Sunday, 24 October 2010

Mengapa masih bertanya : Benarkah TUHAN ada ?

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas Baginda Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya.

Disadari atau tidak, kita sering bertanya-tanya, “benarkah TUHAN ada?”, “mungkinkah alam semesta diciptakan TUHAN?”, “dari mana TUHAN berasal?”, atau “siapa yang menciptakan TUHAN?”. Sering kali kebanyakan orang mencoba meredam pertanyaan ini ketika muncul di kepala mereka dengan alasan, “saya percaya TUHAN ada”, “saya mempunyai iman”, dan banyak lagi alasan yang terkesan hanya akan membela diri mereka seperti orang bodoh ketika berhadapan dengan orang atheis.


Dalam artikel "an interesting conversation betwen teatcher and student" (saya kehilangan jejak keberadaan link ini), disana ada percakapan mengenai bagaimana seorang murid membantah persepsi seorang guru yang ateis. Memang pada akhir artikel itu sang murid terlihat keren dengan berhasil membungkam mulut si guru ateis, tapi sebenarnya masih ada satu celah bagi si guru untuk membungkam balik mulut si murid jika sang guru bertanya, “apakah imanmu mampu membuktikan bagaimana alam semesta diciptakan TUHAN?” Dalam postingan kali ini, saya akan berusaha menyodorkan pendapat the noock kepada anda bagaimana fakta ilmiah mampu menjelaskan jika TUHAN benar-benar sang pencipta.

Dari Mana Alam Semesta Berasal?
Hanya ada dua kemungkinan jawaban untuk pertanyaan ini.
1. Diciptakan oleh sesuatu yang lebih besar dari energi alam semesta itu sendiri. Jawaban ini merujuk kepada hukum termodinamika yang mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan, hanya bisa dirubah.
Jika menggunakan jawaban ini, maka seharusnya harus ada sesuatu energi yang lebih besar dari alam semesta itu sendiri untuk merubah suatu energi besar menjadi alam semesta, dan manusia tidak mungkin menciptakannya.
2. Alam semesta terbentuk hanya karena suatu kebetulan yang juga menempatkan suatu planet pada letak yang strategis sehingga memungkinkan terciptanya suatu kehidupan secara kebetulan juga.
Mari kita hitung probabilitas dari kemungkinan (kebetulan) terciptanya suatu kehidupan. Seorang matematikawan akan mampu mengukur secara akurat probabilitas terjadinya sesuatu begitu mereka mengetahui hakikat yang berlaku atas sesuatu tersebut. Dan disini kita akan mempelajari tentang peluang.
Sebagai contoh, jika kita melemparkan suatu koin ke atas sekali dan membiarkannya jatuh ke tanah, maka akan ada dua cara koin itu mendarat di tanah; mendarat dengan sisi atas (yang kita sebut sisi kepala), atau mendarat dengan sisi bawah (yang kita sebut sisi ekor). Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa koin tersebut mempunyai satu dari dua peluang mendarat dengan sisi atas.
Usia dari alam semesta kita, oleh para ahli diperkirakan telah berumur 30 milyar (30.000.000.000) tahun. Dalam usia tersebut akan ada 10 pangkat 18 detik dalam 30 milyar tahun tersebut (selanjutnya penulisan 10 pangkat 18 akan saya tulis ‘10(18)’. Jangan anggap remeh dulu, 10(18) adalah angka 1 diikuti 18 angka nol (1.000.000.000.000.000.000) detik.
Para Astrofisikawan memperkirakan bahwa ada 10(80) partikel yang sangat kecil yang tersebar di alam semesta ini. Dengan asumsi bahwa setiap partikel berperan dalam ratusan miliar atau lebih tepatnya 10(12) peristiwa-peristiwa alam semesta (black hole, big bang, kabut, atau apapun) setiap detiknya, dengan demikian maka jumlah peristiwa-peristiwa alam semesta yang bisa terjadi sepanjang sejarah seluruh alam semesta adalah 10(110) peristiwa. Meskipun beberapa ahli matematika percaya bahwa angka ini sebenanrnya lebih rendah hingga hanya 10(50) peristiwa-peristiwa alam semesta.

