Minggu, 22 April 2012

Metamorfosa 2 : Chrysalis

:: Cerita Sebelumnya : Metamorfosa 1 : Larva
===========================================
Ilustration Of Metamorfosa
Keraguan masih menyelimuti sepetak hati Exach, baginya manusia masa depan hanyalah cerita hayalan dalam scifiction. Pemuda itu berusaha melupakan, jika tidak ia akan terbebani oleh omong kosong Xhamaran91,"tanggung jawab besar"...?, konyol! pikirnya, namun semua itu menyisakan sedikit tanya. Satu hal yang tak bisa dibohongi bahwa ia memang menaruh hati pada Vie3. 

"Gue cukup nyadar diri, emang siapa gue koq berani beraninya terjerat cinta Vie3? sinetrooon kaleee...!", kilahnya suatu sore saat bersama Uzai-Gi, Buddy dan Huuda yang asyik bercerita tentang segala asa dan masa depan mereka, cinta dan cita. 

"Hahay... siapa juga yang nanyain nama itu? Kami kan cuman pingin tahu~ gimana kabar gadis impianmu itu... kirain kamu mau jawab kabarnya mbakyu Xittie. Eaaalah... malah nama itu yang kau sebut, Kang!. Gyahahaha... cape deee." tampak Uzai-Gi berseringai puas atas pertanyaan jebakannya.

"Man ahabba yuksiru dzikruhu. Siapa yang mencintai sesuatu akan banyak menyebut nama itu! Bwahahaha... akui ajah, Kang. Kita bisa jaga rahasia koq."  seloroh Buddy sambil sibuk mengobati bahu yang terserang panu. 

Huuda yang sedari tadi ngos-ngosan melakukan push-up langsung berhenti dan menimpali, "Tapi ingat kawan, ar rijal bilaa fulus mamfus *) lelaki tanpa fulus bakal mampus. Jiahaha... makanya cari kerja dulu, Kang. Sainganmu berat loh... Ustadz Aari!"

"Aaah... kampreth kalian! Ngarit dulu ah..." Exach mulai mengalihkan perhatian, "Awas! kalian nggak boleh ikut, ini tugas khusus dari Abah untuk gueh. Kalian harus ngaji, tuh sudah jam empat seperempat, kurang seperempat lagi. Dah... pada mandi sono!" Ketiga kawannya itupun bubar sambil masih menahan tawa, mereka bertiga adalah teman satu gota'an**) Exach. 

Saat ngarit adalah saat yang tepat untuk mencuri pandang gadis impiannya, Vie3. Kandang ternak letaknya berseberang jalan dengan gedung TPQ (Taman Pendidikan Al Qur'an) dimana setiap sore pukul 15.30 - 17.00 Ustadzah Vie3, Ustadzah Xittie dan Ustadzah Maiyha tabarukkan***) bersama anak anak dari kampung sebelah. 

Pesantren mereka terbilang kecil, belum memiliki pendidikan formal setingkat SD, SMP, SMU, lebih lebih Universitas, yang ada baru RA (Roudhotul Athfal) dan TPQ itu. Jika pada Pesantren besar pendidikan hanya ansich dilakukan di dalam, maka tidak untuk Pesantren kecil, Pesantren hanya untuk mengaji sedangkan pendidikan formal dilakukan di luar. Untuk Pesantren kecil, santrinya campur aduk, maka tak heran jika teman teman Exach ada yang mondok sambil sekolah, kuliah, sambil nguli, kerja, sambil mengajar. Jikapun sudah berkeluarga biasanya mereka memilih nge-kost atau mencari rumah yang dekat dengan Pesantren agar bisa tetap mengaji walaupun jadi santri kalong. ****) Abah mengajar sehari hanya 3 kali, ba'da Shubuh, ba'da Ashar, dan ba'da Isya'. Selain waktu itu, santri santri melakukan muroja'ah sendiri, terkadang juga santri senior diberi amanah Abah untuk tabarukkan dengan santri yuniornya.

*****

Selepas mengaji ba'da Isya' itulah biasanya Exach mulai online, itupun nebeng pada teman santri yang masih kuliah dan tentu saja yang punya laptop. Semua santri pelajar dan mahasiswa berkumpul di serambi Masjid dari pukul 20.00 - 22.00 untuk belajar. Walalupun begitu, tidak jarang juga ada yang nyuri nyuri kesempatan untuk chattingan, atau bahkan sekedar guyonan. Dan Exach... mulai mengirim email pada Xhamaran91 tentu saja dengan niat menyelidiki.

"Assalamu'alaikum, sobat. Gimana kabar? Cuman mo nanya nih... jika elo ngasih tahu masa depan seseorang, bukankah elo malah mengacaukan kinerja semesta? bukankah justru berpotensi merubah jalannya sejarah?"

Tak berapa lama setelah disend, ternyata Xhamaran91 sedang online, dia membalas "Wa'alaikumsalam warohmatulloh... Buka FB! kita berkomunikasi langsung!"

