Thursday, 4 October 2012

Pendidikan Agama tuh apaan sih?

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Pendidikan Agama tuh apaan sih? Mohon teman2 ikut mengemukakan pendapatnya ya, soalnya ketika saya survey kecil kecilan masalah cara mencegah dan menanggulangi tawuran, kebanyakan pada mencantumkan bahwa pendidikan agama itu penting. Lalu apa sih sebenarnya pendidikan agama itu?, apakah melulu membahas moral dan akhlaq, membahas cara wudhu dan cara sholat fardhu? cara haji bila mampu? atau gimana gitu...

Sebelum saya ikut menjawab dalam sebuah postingan, ijinkan saya melihat opini yang berkembang dulu ya. hehe. Terimakasih jika berkenan memberikan opininya.


Silahkan di CTRL+A jika ingin melihat isi postingan di atas. :D Makasih... ngilang dulu ah. *cling*

15 comments :

  1. hehehehehe....menurut saya pendidikan agama adalah suatu proses pembelajaran yang mengkaji tentang ajaran agama....dan kenapa pendidikan agama senantiasa dijadikan sebagai tolok ukur dalam menyingkapi segala sesuatu...ya karena dalam agama sendiri memuat berbagai ajaran yang mengatur tentang segala hal yang menyangkut kehidupan...dan satu hal lagi setiap ajaran agama adalah baik (menurut masing-masing pemeluknya)..hehehhehehe sekian dan matursuwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, urun rembugnya Kang Ustadz :)

      Delete
  2. kalau sudah memiliki dasar agama mudah2an sih gak tawuran hehehe ngaco ya jawabanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha... masih tanggal muda udah ngaco ya, Mbak. Eh tapi ada benarnya juga koq. :)

      Delete
  3. ya mungkin saja.. tapi gak menutup kemungkinan juga loh yang terjadi sebaliknya malah :(

    ReplyDelete
  4. Pendidikan agama ya yg mencakup hubungan vertikal dan horizontal, ini menurut saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah, setujuh banget nih saya, Mbak Rie.

      Delete
  5. Pendidikan berbeda dengan pengajaran.
    Pendidikan merupakan upaya-upaya untuk menumbuhkan kebiasaan sehingga menjadi karakter pribadi seseorang. Siapa yang mendidik kita saat? ya seluruh lingkungan kita, kalau sedang di sekolah ya lingkungan sekolah, kalau sedang di mall ya keadaan mall, kalau sedang dijalan raya ya kondisi lalu lintas (cara berkendaraan), dst.
    Bagaimana perilaku/sikap orang perorang terhadap lingkungannya akan kita baca sebagai informasi yang mempengaruhi/mendidik kita.
    Maka pendidikan agama yang diajarkan dikelas bukan pendidikan agama. Mbok paribasane, kalau disekolah diajarkan segudang ilmu agama tidak akan (sedikit sekali) memberikan pengaruh kepada siswa. Lha wong diluar sekolah, siswa dipertontonkan (dididik) oleh orang-orang yang mementingkan dirinya sendiri (individualis), korupsi, tawuran, dst. Sehingga yang terjadi pada diri siswa adalah konflik, jare di sekolah dikon ngone kok di luar sekolah kasunyatane ngene...
    Monggo dilanjutkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau melanjutkan malah jadi minder saya, lah wong semuanya ngasih pendapat2 luar biasa ginih, takut dianggap sekedar opini bocah entar, saya ini :) Tapi saya boleh juga berpendapat ya, Pak.

      Makasih.

      Delete
  6. Pendidikan agama utk kehidupan sehari2 sebenarnya banyak di contohkan oleh Rasulullah saw bagi kita umat muslim.

    Antara lain seperti berikut :
    1. kita baru bisa dibilang beriman ketika kita mampu menyayangi saudara kita sesama muslim, melebihi kita sayang pd diri sendiri
    2. Muslim yang satu dengan yang lain adalah bersaudara, ketika ada yg tersakiti maka yang lainpun ikut merasa sakit, begitu juga analog bahwa sesama muslim itu bagaikan tubuh yang bila ada yang terasa sakit maka yang lain pun ikut menanggungnya.
    Nah, ttg kasih sayang inilah yg berkolerasi langsung dgn tawuran , bunda rasa begitu.

    Dan, tentunya masih banyak lagi contoh lain dari Rasulullah saw untuk kita terapkan dlm kehidupan yang penuh damai dan kasih sayang antar sesama .
    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuh Bunda, kita aja menyembah pada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang ya Bund.

      Makasih loh Bunda, ngasih masukan yang super ini :)

      Delete
  7. Pendidikan berkelahi juga penting... dulu kecil saya suka berkelahi. Bakkan di depan guru juga masih berani nantang murid yang lain, tapi setelah belajar silat terus belajar karate... nggak pernah berkelahi lagi. Jadi sia-sia saja belajar karate dan silat itu, karena jadi nggak pernah berkelahi lagi..... Sekarang terasa "nyesel"nya, mengapa musti belajar beladiri.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekek... ya iyalah Pak Agor, tapi saya gak nyesel koq belajar beladiri, silat cimandenya si pitung. Cuman dulu rasanya kalo ada masalah dikit bawaannya tangan dan kaki beraksi. Sekarang... yah lihat2 kondisi :D

      Delete
  8. kalo menurut aku, ya tergantung agama nya, masak orang hindu di kasih pendidikan agama islam, jadi pokoknya yang sesuai dengan agama yang dianut, haha itu aja kang samarandi ... wah kowe kreatip tulisane iso disamarne jan jos kae

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...