca Al Qur'an, belum tentu mereka mengerti hadits, tapi mereka begitu tulus menjalankan Islam sesuai kemampuan, yaaah sesuai kemampuan dan pengetahuan. Kita bukanlah manusia sempurna, maka berterimakasihlah pada dosa2 masa lalu yang mengingatkan kita akan adanya hari pembalasan.
Kita semua punya kewajiban berda'wah, kawan. Walaupun kita mungkin tidak hafal dalilnya, sampaikanlah bahwa kita sebagai ummat Islam memiliki kewajiban sholat, zakat, puasa, dan haji. Masing2 kita punya instuisi akan kebaikan dan kebenaran, masing2 kita punya misi untuk menjadi rahmat semesta Alam.
Bagaimana Jika Tanpa Meminta Tapi Diberi Upah Dalam Berda'wah...?
Mmmmph... bagaimana ya ^.^a... mmmmh bagaimana dunk jika demikian adanya? Tauk ah... kita udah pada gede ini... Hihihi...
Bye bye... mo kerja dulu, dapet shift siang sih....
Semoga bermanfa'at...