Monday, 5 March 2012

Viewfiction : Review Buku Dalam Sebuah Fiksi

Anak itu membawa bukunya ke tempat kerja, yah... hanya saat kerja shift malamlah yang menurutnya paling nyaman untuk konsentrasi membaca, karena sepulang kerja juga diharuskan mengikuti aktifitas lainnya walaupun sama, membaca. Sebuah novel hadiah dari cewek sebelah, tetangga baru yang kini rajin berkunjung di kostnya. "Liv... pinjem Al Chemist-nya dooong," anak itu mengingat kejadian lima hari lalu, "Inget loh, orang bodoh tuh yang mau minjemi bukunya ke orang, lebih bodoh lagi yang  mau mengembalikan... haha." Senyum anak itu kembali mengembang dalam kilasan kejadian itu, "cerdas tuh cewek...," pikirnya sambil ngebayangin hidung mekrok Olivia, temannya, karena enggak mau dianggap bodoh makanya si Olivia saat itu bilang, "Bukunya untukmu saja, mas. Enggak perlu dikembalikan! saya masih punya yang versi Englishnya koq." Anak itu mulai menyesal, mengapa saat itu dia enggak bilang sekalian, "Eh Liv... pinjemi uang 5 juta doooong!!!"


Nama anak itu Samaranji, tapi bukan Samaranji Sang Penguasa Tunggal Tahta Kerajaan Debu Semesta yang kesohor di seantero jagad perbloggeran Indonesia. Ada banyak nama Samaranji di dunia, anak itu juga enggak tahu koq dikasih nama begitu sama orang tuanya. Pernah suatu ketika temannya dari Bali malah memanggilnya dengan Samaran Ji, katanya "Ji" itu sebutan untuk orang suci sedangkan "Samaran" dianggap sebagai penyamaran, pernah juga ada yang jengkel dengan anak itu hingga memanggilnya dengan Samar Anji*g.

Pembeli mulai sepi di SPBU terpencil tempat si Samaranji bekerja, biasanya mulai pukul 10 malam. Dibukanya buku itu dengan menyebut nama Tuhan Penguasa Alam, begitulah ia diajarkan. Baru saja membuka halaman pertama di ruangan mess terdengar teriakan "Goooooooll!" Haha... akhirnya setelah tadinya 2-0 kini Arsenal mengejar kekalahannya dari Tottenham, Samaranji senang walaupun tidak bisa langsung menyaksikannya. Hanya dua teman yang beruntung menyaksikan, seorang security malam dan office boy, sedangkan dia dan ketiga temannya menjalankan tugasnya di luar. Temannya yang satu tampak tersenyum lebar karena mulai merasakan bakal menang taruhan. 

Si Samaranji melanjutkan lagi membaca setelah tadi terinterupsi, kali ini ia mau lebih konsentrasi. Baru saja membaca sepertiga bagian, ia mulai bosan. Ia gak biasa membaca novel, melelahkan, apalagi jika novelnya tebal semacam karya JK Rowling itu, untunglah novel yang dikasih Olivia itu enggak setebal itu, pikirnya. Dalam benaknya ia akan mengatakan sesuatu pada Olivia, "Jika saja novel ini sampai kepadaku lima tahun yang lalu, tentu saya akan berseru, uuugh... keren Liv, keren nih novel," yaah tentu saja ia akan mengatakan begitu, namun sayang novel ini dibacanya sekarang. 

Mengapa sekarang, pikirnya, mengapa sekarang setelah saya sudah membaca kisah Melkhisedek dalam Al Kitab dimana saya menemukan benang merah dengan kisah Nabi Khidir (ha-dho-ro/ yang selalu hadir) yang menjadi "guru" Nabi Musa a.s. Setelah saya membaca Law of Atrraction, setelah saya membaca Universe Space, setelah saya membaca teori dunia yang paralel, setelah saya membaca teori g-string yang menjelaskan bahwa alam semesta ini terdiri dari 11 dimensi, dan kita manusia hanyalah makhluk 3 dimensi, kenapa sekarang?