Setiap peristiwa yang akan terjadi di alam semesta dengan probabilitas kurang dari satu kesempatan dari 10(110), karena itulah terciptanya suatu kehidupan bukanlah suatu kebetulan. Jadi misalnya begini, misalnya terjadi apa yang di kelas satu SMA diajarkan mengenai teori kabut (nebula), teori planetesimal, teori pasang surut, teori awan debu, dan teori bintang kembar ataupun big bang, misalnya semua itu terjadi sebanyak 10(110) kali di alam semesta, mungkinkah hanya salah satu dari itu yang berhasil menciptakan suatu kebetulan yang benar-benar kebetulan hingga menghasilkan suatu kebetulan? Meskipun dengan asumsi mengikuti para matematikawan yang mengatakan jumlah peristiwa-peristiwa alam semesta yang terjadi hanyalah 10(50), setidaknya kita sudah mempunyai gambaran dari sekian banyak peristiwa-peristiwa alam semesta yang mungkin terjadi, mungkinkah ada satu peristiwa yang kebetulan membentuk suatu poros tata surya dan menempatkan suatu planet dengan letak yang tidak terlalu dekat maupun tidak terlalu jauh dari inti tata surya itu sendiri, agar memungkinkan terjadinya suatu kehidupan. Untuk lebih gampang anda dalam membayangkannya, saya akan menuliskan dengan lengkap dulu bagaimana 10(110).
100.000.000.000.000.000.000.000.000.000.
000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.
000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.
000.000.000.000.000.000.000.
Dari sekian banyak angka di atas, hanya salah satunya yang berhasil menempatkan suatu planet pada posisi yang tidak terlalu dekat maupun tidak terlalu jauh dengan pusat inti tata surya, sehingga memungkinkan terciptanya suatu kehidupan. Mungkinkah kebetulan?

Frank Salisbury, salah seorang ilmuwan yang mencoba mengukur probabilitas munculnya suatu rantai DNA unik yang akan muncul dari 10(600) peristiwa acak yang terkontrol maupun tidak terkontrol dengan diawasi langsung, dan hasilnya NIHIL. DNA adalah dasar inti dari munculnya suatu kehidupan dan ternyata memiliki probabilitas NOL BESAR untuk bisa muncul secara kebetulan.

Mike Stubbs pernah mengkalkulasikan kemungkinan insulin (sebuah hormon protein penting yang dihasilkan oleh pankreas) berkembang secara kebetulan di 3 x 10(158) peristiwa. Ia kemudian menyatakan bahwa meskipun ada sebuah mesin yang dapat menyusun asam amino hingga membentuk 512 kelompok insulin sebanyak milyaran kali dalam satu detik, maka akan memakan 10(52) tahun untuk menghasilkan 10(68) kombinasi, dan kemungkinan hanya satu dari itu yang akan menjadi insulin. Dengan kata lain, Anda bisa berharap untuk mendapatkan kombinasi insulin hanya sekali dalam 10(52) tahun, sedangkan menurut perkiraan hanya ada 10(18) detik dalam usia alam semesta ini

Dr. Harold Morowitz, seorang profesor dari Molecular Chemistry di Yale University menyimpulkan bahwa kemungkinan untuk menciptakan suatu kehidupan yang terjadi secara benar-benar kebetulan adalah 1 dari 10 diikuti dengan satu milyar angka nol. Namun dalam percobaannya, 1 dari 10 diikuti dengan 110 angka nol, tidak berhasil menghasilkan suatu titik kehidupanpun.
Selain mereka masih ada banyak lagi para ilmuwan yang telah berhasil membuktikan bahwa kemungkinan terciptanya alam semesta adalah bukan berdasarkan kebetulan.

Jika alam semesta dan kehidupan di bumi ini tidak terbentuk secara kebetulan, lalu dengan apakah alam semesta ini tercipta? Seharusnya ada sesuatu yang lebih besar di luar alam semesta sana, yang bisa mengubah (ataupun menciptakan) energi di alam semesta hingga memungkinkan terciptanya suatu kehidupan.
Bayangkan, jika sejak anda lahir, anda hidup hingga dewasa di dalam hutan. Yang anda kenal hanyalah hutan dan segala penghuninya, apapun yang dihutan bisa anda ketahui secara pasti h
ingga suatu hari anda memutuskan untuk mencoba keluar dari hutan dan mencari tahu ada apa yang berada di luar hutan. Ketika anda keluar dari hutan anda kemudian mendapati sebuah padang pasir yang sangat luas. Matahari terlihat sangat bersahabat dengan padang pasir dengan menyinarinya sangat berlebihan.

