Jumat, 06 Mei 2011

Shalat Minimalis (Don't Corruption Raka'ah, Please !)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan pada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW.

Kaget juga mengenal tafsir yang menyatakan bahwa shalat sehari semalam yang sesuai dengan petunjuk Al Qur'an Al Kariim adalah 3 waqtu, dengan masing2-masing hanya 2 raka'at setiap waqtunya jadi dalam sehari semalam setiap muslim berkewajiban melaksanakan 6 raka'at saja. Inilah sholat orang-orang yang haniif muslim. Beberapa argumennya bisa anda simak disini (Thank's kang Qarrobin atas share info dan ilmunya). Bagi saya ini sungguh sebuah motifasi untuk kita, menelusuri sejauh mana kita mengenal Islam, sejauh mana kita mengenal Al Qur'an, sejauh mana kita berusaha mencintai Allah Ta'ala dan meneladani Rasulullah SAW. Mari kita telusuri bersama, apakah yang dimaksud Al Qur'an adalah 3 waktu atau 5 waktu shalat dalam sehari ?

Ini seperti sebuah teka-teki. Apakah sholat 5 waktu merupakan penambahan yang berlebih2an dari yang semula sholat 3 waktu ?. Ataukah sholat 3 waktu yang justru merupakan peng-korupsi-an dari sholat 5 waktu ?. Jujur saya baru mendengar istilah shalat 3 waktu, apakah benar ini dari Rasulullah SAW, apakah benar ini firman Allah Ta'ala yang tertuang dalam Al Qur'an ? ataukah sekedar tafsir yang muncul belakangan ?. Mari kita buktikan bersama, tentu dengan basic Al Qur'an, karena jika kita gunakan hadits, takutnya masih ada yang alergi dengan derajad hadits.



CLUE 1 :

Lakukan search dengan kata kunci " ثَلَاثَ " disini, jika belum familiar dengan "huruf" Al Qur'an (sama dunk...) mari silahkan coba lakukan disini dengan kata kunci "tiga"  kita akan mendapatkan frase tiga yang sangat banyak dalam Al Qur'an (65:4 tiga bulan, 58:7 tiga orang, 2:196 tiga hari, 2:228 tiga quru' dll). Ini belum mengindikasikah ttg shalat 3 waktu, mari kita persempit dengan "tiga kali". Yups,,, kita langsung tertuju pada QS 24 : 58.

A'udzubillahi Minasy Syaithaanirrajiim, Bismillahirrahmaanirrahiim.



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاء ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
24:58. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat fajr (subuh), ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu[]. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu[]. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS An Nur, 24 :58)

Astaghfirullah,,, (benar dugaan saya), tafsir yang diklaim lebih hanification tentang sholat 3 waktu dari QS 11;114.  dan QS 17;78.  ujung-ujungnya bermuara pada ayat di atas. Lihat tiga waktu sholat yang sebenarnya cuman (sekedar) disinggung namanya dalam QS 24: 58 di atas yakni fajar (subuh), dhuhur (tengah hari) dan isya'. Apakah ini relevan untuk menunjukkan 3 waktu shalat ?.

Penghapusan ashar dan maghrib dilakukan hanya dengan alasan "lebih haniif", lebih mengikuti millah Ibrahiim a.s. Namun, benarkah millah Ibrahiim a.s mengajarkan shalat 3 waktu demikian ? dan yang perlu disadari adalah orang Yahudi dan Nahrani pun mengaku mengikuti Millah Ibrahiim a.s. (semoga saja memang masih ada dari mereka yang mengikuti Millah Ibrahiim a.s). Bagi saya yang merasa amat jauh dengan generasi Nabi Ibrahiim a.s, lebih memilih Millah Muhammad SAW. Islam.

CLUE 2 :

Kita Intip yuuk berapa kali sih umat agama lain melakukan sembahyang dalam seharinya.
Hindu : (http://id.wikipedia.org/wiki/Trisandya#Mantram_Puja_Trisandya). Dikenal dengan nama Trisandya. Mantram Trisandya dilaksanakan untuk persembahyangan 3 ( tiga) kali sehari yaitu pagi siang dan sore hari.
Budha : Ga ada waktu khusus dalam sehari yg digunakan untuk sembahyang, artinya semedi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, yang penting mengingat Tuhan.
Yahudi (http://en.wikipedia.org/wiki/Jewish_prayer) 1. Do'a Pagi (Sacharit) 2. Do'a Sore (Mincha) 3. Do'a Malam (Ma'ariv/ Arvit)
Kristen : Yang paling masyhur dan diikuti oleh umum adalah seminggu sekali. Namun bagi kristen orthodox, mereka berdo'a sehari 7 kali http://ionamonachosacademy.webnode.com/library/sermon-archive/fr-kyrillos-jsl/sholat-doa-kristen/
 1. Sholatus Sa’atul Awwal” (“Sholatus Shakhar”) ; 2. Sholatus Sa’atus Tsalitsu. ; 3. Sholatus Sa’atus Sadis. ; 4. Sholatus Sa’atus Tis’ah” (Kis.3:1). ; 5. Sholatul Ghurub. 6. Sholatul Naum” (Mzm.4:9). ; 7. Sholatul Lail atau Sholat Satar (Kis.16:25)

Dari sini kita bisa melihat korelasi antara shalat 3 waktu dengan sembahyang 3 waktunya umat lain. Sayapun masih tetap beranggapan bahwa semua agama tidak sama, namun berasal dari dzat yang sama, yaitu Allah Azza Wa Jalla, pendistorsian2 yang dilakukan secara terus menerus dari generasi ke generasilah yang menjadikan masing2 agama menjadi berbeda2 seperti sekarang, dan Islam mengajak kembali kepada jalan keselamatan. Lalu,,, apakah shalat 3 waktu benar-benar berasal dari firman Allah Ta'ala ? Jika benar Ya, konsekwensinya kita harus mengakui bahwa hindu dan yahudi (sebagaimana bukti diatas) adalah agama yang masih menjaga firman Allah Ta'ala dengan sembahyang 3 waktunya. Mau, mengakui begitu ?.