Samaranji mulai menyimpulkan, kisah dalam novel ini terinspirasi dari beberapa kitab suci, kisah ini tentu terinspirasi dari pencarian makna hidup dari pengarangnya sendiri, Paulo Coelho, yah... banyak fiksi yang bersifat half-fiction. Fiksi yang terinsiprasi dari kisah nyata dan pada akhirnya akan menginspirasi pada kehidupan nyata. Penuturan Coelho tentang tokoh utama sangat unik, hanya disebutnya sebagai "Anak kecil itu"... seorang gembala, juga pernah berdagang untuk mengejar impian. Hmmm, mendengar gembala selalu saja  mengingatkan Samaranji pada sosok Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa a.s, dan Sri Krishna.

Semakin malam, semakin sepi. Tepat jam 12.00 dia dan ketiga temannya menutup SPBU, begitulah aturannya. Istirahat sambil berjaga, dan membuka kembali jam 04.00 esok paginya, seringkali para operator itu malah melihat bola, atau kadang main PS untuk sekedar melawan kantuk mereka. Dan Samaranji... mau melanjutkan lagi membacanya, hingga dua temannya menawarkan, "Sam... kami mo keluar beli nasi goreng. Nitip nggak?". "Oke..., pake telor, yang pedes, jeruk angetnya satu" sahut Samaranji sambil nyodorin selembar lima ribu, "Kalo uangnya kurang, tambahin dulu...." Halah biasaaa, batin temannya.

Tibalah akhirnya si Samaranji di bagia akhir cerita, "Wooww, bahasa alam semesta?" dia bertanya dalam hati, lalu diiringi senyum sinis tak simetris. "Haha... seandainya saja kamu tahu, Liv. Seandainya kamu tahu dan percaya..." ujarnya lirih seakan ingin mengatakan itu pada Olivia. Yaah... seandainya saja Olivia tahu, waktu kecil Samaranji dianggap aneh karena sering duduk kadang berbaring di bawah pohon kresen depan rumahnya, sepulang sekolah anak TK itu memandang langit biru, awan yang kadang tampak tersenyum lembut, kadang sedih, dan tak jarang menunjukkan amarah. Sambil menatap langit biru, bocah itu bertanya, "Tuhan, apakah Engkau di sana? bolehkah aku bersama-Mu?" "Mengapa Kau ciptakan aku, Tuhan? Kemungkinan apa jika aku tak Kau ciptakan, apakah aku ada atau tak ada amun ada entah dimana?", dan pertanyaan pertanyaan sableng lainnya untuk anak seusianya hingga ia lelah, tertidur dan kakeknya selalu membopong memindahkan bocah itu untuk tidur siang di tempat yang lebih nyaman, ranjang.

Bahasa semesta, yah itulah mungkin point utama dalam novel "Al Chemist" ini, pikir Samaranji. Al Kemis misterius yang menjadi gosip dunia bernama Fulcaneli, berasal dari mana dan menghilang kemana tiada yang tahu. Al Kemis adalah orang yang bisa merubah logam apapun menjadi emas. Namun tema itu sekarang enggak ngetrend, jadul, siapapun bisa mengubah segalanya menjadi emas, bahkan sampahpun bisa menjadi emas, seorang pemulung yang ulet, giat dan hemat akan mampu merubah sampah yang digeluti menjadi sebongkah emas, ini tidak asing. Tema macam itu kini tereduksi dalam "fisika quantum". Bahwa masing-masing kita, bahkan benda2 yang ada di langit, bumi dan antara keduanya, semesta raya ini semuanya berjiwa, dan jiwa jiwa itu terhubung dalam bahasa yang sama, bahasa semesta.

Hufth.... Samaranji menghela nafas sejenak, membaca halaman novel yang mengisahkan kedahsyatan anak kecil itu yang mampu merubah dirinya menjadi angin, pasir di padang gurun membumbung tinggi diangkasa menyelimutinya, hanya dengan bahasa semesta. "Andai saja kamu tahu, Liv," sekali lagi anak itu berujar lirih. "Andai saja kamu tahu, akupun bisa melakukannya, walaupun tak sedahsyat si anak kecil dalam novel," dan Samaranji mengingat kejadian saat pulang sekolah hujan lebat mengguyur bumi, teman temannya ingin segera reda, iapun juga. Ia memandang langit, menggertak hujan dalam bahasa semesta, dan kita tentu bisa menebaknya, r-e-d-a, keberuntungan pemula...Samaranji juga mulai mengingat kembali saat saat bekerja dimana panas terik membuat segalanya menjadi mendidih, bahkan mendidihkan darah hingga mengganggu SPO seorang pelayan yang harusnya ramah, ia memandang langit, melirik awan dan berkomunikasi dalam bahasa semesta, dan kita bisa menebaknya, sengatan matahari tertutup awan yang mulai berbaik hati.