Ketika anda sedang dengan penasarannya menyusuri padang pasir, tiba-tiba anda tanpa sengaja menemukan suatu benda asing yang bersinar ketika terkena cahaya matahari. Anda kemudian memungutnya dan mengamatinya. Di bagian inti dari benda tersebut terdapat tiga buah jarum yang senantiasa berputar. (jam tangan). Anda lalu menatap sekeliling padang pasir tersebut, benda itu terlihat asing, tidak pernah anda lihat sebelumnya, dan terlihat sangat indah. Anda kemudian mengamatinya terus menerus siang dan malam. Setelah beberapa minggu anda mulai menyadari bahwa jika jarum pendek dari inti benda tersebut menunjuk ke simbol ‘12′, maka matahari akan memiliki status yang berbeda. Pada kali pertama jarum itu menunjuk ke ‘12′, matahari benar-benar akan ada di atas anda, lalu saat kali kedua jarum pendek itu menunjuk ‘12′, matahari benar-benar hilang. Anda pasti akan berpikir, bahwa benda ini bukanlah benda biasa. Ketika anda mendapati tidak ada seorangpun di sekitar padang pasir tersebut yang mempunyai kemampuan menciptakan benda tersebut secara kebetulan, anda kemudian mulai berpikir bahwa benda itu berada di sana hanya berdasarkan kebetulan, namun, ketika anda mendapati bahwa benda itu sangat unik, anda pasti pikiran anda akan mengatakan kepada anda bahwa pasti benda itu telah diciptakan. Tidak ada pilihan lain untuk pikiran anda ketika melihat semua di sekeliling padang pasir tersebut tidak ada yang bisa menghasilkan benda unik dan ajaib tersebut, diciptakan! Oleh siapa? Pikiran anda pun tidak tahu, tapi pikiran anda mengatakan kepada anda bahwa benda ini telah diciptakan!

Alam semesta lebih kompleks dari sebuah jam tangan. Beberapa orang di luar sana telah meragukan eksistensi TUHAN dengan mengatakan bahwa ini semua hanya terjadi karena sebuah kecelakaan. Jauh dibalik itu semua, pikiran manusia sendiri telah menjerit dalam pikiran setiap ilmuwan, “alam semesta terlalu kompleks untuk dihasilkan dari suatu kebetulan.”
Fakta bahwa alam semesta telah diciptakan oleh seorang Master Designer adalah “kebenaran yang jelas.” Pikiran manusia dipaksa untuk menyimpulkan bahwa ada suatu pencipta atau penyebab pertama dibalik semua ini. Pikiran itu adalah “kebenaran yang jelas.” Kecuali jika Anda berpikir seperti seorang ateis yang hanya mengmukakan teori yang dipercayanya meskipun tanpa suatu dasar yang kuat.
Bagaimanapun, meskipun menurut para ahli atau ilmuwan hebat sekalipun, akan lebih mudah menejelaskan tentang adanya sesuatu yang lebih mempunyai kemampuan dari manusia yang telah menciptakan alam semesta daripada mempercayai mereka yang terus-menerus mengatakan bahwa alam semesta, bumi dan isinya hanyalah kebetulan semata.
Lebih mudah mengatakan bahwa ada sesuatu yang lebih mempunyai kemampuan dari manusia yang telah menciptakan bumi dan isinya daripada mempertanyakan, “darimana TUHAN berasal?”atau “apakah hanya ada satu TUHAN dalam alam semesta?” Anda akan terlihat bodoh ketika mengajukan pertanyaan seperti itu. Bukankah TUHAN mempunyai misterinya sendiri?

Wallahu a'lam
Inspired :
http://thenoock.com

25 comments :

  1. Jika melihat 100 buah batu bata yg bertumpuk rapi, tentu kita berpikir kalau itu pasti dirancang (disengaja) oleh MANUSIA. Mungkin karena kita pernah mencoba (membuktikan) sendiri dan/atau pernah melihat orang lain yg melakukan hal serupa. Juga, yang kita ketahui sampai saat ini, hanya MANUSIA-lah yang terbukti benar mampu melakukan hal seperti itu. Tetapi kita akan dianggap tidak waras jika mengatakan batu bata yg bertumpuk rapi itu terjadi secara KEBETULAN atau DIRANCANG oleh Alien, Gajah Polkadot, Spongebob, Peri Gigi, dsb.

    Beda halnya jika kita melihat alam semesta beserta isinya yang sampai saat ini masih diselimuti misteri. Setidak-tidaknya ada 2 kemungkinan mengenai terjadinya alam semesta, yakni:

    *) Alam semesta yg memiliki permulaan ===> [1]diciptakan/dirancang oleh pencipta/perancang; [2]alam semesta ada (muncul) secara kebetulan dari ketiadaan.