Jika demikian skenarionya, maka saya tak heran sekarang ini marak situs2 yang mengusung tema pluralisme beragama (harusnya sih pluralisme umat beragama, nurut saya). Biasanya kita digiring pada pemahaman bahwa, Islam bukanlah suatu agama (?), Islam adalah sebuah metode menjalani kehidupan, umat Islam bukanlah yang beragama Islam, umat Islam boleh menggunakan "baju agama" apa saja yang penting menyerahkan diri sepenuhnya pada Tuhan.

Jika demikian skenarionya, maka saya tak heran jika katanya lafadz "Allah" berasal dari kata "Al" (sesuatu/satu) "Llah" (sesembahan), jadi maknanya "Satu sesembahan" ato "sesembahan yang Satu", yang sekarang kita kenal dengan sebutan "Tuhan", "God". "Yahweh" "Sanghyang"

Jika demikian skenarionya,,,,kita lanjutkan clue berikutnya.

CLUE 3 :

Shalat 3 waktu dalam sehari dimana masing-masing waktu dilaksanakan dalam 2 raka'at sehingga diperolehlah 6 raka'at dalam sehari. Mendengar ini saja saya udah kaget, ehh ditambah lagi dengan tafsiran dari Al Qur'an yang katanya satu raka'at adalah, berdiri, ruku', dan sujud (tanpa i'tidal, tanpa sujud kedua), duduk hanya dilakukan untuk mengakhiri shalat.
Berikut saya ilustrasikan bagi kita yang melaksanakan 5 waktu shalat dalam sehari, terdiri dari 17 raka'at.

Sedangkan jumlah sudut dalam 1 (satu Raka'at) kita peroleh...


Jumlah sudut 360^ ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala dimana setiap benda di alam semesta bertasbih tunduk pada Allah Ta'ala. Insyaallah kurang lebih artinya :

Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS 24:41)

Bumi shalat    := Bumi berotasi,  satu putaran (raka'at) 360 derajat
Burung shalat := Gerakan sayap, satu kepakan (raka'at) 180+180 = 360 derajat

Lalu,,, kita hitung bersama jumlah derajat sudut pada shalat 3 waktu :
1 Raka'at = Berdiri (0^) + Ruku (90^) + Sujud (135^) =  225 derajat doank ?
Apakah berjumlah 360 derajat jika menghilangkan sujud kedua ?


CLUE 4 :

Kita test dengan bacaan Surat Fatihah, bukankah setiap raka'at shalat harus ada Surat Fatihah. Dimana Surat Fatihah merupakan 7 ayat yang diulang2 (QS 15:87) dan dijaga dengan interlock 19 (QS 74:30).

5 waktu = 17 raka'at  X 360^ = 6120 (derajat total, angka ini kita simpan)
3 waktu = 6 raka'at X 225^ = 1350 (derajat total, kita simpan juga)

Lanjutkan dengan......
5 waktu = ( 6120 derajat total + 17 Fatihah ) : interlock 19
             = (6120+17) : 19 = 323 (genap, lolos verifikasi)
3 waktu = (1350 derajat total + 6 Fatihah) : interlock 19
             = (1350+6) : 19 = 71  7/19 (kachau, tidak lolos)

Shalat 5 waktu (17 raka'at) lolos verifikasi interlock 19 hasilnya 323
Shalat 3 waktu (6 raka'at) tidak lolos.

Soo,,, kita cuba yuk kombinasi angka 323 dalam Al Qur'an Al Kariim. Saya hanya menyarankan baca kedua ayat ini untuk rekan-rekan yang mantap menjalankan 5 waktu shalat dalam sehari.

QS 3 : 23 kurang lebih artinya
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).

QS 32 : 3 kurang lebih artinya
Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya." Sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

Sungguh Al Qur'an selalu menunjukkan ke Maha Bijaksana an Allah Ta'ala, perhatikan kata "mudah2an mereka mendapat petunjuk".


Clue 5 :

Kita buat perbandingan sederhana saja. Ini bagian yang tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Mohon baca dengan pelan, tartil dan tadabbur 'ala ma'na. Sungguh bagian ini yang membuat saya mantab menjalankan shalat 5 waktu.


3 waktu shalat dibanding 5 waktu shalat = 3 : 5 ==>  QS 3:5
5 waktu shalat dibanding 3 waktu shalat = 5 : 3 ==>  QS 5:3

QS 5:3 kurang lebih artinya
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini[] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Subhanallah,,, Alhamdulillah,,,,Laa ilaha illallah,,,, Allahu Akbar,,, Laa hawla walaa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adhiim.

Untuk QS 3:5 silahkan cek sendiri.


Bagaima Kita Menyikapi ?

Sungguh saya sedihmendengar fitnah bahwa para mujtahid, para mufasir, para muhaddits baik dari generasi sahabat, tabi'in maupun tabi'it tabi'in berambisi memecah belah umat Islam. Apa mungkin semua sahabat, semua tabi'in, dan tabi'it tabi'in berbohong dari generasi ke generasi.