"Andai saja kamu tahu, Liv" bahwa kita semua makhluk-Nya. Kita bisa berkomunikasi dalam bahasa tanpa kata, bahasa semesta. Bahasa semesta mampu mengalahkan rasa takut, takut gagal, takut terpuruk, dan ketakutan ketakutan lainnya yang membuat manusia mempertanyakan keadilan Tuhan. Ketakutan adalah hal wajar, namun, ketakutan tanpa diiringi sebuah usaha hanyalah kemunafikkan.

*********

Catatan : Cerita di atas hanya fiktif belaka. Semoga bermanfa'at. Terima kasih.

26 comments :

  1. Sekarang Olivia sudah tahu :p

    Hahaha, aku juga bosen bacanya bahkan sebelum dari sepertiga. Eh tamatnya cuma gitu doang, balik lagi ke asal. :D

    Tanda tangannnyaaaa huhuhuhu~
    Eh mas, itu mukamu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mana mana, mana Olivia? :p

      Haha,,, emangnya sy membacanya dalam satu malam itu? huuu, 5 hari tauuuk. Iya segitu aja ah, otakku capek mikirin postingan sebelumnya ini. Kalo tak kupas semua jadi panjang dong, Na. Masa mo cerita pas ketemu gipsy kriwil segala, terus ketemu ama pedagang kristal, ama fisikawan, ama komandan musafir huftth enggak ah,,, cape deeee...

      Tidak semua yang kita ketahui harus dikatakan, mendingan cukup tahu aja apa yang kita katakan ;) *woaaa, ketularan sok filsuf dah guah #wadeziiiiingh!

      Asemik, karo wong tuwo "mukamu, mukamu" hhh :(. Bukaaaan! itu mukanya si Samaranji dalam fiksi, njekaprut ya? aslinya sih lebih ganteng, kameranya tuh murahan :p

      Delete
    2. Ih aku bacanya cuma dua hari. Tapi sekuat tenaga sih. @_@
      Susah bahasanya si Coelho itu. Di rumah masih ada dua Coelho dan pinjeman semua dan belum dibaca ahahaha x)

      Orang tua jaman sekarang. Minta dihormatin, ckckck. Bukan mukamu. Raimu, ding. Muahahaha!

      Hooh, elek, njekaprut. Biasanya kalo pake kamera resolusi rendah itu orang jadi gantengan. Berarti kalo pake kamera bagus yaaa si Samaranji lebih elek meneh muahaha!

      Ooo berarti profile picture blogger profilemu beneran foto pas jaman SMP yahh, beda banget @_@

      Delete
    3. Mosok susah sih bahasanya Coelho, kamyu pasti baca yang versi Linggisnya sih...

      Wah parah... wedhusgembel siji iki, malah raimu... Tak banting sisan kuapok ke nduk... :p

      Wis ben elek, daripada avatarmu itu... wedhus gembel weeek.

      Besuk2 lagi kalo mo ngasih jangan buku novel lagi yah Beib :p Uang 5juta kek ato apalah gitcuuu.

      Delete
    4. Ora. Moco sing Indonesia. Aku tukune 2008 lagi tak woco akhir 2011 hahaha~ bosenin sih @_@

      Bantingono nak iso. Eh ngomong2 aku baru diajarin istilah 'dapurmu' hahahaha~

      Ohke, tunggu aku sekaya bakrie ya masss :p

      Delete
    5. Nggak percaya kalo kamyu udah baca, lah wong buku itu saya terima keadaannya masih mulus masih perawan kayak belum terjamah babar pisan :p Dan sekarang... fufufu banak lipatan2... haha. Maap ya Na.

