Nabi Isa ‘Alaihis Salam = Yesus ? Jebakan Aqidah !!!

SHARE:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla. Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan atas Baginda Rasulullah SAW, keluarga, shohabat, serta para pengikutnya.
 


Inikah Nabi Isa 'Alaihissalam ???
Aneh juga rasanya ada sebagian umat Islam yang masih beranggapan bahwa Nabi Isa ‘alaihi salam - sebagaimana dikisahkan dalam Al Qur’an Al Kariim – boleh2 saja jika kita meyebutnya dengan nama "Yesus" (?). Apa kita lupa bahwa nama "Yesus" sendiri bukan berasal dari dialek Ibrani ? Bukankah nama tersebut berasal dari Yunani yang notabene adalah kaum pagan. Pernah juga terbesit sebuah pertanyaan dan pernyataan  atas masalah ini. Selebihnya saya hanya beranggapan bahwa, seseorang yang membiasakan diri menyebut Nabi Isa 'alaihis salam dengan sebutan "Yesus" ada 3 kemungkinan : (1) penyusup dari saksi yehovah ; (2) mu’allaf yang sedang berda’wah ; (3) seorang muslim yang terjerumus jebakan akidah.

Postingan berikut hanya analisa ala kadarnya dari saya yang begitu awam mengenal theologi, mencoba memahami sebuah penemuan seorang Master Haniifa dalam membuka selubung sebuah Web "Muslim Menjawab Tantangan" (dwulu pernah nyasar juga di site tsb, namun keknya ada yg aneh getu deh). Alhamdulillah,,, dan bagi saya cukuplah petunjuk Al Qur'an jika ingin mengambil pelajaran dari rusaknya aqidah agama2 terdahulu. Btw,,, kembali pada tiga kemungkinan di atas...


Kemungkinan Pertama, 

Penyusup dari Saksi Yehovah.

Orang tersebut adalah pengikut saksi yehova (baca : 50% yahudi 50% nashrani) yang dianggap bid’ah oleh kaumnya lalu mencoba menyusup dan mencari jama’ah dikalangan kita, umat Islam untuk menyerang doktrin kristen vatikan. Perlu diingat bahwa sekte saksi yehovah punya doktrin bahwa Yesus bukan Tuhan. Sejarah saksi yehovah bisa kita baca salah satunya di sini (versi obyektif, nurut saya)  dan disini juga (versi kristen) , dan ini situs resmi saksi yehovah ....., menarik bukan ?

Sebenarnya buat apa sih kita ngurusin perselisihan mereka, Yahudi dan Nashrani. Kedua agama tersebut emang sudah berselisih sejak lama koq, dan petunjuk Al Qur'an Al Kariim  menegaskan agar kita sekedar menyampaikan, tidak lebih. Perselisihan keduanya inipun sudah difirmankan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kurang lebih artinya : 

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nashrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya. (QS Al Baqoroh, 2 : 113)

Namun perlu kita sadari bahwa, perselisihan keduanya ternyata hendak menyeret kita umat Islam dalam konflik mereka. Bahkan hal ini sudah berlangsung sejak Baginda Rasulullah SAW. Berbagai macam cara mereka lakukan bahkan jika perlu mereka ber-taqiyya (menyembunyikan akidah mereka) dan berpura2 masuk Islam terlebih dulu. Dalam sejarah nusantara tentu masih ingat kan dengan Snouck Hurgonje ?.

Dan konsep “Nabi Isa a.s = Yesus” tentu propaganda efektif bagi saksi yehovah untuk menjerumuskan ummat Islam dalam konfliknya. Karena mereka pun berselisih faham dengan vatikan mengenai siapa "pribadi" Yesus.


Kemungkinan Kedua, 

Mu’allaf Yang Sedang Berda’wah

Emang sih setiap kita, umat Islam punya kewajiban berda’wah, dimanapun dan kapanpun bi mauidhoh hasanah (dengan perkataan yang baik) wa uswatun hasanah (dan dng suri tauladan yang baik). Namun kita juga harus introspeksi dunk, jangan sampai apa yang kita da’wahkan malah menjerumuskan manusia umumnya dan umat Islam khususnya. Jika anda seorang mu’allaf (orang yg baru masuk Islam) ingin mengajak “saudara lama” agar memeluk Islam sah2 saja koq, semoga hal tersebut menjadi amal ibadah anda. Namun introspeksilah bahwa apa yang disampaikan harus sesuai Al Qur’an, dan jangan sampai mindset “aqidah lama” anda berpengaruh pada cara memahami dan menginterpretasi ayat2 Al Qur’an. Contohnya ya sebagimana kita bahasa di awal, yaitu jangan pernah menyebut, memahami, menginterpretasi Nabi Isa ‘alihi salam  sebagai Yesus.