    *) Alam semesta yang tidak memiliki permulaan ===> alam semesta itu keadaan yang akan selalu ada atau tidak akan pernah menjadi tidak ada dengan mengalami perubahan menjadi ada-ada yang lain.
    .
    .
    Perlu diketahui, [1]"dirancang/diciptakan oleh perancang/pencipta" berbeda dgn [2]"(hanya) dirancang/diciptakan oleh Tuhan yang Satu". Pada kemungkinan yg pertama [1] tidak membatasi pencipta itu harus ini-itu dan harus ada 1-2-3-dst. Sedangkan pada kemungkinan yg kedua [2] jelas2 membatasi klo pencipta itu hanya ini-itu (Tuhan) dan harus ada (misalkan) Satu Pencipta. Semakin dibatasi, maka akan semakin teramat kecil suatu kemungkinan berpeluang utk menjadi benar.

    Kalau aku sendiri seh lebih memilih kemungkinan kalau alam semesta itu tidak memiliki permulaan,,, hehehe...^^


    Salam,
    Witschen memberkati... ;)

    ReplyDelete
  2. Kekeliruan dalam artikel diatas adalah menganggap kalau pencipta alam semesta itu (hanya) Tuhan yang Satu, bukan menganggap kalau Tuhan yang Satu itu adalah salah satu dari sekian banyak "pengklaim" pencipta alam semesta. Yeah, ini sama saja mengatakan kalau rumah itu hanya diciptakan oleh Paijo yang Satu (Tunggal/Esa), bukan diciptakan oleh pencipta-pencipta yang lain. Apalagi sampai saat ini tidak ada bukti kalau Paijo itu benar ada serta mampu dan mau menciptakan rumah tsb. Sama seperti Paijo, Tuhan memiliki peluang yang teramat sangat kecil untuk menjadi benar sebagai pencipta alam semesta...

    Yappp,,, "Sesuatu yang dinyatakan tanpa bukti, juga dapat dibubarkan tanpa bukti" (Hitchens). Tuhan yg mengklaim tanpa bukti sebagai pencipta alam semesta, juga dapat dibubarkan tanpa bukti.


    Salam,
    Witschen memberkati... ;)

    ReplyDelete
  3. @ witschen herwitz
    jika menurutmu alam semesta tidak bermula, apakah tidak berakhir juga ?

    "penilaian"mu terhadap Tuhan terjebak pada cara menilai kinerja manusia ato makhluk lainnya, hal ini wajar diderita oleh pemuja filsafat materialisme. DIA "laisa kamitslihi syai'un" tak ada yg menyerupaiNYA apapun juga.

    Bukankah Tuhan mempunyai misteriNYA sendiri ?

    ReplyDelete
  4. @ Samaranji
    .
    .
    ||jika menurutmu alam semesta tidak bermula, apakah tidak berakhir juga ?||
    _______________________
    Entahlah, aku tidak tahu. Tetapi kemungkinan besar begitu... ^^
    .
    .
    ||DIA "laisa kamitslihi syai'un" tak ada yg menyerupaiNYA apapun juga.||
    _________________________
    Setahu-ku, di dunia ini tidak ada yang benar2 serupa. Berarti kita semua juga Tuhan dunkzz,,, hehehe...^^
    .
    .
    ||Bukankah Tuhan mempunyai misteriNYA sendiri ?||
    __________________________
    Hmmm,,, berarti Tuhan tidak membuktikan eksistensi-Nya karena Ia ingin mempunyai misteriNya sendiri (betul???). Bagitu itu adalah propaganda Tuhan untuk menutupi ketidak-mampuan dan kedengkian-hatiNya yg hingga kini belum juga membuktikan keberadaanNya kepada seluruh manusia.
    .
    .
    Salam,,, ;)

    ReplyDelete
  5. @ witschen
    >>> scr fisik emang segala sesuatu di semesta ini ga ada yg serupa, NAMUN scr esensi baik sifat dan perilaku akan banyak sekali qt temukan ke-serupa-an ciptaanNYA. Itulah mengapa ada teori "alam semesta adalah hologram". Googling aja, ato mampir ke web "anunnaki rahasia otak", ada kok.
    >>> bukti yg kek gimana yg anda mau menyadari existensiNYA. Apa yg harus bisa "dilihat, diraba, diterawang" !! Malah jadi iklan BI dong.