      Dapurmu? wuaah ini yang ngajarin mesti Mbakyumu yang pernah pake seragam SMU itu, semprol.... salamke ya Na, jambakke rambute sekalian :p

      Masak bakrie kaya sih... Masih kaya Una ah, mau2nya ngirimi buku pd orang nggak jelas gini... :P

      Delete
  2. Sob, request neh.
    Kalo sempet bikin postingan tentang khidupan 11 dimensi. Pengen tahu hehe...

    Ya, bahasa tanpa kata yg akan mampu mendekatkan kita dgn Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha,,, masih dalam perdebatan Mas Sob.

      Pencetusnya Stephen Hawking, ummat Hindu-Budha amat suka teorinya karena mendukung banget ttg makrokosmos (buana ageng) dan mikrokosmos (buana alit), sedangkan sebagian 'Ulama Islam kontemporer sekarang menganggap beliau melakukan hanifikasi (pelurusan) tafsir Al Qur'an.

      Ingat film "The One" yg diperankan Jet Lee, dimana ia harus menghancurkan "dirinya yg lain" agar kekuatannya menyatu dalam diri? atau "Trilogi Matrix" yang menganggap Tuhan tidak ada, bahwa Tuhan itu hanyalah sebuah sistem kinerja alam semesta, sesuatu yg abstrak, namun harus "dianggap" ada agar manusia awam tidak bingung, pengingkaran thdp kekuatan abstrak itu akan mengakibatkan chaos (kekacauan) dan merusak sistem kinerja Alam Semesta.

      http://www.faktailmiah.com/2010/10/09/teori-m.html

      Yeaahhh, jadi ngelantur kaaaan... Gendeng entar kalo belajar ini Mas Sob, mending mikir yg praktis2 ajah, merangkai masa depan bersama ayank, cari uang yang halal, biar hidup kecukupan, rumah cukup dua, mobil cukup tiga, mati masuk syurga,,,, duh indahnyaaaa :D

      Delete
    2. Kalo mau kecukupan jangan jadi karyawan sob haha...

      Masih ada request lagi sob kalo boleh, aku pengen menimba ilmu dari sobat Samaranji. Husnuzon saya, sobat Samaranji punya banyak ilmu yang layak untuk dibagi terutama untuk orang kayak saya yang kurang begitu mengenal ilmu agama. Kalo boleh saya pengen nanya2 OOT di form komentar blog ini. Jangan Suuzon ya sob, sebenarnya banyak yang ingin saya tanyakan hehe...

      Delete
    3. Saling menimba ilmu aja Mas Sob,

      Bagi saya sih membaca apa saja, yang penting kita awali dengan Bismillahirrohmaanirrohiiim, dengan demikian semoga apa yg kita baca, apa yg kita konsumsi tetap dalam jalan lurus yg diridhoi Allah Ta'ala.

      Delete
    4. Sob, kalo tentang lalat yang masuk gelas minuman dalilnya gimana sob? aku lagi mau buat postingan tentang lalat :)

      Delete
    5. Bismilahirrohmaanirrohiim, Diriwayatkan Abu Huraira:
      Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman dari setiap orang di antaramu, dia harus menenggelamkannya (ke dalam minuman), karena salah satu sayapnya membawa penyakit dan sayap lainnya mempunyai penyembuh untuk penyakit tersebut." (Sahih Al-Bukhari: Volume 4, Book 54, Number 537)

      >>> Jujur, Kang... sy juga belum pernah ngaji ini :(, liat kitabnya aja belum pernah. yang ada sih software2 di belantara maya ini sih ya..., namun sy gak akan langsung percaya sebab, tidak selamanya sahih bukhari itu kuat, kan biasanya ada keterangan tingkat kesahihannya.

      >>> Hadits ini amat disukai Yahudi atas nama "sains islami" karena apa?, untuk membuat vaksinasi. Bahwa racun bahkan najis sekalipun bisa dijadikan obat. Gila!

      Ituh menurut saya loh,,, jika ada kritikan dan diskusi lebih lanjut ya silahkan. Intinya saya enggak percaya. titik,,, hehe.

      Delete
    6. Thanks sob penjelasannya :)

      Delete
    7. Sori sob, aku mau tanya lagi.... soalnya jarang2 ada dai yang akak2 metal kaya sobat wkwkwkw...

      Pertanyaan ini sering kali mengganggu fikiranku sejak dulu. sering aku tanyain ke orang2 yang kuanggap ngerti, tapi jawabannya bagiku kurang memuaskan.