Bahkan jika saya diijinkan bersu'udhon, saya akan mudah mengatakan, "Lihatlah para kafirun munafiqun telah menyelundupkan hadits2 palsu, namun di saat yang sama para kafirun munafiqun menolak semua hadits dengan polesan -kembali pada al-qur'an - namun kenyataannya menjajakan tafsiran palsu".

Jika ada yang menduga imam pendiri madzhab saling menghujat satu sama lain dari tafsiran ala kadar QS 3:105 , sehingga menimbulkan image terjadi perpecahan dalam Islam, saya rasa ini sesuatu yang dibesar2kan dengan harapan umat Islam benar2 terpecah belah, maka berhati2lah terhadap gosip yang biasa memberitakan bahwa Imam anu menghujat Imam inu, tidak kawan, percayalah walaupun mereka tidak sejalan namun mereka tetap menghormati masing2 ijtihad.

Mari simak QS 3:105 secara lengkap, dan silahkan simpulkan apakah ini ada korelasi dengan terpecahnya Islam dengan berbagai madzhab ?.

Insyaallah kurang lebih artinya :
3:99. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?." Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
3:100. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
3:101. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
3:104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[]; merekalah orang-orang yang beruntung.
3:105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,


Ya Allah, aku mohon perlindungan dari Mu dari dari pembengkokan atas nama "kembali pada Al Qur'an". Ahli Kitab pun mengaku mengikuti millah Ibahiim a.s, dan yakinlah bahwa pengikut millah Nabi Ibrahiim sejati adalah Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Selebihnya, saya hanya  menyerahkan diri pada-Nya. Firman Allah Ta'ala Insyaallah kurang lebih artinya :


Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka [*] tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al Mu’min :56)

Maha benar Allah dengan segala firman-firman NYA.

Semoga bermanfa'at.

39 komentar :

  1. Assalamu'alaikum....

    Alhamdulillaah dapat pengetahuan baru .....

    apapun yang terjadi dan siapapun yang menafsirkannya saya tetap berkeyakinan dan menjalankan "SHOLAT YANG LIMA WAKTU ATAU 17 ROKAAT" dalam sehari semalam, untung jika bisa nambah di sepertiga malam

    Maaf MAS gak banyak komen, kajian yang dalam seperti ini membuat saya merinding.saya juga mgikuti kajian di MAS QARROBIN dan sempat bingung juga.

    semoga kita selalu dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT.

    SALAm, kaisnet

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum
    semoga menjadi sebab turun rahmat bagi anda.

    mengenai al-ilah sebenarnya adalah suatu misteri tentang asal usul bahasa.namun saya pikir itu tidak menjadi masalah karena ada unsur al hayyu wal qoyyum yang menjadi syarat utama sesuatu untuk disebut sebgai al-ilah.

    Kemudian mengenai sholat 3 dan 5 waktu...sebenarnya telah gamblang di AQ tetapi mengingat pemahaman tiap orang adlaah berbeda maka tak heran jika ada pendapat 3 waktu adalah haniif.

    yang pasti clue ke 5 adalah bantuan Allah yang luarrr biasa.

    teruskan,,,
    salam ukhuwah

    BalasHapus
  3. @Kang Samaranji
    Bejinih lho.
    Karena kajian ini cukup berat dan perlu pembuktan secara tektual dan kontekstual maka sementara sayah baca-bacah ajah dulu yahh....

    Sekedar wacana:
    1. 1/7 tawaf = 1 keliling lingkaran = 360
    2. tawaf mengelilingi ka'bah yang berbetuk kubus (kotak) = 360
    3. 1 rakaat shalat = 360, 2 rakaat=720... dsb.
    4. 5. waktu shalat siang (180) + malam (180)
    5. Imam yang membaca QS 1 dan QS sunnah pada shalat siang (180) tidak sikerasken. (dzuhur, ashar)
    6. Imam yang membaca QS 1 dan QS sunnah pada shalat malam (180) tidak di lantunken dengan keras (maghrib, isya, subuh)

    Pertanyaan:
    PADA HARI JUM'AT tepat "tengah hari" jumlah SHALAT dzuhur (4) - (2) = DUA RAKAAT dan Bacaan Surat Al Fatihaah (QS 1) serta QS sunah... dilantunken (diperdengarkan dengan jelas) . Wy ?!... :D

    BalasHapus
  4. @Kang Samaranji
    Subuh = 2
    Dzuhur = 4
    Ashar = 4
    Maghrib = 3
    Isya = 4
    ____________ + 17

    Konstruksi : 24434 / 19 = 1286

    bus on the way...

    1286 => 1 + 2 + 8 + 6
    ______________________ + 17

    Kesimpulan orang yang haniif adalah yang senantiasa menjalanken ibadah shalat 5 waktu atau 17 rakaat dalam sehari-semalam, dan bila perlu dengan beberapa rakaat ibadah tambahan (shalat tahajud).

    Wasalaam, Haniifa.

    BalasHapus
  5. @hanifaa
    kalo yang itu = setuju banget
    salam

    BalasHapus
  6. terimakasih kang

    memang dibutuhkan orang-orang seperti akang untuk mengoreksi, saya akan terus belajar dari teman- teman semua

    BalasHapus
  7. @ Kang Kaisnet
    Wa'alaykum salam warahmatullah,,,,

    Alhamdulillah,,,
    Amin. Makaasih do'anya, kang.
    =============================

    @ Kang Abu Hanan
    Wa'alaykum salam warahmatullah,,,,
    Untuk kata "Al Ilah" yang diartikan Tuhan (sesembahan), sepertinya itu akal2an Yahudi dan Nashrani.

