Sunday, 12 December 2010

Taqiyah : Kebohongan Dan Kemunafikkan !!!

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta’ala yang telah memberi anugerah  Iman dan Islam kepada kita. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan pada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya.
Sungguh,,, ketika tersesat pada site-site para penghujat Islam, aneh rasanya mereka para kafirun munafiqun menganggap umat Islam pun pandai menjadi bunglon, mereka menganggap konsep ” taqiyah” (menyembunyikan keimanan) berasal dari Al Qur’an. Terus terang mendengar kata “taqiyah” aja saya baru kenal, setelah googling woww… hasilnya sungguh mengejutkan.

Para pemfitnah menganggap taqiyah adalah salah satu metode da’wah Islam untuk mengelabuhi kaum kafir, benarkah demikian ? benarkah Islam mengajarkan kebohongan dan kemunafikkan sebagai sarana da’wah ?.  Hufth..,,, mual rasanya membaca argumen-argumen mereka, ternyata “taqiyah” berasal dari konsep agama syi’ah, sementara syi’ah sendiri dari dulu hingga sekarang melakukan propaganda agar dianggap sebagai salah satu aliran sah di dunia Islam.

Berikut petikan paragrap yg saya peroleh dari Master Pemecah Kode :


Besar sekali memang dana yang dibutuhkan untuk mempropagandakan dan memperkenalkan Syi’ah tujuannya adalah memperkenalkan Syi’ah di panggung politik Dunia (juga Indonesia) dan yang terpenting “mendesakan” kepada dunia Islam untuk mengakui keberadaan Syi’ah sebagai salah satu aliran yang sah di dunia Islam. Hasilnya, tanpa disadari kita yang beraqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah digiring untuk mengikuti dan mendukung kebathilan yang ada pada ajaran Syi’ah itu.
Untuk meng-counter perkembangan Syi’ah memang sangat susah, dikarenakan Syi’ah mempunyai ajaran yang bernama Taqiyah. Dengan konsep taqiyah mereka dengan mudah memutar balikan fakta untuk menutupi kesesatannya dan mengutarakan sesuatu yang tidak diyakininya. Orang-orang Syi’ah dalam mempertahankan konsep tersebut sering mengetengahkan sebuah riwayat yang dinisbahkan kepada Imam Abu Ja’far Ash-Shadiq as. berkata : “ Taqiyah adalah agamaku dan agama bapak-bapaku. Seseorang tidak dianggap beragama bila tidak bertaqiyah.”
(selajutnya tentang apa bagaimana Syi’ah bisa terbantu dengan membaca buku Kumpulan Makalah Seminar Nasional Tentang Syi’ah : Mengapa Kita Menolak Syi’ah, LPPI, Jakarta, 2002).
Gambar fitnah bahwa umat Islam mengikuti pedofili dari Nabinya (Astaghfirullah...)
Dan kini gambar tersebut terungkap kebohongannya disini

Contoh site yang melegalkan "taqiyah" : 

Pelecehan kemudian timbul :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100115050826AA6FudZ
http://www.britannica.com/EBchecked/topic/583227/taqiyyah
 
Kesimpulan :
  1. Pelajari lagi sejarah syi'ah, dibalik mereka ada munafik Yahudi diantaranya Abdullah bin Saba'.
  2. Di masa Baginda Rasulullah s.a.w para munafiq berhasil membuat kegemparan dengan kisah ifk (berita bohong) mengenai sayyidatina ‘Aisyah. Hal ini diabadikan dalam QS An Nur : 11-20
  3. Di masa kekhalifahan, mereka mengompori ahlu bayt (khususnya pendukung sayyidina Ali karomallahu wajha) dengan hasutan bahwa sayyidina ‘Ali k.w lah yang patut menjadi khalifah. Para munafiq hanya memberi dukungan semu, mereka cuma omong doang dan ketika terjadi konflik dengan sayyidina Mu’awiyah para munafiq itu meninggalkan sayyidina Ali karomallahu wajha.
  4. Di masa Tabi’’in, para penggagas konsep “taqiyah” kembali berulah dengan membuat dongeng karbala, mereka membuat hadits-hadits dan atsar-atsar palsu untuk mempropagandakan bahwa tragedi karbala benar-benar terjadi. Astaghfirullah,,,, mereka telah berhasil membuat dongeng bahwa para Ahlu Bayt (Keluarga Rasulullah s.a.w) dan para Sahabat Rasulullah s.a.w adalah orang-orang yang haus pada kekuasaan. Jangan biarkan dongeng ini merebak kawan.
  5. Konsep “taqiyah” sengaja disusupkan kafirun munafiqun, usaha menyusupkan konsep tersebut sama kerasnya dengan usaha menghujat dan memfitnah bahwa umat Islam bermuka dua dengan “taqiyah”.  Kafirun - munafikun berusaha memasukkan "taqiyah" dalam Islam seraya berkoar2 "Hei, lihat... umat Islam penuh kebohongan !!!". Jelas sudah bahwa “taqiyah” bukan berasal dari Islam, dan siapa yang penuh dengan kemunafikkan ?

