Tuesday, 2 October 2012

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Sekedar ilustrasi yang dipinjam dari mbah Google.
Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran. Cara mencegah dan menanggulangi tawuran tentu sudah banyak ditawarkan oleh para ahli yang berkompeten di bidangnya, namun ijinkan saya berpendapat bahwa siapapun kita, apapun profesi kita, semua berhak memberikan konstribusi dalam mencari solusi pada masalah ini. So, enggak perlu minder menyampaikan pendapat, enggak perlu merasa kita hanyalah orang ecek ecek yang pendapatnya sebatas kicauan abal abal. Selama kita punya niat tulus dalam mengemukakannya dan berkomitmen agar tidak sebatas retorika belaka, insya-Allah sangat berguna bagi pendewasaan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia setidaknya kita juga punya kewajiban moral untuk mencari solusi terbaik dalam menangani, karena pada kenyataannya tawuran tidak hanya melanda pelajar Indonesia, tawuran antar wargapun masih banyak kita jumpai dimana mana.  Ironis, namun hal ini menjadi logis ketika kita dihadapkan pada kenyataan bahwa Bangsa yang majemuk seperti Indonesia tercinta ini masih mudah dibenturkan oleh berbagai alasan, diantaranya sentimen antar suku, ras dan agama.

Weleh... bahasaku resmi amat yah?, hehe.  Ehm... jadi begini kawan. Sebelum mencari solusi bagaimana cara mencegah dan menanggulangi  tawuran ada baiknya kita cari tahu dulu apa motivasi yang menyebabkan hal tersebut terjadi, tawuran. Sikap mental adalah hal yang paling mendasar, dari ketidak puasan terhadap sistem pemerintahan, keterasingan dan kurangnya kasih sayang dari lingkungan, kesenjangan sosial, persaingan bisnis, politik, dominasi kaum mayoritas pada kaum minoritas, sampai menyentuh pada mindset kaum agamawan dalam memaknai ajaran agamanya. Ah... terlalu panjang jika dijabarkan, dan terlalu membosankan bagi anda pembaca yang ingin segera tahu solusinya, juga bikin pegel juri jika berlama lama membaca. Ups, jadi ketahuan neh mau diikutkan kontes. Haha.

Mencegah Tawuran
Berikut beberapa cara agar tawuran bisa dicegah sedini mungkin, cara berikut Insya-Allah bisa kita implementasikan baik di kehidupan nyata mapun di dunia maya, yaitu :

1. Hindari Saling Ejek
Sombong , takabur, rasa bangga, jumawa, atau apapun istilahnya sangat mudah menjadi parasit hati  yang jika diiringi sikap merendahkan orang lain baik secara verbal maupun fisik akan menjadi mata rantai perselisihan. Bagi yang  diejek ataupun direndahkan tentu saja punya harga diri yang perlu diperjuangkan. Merasa sebagai ras yang unggul, merasa sebagai suku yang adiluhung, merasa memiliki Agama yang mayoritas, hanyalah bagian kecil dari beberapa aspek yang berpotensi  melahirkan rasa takabur.

Saling mengejek harus kita hindari baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya yang notabene adalah manifestasi dari alam nyata. Jangan didik putra putri kita dengan merendahkan pribadi lain, rasa bangga tidak harus ditunjukkan dengan menghina, tapi dengan rasa bersyukur.  Mmmmh... selanjutnya gak perlu dijabarkan lagi deh, sebagai ummat Islam tentu kita paham bahwa mengolok olok suatu kaum adalah larangan karena belum tentu kita lebih baik dari yang kita olok olok.

2. Tidak Mengompori Perselisihan
Jika kita pribadi mampu meredam agar tidak saling mengejek, tetapi lingkungan kita, teman kita masih saja melakukannya, maka cara terbaik adalah tidak memanas manasi. Dalam hal apapun, yah dalam hal apapun entah itu masalah dukung mendukung calon gubernur kotak kotak maupun kumis kumis, dukung mendukung tim sepak bola kesayangan, atau bahkan antara penggemar musik dangdut versus musik metal. Apalagi jika mengejek dilakukan secara berjama'ah, tentu saja akan melahirkan dendam kolektif, kebencian yang lama mengendap dalam dada suatu saat tentu akan meledak jua.