    Btw, makasih supportnya, Kang.
    ==============================

    @ Kang Mast Haniifa.
    Wa'alaykum salam warahmatullah,,,,

    Alhamdulillah,,, Ya Allah...
    Matur nuwun sanget, bimbingannya.

    ==============================

    @ Kang Qarrobin
    Saya juga sangat2 berterima kasih, Kang.
    Rabbi Zidni 'Ilma Nafi'a.

    BalasHapus
  8. @samaranji
    kitab-kitab suci yang terdahulu (lebih dahulu dari alquran) telah menggunakan kata اللّهِ ini. sehingga kata اللّهِ ini lebih dimaknai sebagai kata yang bukan berasal dari bahasa arab, tetapi kata اللّهِ ini telah dijadikan sebagai kata baku yang digunakan pada kitab-kitab suci sebelumnya.
    namun,kabar buruknya adalah,saat ini kita sama2 buta sejarah akan hal itu.
    Meski demikian,lafal Allah adalah yang memang secara nyata telah digunakan malaikat dan iblis untuk menyebutNya (sebelum Adam diciptakan).

    pada tulisan saya,hanya sekedar upaya menjaga bahwa setiap apapun yang disembah harus memiliki sifat dan keadaan seperti yang dimiliki Allah.Itu saja.

    Kayaknya,mesti diluruskan deh ??? daripada banyak yang bingung membacanya...

    Ada saran?
    salam

    BalasHapus
  9. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    aku masih awam, ilmuku blm nyampai untuk mengomentari artikel diatas, syiar yg kuterima baru sebatas shalat 5 waktu dgn jumlah 17 rakaat, sy meyakini kebenaran2 guru2 kami yg terdahulu, benar dan salah tanggungjawab mereka para guruku, mudah2an mereka menyampaikan syiar tdk dgn maksud menyesatkan generasinya, itu saja,

    salam ukuwah islamiah, wasalam !!

    BalasHapus
  10. @Mas Abu Hanan
    Sayah ada diskusi sedikit dengan @Mas Fajaryehuda dan @Mas Parhobass, menyangkut asal-usul ism ALLAH.
    Mari kita bahas bersama jika tidak keberatan:

    @Mas Fajaryehuda said:
    SAYA MENGGUNAKAN ISTILAH “KEMAJEMUKAN (Plurality) ILAHI” ALLAH.
    ____________________
    @Haniifa said:
    Insya Allah, sayah Islam jadi sesuai dengan janjiku padamu akan kami berikan kepadamu degeriku agar aku dan kami dan kamu sekalian dan mereka kamu itulah kami … hua.ha.ha.. bosan sayah membaca (Plurality majestic) !!!

    Silahken sampean pelajari ini, sebelum kabur sayah tanggapi koreksian @Mas parhobass (Pendeta S3 Teologi) .

    _____________________
    @Parhobass said:
    1. Elah, lebih tepat Elohim/Aleim אלהים atau Eloah אלוה bisa kasih tau dari mana Anda dapat Elah? karena setelah Lamed ada Vev dalam transliterasi bisa jadi o atau u ngga mungkin a
    __________________
    @Haniifa say:
    Sayah s7 sekali, sebab arti ELAH adalah TIPU DAYA sehingga terjemahan “YE HU WAH ANI HU ELAH IKHUD = Oh Dialah Laki-laki penghasut ulung
    by the way…
    ELAHAN => BANYAK TIPU DAYA

    Alef jika bertemu dengan Lamed dibaca dengan jelas “AL” perhatikan penulisan alif-lam (ibrani) ALeim אלהים , dan Lamed jika ada Vet ditranslasi menjadi “O” sehingga lafadz yang benar adalah ALOH = אלוה

    Pertama:
    Peri kelir, penulisan huruf gaya IBRANI keliru TOTAL karena seharusnya double LAMED sehingga yang benar adalah sytel Aramic (اللَّهِ) => ALLOH = אללוה

    Kedua :
    Aleihim אלהים Memang benar itu dalam bentuk JAMAK (Plurality) dari kata “kamu-kamu” atau “MEREKA “ yang sepadan dengan bahasa ARAM : ﻋﻠﻴْﻬﻢ
    ________________________________

    @Parhobass :
    2. Ikhud bukan satu/esa/one tetapi Gabungan/unification
    kalau maksud Anda adalah bilangan kardinal satu/one, maka Anda harus memastikan gendernya feminim atau masculin (achad atau echad)

    ________________________
    @Haniifa say:
    Sudah sayah jelasken soal gender, dan memang hal tersebut adalah Cardinal Number yang ditulis dalam bahasa plural. (awalan THE akhiran “S).
    The Only OneS := Hanya SATU-SATUNYA … singleton, alias tunggal.
    so…
    Qul Huwa Allohu Ahad :
    Just say: The Only Ones Alloh
    Katakanlah Dialah Allah Yang Maha Esa

    http://haniifa.wordpress.com/2009/07/10/ani-hu-secara-harfiah-berarti-akulahdialah/#comment-14663
    _____________

    @Parhobas :
    5. Yahuwa, lebih tepat tidak usah di transliterasikan, mending disubsitusi.
    untuk kata Oh Dia/O He, anda bisa lihat di shema yisrael <– tidak ada kata Ya, tetapi diterjemahkan Hear O Israel/Dengarlah hai Israel

    _____________________
    @Haniifa say:
    Bukti ketidak mampuan bahasa IBRANI / Hebrew menterjemaahkan bahasa Sang Maha Pencipta yaitu ALLAH, yang seharusnya bahasa ARAM tidak mereka rubah-rubah makna dan artinya, silahken sampean buka kitab KEJADIAN tentang RENCANA “YEHUWA” mengacak-acak bahasa .
    Contoh:
    AHAD => EHAD => EKHA … jadi “ECHAD”… idiot.