Segera Exach membuka akun FBnya, ternyata sobat "maya"nya itu sudah menunggu dan dengan seksama dia membaca pesan langsung kawannya itu.

"Kamu tentu masih ingat dengan apa yang dilakukan pria misterius guru Nabi Musa a.s? bagaimana beliau menegakkan bangunan batu yang hampir roboh (Iqro'! QS Al Kahfi, 18: 77 dan 18:82)?!. Kamu tahu bangunan apa itu? itu adalah cube (ka'ba/ ka'bah), cube itu sejak dahulu dan sampai kapanpun akan menjadi poros dari earth ('Ardh/ Bumi). Penduduk yang bakhil itu adalah penduduk Europ ('Arab), dan anak yatim yang mewarisi 'harta karun' di bawah bangunan itu tentu saja adalah Nabi Muhammad SAW. Iqro'!"

Exach terperanjat dengan statement itu, tentu saja ia ingat dengan ayat tersebut namun bukan begitu tafsirannya. Nafasnya mulai memburu, jantungnya berdetak lebih cepat hingga membuat tangannya mengetik dengan lambat. "Lalu... apa hubungannya dengan gue, Xham? Apaaa...?"

"Itulah yang kami lakukan, kami tak merubah arah sejarah. Mungkin saja aktifitas kami ini bagian dari sejarah, seperti pria misterius yang terdokumentasi dalam ayat tersebut. Kamu harus tahu satu hal, bahwa nyawa Vie3 terancam."

Belum sempat Exach hendak menulis, "Apa urusannya dengan gueh?" keburu Xhamaran91 meneruskan.

"Jangan katakan pada siapapun percakapan kita selama ini. Generasi sebelum kami melakukan chatting 'virtual time' melalui gelombang suara, orang orang sepertimu di jaman dahulu mendengar suara suara misterius yang tidak didengar oleh orang lain. Tapi kami selalu berpesan : Jangan katakan pada siapapun! Kalau tidak mau dianggap pengidap Scizophrenia, kamu akan dituduh gila!."

Ma'af, bersambung... ;)

Catatan : CERITA DI ATAS HANYA FIKSI
*)  ar rijal bilaa fulus mamfus = sekedar plesetan dari Bahasa Arab yang diartikan lelaki tanpa fulus bakal mampus.
**) gota'an = istilah dunia Pesantren untuk "kamar".
***) tabarukkan = ngalap berkah, untuk saat ini istilah ngalap berkah menjadi terdistorsi menjadi ngalap berkah terhadap kuburan, pohon dan tempat keramat lainnya. Padahal dimaksudkan untuk ngalap berkah terhadap keberkahan 'ilmu yang dikaji, Al Qur'an.
****) santri kalong = santri yang tidak bermukim di asrama, namun mengikuti semua/ sebagian aktivitas kegiatan Pesantren.

49 komentar :

  1. Keren, ane tunggu sambungannya sob :))

    BalasHapus
  2. mantaf. ane tunggu sambungannya sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya-Allah sebulan lagi ya Sob

      Hapus
  3. lah bersambung lagi.. bener bener beragam nih cerita kereeen latar belakang nya gw suka..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyeeek, masternya fiksi sukaaa *jingkrak2*

      Hapus
    2. Kau ini berlebihan bang,,,
      kapan nih terusannya??

      Hapus
    3. Haha... terusin ndiri lah Bang.
      #Bang... sate limapuluh tusuk, yang mentah, pake kecap eeeaaa#

      Hapus
    4. Jiahahaha dikata gw tukang sate,,

      Hapus
  4. ceritanya bagus sob

    salam kenal n sekalian izin follow ya
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ijin follow? wooww suatu kehormatan malah. Thank's

      Hapus
  5. males ah, kometarnya cuma bisa di postingan tertentu....
    mo komen di postingan sebelumnya malah ga bisa #ngembek #eh #ngambek

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang mana? mana mana postingan yg gak boleh komeng? :p

      Hapus
    2. di cerita pertama, kemaren keterangannya udah ga bisa komen -__-a

      Hapus
    3. Iya yah... ^.^a
      Koq bisa gituh ya?... ;)

      Hapus
  6. Hai...debuuu...yang berangan angan dibumi ini, Alam semesta melampui setiap depakan kaki,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hay juga :D
      melampaui setiap dekapan kaki? Lah,,, saya kalo melangkahkan kaki paling banter 3 kilo dah capek... sempit dunk jadinya semesta ini... :P

      Hapus
  7. lanjut.... bentar gue balik ke part 1 dulu, lupa jalan ceritanya,.. bhahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagooos, emang harus ngulang dari yg pertama :p
      Ha ha ha... itu baru muridku *mlintir kumis*

      Hapus
    2. bilang aja se eksak seneng disini ngga terlalu di bully*kabuuur

      Hapus
  8. ini sambungannya yang waktu itu?
    wah wah wah---

    BalasHapus
  9. duduk manis,tangan dilipat di atas meja, menunggu cerita selanjutnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bingung pada endingnya.....
      Makasih apresiasinya, Kang Abi.

      Hapus
  10. Pirang episod je mas?
    Semoga menang ya di tempat Eksak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pirang2 je... :p Tumben, manggilnya Eksak... biasanya Mas Andi, koq "mas"nya jadi hilang.... mmmmmph.. ya ya ya :D

      Kalo mo ikut tak kasih ide cerita Na, entar tak imel, mau nggak?

      Hapus
    2. bhahhaa.. ngunu wae di gagas...
      ckckckckk....

      nih tak kasih Ide, yang namanya vie3 ogah banget ma exach,, gitu ajah endingnya yaa.. :))

      Hapus
    3. Yo mesthi dibahas... instingkyu tajem koq :p

      Jiahahaha... masak Vie3 ogah banget ma Exach, setahu sy sih dimana ada SATU koment Exach disitu kita temukan SEMBILAN reply koment Vie3 :P.

      "Man ahabba, yuktsiru dzikruhu" Tapi kondisi yang tidak memungkinkan utk bersatu. Dan emang sudah seharusnya begitu *tsaaah.

      Hapus
    4. Opo se...
      Ya aku ngundang kowe ra nganggo mas wis...
      Wleeek...

      Hapus
    5. Una : uhuk uhuk... :p

      Hapus
    6. weeiihh.. malah ngunu ig.. wasemm......... :@

      jeingkeilll aku... huhuhu..

      halaahh... malah mbuka lukaa lama...

      tak pliter tak borgol tak lakbann.. ben gk iso ngmg macem2 neh :p

      Hapus
  11. wah cerita sama komen sama seruunya...mak nyoszzz...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho'oh... seru semua isi postingankyu, sampe pada komentar2 dr temen2 juga... :D

      Hapus
  12. terima kasih kunjungan ke blog saya, ijin follow ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Mbak Ami... Sy terkesan koq dengan koment panjenengan di tempatnya Mas Herry yg lagi ngebahas JIL.

      Semoga hubungan kita langgeng yah #loh? *PLAAK

      Hapus
  13. yen gak salah " Man ahabba syaian, faaktsaro min dzikrihi"

    ehh,. embuuh ding, cuma denger2 thok soale :D

    jiahh.. kenapa tuh nyawa vie3 terancam??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Embuh,,, aku yo gak mudeng istilah kuwi. Itu cuman adagium, jadi ya kadang keluar dr pakem tata bahasa. Setahu sy kalo pake "fa" terkesan kaya anjuran/ perintah. Walaaaah... embuh ding. ^^a. Tanya Mas Andi yang udah apal alfiyah aja deh.

      Nyawa Vie3 terancam? Gyahaha... sy gak bisa bikin cerita romantis, jadinya malah misteri gini deh.

      Hapus
    2. mesakke aku nuw.. ngroso wae wong jenenge vie3.. bhahahaa...

      tapi kayane kamu yg salah dech..

      *membela diri sendiri :p

      Hapus
  14. Aku gek sadar nek aku seganteng poto iku, kang! Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya iya... (ben Jurine seneng koq) :p
      Saya kan tahu, waktu itu ada yg bilang... itu kan impian standar bagi yang bertampang standar... muahahaha... :D

      Hapus
  15. wah ceritanya mantap, ada ilmiah dan keagamaanya juga. hebat.. ngamil seting ponpes lagi. siep abis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Al Qur'an, complicated science and signs

      Hapus
  16. Sory kang sob, baru mampir... hehehhe...

    Mas Budi suruh ngobatin panunya sik tho..., maru ikutan gabung di cerbung lagi hahahhaha....

    Bagus sob cerbungnya, suer.. serasa lihat film fiksi ilmiah.
    Sob, doain aku menang, lagi ikutan kontes nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Do'aku selalu untuk temen2 blogger semua, walaupun tidak tiap hari tapi insya-Allah sy selalu mengingat temen2 koq Mas Sob, bahkan yg akhir2 ini gak nongol, seperti Jiah AlJafara, Mbak Epay, Mbak Niaangga, Mas Amri AlKahfi, Mas Riva'i Letheg,...

      Hapus
  17. setelah saya mencari cari di beberapa Wibesite , saya menemukan Artikel yang Bagus dan bermanfaat. Patut di coba, sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ foredi gel makassar
      Foredi Gel
      Gasa
      Gagah Perkasa
      Tisu Majakani
      Sarang Semut
      Sarang Semut Papua
      BioJANNA
      Macafit
      Xamthone
      Xamthone Plus
      Vitabrain
      Crystal X
      Ejakulasi Dini
      Obat Kuat
      Obat Amandel
      Abecell
      Abe Cell
      menstruasi tidak teratur
      cara cepat hamil
      haid tidak lancar
      haid tidak teratur
      ingin hamil
      inti kk
      masa subur
      menstruasi
      siklus menstruasi
      obat pelancar haid

      Makasih temen2 atas kunjungannya, semoga makin laris yah dagangannya ;)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...