      Pertanyaannya gini sob : Sering aku denger dari para da'i bahwa orang yang yang meninggalnya tidak dalam keadaan Islam, tidak akan masuk surga, Misalnya orang yang beragama lain. betul gak sih sob?? (nanti ada pertanyaan lanjutan sob tapi aku ingin pastiin dulu pernyataan diatas bener apa kagak)
      Thanks before sobat :)

      Delete
    8. Hoaaaa... saya bukan da'i lah Mas Sob...

      ***Sering aku denger dari para da'i bahwa orang yang yang meninggalnya tidak dalam keadaan Islam, tidak akan masuk surga, Misalnya orang yang beragama lain. betul gak sih sob??***
      1. JELAS BETUL, namun koq ada surat begini... kurang lebih artinya :
      QS Al Baqoroh, 2:62. Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

      2. Bingung, kan? Sama... Kita yang Islam aja belum tentu masuk surga. Firman Allah Ta'ala kurang lebih artinya :
      Al Mudatsir, 74 : 42 - 47
      42. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
      43. Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
      44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
      45. dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
      46. dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
      47. hingga datang kepada kami kematian."

      3. Sebagai ummat Islam kita harus yakin masuk surga, bertawakkal sepenuh jiwa raga, selanjutnya keputusan hanya milik Allah Ta'ala, firman-Nya kurang lebih artinya:
      QS As Syuro 42:10. Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.

      Udah ah Mas Sob,,, koq mikir berat2 sih... cepet tua entar...

      Hanya itu yang saya ketahui, saya belum tentu benar, namun saya yakin Al Qur'an adalah benar.

      Delete
  3. ane ijin nyimak dulu yah gan, kayanya menarik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho'oh... menarik semua loh postingan saya.. haha pe-de :D

      Delete
  4. eh si Sam itu termasuk sakti ya, bisa berkomunikasi dengan alam semesta, sampai terik panas bisa berubah dalam seketika. Piye kalau saya minta daerah Jember dikirimin hujan salju.. hehehe


    sip..sip apik.. salam buat si Sam yo Kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kang Lozz panggilannya juga Sam. Bener Kang sekti tenan bocah kuwi, edyaaan. Enggak cuman ngirim hujan Kang, ngirim pulsa juga bisa koq :P

      Jember kalo hujan salju, entar warganya malah jadi putih2 bermata sipit, gimana? banyak bunga sakura dan himawari, truss Kang Lozz jadi Ultraman nya haha :D.

      Saya jadi Lee Min Ho dooong.

      Delete
    2. ekekek... lee min ho? :p aku shock ntar nek dirimu jd dia, mas. haha. :))

      btw, aku baca buku itu beberapa hari juga. lumayan lama karena ga mudeng bahasanya. -.-"

      akhirnya pas kelar agak kecewa. haha. lha, moso balik lagi ke tempat awal. -.-"

      oya, ini bukan fiksi kan ya? :D
      ini malah mirip review. hehehe ^^v

      Delete
    3. Kiky : Asemik,,,
      Lagian saya juga gek kenal Lee Min Ho, saya sodara kembarnya Hyun Bin week :p

      Balik ke awal? lah itulah istimewanya...

      Ini fiksi yoooo,,, lah wong bacaku enggak dalam satu malam itu, truss Arsenal-Tottenham juga enggak jam 10, tapi jam 08 malam... selebihnya... tebak aja ndiri :p

      Delete
  5. Pinjemin bukunya, kang! Sampean ngerti pegandon, kan? Tak tunggu di rumahku, ya... Tanya aja namaku, pasti seluruh pegandon tau! Bhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pegandon yo reti lah, temen gueh ada yang ngajar di MI manaaa gitu lupa, kalo panen tembakau elo bilang ke gueh yaaa... entar gueh ke sana nyari anak pengupload video tutorial Qurrotul'Uyun,,, haha.

      Delete
  6. ahaaaaa jadi inget full metal alchemist :D

    ReplyDelete
  7. ^sama jadi ingat manga full metal alchemist..
    kayaknya jauh lebih neak baca manga itu daripada baca buku ini XD XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ Kaito @ Mbak Mis'U
      Woww,,, gugling ah.....

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...