    Wassalam, Haniifa.


    Ps:
    @Kang Samarandji, ijin kopas gambar diatas jika tidak keberatan !!.

    BalasHapus
  11. @haniifa
    terima kasih atas tambahannya...
    jadi tambah yakin neh akan hadits ibnu abbas.

    salam

    BalasHapus
  12. @ Kang Musafir 'Ilmu
    Sama2 tholab, kang.
    Salam paseduluran, juga.
    =======================

    @ Kang Abu Hanan
    @ Kang Mast. Haniifa
    Makasih atas materi kuliah ttg lafadz "Allah".

    Dalam bahasa sederhana saya memahaminya gini, "nama" Allah udah diberitahukan sejak Nabi Adam a.s. pada perjalanannya godaan Iblislah yang membuat opini bahwa lafadz "Allah" DIMUNCULKAN (hasil pemikiran manusia saja)utk menyebut entitas tunggal yang menciptakan alam semesta ini, sehingga manusia jadi ragu betulkah "nama" Sang Pencipta itu Allah ? atau "Allah" hanyalah nama utk menyebut Sang Pencipta DARI SUATU KAUM saja ?. Pada akhirnya muncullah anggapa Allah = artinya Tuhan.

    Bahkan sy pernah mendengar, ada yang mengartikan makna LAA ILAHA ILLALLAH dng "Tiada Tuhan selain Tuhan" (???) Gendheng, kan ?
    =====================

    @ Kang Mast. haniifa
    Silahkan kalo mo kopas gambar ala kadarnyah itu... Makasih.

    BalasHapus
  13. Assalaamu alaykum wr wb

    Alhamdulillah setelah diberikan pemahaman oleh ALLAH swt,,,Insya ALLAH jawaban akan dalil alqur'an tentang sholat 5 waktu ,mudah2an bisa menjawab .

    menurut pemaaman saya, baik (QS. Huud: 114)maupun (QS. Al-Isra`: 78)sangat jelas menjelaskan sholat itu 5 waktu.begini uraiannya :
    -----------
    1.وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

    “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat“(QS. Huud: 114)

    terjemaan saya sedikit agak berbeda :

    Dan laksanakan Sholat di kedua tepi (pihak)siang juga pada bagian - bagian dari malam .Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat

    A. طَرَفَيِ النَّهَارِ memang mufassir menjelaskan ini subuh dan zuhur,tapi menurut saya subuh bukan tepi siang,akan teapi adalah tepi malam atau pagi.jadi طَرَفَيِ النَّهَارِ adalah zuhur dan ashar.ashar memang berada di tepi siang hari yang akan menjelang malam.
    B.زُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ menurut mufassir adalah maghrib dan isya,,,hmmmm...kenapa tidak dengan zulfayni?ini sangat menjelaskan bagian2 malam adalah :
    1.Batas siang memasuki malam adalah maghrib
    2.Memasuki malam adalah Isya
    3.Batas malam menjelang pagi adalah Subuh.
    makanya zulafan tidak zulfayni ataupun zulfun.
    ----------------
    2.أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan Qur`anal fajri. Sesungguhnya Qur`anal fajri itu disaksikan (QS. Al-Isra`: 78)

    hmmmm...sama dengan ayat diatas,,,kenapa دُلُوكِ tidak dzulkun ataupun dulkayni ? berarti ini lebih dari 2 .
    adalah tepat tergelicir itu 3 :
    1,Zuhur
    2,Ashar
    3,Maghrib.

    mengenai derajat kemiringannya ,saya mohon bantuan saudara haniifa.

    semoga bermanfa'at dan wassalam

    BalasHapus
  14. Nambah aja :

    لِدُلُوكِ kenapa li dan tidak dengan fi?
    ini juga menjelaskan jika fi ..maka mesti tepat di waktu itu...makanya walau sudah lewat dari passnya waktu sholat,,,kita masih bisa sholat...lain halnya jika lewat dari waktu sholat...tapi ini menjelaskan lewat dari pass permulaan waktu sholat.

    semoga bermanfa'at

    BalasHapus
  15. Subhanallah...

    argumen yang sangat lengkap saya kira....hujjah ayat-ayat dengan ayat-ayat...

    dengan tiada maksud mendustai hadits...tapi menafsirkan firman Allah lebih tepat jika menggunakan firman Allah yang lainnya...

    saya sendiri melihat ada kekeliruan dalam menafsirkan kata Tharafayin...karena jika disebut dua sisi..maka seharusnya tidak mengikut sertakan titik tengah...

    subhanallah....

    BalasHapus
  16. Masya Allah, sekarang ini memang banyak yang sok jadi pentafsir Al-Qur'an, padahal yang bersangkutan itu bukan seorang ulama tafsir. shalat lima waktu jelas ada dalam Al-Qur'an :

    Allah ta’ala berfirman :

    أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) shubuh. Sesungguhnya salat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)” [QS. Al-Israa’ : 78].