    ReplyDelete
  6. Ohhh,,, itu cuman teori yg belum memiliki cukup buki,,, jadi kurang meyakinkan... ^^
    http://www.faktailmiah.com/2010/08/30/gelang-energi-hoax-atau-sains.html

    Dia ingin membuktikan keberadaan-Nya dgn menampakkan diri, membelah matahari, mengeluarkan suara merdu-Nya, dsb... yg penting semua manusia bisa mengetahui Dia itu benar ada, bukan hanya sekedar klaim tanpa bukti.

    Salam ;)

    ReplyDelete
  7. @ Witschen
    Ga nyambung ah linkmu itu (kan mengenai "tak ada yang menyamai DIA apaun juga),,, nih lho boss maksudku http://annunaki.wordpress.com/2010/06/05/alam-semesta-adalah-hologram/
    >>> disitu akan kau temukan bahwa semesta ini banyak yang identik, serupa, kecuali Tuhan yang "laisa kamitslihi syai'un"
    >>> gemana, masih mau bukti yang harus bisa "dilihat, diraba, diterawang" ???

    ReplyDelete
  8. @ Samaranji

    Itu link mengenai alam semesta yg hologram. Nih, aku kutip sebagian tulisan dari link tsb:

    ...Hal yang sama berlaku dengan Hologram. Gagasan fisika teoritis ini berasal dari fisikawan Karl Pirbram yang berteori kalau alam semesta kita adalah sebuah hologram. Gagasan ini lebih modern dari medan titik nol. Masalahnya juga sama, ia semata teori. Teori matematika yang sangat indah. Tapi keberadaannya belum dapat dibuktikan. Penumbuk Hadron Raksasa juga berusaha menguji teori ini.

    Dan tebak, walaupun sampai sekarang para ilmuan masih mencari, beberapa orang tanpa malu mengatakan kalau mereka punya bukti berdasarkan ucapan semata! Lebih parah lagi, bukti ini sudah termasuk dalam, siap-siap, ini daftarnya : tongkat energi, gelang energi, kalung energi, kristal DNA dan semua prodik yang dimuat dengan energi dari Medan Penyatuan lewat radiasi yang menghasilkan manfaat setiap saat, kapanpun dan untuk siapapun.

    Anda hanya akan menemukan teknologi energi titik nol dan terapi hologram dalam produk kesehatan. Para “pakar” energi titik nol tidak memberikan publikasi ilmiah walaupun mereka mengklaim telah meneliti bertahun-tahun dan mengatakan bahwa bidang penelitiannya adalah teknologi energi alternatif. Yup. Anda tidak akan menemukannya bahkan di jurnal ilmiah fisika energi tinggi sekalipun kecuali dalam bentuk teoritis....
    .
    .
    Tuhan yg berbeda dari yg lain itu hanya klaim. Aku pun juga bisa mengklaim hanya "Gajah Polkadot" yg tidak serupa dan tidak identik dari segala yang ada. Permasalahan sebenarnya sih bukan pada serupa atau tidak, tetapi apakah Tuhan mampu dan mau untuk membuktikan eksistensi-Nya. Itu saja,,,
    .
    .
    Salam (Witschen) ;)

    ReplyDelete
  9. @ Witschen.

    Ooo... Jadi menurutmu bukti itu "valid" dan "sah" jika bersumber dari wirajhana-eka.wordpress ato fakta-ilmiah.com, dan konco2 ?

    Kalo Tuhan harus bisa dibuktikan scr empiris "dilihat, diraba, diterawang" ya... tanya umat hindu aja yg mengenal konsep paramatman n bhagavan.

    IRASIONAL hanyalah ungkapan dari sesuatu yg belum bisa dicapai dng "rasional". KEKOSONGAN hanyalah ungkapan ketidakberdayaan utk menggambarkan "isi" yg belum pernah terbayangkan. IMPERSONAL hanyalah keterbatasan bahasa manusia utk menggambarkan personal Tuhan yg tak terjangkau akal.

    Mulai paham sy, kenapa kaum materialis selalu butuh bukti empiris.

    Wassalam.

    ReplyDelete
  10. hehehehe....
    @samaranji
    maju bro...saya uda gak bisa ngomong apa-apa lagi karena sebagian dari tuhan tidak bisa dijangkau dengan akal.

    @witshcen
    cape deh...

    sori ngantuk banget....jaga malam,browsing di kantor plus kopi gak ilangin kantuk........pulang ah.