Untuk mempelajari sifat-sifat orang-orang munafiq dalam sepanjang sejarah, setidaknya kita bisa melakukan search engine dalam Al Qur’an dengan kata kuci “munafiq/ munafik”. Atau lakukan disini. Berikut saya ambil 2 ayat yang mungkin bisa mewakili dari sifat inti kemunafikkan : Lain di mulut, lain di hati.  

Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (QS Al Maidah : 61)

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[*]. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (QS At Taubah : 107)
[*]. Yang dimaksudkan dengan orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak jadi karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk.

Diakui atau tidak, kita tidak bisa menghindari fitnah-fitnah mereka, dan ironisnya kita tanpa sadar terkadang turut andil menyebarkan makar-makar mereka. Kita terkadang menelan mentah aja setiap informasi yang bersinggungan dengan dunia Islam tanpa usaha melacak, menganalisa sumber beritanya. Yang setingkat hadits aja bisa dipalsukan, apalagi yang setingkat atsar (segala sesuatu yang disandarkan pada ucapan atao perbuatan sahabat, misal ucapan sayyidina Ali bin Abi Thalib karomallahu wajha atau ucapan sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anha). Apalagi yang cuman setingkat “berita dunia Islam” yang berlalu lalang di dunia maya, amat sangat rawan kebohongan. Baca, selidiki, analisa sesuai kemampuan, dan minta saran – kritik dari saudara Islam. Firman Allah Azza Wa Jalla, insyaallah kurang lebih artinya.


Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:"Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong[*] dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu[**]; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah." Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. (QS Al Maidah : 41)
[*]. Maksudnya ialah: orang Yahudi amat suka mendengar perkataan-perkataam pendeta mereka yang bohong, atau amat suka mendengar perkataan-perkataan Nabi Muhammad s.a.w untuk disampaikan kepada pendeta-pendeta dan kawan-kawan mereka dengan cara yang tidak jujur.
[**]. Maksudnya: mereka amat suka mendengar perkataan-perkataan pemimpin-pemimpin mereka yang bohong yang belum pernah bertemu dengan Nabi Muhammad s.a.w. karena sangat benci kepada beliau, atau amat suka mendengarkan perkataan-perkataan Nabi Muhammad s.a.w. untuk disampaikan secara tidak jujur kepada kawan-kawannya tersebut.
Asbabun Nuzul (sebab-sebab/ latar belakang turunnya ayat) bisa dilihat disini

Untuk rekan- rekan umat Islam yang masih awam, dalam hal ini kita memilki kesamaan yakni sama-sama belajar. Tetaplah tegakkan sholat, tanamkan dalam alam bawah sadar kita dengan bacaan tadarus Al Qur’an., Jika hendak posting artikel, browsing atau googling sebuah info, bacalah ta’awudz - basmallah atau surat al-fatihah. Carilah “guru”, ustadz atau kiai, untuk membimbing kita, ga perlu membanding-bandingkan dulu, ga perlu menjudge sesat dulu, untuk hal itu marilah senantiasa mengharap petunjuk Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta’ala. Dengan ketulusan dan keikhlasan dalam mencari kebenaran, seberapapun sesatnya apa-apa yang sudah kita pelajari dan kita yakini baik dulu dan kini, semoga kita senantiasa mendapat maghfiroh/ampunan dan hidayah/petunjuk Allah Azza Wa Jalla. Amin.
Semoga bermanfa'at.