Tidak memprovokasi agar semakin keruh adalah usaha minimal, mendamaikannya tentu sebuah usaha maksimal. So, jangan perkeruh suasana dengan mengompori komentar komentar berlebihan yang bisa memacu adrenalin seseorang untuk bertindak kesetanan.

Menjadi fanatis pada sesuatu adalah wajar, namun cobalah menjadi fanatis intelektual yang sadar akan keniscayaan perbedaan. Seringkali kita beranggapan bahwa kita ini beda, kenyataannya masih banyak koq kesamaan antara kita. Spektrum warna yang beraneka rupa itu kenyataannya hanyalah refraksi (pembiasaan) dari cahaya yang satu, begitupun kita manusia dan semesta ini berasal dari dzat yang satu.

3. Menjadi Manusia Produktif
Dua hal di atas baru menyentuh masalah mental dan cara pandang kita, untuk yang berikut barulah kita menyentuh masalah teknis. Ekstra kurikuler, karang taruna adalah salah satu kegiatan positif yang bisa dikategorikan sebagai pencegahan tawuran. Namun selama ini kegiatan tersebut belum produktif. Eh... sok tahu saya. Tapi begitulah pemahaman saya, kegiatan positif belum tentu produktif, masih banyak kegiatan positif yang hanya menghamburkan uang semata dan menjadikan kita konsumtif. Jika terlalu konsumtif, uang cepet habis terkadang memicu kesabaran jadi habis, iman bisa tipis. Bukankah "kefaqiran amat dekat dengan kekafiran"?

Loh, pelajar tugasnya belajar dong masak disuruh cari duit sih. Gila! Tentu ada yang berstatement demikian, namun kita lupa bahwa belajar, bermain, dan menghasilkan harta bisa dilakukan secara sinergi. Misalnya sebuah sekolah memiliki galeri yang memajang beberapa kerajinan siswanya, dimana karya tersebut dijual secara umum, tentu saja hasil penjualan dikembalikan pada siswa dengan dipotong uang sewa untuk sekolah sebagai fasilitatornya. Sekolah memberi ve kepada siswa yang menyumbangkan tulisan, puisi, karikatur, atau grafity pada majalah sekolah.

Begitupun setidaknya dilakukan oleh beberapa perangkat desa, memfasilitasi kegiatan kegiatan produktif warganya yang diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakatnya. Kegiatan kegiatan produktif berbasic swadaya inilah yang perlu kita tumbuhkan, dimana pemerintah juga ikut berkonstribusi untuk mewujudkan.   


Menangulangi Tawuran
Apabila cara mencegah tawuran yang kita usahakan gagal dan masih terdapat indikasi indikasi yang berpotensi terjadi tawuran, berikut adalah cara menaggulangi tawuran :

1. Dinginkan Suasana
Hal ini pantas dilakukan jika kita mulai melihat adanya gejala indikasi akan adanya tawuran, lakukan pendekatan verbal dan jika tidak mempan dan suasana tak terkendali saatnya kita menghimpun juga jama'ah pendingin suasana.

Kesadaran kolektif untuk mendinginkan suasana dan mendamaikan perselisihan perlu kita bangun. Provokator tawuran saja bisa mengumpulkan massa, harusnya kitapun bisa jadi provokator pendingin suasana. 

2. Lerai Pertikaian
Dibutuhkan keberanian untuk melerai sebuah pertikaian, jika kita memiliki jurus rasengan ciptaan Minato Namikaze dalam serial Naruto tentu saja hal tersebut akan mudah dilakukan, sekali hantam tangan akan mengeluarkan putaran energi dahsyat yang bisa memisahkan dua kubu pelaku tawuran, hehe... lupakan! Ini kehidupan nyata, bukan komik.

Pada umumnya sebuah tawuran bermula dari konflik pribadi antar individu, jika kita melihat tanda tanda adanya sebuah percikan perselisihan dimana masing masing individu memang sulit didamaikan, suruh saja kedua belah pihak berduel secara individu, bukan keroyokan. Namun ini sulit jika "solidaritas" dijadikan tameng untuk duel berjama'ah, maka perlu langkah selanjutnya.
 

3. Laporkan ke Pihak Berwenang dan Berkompeten
Jika sudah tak terkendali dan kita bersama warga lainpun sudah tak mampu mencegah tawuran terjadi, saatnya kita lari... yah lari dan segera melaporkan pada pihak yang berwenang, polisi misalnya.

Jika tawuran berpotensi melebar ke mana mana dan menyebabkan suatu lingkungan kacau, tidak ada jeleknya melakukan evakuasi warga. Jika aparat polisi gagal mencegah keributan yang meyebabkan kerusakan lingkungan atau bangunan, tidak perlu mencibir, kawan. Beliau beliau juga manusia biasa yang tentu punya keterbatasan.

Demikian cara mencegah dan menanggulangi tawuran agar tidak menjadi sesuatu yang mengganggu kehidupan sosial kita. Saatnya kita berbenah, agar lingkungan kita semakin  nyaman dan indah. Semoga bermanfa'at.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu:
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

25 comments :

  1. Hmmm... artikel untuk kontes kali ini, terasa panjaaaang banget deh keknya. Biasanya kalo ngontes artikelnya cuman seiprit. Wis ben lah, kan disuruh berbentuk esai, masak harus gueh edit biar singkat sih. Penyelenggara, juri, dan sponsornya para sesepuh blogger loh, Rish, gak main main tuh.
    (ceritanya ngomong sendiri, nih)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tulis, tulis sendiri...
      komen, komen sendiri...

      hahaha.. ngakak koprol baca komentar si penulis terhadap tulisannya sendiri...

      idenya keren mas.. :)

      Delete
    2. @ Uda Vizon : Haha...habis koprol guling2 sekalian Uda...:D
      Makasih kunjungannya Uda, Pak nJuriii :D

      Delete
  2. Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih juga, Pakdhe. Mengajak kami untuk peduli dalam hal ini. Salam sungkem dari Semarang. :)

      Delete
  3. menjadi manusia produktif tapi bukan produktif bikin tawuran kan hehehe. good luck ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending duel diranjang ajah ya, Mbak :p
      Huwehehehe.... *ngumpet*

      Delete
  4. semoga banyak yang baca artikel2 peserta kontes ini ya Mas, sehingga sedikit bisa merubah kedepannya lebih baik..

    sukses Buat GAnya ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapannya sih bisa banyak merubah kedepannya jadi lebih baik. Amiin.

      Delete
  5. Replies
    1. halagh... mesti nyontek punyaku, kan? :p

      Delete
  6. semoga sukses ya mas ngontesnya

    salam kenal buat mas samaranji ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih eeeaaa
      Salam unyu ajah dee :D

      Delete
  7. rasa ingin menang sendiri dan tak mau kalah juga gengsi membuat tawuran sulit dicegah. Mudah"an masyarakat sadar dan tawuran tak terjadi lagi :)

    ReplyDelete
  8. Tiga cara mencegah dan tiga cara menanggulangi tawuran yang perlu untuk kita perhatikan bersama. Artikelnya bagus, Mas. Semoga sukses ngontesnya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makasih apresiasinya, Pak. Semua komponen bangsa emang perlu memperhatikan masalah ini. Sukses juga untuk panjenengan, Pak. :)

      Delete
  9. sedih pokoknya kalo ada tawuran gitu. spiritual emang mesti diperkuat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak...
      kalo ada masalah antar individu, mending duel sendiri aja ya, gak perlu keroyokan.

      Delete
  10. Replies
    1. Alhamdulillah, Zy... :D. Makasih ya, nanyain khabar sgala.

      Delete
  11. salam kenal, Samaranji
    ini kunjungan balik bunda ....

    3 hal mudah utk mencegah dan menanggulangi tawuran yg bisa dilakukan oleh komponen manapun dr bangsa kita, namun kembali lagi pd niat baik atau willing yg ada pada tiap2 orang, bukan begitu Mas?

    semoga sukses di kontes ini
    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih berkenan kunjungan balik, Bunda...
      Iya, semoga semua yang terlibat dalam kontes ini baik penyelenggara, peserta maupun sponsor bisa mencegah dan menanggulangi setidaknya utk lingkungannya ya Bund.

      Sukses juga untuk Bunda. :)

      Delete
  12. Hari sumpah pemuda telah berlalu, komentarku untuk artikel di atas mengenai peristiwa tawuran yg melibatkan pemuda-pemudi berstatus pelajar pun kunjung datang,,
    Saya berharap hari peringatan sumpah pemuda ini dapat mengetuk para hati pemuda-pemudi di Indonesia (apapun statusnya)..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...