    ReplyDelete
  11. eh ralat bro...
    rony itu avatar lain dari osamah.biasalah kalo lagi baca kontak jodoh saya pikir rony lebih keren dibanding osamah.

    ReplyDelete
  12. putratridharma02/11/2010, 15:43

    @Witschen Herwitz

    Ada satu cerita: Seorang murid yang sedang berguru bertanya kepada gurunya: "Oh Guru, bagaimana caranya supaya saya bisa merealisasikan Tuhan?" Sang Guru diam sejenak terus berkata, "Ikuti saya." Guru ini kemudian mengajak muridnya ini mandi di laut. Tiba-tiba sang guru memegang kepala muridnya terus membenamkannya di air, tentu saja sang murid berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkat kepalanya untuk bernafas. Dia hampir saja kehabisan nafas. Setelah kepalanya diangkat, Sang Guru lalu berkata, "Jika usahamu merealisasikan Tuhan seperti usahamu mempertahankan hidup ketika aku benamkan kepalamu di air, maka Tuhan akan menampakkan diriNya untukmu". Tuhan tidak mungkin menampakkan diriNya kepada orang yang atheis, kepada orang yang tdk suci, kepada orang yg tidak mencintainya.

    ReplyDelete
  13. @ putratridharma
    aku pernah dengan kisah itu (kayaknya tuh kisah socrates atau aristoteles dey, pokoknya penganut sophisme) DAN ceritamu ga relevan, argumen itu masih bisa dipatahkan dng "Apakah kasih sayang Tuhan diukur dengan cara MENAMPAKKAN diri pada sebagian hamba ?"

    BTW makasih kunjungannnya broo...

    ReplyDelete
  14. @putratridharma
    saya ada karena ada bukti bahwa saya komen di blog ini.jika saya tuhan maka alam ini ada karena saya ada.jika saya menghendaki wujud saya dapat ditampakkan kepada anda (contoh pada foto profil) pasti anda mengira itulah tuhanku.padahal saya tidak berjenggot.
    kembali ke-kuasa-an tuhan,Tuhan Maha Kuasa ya sah2 aja menampakkan diri,itu memang urusanNya, tetapi ada satu hal yang patut diingat adalah dalam nafsu manusia (entah dalam hindu menyebut apa) ada sifat "merasa benar dan merasa seolah2 itu petunjuk tuhan".Dalam Islam,nafsu yang demikian sangat rawan ditunggangi iblis.Karena riwayat weda,,,,menurut saya tidak jelas kpn desertasi,promotornya,waktu ujian kapan,,,, maka sangat rawan pada saat penulisan dan penerjemahan ada sedikit penyimpangan yang terjadi dan itu berakibat fatal karena keyakinan yang lurus berubah 0,000000000000000000000000000000000000000000001 derajat itu berarti tidak lurus lagi.contohnya,perbedaan 1 derajat dengan mataram sebagai pusat pengukuran akan mengakibatkan perbedaan yang berjarak puluhan meter (bisa dicoba melalui busur.dari titik 0' dengan 1' lalu tarik aja garis lurus 30 cm.di akhir garis anda bisa hitung selisih ukuran yang 0' dgn 1').Jika anda menyatakan bahwa ada avatar untuk meluruskan veda maka saya kembalikan lagi perbedaan derajat tadi hanya karena veda tidak jelas riwayatnya.

    eh sori bro jadi OOT hehehe
    wassalam

    ReplyDelete
  15. ups lupa..
    @samaranji
    caranya menampilkan foto profil itu gimana ya?

    ReplyDelete
  16. @ osama
    kalo dah masuk blogger, tinggal edit foto profil mas, nanti ada pilihan gambar dari komputer ndiri ato mau dari link lain, trus pilih aja yg dari file komputer ndiri (foto harus sudah mas masukan di file komputernya). Sebenarnya sy juga baru utak-atik sendiri ko, seringkali waktu sy habis utk itu dan lupa deh bikin postingan baru. He..he...