    Ayat di atas telah menjelaskan waktu-waktu shalat secara global. Firman Allah ta’ala { لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ} “dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam” mengandung empat macam waktu shalat, yaitu Dhuhur, ‘Ashar, Maghrib, dan ‘Isya’. Dan kemudian ditambah satu lagi dengan kelanjutannya : {وَقُرْآنَ الْفَجْرِ} “dan Qur’aanal-Fajr” – yaitu waktu Fajar/Shubuh.

    itu secara singkatnya, saya sudah buat postingan berkaitan dengan waktu-waktu shalat wajib secara jelas dan lengkap. (http://degoblog.wordpress.com/2011/05/16/waktu-waktu-shalat-wajib/)

    BalasHapus
  17. @usup

    Assalaamu alaykum

    Terimakasih atas dukungannya...memang sengaja saya tidak menjelaskan إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ dan وَقُرْآنَ الْفَجْرِ .karena semua sudah mengetahuinya,,,dan berharap semoga ada yang menambahkannya...

    Wassalam

    BalasHapus
  18. Maaf semuanya, pd tgl 13 Mei kemarin ada masalah dengan blogspot, jadi postingan koment n lainnya ada yg raib neh T-T;. Ada apa ya dng Friday 13 th kemarin itu, koq bisa bikin blogspot error ?.


    @ Kang Musafir 'Ilmu
    Wa'alaykum salam warohmatullahi wabarokatuh,,,
    Makasih kang, atas kebeesamaannya. Iya, sudah seharusnya kita "sam'an wa tho'atan" pd Masyayikh kita masing2, namun sy percaya bhw guru2 kita tentu mengajarkan bersikap kritis agar tidak terjerumus pada taqlid buta. Apa yang sudah kita yakini benar, perlu kiranya kita telusuri dan buktikan bahwa itu benar.

    Salam paseduluran, kang.
    =============================

    @ Kang Mast. Haniifa
    @ Kang Abu Hanan
    Terima kasih sudah berkenan berbagi 'ilmu tentang ismul a'dhom "Allah" itu. sangat2 bermanfa'at. Sekali lagi Thank's.

    Ralat utk koment Kang Mast Haniifa tgl 7 Mei 2011 09:49 ada disini [ http://haniifa.wordpress.com/2010/10/28/re-islam-tidak-mengenal-12-imam/#comment-14732 ].

    Sumonggo jika ingin kopas gambar di atas, Kang Haniifa. Tapi apa ga memalukan ? mungkin ada rekan2 yg bisa buat dlm animasi 3D.
    ===========================

    BalasHapus
  19. @ Mas Ayruel
    Wa'alaykum salam warohmatullahi wabarokatuh,,,
    Terimakasih berkenan mengerahkan usaha utk menela'ah kata kata dlm ayat tsb. Sangat membantu pemahaman sy.

    Adanya indikasi ma'na jamak dalam kata زُلَفًا (zulfan) dalam QS Hud, 11:114. Dan juga penggunaan "li" bukannya (fi) dalam لِدُلُوكِ (liduluki, bukan lidzuluki loh mas)pada QS Al-Isra', 17:78, ITU SAJA sudah mengindikasikan ttg 5 WAQTU. Skali lagi, Makasih.
    ================================

    @ Kang Usup.
    Assalamu'alaykum,,, kang Usup. Welkam may pren.
    Maunya sih menyapa kang USup dan menjalin silaturrahmi, tapi saya merasa canggung setelah merasa dicuekkin di sini http://degoblog.wordpress.com/2011/03/29/cinta-mu-memabukkanku/#comment-10459.

    Btw makasih, postingannya itu yang semakin membuat sy mantap ttg SHOLAT 5 WAQTU, selebihnya mari kita AMALKAN 'ilmu tsb. Lebih baik ber'ilmu sedikit tapi bermanfa'at dan diamalkan, ketimbang buanyak namun hanya utk gagah2an, jadi kosong kan ?. Lebih baik lagi, 'ilmu banyak, bermanfa'at bagi diri dan lingkungan fiddiin wad dunya wal 'akhiroh. (maap, koq jadi sy seh yg jadi kasih nasehat).
    ===============================

    BalasHapus
  20. @samaranji
    Assalaamu alaykum

    Terimaksih juga ...memang saya agak bingung menyesuaikan jika arab di latenkan..ditambah dengan keyboard saya yang sangat bermasalah...tapi mudah2an menuju ke pemahaman yang dimaksud...

    wassalam

    BalasHapus
  21. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    kang @Samaranji, setelah saya cari dari mbah gogle ternyata shalat 3 waktu itu ternyata salatnya orang2 yang berfaham islam syi'ah kang !

    wasallam.

    BalasHapus
  22. @ Mas Abu Razziq

    Maaf, koment mas sempat terlewat. Abis baca koment sampeyan di tempat kang Qarrobin [ http://qarrobin.wordpress.com/2011/05/13/re-shalat-minimalis/#comment-2210 ]. Baru paham deh maksudnya. Thank's, Mas.
    ================================


    @ Musafir 'Ilmu

    Wa'alaykum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Bisa kasih link-nya, Kang ? Apakah itu situs resminya atau sekedar situs "katanya" ?.

    Dalam memandang segala sesuatu, saya hanya berusaha bersikap utk obyektif, bukan berdasar like and dislike semata namun didasari pada ke'ilmuan dan ridho Allah Ta'ala.