16 comments :

  1. Assalamu'alaikum Saudaraku...
    Aku nggak ada komentar dulu yaaa....., masih baca-baca dulu dan mencoba memahaminya aja. yang sedikit saya tahu syi'ah berkembang di iran. padahal saya sangat mengagumi negara tersebut bukan karena syi'ahnya. tetapi karena karena teknologinya. saya ngeri baca "artikel di rumahnya mas hanifa". maaf yaa saya kemarin ke http://hanifa.wordpress.com melalui rumah sampean ini.
    terima kasih.... salam.

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum Saudaraku...
    Aku nggak ada komentar dulu yaaa....., masih baca-baca dulu dan mencoba memahaminya aja. yang sedikit saya tahu syi'ah berkembang di iran. padahal saya sangat mengagumi negara tersebut bukan karena syi'ahnya. tetapi karena karena teknologinya. saya ngeri baca "artikel di rumahnya mas hanifa". maaf yaa saya kemarin ke http://hanifa.wordpress.com melalui rumah sampean ini.
    terima kasih.... salam

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum
    Judul artikelnya mengingatkan aku akan dosa2ku
    SALAM

    ReplyDelete
  4. @ KAisnet
    Wa'alaikum salam warohmatullah....
    Saya juga ngerii,,,, itulah mengapa sy menutup artikel di atas dengan kalimat tsb :"....Dengan ketulusan dan keikhlasan dalam mencari kebenaran, seberapapun sesatnya apa-apa yang sudah kita pelajari dan kita yakini baik dulu dan kini, semoga kita senantiasa mendapat maghfiroh/ampunan dan hidayah/petunjuk Allah Azza Wa Jalla. Amin."
    Intinya, godaan syaithon akan selalu ada bahkan ketika kita sudah berada pada "jalan yg lurus" yg diridhoi oleh Allah SWT.
    ===========================


    @ Mas Filar
    Ah,,, jadi penasaran aku mengenai siapa mas filar
    (bagi2 ilmu dan pengalam dunk !!!, jika berkenan sih he,,,he,,)

    ReplyDelete
  5. @ MAs Filar
    Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  6. mas samaranji yth, pada kesimpulan: mas sampaikan bahwa diantara tokoh munafiq yahudi ialah abdullah bin salam.,apa ga salah tuh setahu saya ia memang yahudi asalnya dan masuk islam dengan tiga pertanyaan yang mana pertanyaan itu tidak ada yang tahu kecuali seorang Nabi.ia merupakan sahabat yang dekat dengan Rosulullah SAW.tolong dicek ulang tentang sahabat yang mulia ini, karena kalau apa yang mas samaranji sampaikan tidak benar berarti telah menghina sahabat Rosul.istighfar dan berhati-hati kalau menyampaikan sesuatu. ini bagian dari addiinu nasihah tidak ada unsur lain..

    ReplyDelete
  7. @ abu yusuf
    ahlan wa sahlan ya akhii....
    terima kasih nasehatnya, emang beliau (sahabat abdullah bi salam) hidup sezaman dengan Baginda RAsulullah s.a.w. JADI BETUL JIKA BELIAU TAK ADA KAITANNYA DENGAN SEJARAH SYI'AH (akan segera saya edit).
    Namun menurut versi yg sy baca (bukunya lupa karena pernah main ke temen dan baca2 buku koleksinya), sebelum kedatangan BAginda RAsulullah s.aw ke Yatsrib (madinah) abdullah bin salam adalah pemimpin yang hendak dijadikan Imam di kaumnya (madinah), sehingga ketika Rasulullah s.a.w datang ke madinah, abdullah bin salam (walaupun sudah memeluk Islam dan diikuti kaumnya), tapi seringkali beliau bermanuver dan selalu menghambat perjuangan Nabi s.a.w dan merongrongnya dari dalam. (Sekali lagi maaf, belum bisa menyertakan referensinya).

    Ini yg sy dapat ketika googling :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Salam

    Mungkin mas abu yusuf bisa memberi referensi lain kepada sy ??? Terimakasih kunjungan dan nasehatnya. Mari kita cari bersama kebenaran sejarah itu.