    ReplyDelete
  17. @ Samaranji
    .
    .
    ||Ooo... Jadi menurutmu bukti itu "valid" dan "sah" jika bersumber dari wirajhana-eka.wordpress ato fakta-ilmiah.com, dan konco2 ?||
    ______________________
    Bukan,,, sesuatu dianggap benar jika memiliki banyak bukti kuat yg siap dan bisa diuji atau dipertanggungjawabkan kebenarannya. Yeah,,, setahu-ku artikel di kedua blog/web tsb memiliki banyak referensi dari link maupun jurnal ilmiah. Selama belum ada yg mampu membantah, aku menganggap artikel mereka itu benar... ^^
    .
    .
    ||IRASIONAL hanyalah ungkapan dari sesuatu yg belum bisa dicapai dng "rasional". KEKOSONGAN hanyalah ungkapan ketidakberdayaan utk menggambarkan "isi" yg belum pernah terbayangkan. IMPERSONAL hanyalah keterbatasan bahasa manusia utk menggambarkan personal Tuhan yg tak terjangkau akal.||
    _______________________
    Iya,,, menurutku semua ajaran ttng Tuhan hanya berisikan klaim tanpa bukti. Mengklaim kalau Tuhan itu Maha Kuasa, tetapi tidak dapat membuktikan eksistensi-Nya. Berusaha utk membuktikan bahwa mempercayai Tuhan itu logis, tetapi pada akhirnya mengklaim juga kalau Tuhan itu tak terjangkau akal... ^^
    **
    **
    **
    @ Putratridharma
    .
    .
    ||Ada satu cerita: Seorang murid yang sedang berguru bertanya kepada gurunya: "Oh Guru, bagaimana caranya supaya saya bisa merealisasikan Tuhan?" Sang Guru diam sejenak terus berkata, "Ikuti saya." Guru ini kemudian mengajak muridnya ini mandi di laut. Tiba-tiba sang guru memegang kepala muridnya terus membenamkannya di air, tentu saja sang murid berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkat kepalanya untuk bernafas. Dia hampir saja kehabisan nafas. Setelah kepalanya diangkat, Sang Guru lalu berkata, "Jika usahamu merealisasikan Tuhan seperti usahamu mempertahankan hidup ketika aku benamkan kepalamu di air, maka Tuhan akan menampakkan diriNya untukmu". Tuhan tidak mungkin menampakkan diriNya kepada orang yang atheis, kepada orang yang tdk suci, kepada orang yg tidak mencintainya.||
    ________________________
    Yeah,,, inilah sifat buruk Tuhan. Ia bilang kalau kebahagiaan kekal hanya bisa didapat jika mau menyembah dan mempercayai eksistensi-Nya sedangkan Ia sendiri tidak pernah membuktikan diri-Nya langsung dihadapan seluruh umat manusia...

    Tidak hanya Tuhan yg bisa mengklaim sperti itu,,, Gajah Polkadot pun juga bisa bilang kalau ia tidak mungkin menampakkan dirinya kepada orang yang "A-gajah-polkadot" (tidak percaya eksistensi Gajah Polkadot), kepada orang yg tidak makan rumput, kepada orang yg tidak hormat padanya. Itu semua cuman klaim yg dinyatakan tanpa bukti, tentu juga dapat dibubarkan tanpa bukti,,, (Christoper Hitchens),,,
    .
    .
    Salam,
    Herwitz Bless U,,, ;)

    ReplyDelete
  18. @ witschen herwitz

    "Yeah,,, setahu-ku artikel di kedua blog/web tsb memiliki banyak referensi dari link maupun jurnal ilmiah".
    >>> mas terlalu silau dng link dan jurnal ilmiah kedua blog/web tersebut yg belum tenntu obyektif, coba deh "laksanakan" metode cara berpikir ilmiah (fakta ilmiah.com). Tidak semua sumber yg berbahas asing dpt dibertanggung jawabkan ko broo, apa jangan2 mas juga pengagum pemikiran barat. Saran sy, ambil manfa'atnya aja.

    "Berusaha utk membuktikan bahwa mempercayai Tuhan itu logis, tetapi pada akhirnya mengklaim juga kalau Tuhan itu tak terjangkau akal..."
    >>> sains hingga saat ini belum bisa menjelaskan s-e-m-u-a fakta semesta. Pernahkah anda berpikir ada "sesuatu" dibalik raga kita ? sesuatu yang bukan sekedar jaringan otot, daging syaraf dan unsur2 kimia lainnya ? yang memberikan kesadaran akan pengingkaran - pencarian - kepercayaan atas existensi-Nya ?

    ReplyDelete
  19. @ witzschen
    jangan2 anda terkena "delusi" atas kedua web/blog tsb. ingat lho boss ttg "gelang energi" bhw sesuatu yang dibungkus kata2 ilmiah belum bisa diterima/ditolak, bukankah "promosi" gelang energi sebagai gelang kesehatan adalah usaha menggantikan promosi gelang "berisi" jin ato dewa penjaga kesehatan ?