    Salam Paseduluran, Kang.
    ========================

    BalasHapus
  23. coba kang simak disini :

    http://haulasyiah.wordpress.com/2007/07/02/perbedaan-antara-agama-islam-dengan-agama-syiah-bag1/

    BalasHapus
  24. @usup
    maka dari itu saya heran banget dengan penafsir instan dengan modal bhs terjemahan.
    dari pagi hingga petang ada berapa kali matahari tergelincir?tergelincir ketika 90 derajat,tergelincir lagi saat tidak berapa?145 derajat ya??,lalu tergelincir lagi di lumpur hitam (pantai Semarang) plus Kalo terjaring udah pernah sama Ebit G Ade.Terjilat juga uda sama Ahmad Albar.cuma pemulung 3 waktu ini saya gak ngerti logika berpikirnya.

    BalasHapus
  25. Sholat Tiga waktu adalah Syariat islam
    Jika mau merujuk langsung kepada Hadits-hadits Nabi tentang waktu dan cara sholat Nabi maka ada dua model
    1. Nabi mengerjakan sholat lima waktu lima kali (sperti sholat pd umumnya)
    2. Nabi mengerjakan sholat lima kali dalam tiga waktu: subuh, siang (dhuhur dan ashar) dan tenggelam matahari/malam (magrib dan isyak)

    Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. al-Israa' [17]:78)
    Model yg kedua ini jarang dijelaskan dan digunakan sehingga terkesan asing atau sesat. Jika menggunakan model kedua maka waktu sholat hanya tiga:
    1. matahari tergelincir: waktu sholat dhuhur dan ashar
    2. Gelap Malam: waktu sholat magrib dan isya’
    3. waktu sholat subuh
    walaopun waktunya menggunakan tiga waktu, akan tetapi sholatnya tetap lima kali, nabipun telah mempraktekkannya dalam kondisi dirumah tidak bepergian dan tidak pula sibuk atau ketakutan dalam peperangan.

    telah ditetapkan berdasarkan hadis-hadis Shahih dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi dan Musnad Ahmad. Berikut akan ditunjukkan hadis-hadis shahih dalam Musnad Ahmad yang penulis ambil dari Kitab Musnad Imam Ahmad Syarah Syaikh Ahmad Muhammad Syakir, Penerjemah : Amir Hamzah Fachrudin, Hanif Yahya dan Widya Wahyudi, Cetakan pertama Agustus 2007, Penerbit : Pustaka Azzam Jakarta.

    hadit :

    Yunus menceritakan kepada kami, Hammad yakni Ibnu Zaid menceritakan kepada kami dari Az Zubair yakni Ibnu Khirrit dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata “Ibnu Abbas menyampaikan ceramah kepada kami setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari dan terbitnya bintang-bintang, sehingga orang-orang pun mulai berseru, “Shalat, Shalat”. Maka Ibnu Abbas pun marah, Ia berkata “Apakah kalian mengajariku Sunnah? Aku telah menyaksikan Rasulullah SAW menjamak Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ “. Abdullah mengatakan “Aku merasa ada ganjalan pada diriku karena hal itu, lalu aku menemui Abu Hurairah, kemudian menanyakan tentang itu, ternyata Ia pun menyepakatinya”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 2269, dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir)

    Hadis di atas dengan jelas menyatakan bahwa Menjamak Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ adalah Sunnah Rasulullah SAW , sebagaimana yang disaksikan oleh Ibnu Abbas RA. Dari hadis itu tersirat bahwa Ibnu Abbas RA akan menangguhkan melaksanakan Shalat Maghrib yaitu menjama’nya dengan shalat Isya’ dikarenakan beliau masih sibuk memberikan ceramah. Tindakan beliau ini adalah sejalan dengan Sunah Rasulullah SAW yang beliau saksikan sendiri bahwa Rasulullah SAW menjama’ Shalat Maghrib dengan Isya’ ketika tidak sedang dalam perjalanan.

    BalasHapus
  26. Kang saya punya artikel baru tentang Numerology 19, mohon koreksi nya http://qarrobin.wordpress.com/2011/06/24/numerology-19/

    BalasHapus
  27. @ Kang Qarrobin

    Keknya berlebihan jika sy diminta untuk mengoreksi, mungkin sy mo cuap2 aja. Maaf, jika baru sekarang menanggapi soalnya ditempat sy mo ada peringatan ulang tahun ponpes ke-22 besuk tgl 2 Juli 2011.

    Ada banyak metode yang ditawarkan dewasa ini dalam naungan konsep “kembali pada Al Qur’an”. Namun tentu kita akan sampai pada sebuah paradoks (QS An Nisa, 4 : 59), dengan kata lain ketika umat Islam berlainan pendapat maka Al Qur’an Al Kariim menyuruh kita untuk mengembalikan pada Sunnah Allah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasulullah (Al Hadits). Jika demikian, mengingkari “Al Hadits” sama artinya mengingkari “Al Qur’an”, bukan ? (Sengaja saya beri tanda kutip, agar kita bisa lebih teliti dan kritis mana yg benar2 hadits dan mana yang benar2 qur’an. Jangan sampai kita tetipu pada hadits palsu, lebih2 pada qur’an palsu).

    Bagi saya konsep tersebut justru melegitimasi Umat Islam supaya mampu memilah hadits yang tidak bertentangan dengan Al Qur’an, bukan malah menafsirkan dan menerjemahkan Al Qur’an Al Kariim sekehendak hati dengan berlindung dalam tameng “Ini Al Qur’an, lho !!!” padahal yg disampaikan sekedar terjemahan/tafsiran pribadi.