    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  8. (1)
    Yth. @ mas abu yusuf
    Sungguh, nasehat mas abu membuat sy menangis. Alhamdulillah, sy dah tanya ke beberapa teman, sy membuka percakapan dng pertanyaan to the point “siapakah tokoh munafik yahudi di masa Rasulullah s.a.w ?” mereka langsung pd jawab “Abdullah bin Ubay”. Trus kulanjutkan dng pertanyaan “lha kalo Abdullah bin Salam ?” langsung ada yg menyerang “Mulane tho kang kang, yen ngaji ojo ngantuk, podo2 Abdullah tapi bedo !!!” (Astaghfirullah. Ya Allah, ampuni hambamu yang tolol ini. Ampuni kecerobohan sy yg berpotensi menimbulkan fitnah, lindungi sy dari sifat kemunafikkan, lindungi sy dari kata2 yg sesat dan menyesatkan, dari kata2 yg dapat menimbulkan keragua2an). ANDA BENAR, dan saya salah tentang sahabat Abdullah bin Salam. Kesalahan itu disebabkan ketololan dan ke-soktahu-an sy tanpa mengkonfirmasinya kembali. Dan yg saya maksud tentang tokoh yahudi tersebut ternyata bernama “Abdullah Bin Ubay Bin Salul”.

    ReplyDelete
  9. (2)
    Berikut sumber yg sy telusuri kembali (“As sirah An Nabawiyyah” oleh Abul Hasan Ali Al Hasany An Nadwy diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Riwayat Hidup Rasulullah SAW” oleh H. Bey Arifin Yunus Ali Muhdhar ; cetakan pertama 1983 ; diterbitkan oleh PT Bina Ilmu Jl Tunjungan 53 E Surabaya ; Anggota IKAPI)

    BAB VII : DI MADINAH
    Sub Bab. Timbulnya Nifak dan Munafikin Di Madinah
    Pada hal. 180 - 181 tertulis :

    ……….
    Golongan munafiqin yang terdiri dari sebagian kaum Aus, Khazraj dan kaum Yahudi itu diketuai oleh ABDULLAH BIN UBAY BIN SALUL. Pada mulanya setelah selesai peperangan Bu’ats mereka telah bersepakat untuk mengangkat Abdullah bin ubay bin salul sebagai seorang raja di mMadinah. Bertepatan dengan itu Islam mulai berkembang di Madinah. Sehingga banyak orang yang meninggalkan Abdullah dan masuk Islam secara serentak. Karena itu pengangkatan itu gagal total dan hal itulah yang menyebabkan Abdullah benci terhadap Islam.

    Ibnu Hisyam menyebutkan dalam kitabnya : “Rasulullah s.a.w datang ke Madinah bertepatan dengan hari pengangkatannya Abdullah bin Ubay bin Salul sebagai raja Madinah. Sebelumnya tidak pernah kaum Aus dan Khazraj bersatu dalam satu pimpinan dari salah satu kedua suku selain Abdullah sampai Islam datang. Sebelumnya penduduk Madinah bersiap-siap untuk mengangkat Abdullah jadi raja. Ketika Rasulullah s.a.w datang ke Madinah seluruh penduduk Madinah banyak yang mengikuti Islam dan mereka tidak jadi mengangkat Abdullah sebagai raja. Sebaliknya mereka bergabung dengan Nabi s.a.w. karena itulah Abdullah menganggap Nabi s.a.w penyebab kegagalan pengangkatan itu. Ketika ia lihat semua kaum Anshar masuk Islam terpaksa Abdullah masuk Islam, namun tidak diikuti niat yang jujur dan ia menyembunyikan rasa nifak di hatinya. (sirah Ibnu Hisyam bagian 1 hal 384-385)

    Umumnya setiap orang yang hatinya benci terhadap Islam, adalah mengharapkan kedudukan di Madinah. Mereka memusuhiIslam yang dianggap sebagai perintang utama bagi terwujudnya keinginan mereka. Lebih-lebih lagi ketika mereka lihat persatuan kaum Muhajirin dan Anshar yang sedmikian kuatnya dan serentak membela Nabi Muhammad s.a.w mati-matian. Hati kaum Munafiqin itu makin hari makin benci terhadap Islam. Sejak saat itu mereka selalu mencari kesempatan untuk memukul Islam dari belakang. Sehingga di Madinah timbul golongan yang memusuhi Islam yang bersembunyi dan selimut. Musuh dalam selimut ini sangat berbahaya sekali bagi Islam dan kaum Muslimin. Bahkan lebih berbahaya dari musuh yang terang-terangan. Karena itu Allah SWT selalu membukakan rahasia yang terpendam dalam hati mereka. Sehingga kisah mereka banyak disebut dalam Al Qur’an dan dalam buku-buku sejarah Islam. Juga dalam kitab ini.