    ReplyDelete
  20. @ Samaranji

    Lahh,,, kan sudah saya bilang kalau saya menganggap sesuatu itu benar jika memiliki banyak bukti yg kuat, bisa dan siap diuji kebenarannya, serta belum ada yg mampu membantahnya; tanpa membeda-bedakan sumber atau hasil penelitian tsb dari mana.

    Salam ;)

    ReplyDelete
  21. @ witzschen

    bener nih..., udah mulai mau TANPA MEMBEDA2KAN sumber ato hasil penelitian tsb dari mana ?
    >>> yg sy tahu, kedua web/ blog tsb selalu mengkritisi ajaran agama2, baik hindu kristen lebih2 pd ajaran islam. TAPI mereka lupa, ada satu agama yg belum mereka kritisi ajarannya, yaitu budha.
    >>> pernah liat "sun go kong" yg mencari kitab ke barat ? Tau arah barat dr negara china ? Yaitu arab, bisa jadi kitab yg mereka maksud adlh al qur'an.

    ReplyDelete
  22. Kalau Pak Wirajhana sih agamanya Buddha, jadi wajar bila beliau tidak mengkritisi ajaran Buddha. Sedangkan untuk faktailmiah.com sebenarnya lebih fokus mengkritisi ajaran Islam dan Kristen yg mayoritas di dunia. Sedangkan artikel mereka ttng agama Hindu sebelumnya tidak ada, tetapi karena saya pernah bertanya dgn salah satu admin disana (Rasia Surya atau Romi Fattah) ttng klaim agama Hindu, mereka kemudian menuliskan artikel yg kiranya mampu menjawab pertanyaan saya tsb. Mungkin kalau kamu ingin bertanya ttng klaim agama Buddha, mereka juga akan membahasnya.

    Tapi ada juga kok satu artikel yg mengkritisi ttng kesaksian reinkarnasi yg ada dalam ajaran agama Hindu-Buddha... ^^
    http://www.faktailmiah.com/2010/06/28/hipnotis-dan-ingatan-tertekan.html
    .
    .
    Salam ;)

    ReplyDelete
  23. Alam semesta terjadi secara kebetulan? Siapa pihak yg mengklaim hal itu?

    Di sisi lain, apa dengan mengatakan bahwa probabilitas kemunculan sesuatu sangat kecil, lantas menjadikan bahwa sesuatu tersebut diciptakan Tuhan? Itu argumen khas God of the gaps. Argumen God of the gaps secara kasar mengisi jawaban atas pertanyaan yg tidak terjawab. Misal, mengapa alam ini ada? Karena Tuhan menghendaki. Mengapa saya menulis komentar di blog anda ini? Karena Tuhan menghendaki.

    Singkatnya, Tuhan dalam God of the gaps hanyalah dummy variable, yg dapat digantikan dengan apapun juga, misalkan Flying Spagheti Monster, Zeus, dan "insert name here".

    Di lain hal, argumen di atas (intelligent design) juga hanya berlaku pada Tuhan dari sudut pandang Deisme, Tuhan pasif yg menciptakan alam semesta lalu meninggalkannya begitu saja, bukan Tuhan antropis agama abrahamik, yg terlibat aktif dalam segala aspek kehidupan, bahkan mengizinkan pelanggaran hukum alam dalam bentuk mukzizat, karena pelanggaran hukum alam sekecil apapun, akan berakibat pada kekacauan seluruh sistem semesta itu sendiri, sesuai dengan law of unintended consequences. Jadi, Tuhan yg mana yg menciptakan alam sesuai dengan argumen anda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi, Tuhan yg mana yg menciptakan alam sesuai dengan argumen anda?

      Ada berapa Tuhan sih yang ente tau, bro! entar gue milih salah satu deh yang patut jadi Tuhan menurut keyakinan gue?? Kayak kuis ajah.. Inget Tuhan tuh Pure Potensiality, Dia ada, dan berdiri sendiri, sedangkan alam (dunia, semesta, makhluk) ada karna sentuhan Tuhan. So gue bakal jawab pertanyaan ente walo ente gak ngasih multipel choice-nya.

      "Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata, Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

      "Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

      "Dialah Allah Yang menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaul Husna. Bertasbih Kepada~Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

      (Q.S.AL~Hasyr : 20 ~ 24)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...