    Btw, dalam proses “kembali pada Al Qur’an” saya lebih memilih metode yang sudah saya terima selama ini, yakni MEMBACA AL QUR’AN (bukan terjemahan, bukan tafsiran). Tadarus Qur’an, walau satu juz, walau satu maqra setiap harinya. Yang terpenting kita niatkan “belajar” membaca Qur’an, walau dengan suara fals. Namun saya percaya metode ini sangat efektif menanamkan hikmah dalam alam bawah sadar kita, ketika mata menyusuri setiap huruf hijaiyah, ketika lisan meraba makroj dan shifatul huruf, ketika telinga menangkap sonar suara dari lisan kita sendiri saat itulah hati kita bergetar walaupun otak belum mampu menangkap maknanya. Inilah metode efektif yang mampu menanamkan Al Qur’an Al Kariim dalam subliminal kita sehingga, dalam setiap tarikan dan hembusan nafas, dalam setiap ucapan dan perbuatan insya-Allah kita tetap mendapat taufiq dan hidayah Allah Ta’ala.....

    Segera meluncur, deh...

    BalasHapus
  28. ternyata Kang Samaranji lebih bijaksana, terima kasih bimbingannya

    Kang saya tadi pagi konfirmasi ke teman nya Hans, ternyata saya salah dalam menyimpulkan

    shalat menurut penelitian Hans tetap 2 sujud dalam satu raka'at

    i'tidal tetap ada

    nanti insya allah akan saya tanya lagi tentang hal-hal yang lain

    setelah kesalahan ini, ternyata banyak yang harus diedit, namun tidak mungkin kan menghapus koment

    jadi rencana nya saya ingin menghapus blog saya dan memulai blog yang baru

    saya ingin meminta maaf dan tolong sampaikan juga maaf saya ke teman - teman yang lain

    rencana nya saya akan pindah kesini http://adlerallende.wordpress.com/

    BalasHapus
  29. @ Kang Qarrobin
    Hahhh..., lebih bijaksana ? Ngaco ah...

    ***saya ingin meminta maaf dan tolong sampaikan juga maaf saya ke teman - teman yang lain***
    >>> bukankah kita sama2 belajar, dimana kesalahan, kesombongan, kebodohan adalah proses dari pencarian. dan itu semua emang kudu saling memaafkan.

    BalasHapus
  30. Kang Samaranji

    saya pernah denger sholat maghrib tu rokaatnya semua tahiyat??

    bener ga tu??

    BalasHapus
  31. @Anonim
    Sholat maghrib yang semua roka'atnya tahiyat ???
    Itukan sholat maghrib-nya seorang makmum masbuk (makmum yang telat dari imamnya) entah telat 1-2 roka'at...



    Btw, sholat ashar, yuuk....

    BalasHapus
  32. benar benar,,. 100 buat kamu

    .mau tanya sekalian mas Samaranji
    Samaranji itu Semarang kan??

    mau tanya gini. kalo aku ikut jamaah sholat subuh terus jadi makmum masbuk, itu doa Qunut nya di baca lagi ngga??
    .kan doanya udah pas rokaat pertama, Thankxz A Lot!!!

    BalasHapus
  33. 100 ? Acyiik... jadi kayak "imtihan"an.

    Samaranji = Cah Semarang, Betull...

    Dibaca lagi ga papa, ga dibaca lagi juga ga papa. Kan bukan syarat wajib sholat. Waktu saya ngaji Fathul Mu'in sih, lebih baik dibaca lagi. Yang roka'at pertama niatnya mengikuti Imam, dan yang kedua karena ada yang menganggap kesunnahan,,,

    pembacaan qunut dalam shalat Subuh adalah masyru' (Sunnah) dengan kondisi umat Islam saat ini. Karena umat Islam saat ini sedang ditimpa dengan berbagai bencana, musibah dan wabah penyakit serta rongrongan para musuh dari semua penjuru. Semua ini menuntut kita untuk memperbanyak do'a dan munajat kepada Allah dengan harapan Allah menjauhkan kejahatan musuh dari kita, mengembalikan wilayah kita yang dirampas dan membuat bahagia Nabi kita Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam dengan kemenangan umatnya serta kembalinya kehormatan mereka yang terampas. (sumber : http://cintatakutdanharap.blogspot.com/2011/09/qunut-subuh-bidahkah.html)

    Koreksi, jika salah yah sobat...

    BalasHapus
  34. Wih seru ya sinau koyo ngene,
    Hm mas sing 323 ki opo mung otak atik gathuk??

    BalasHapus
  35. @ Una : otak-atik gathuk ? maybe YES maybe NO.

    Al Fatihah Surat Ke : 1 (satu)
    Ayat Al Fatihah ada : 7 (tujuh)
    17 Roka'at (17 Fatihah) minimal kita baca dalam sehari>>> MATCH !!!

    Ada 2 opsi untuk menilai :
    1. keBETULan (accidental)menuju keBENARan (truth).
    2. pemBETULan (corrrection) menuju pemBENARan (justification).

    Silahkan menilai,,, saya gak maksa koq... Maka jangan sekedar memBENARkan,,, harusnya diimbangi dengan memBETULkan...

    Okey Tje' ?....

    BalasHapus
  36. terima kasih untuk postingan mencerahkannya bang,,,

    semangat berbagi ilmu dan hal positif

    BalasHapus
  37. Ikut nyimak aja dech, Sob...nice shared!

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...