    ReplyDelete
  10. (3)
    Selanjutnya sy mencari keterangan tentang sahabat Abdullah bin Salam dalam buku ini, dan yang saya temui cuman sepenggal paragrap berikut :

    …..
    Bahkan yang lebih menjengkelkan hati orang Yahudi terhadap Islam adanya sebagian tokoh agama Yahudi memeluk Islam seperti ABDULLAH BIN SALAM, beliau adalah seorang yang sangat disegani oleh mereka. Tidak mungkin seorang seperti beliau terpengaruh kepada Islam. Keislaman beliau menyebabkan kaum Yahudi Madinah bertambah benci kepada kaum Muslimin dan Islam .
    (BAB VII : MADINAH. Sub Bab Permusuhan Kaum Yahudi Mulai Tampak. Hal. 183)

    Dengan demikian, terima kasih kepada “akhiinal kiroom” @ abu yusuf, yang telah mengingatkan (mohon jangan bosan menjewer atopun menampar bila sy melakukan kesalahan, hal ini menjadi pelajaran berharga buat sy utk lebih berhati2 dalam membuat postingan). Sekali lagi terimakasih.

    Asyhadu a(n) Laa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammada(n) rasulullah. A’udzubillahi minasy syaithonirrojim, Bismillahirrahmaanirrahiim, Alhamduliillahi robbil ‘alamin, Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa ‘ala alii sayyidina muhammad, ROBBANA DHOLAMNA ANFUSANA WAI(N)LAM TAGHFIRLANA WA TARHAMNA LANAKUNANNA MINAL KHOOSYIRIIN. Amin

    ReplyDelete
  11. assalamu alaikum
    @samaranji
    memang kita gak bakal luput dari kesalahan.terkadang juga nama2 dalam bahasa arab sering membingungkan karena kelengkapan "bin".Saya pernah menemui kesamaan nama pelaku sejarah hingga "bin kakeknya" namun ada perbedaan pada "bin buyut"
    namun selama kita terbuka akan masukan terutama kritik dan mau menerima kebenaran darimanapun datangnya,maka insya allah kita akan bertahap menjadi org baik.
    slam ukhuwah
    Abu Hanan

    ReplyDelete
  12. @ Mas(ter) Abu Hanan.

    Wa'alaikumsalam warahmatullah...
    Yup benar, kita harus terbuka dng kritikan. Dan hal diatas adalah murni kecerobohan sy, mohon do'akan sy juga agar kecerobohan yg berpotensi menimbulkan fitnah (yg sy lakukan itu) diampun Allah SWT, ya mas...

    ReplyDelete
  13. Rupanya anda "ahli" tentang Syi'ah, emangnya sudah berapa tahun meneliti dan mempelajari Sy'ah? apakah anda pernah bergaul dan membaca langsung dg Kitab-kitab mereka?

    ReplyDelete
  14. @ Mas Xarel

    Salah satu kitab yg pernah saya baca (bukan berarti mempelajari, loh mas) yang mungkin dianggap "kitab syi'ah" adalah NAHJUL BALAGHAH. Segala sesuatu yang diajarkan Baginda RAsulullah SAW kepada Sayyidina Ali karomallahu wajha ada disini. Mungkin kami biasa dijuluki "syi'ah tanpa imamah"

    Percayalah, sbg umat Islam kita harus mencintai "ahlul bayt" Rasulullah SAW secara wajar. "Guru" sy sendiri insyaallah termasuk ahlul bayt. Namun utk apa status itu. Bukankah yg membedakan kita disisi Allah SWT adalah derajad taqwa ?

    Thank's mas, kunjungannya. don't forget pray for me. Mari kita saling mendo'akan.

    ReplyDelete
  15. @ to mas samaraji...bukankah tokoh abdullah bin saba itu cuma fiktif..!!! bila ada bukti "material" arkeologinya..gw pwercaya, tetapi semua yang anda posting cuma " opini dan karangan "belaka..!!!nih web nya..ABDULLAH BIN SABA’ BENAR TOKOH FIKTIF (Skema pembuktian riwayat sunni dan syi’ah)
    Posted Agustus 1, 2010 by syiahnews in Uncategorized. Komentar Dinonaktifkan pada ABDULLAH BIN SABA’ BENAR TOKOH FIKTIF (Skema pembuktian riwayat sunni dan syi’ah)
    Untuk lebih menyederhanakan tulisan kami yang berjudul RASULULLAH SAW PENDIRI MADZHAB SYIAH, TINJAUAN NORMATIF MENGAPA MEMILIH MADZHAB SYIAH Landasan Syiah dalam Periwayatan Ahlu Sunnah(1) yang dirasa terlalu panjang dan bertele-tele, maka syiahnews.wordpress.com menampilakn pembahasan tentang fiktifnya Abdullah bin Saba’ dengan mebuat skema-skema yang jauh lebih sederhana. Denganya para pembaca diharapkan akan dengan cepat memahami penjelasan kedudukan riwayat Abdullah bin saba’ yang diriwayatkan melalui jalur Syaif Ibnu Umar at Tamimi, melalui jalur periwayatan yang tidak melalui Syaif Ibnu Umar at Tamimi mapun riwayat Abdullah bin saba’ yang melalui jalur syi’ah. Selamat mengikuti..
    ..inilah produk palsu yang saling menyerang untuk menjadi produk ASLI''!!!" bukankah ISLAM snediri adalah " JIPLAKAN" yahudi..kristen cotic yang uydah ada sebelum ISLAM..


    WASALAM ABU HANIFAH
    ..

    ReplyDelete
  16. Abdullah Bin Saba merupakan tokoh fiktif yang di diciptakan oleh Saif Ibn Umar at Tamimi dalam kitabnya. Saif Ibn Umar at Tamimi merupakan penulis yang tidak dipercaya oleh kebanyakan penulis-penulis kitab rijal seperti Yahya ibn Mu’in, Abu Dawud, al-Nasai, Ibn Abi Hatim, Ibn al-Sukn, Ibn Hibban, al-Daraqutni, al-Hakim, al-Firuzabadi, Ibn Hajar, al-Suyuti, dan al-Safi al-Din. Dari kitab Saif Ibnu Umar tersebutlah kisah "Abdullah Bin Saba" diteruskan dalam tulisan-tulisan cerita yang tidak hanya dilakukan beberapa orang dari kalangan sunni, tapi juga ada beberapa orang dari kalangan syi'ah melakukan itu. Jika kita menelaah kitab-kitab yang bercerita tentang Abdullah Bin Saba baik itu oleh sunni ataupun syi'ah, maka kita akan menemui bahwa sumber primer tentang nama Abdullah Bin Saba berasal dari kitab Saif Ibnu Umar At Tamimi. Refrensi masing-masing mereka sambung menyambung sampai pada Kitab Saif Ibnu Umar tersebut. Balas
    saya fikr link dibawah ini, dapat menjadi refrensi untuk membuktikan akar nama abdullan bin saba muncul. baik itu dari sumber syi’ah ataupun sunni: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=49&cad=rja&ved=0CG0QFjAIOCg&url=http%3A%2F%2Fsyiahnews.wordpress.com%2F2010%2F08%2F01%2Fabdullah-bin-saba-benar-tokoh-fiktif-skema-pembuktian-riwayat-sunni-dan-syiah%2F&ei=puroUeLhJcPXrQeqgYGIDg&usg=AFQjCNEa-CDPQQ2Jwna4v4soRKa3WrQuqg&sig2=DzoH8Y6wCs5zpACC3UJDhg&bvm=bv.49478099,d.bmk Jika ada penulis lain selain Saif Ibnu Umar At Tamimi yang menceritakan sosok Abdullah Bin Saba, maka pelbagai persoalan yang muncul adalah: 1) apakah penulis tersebut adalah penulis yang dipercaya dalam bidang SEJARAH ? ? 2) apakah penulis tersebut sezaman dengan Saif Ibnu Umar At Tamimi ? ? 3) jika penulis tersebut berada dalam generasi setelah Saif Ibnu Umar At Tamimi, dari manakah ia mendapat refrensi tentang sosok Abdullah Bin Saba ? ?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...