Bagi anda yang mu’allaf, yakinlah bahwa dengan memeluk Islam anda bukanlah orang2 yang berkhianat terhadap Kitab Suci dan agama terdahulu anda. Sampaikanlah bahwa masih ada firman-firman Allah Ta’ala yang ada dalam “kitab suci terdahulu” yang masih asli dan selamat dari pendistorsian. Bagi anda yang mu'allaf mohon dicerna Firman Allah dalam QS Al Ma’idah, 5 : 68-69  kurang lebih artinya :

68. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
 
69. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja[] (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 

Bagi kita umat Islam, jangan jadikan da’wah sebagai mata pencaharian, karena hal tersebut sangat2 berpotensi menghancurkan ddien Islam dari dalam. Mari belajar dari pembusukkan2 agama yang pernah dilakukan oleh ummat sebelum kita. Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman, kurang lebih artinya :

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (QS At Taubah, 9:34)


Btw, apakah kita harus curiga dan waspada pada setiap mu'allaf ? Tidak, kawan. Percayalah setiap manusia terlahir fitrah (suci), dan fitrah manusia adalah mencari kebenaran. Seburuk2nya -jika- mereka hendak meluakukan tipu daya, mereka manusia juga yang rindu akan kebenaran, rindu akan kebesaran Tuhan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 




Kemungkinan Ketiga, 

Seorang Muslim Yang Terjerumus Jebakan Aqidah.

Rasanya tidak ada satupun para asatidz di ndeso saya yang menyebut nama Nabi Isa ‘alaihi salam dengan sebutan Yesus. Siapa tuh Yesus ? Bukankah itu nama dari dialek Yunani ? bukankah Yunani pada waktu itu menyembah dewa Zeus ?. Hahh... mungkin aja dari Zeus – Zesyus – Yesus.

Duh,,, jika demikian faktanya.  Betapa bodohnya bani Isra’il yang dikelabuhi para penyembah berhala itu, para pemuja dewa itu. Sejarah kemunculan agama “kristen” adalah bukti terdekat bahwa pengikut Nabi Ibrahiim a.s (Millah Ibrahim : Monotheis) sangat rawan terhadap goda’an aqidah ketauhidan. Agama2 terdahulu, dan yang terdekat masanya saat ini adalah Yahudi dan Nashrani ternyata sudah masuk dalam perangkap pemberhalaan, dan kini giliran kita ummat Islam. Firman Allah, kurang lebih artinya :
 

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al Baqoroh, 2 : 120)

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.   (QS Al Ma’idah, 5 : 52).
 
Maha Benar Allah dengan segala firman-firmanNya.
Saatnya kita tentukan sikap, jangan sebut Nabi Isa 'Aaaihis salam dengan sebutan Yesus. Mereka salah orang ketika hendak membunuh Nabi Isa 'alaihis salam, mereka tidak berhasil membunuh Nabi Isa a.s dan sebagai dendam lama mereka hendak membunuh karakter Nabi Isa 'alaihis salam. Salah satu cara mereka adalah membiasakan diri menyebut Yesus sebagai Isa Al Masih. Mari segera berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari penyesatan aqidah yang terang2an maupun yang samar.  

Semoga bermanfa'at

COMMENTS

BLOGGER: 197
Loading...
Name

Atheis Blogging FlasFict I'tibar(Inspirasi) Iseng Ketuhanan Konspirasi Muhasabah(Introspeksi) Mujadalah(Berdiskusi) Muroja'ah(Mengulangi) Muthola'ah(Menganalisa) PR Silaturrahiim Ta'lim Tajwid Tarikh Wanita
false
ltr
item
Debu Semesta | Just For You: Nabi Isa ‘Alaihis Salam = Yesus ? Jebakan Aqidah !!!
Nabi Isa ‘Alaihis Salam = Yesus ? Jebakan Aqidah !!!
http://1.bp.blogspot.com/-4CSRB7bYubc/TfRsTgQjnPI/AAAAAAAAAJY/N5XFkeFOnIs/s320/samaranji-inikah-isa-alaihissalam.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-4CSRB7bYubc/TfRsTgQjnPI/AAAAAAAAAJY/N5XFkeFOnIs/s72-c/samaranji-inikah-isa-alaihissalam.jpg
Debu Semesta | Just For You
http://debu-semesta.blogspot.com/2011/06/nabi-isa-alaihis-salam-yesus-jebakan.html
http://debu-semesta.blogspot.com/
http://debu-semesta.blogspot.com/
http://debu-semesta.blogspot.com/2011/06/nabi-isa-alaihis-salam-yesus-jebakan.html
true
764168301857459650
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy